Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
PENGARUH PROMOSI MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI KERIPIK KACA BELEDAG JAGARA DI DESA CITEREUP KECAMATAN KAWALI KABUPATEN CIAMIS)
Pentingnya media sosial sebagai sarana promosi yang efektif untuk mempengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya pada produk lokal.. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui penerapan promosi media sosial instagram yang dilakukan agroindustri keripik kaca Beledag Jagara, (2) mengetahui efektivitas promosi dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen agroindustri keripik kaca Beledag Jagara, dan (3) mengetahui pengaruh promosi melalui media sosial Instagram terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk agroindustri keripik kaca Beledag Jagara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian dengan pengolahan data hasil penelitian menggunakan pendekatan statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna media sosial khususnya pengikut dari akun instagram Beledag Jagara serta pernah membeli produk Beledag Jagara. pengambilan sampel menggunakan teknik convienence sampling dengan jumlah sebanyak 70 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan pengolahan data menggunakan software SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan promosi media sosial instagram yang dilakukan agroindustri keripik kaca beledag jagara berada dalam kategori, proses keputusan pembelian konsumen agroindustri keripik kaca beledag jagara berada dalam kategori baik serta terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi melalui media sosial instagram terhadap keputusan pembelian sebesar 54,2 %
EVALUASI PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELAYAKAN EKONOMI PENGGEMUKAN DOMBA JANTAN LOKAL DENGAN PAKAN COMPLETE FEED PELLET SECARA AD LIBITUM
Permintaan terhadap daging domba di Indonesia terus meningkat, namun produktivitas di tingkat peternakan rakyat masih rendah akibat efisiensi pakan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa biologis dan kelayakan ekonomi penggemukan domba jantan lokal melalui pemberian Complete Feed berbentuk pellet secara ad libitum selama 15 minggu. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen satu perlakuan dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif terhadap sepuluh ekor domba jantan lokal berumur 6–8 bulan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan berat badan harian (PBBH), rasio konversi pakan (feed conversion ratio/FCR), dan selisih pendapatan bersih setelah dikurangi biaya pakan (income over feed cost/IOFC). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata PBBH mencapai 129,4 ± 8,72 g/ekor/hari dengan nilai FCR sebesar 8,36, menunjukkan bahwa dibutuhkan 8,36 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg pertambahan bobot badan. Seluruh individu menghasilkan IOFC positif dengan rata-rata Rp 377.967/ekor, atau sekitar 34,3% di atas titik impas. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pakan kombinasi tersebut mampu memberikan performa pertumbuhan yang stabil sekaligus margin keuntungan yang layak bagi peternak rakyat. Sistem ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dengan mengutamakan pemanfaatan bahan pakan lokal guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan agribisnis peternakan domba. Kata kunci: Domba Lokal, Complete Feed, Ad Libitum, Konversi Pakan, Efisiensi Biaya Pakan, Peternakan Rakya
STRATEGI PEMASARAN GULA SEMUT (Studi Kasus Pada Agroindustri Gula Semut Amesna Di Desa Sukaharja Kecamatan Sariwangi)
Gula semut adalah jenis gula yang terbuat dari nira melalui proses pengkristal sehingga berbentuk butiran kecil berdiameter antara 0,8-1,2 mm dan berwarna kuning kecoklatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor internal, faktor eksternal apa saja yang dihadapi oleh Pengrajin Gula Semut dan strategi pemasaran apa yang sesuai di desa Sukaharja Kecamatan Sariwangi. Metode yang digunakan oleh penelitian ini adalah studi deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Data yang diambil dilakukan dengan cara, Observasi yaitu dengan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti. Responden yang dipilih yaitu agroindustri gula semut Amesna yang ada di desa Sukharja dengan penentuan informan dilakukan secara purposive. Rencana penggunaan analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan analisis SWOT. Waktu pelaksaan akan dilakukan pada bulan Agustus 2023 yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya. hasil yang telah dianalisa mengenai faktor eksternal, peluang yang perlu diperhatikan pada agroindustri yaitu adanya permintaan pasar dan perlunya pelanggan tetap, serta ancaman yang dihadapi yakni produk yang serupa dari pesaing yang lain. Strategi pemasaran yang harus diperhatikan dan diterapkan adalah perluas jangkauan pasar, pengoptimalan manfaat teknologi, peningkatkan promosi, terjaganya kualitas produk, pemberian pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tentang agroindustri gula semut
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KAPULAGA DI KECAMATAN CIDOLOG KABUPATEN SUKABUMI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani kapulaga basah dan kering berdasarkan aspek biaya, penerimaan, pendapatan, dan rasio R/C (Revenue/Cost) di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling terhadap 30 orang petani, terdiri dari 15 petani kapulaga basah dan 15 petani kapulaga kering. Data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder dari instansi terkait . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi kapulaga basah sebesar Rp 2.371.336 dengan penerimaan Rp 11.580.000 dan pendapatan sebesar Rp 9.208.664. Sementara itu, total biaya kapulaga kering sebesar Rp 2.506.490 dengan penerimaan Rp 8.240.000 dan pendapatan sebesar Rp 5.733.510. Nilai R/C Ratio untuk kapulaga basah adalah 4,89 dan untuk kapulaga kering adalah 3,29. Kedua jenis usahatani menunjukkan nilai R/C > 1 yang berarti layak dan menguntungkan untuk diusahakan. Namun, usahatani kapulaga basah lebih efisien secara ekonomi dibandingkan kapulaga kering. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk petani dan serta pihak terkait dalam mengembangkan usaha kapulaga secara berkelanjutan
AKTIVITAS ON FARM DAN PASCAPANEN SELADA ROMAINE (LACTUCA SATIVA VAR. ROMANA L.) (Studi Kasus di Kelompok Tani Budi Rahayu Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat)
Sektor hortikultura berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Permintaan terhadap sayuran sehat seperti selada romaine semakin meningkat karena kandungan gizinya yang tinggi. Kelompok Tani Budi Rahayu di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi salah satu penghasil selada romaine yang dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas on farm dan pascapanen selada romaine serta menggambarkan aliran barang, informasi, dan uang dalam rantai pasoknya. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budidaya dilakukan secara sistematis, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Sementara itu, pascapanen mencakup sortasi, grading , pengemasan, dan distribusi. Tiga aliran utama dalam rantai pasok berjalan secara terintegrasi dan dua arah. Aliran barang bergerak dari input hingga produk akhir ke pasar, aliran informasi untuk menyelaraskan produksi dan permintaan, sedangkan aliran uang bergerak dari hasil penjualan petani dan penyedia input. Keterpaduan ini mendukung efisiensi dan kehausan produksi. Disarankan agar kelompok tani terus meningkatkan efisiensi produksi melalui pemanfaatan teknologi sederhana serta memperkuat branding produk untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di pasar
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI LADU KETAN (Studi Kasus pada Ladu Ketan Lestari di Desa Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut)
Ladu Ketan Lestari adalah suatu usaha agroindustri dibidang kuliner yang memproduksi ladu. Ladu merupakan makanan tradisional dari daerah Malangbong, Garut. Dalam perkembangannya agroindustri Ladu Ketan Lestari tidak banyak perkembangan yang signifikan meskipun berdiri sudah cukup lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha dan mengetahui strategi pengembangan usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari. Metode studi kasus, yang merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memeriksa secara menyeluruh fenomena, kejadian, atau contoh tertentu, digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel di mana peneliti memilih secara sengaja dan berdasarkan pertimbangan tertentu terhadap subjek atau objek yang dianggap paling relevan dan memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari ini layak untuk dijalankan. Karena Nilai R/C Ratio yang didapakan usaha tersebut lebih besar dari 1, yaitu 1,84 satuan rupiah. Menurut kriteria R/C Ratio nilai tersebut menunjukan bahwa usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari mendapatkan keuntungan Rp.1,84 untuk setiap Rp.1 modal usaha yang dikeluarkan. Sedangkan pada strategi pengembangan yang dilakukan menggunakan analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary), EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary), diagram dan matriks SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan agroindustri Ladu Ketan Lestari yaitu strategi SO (Strenght-Opportunity)
TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA MARGAHAYU KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat menjadi trend baru yang hmengharuskan setiap bahan pangan harus aman untuk dikonsumsi, mengandung nutrisi yang tinggi serta ramah lingkungan, merupakan peluang pengembangan pertanian organik terutama tanaman padi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) partisipasi petani dalam usahatani padi organik. 2)hubungan luas lahan, umur, tingkat pendidikan, pengalaman bertani, dan frekuesi mendapatkan penyuluhan terhadap tingkat partisipasi petani dalam usahatani padi organik di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.Jenis penelitian ini adalah penelitiankuantitatif dengan metode survei. Penentuan sampel lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive),sedangkan sampel responden sebanyak 85 orang dipilih secara randomdengan menggunakan rumus slovin pada tingkat kesalahan 10%. Tujuan penelitian pertama dianalisis secara deskriptif dengan sistem skoring,sementara tujuan penelitian kedua dianalisis menggunakan korelasi rank spearman.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) partisipasi petani dalam usahatani padi organik berada pada kategori tinggi. 2) Faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi petani dalam usahatani padi organik yaitu umur,lama bertani dan frekuensi mendapatkan penyuluhan
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAMUR MERANG (Studi Kasus Agribisnis Jamur Merang di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran)
Jumlah Baglog atau media tanam jamur 168.500 dan hasil produksi 96.700 kg menyatakan bahwa produksi dan hasil produksi jamur di Kabupaten Pangandaran masih kurang dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain yang ada di Jawa Barat. Para petani jamur merang masih bergantung pada keaadaan seperti alat yang terbatas, pengendalian suhu seadanya dan keterbatasannya alat untuk mengatasi cuaca ekstrim yang dapat mempengaruhi pengembangan jamur tersebut dan sampai saat ini belum melakukan strategi pengembangan jamur merang yang diusahakannya. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1. Mengetahui faktor internal (Kekuatan, Kelemahan) dan faktor eksternal (Peluang, Ancaman) dalam pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. 2. Merumuskan strategi alternatif yang tepat digunakan dalam pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan jenis penelitiannya secara kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk membuat penggambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Hasil penelitian adalah usaha tani Jamur Merang di Desa sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten Kabupaten pangandaran yaitu Usaha tani ini merupakan Usaha jamur merang satu satunya di padaherang, Faktor Peluang yang ada pada Usahatani Jamur Merang di Desa sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten pangandaran yaitu Mempunyai pelanggan tetap, Lokasi usaha yang strategi Dukungan dari pemerintah Membuat Inovasi makanan jamur Permintaan pasar semakin meningkat. Strategi pengembangan usaha tani Jamur Merang di Desa sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten pangandaran yaitu berada di dalam Kuadran I, yang berarti usaha tani Jamur Merang mendukung untuk berada diposisi kuat atau strategi yang diterapkan adalah Agresif (Strategi Berorientasi Pertumbuhan).Jumlah Baglog atau media tanam jamur 168.500 dan hasil produksi 96.700 kg menyatakan bahwa produksi dan hasil produksi jamur di Kabupaten Pangandaran masih kurang dibandingkan dengan Kabupaten/Kota yang lainnya yang ada di Jawa Barat. Para petani jamur merang masih tergantung dengan keaadaan seperti alat yang terbatas, pengendalian suhu seadanya dan terbatasnya alat untuk mengatasi cuaca ekstrim yang dapat mempengaruhi pengembangan jamur tersebut dan sampai saat ini belum melakukan strategi pengembangan jamur merang yang di usahakannya. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1. Mengetahui faktor internal (Kekuatan, Kelemahan) dan faktor eksternal (Peluang, Ancaman) dalam pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. 2. Merumuskan alternatif strategi yang tepat digunakan dalam pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dan jenis penelitiannya secara kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk membuat penggambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Hasil penelitian adalah usaha tani Jamur Merang di Desa sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten Kabupaten pangandaran yaitu Usaha tani ini merupakan Usaha jamur merang satu satunya di padaherang, Faktor Peluang yang ada pada Usahatani Jamur Merang di Desa sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten Kabupaten pangandaran yaitu Mempunyai pelanggan tetap, Lokasi usaha yang srategis Dukungan dari pemerintah Membuat Inovasi olahan jamur Permintaan pasar semakin meningkat. Strategi pengembangan usaha tani Jamur Merang di Desa sindangwangi Kecamatan Padaherang Kabupaten pangandaran yaitu berada didalam Kuadran I, yang berarti usaha tani Jamur Merang mendukung untuk berada diposisi kuat atau strategi yang diterapkan adalah Agresif (Growth Oriented Strategy)
PENGARUH ATMOSFER KEDAI KOPI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN (SUATU KASUS PADA CLUB 20 COFFEE AND BEANS)
Club 20 Coffee and Beans merupakan kedai kopi yang terletak di kaki Gunung Manglayang, memiliki konsep outdoor dengan memanfaatkan alam membuat kedai kopi ini mengandalkan atmosfernya yang unik. Namun penjualannya belum mencapai titik yang diinginkan perusahaan, di sisi lain terjadi pula fluktuasi penjualan. Penelitian ini mempelajari pengaruh atmosfer terhadap keputusan pembelian konsumen. Teknik survei dilakukan kepada 70 sampel yang didapat melalui systematic random sampling. Analisis dilakukan melalui analisis,deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil menunjukan mayoritas konsumen Club 20 Coffee and Beans merupakan wanita, kelompok Generasi Z, yang tinggal Kota/Kabupaten Bandung, dengan pendapatan berkisar Rp1.000.000-Rp4.999.999 dan berstatus sebagai siswa/mahasiswa. Hasil uji f antara variabel atmosfer (tata letak, estetika fasilitas, pencahayaan, pelayanan dan teknologi) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan hasil uji t menunjukan hanya variabel teknologi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen di Club 20 Coffee and Beans
FACTORS THAT INFLUENCE THE DECISION ON THE PLACE OF SALE OF COFFEE IN NEGERI SINDANG VILLAGE, SOSOH BUAY RAYAP DISTRICT, OGAN KOMERING ULU REGENCY
limitations in determining the most profitable marketing channels. This study aims to analyze the factors that influence farmers' decisions in choosing a place to sell coffee, especially to middlemen, in Sindang State Village, Sosoh Buay Terap District, Ogan Komering Ulu Regency. The method used was a survey with a quantitative approach, involving 30 coffee farmers selected through stratified random sampling techniques. The analysis was performed using binary logistics regression with the help of SPSS software. The results of the study show that six variables have a significant effect on the decision of coffee sales places, namely: selling price, mileage, availability of capital, quality of coffee beans, access to price information, and buyer service. Among these variables, economic factors such as selling price (p = 0.025) and capital (p = 0.038), as well as access to price information (p = 0.044) are the main determinants in farmers' decision-making. Meanwhile, the variables of service and distance also strengthened the decision, especially due to the factor of convenience and social relations with middlemen. These findings reflect that although farmers are aware of other sales alternatives, the preference for middlemen remains strong due to practical and relational economic considerations. Keywords: coffee farmers, place of sale, middlemen, logistical regression, economic decision