Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS RENTABILITAS PADA AGROINDUSTRI TEMPE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi, dan 2) Besarnya rentabilitas pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan mengambil kasus pada seorang perajin tempe di Desa Pawindan KecamatanCiamis Kabupaten Ciamis. Penarikan responden dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan tujuan tertentu yakni pada seorang perajin tempe di Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer ialah data yang diperoleh secara langsung dari perajin tempe yang dijadikan responden melalui wawancara, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur dan data dari instansi atau dinas terkait yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Hasil Penelitian pada agroindustri tempe dalam satu kali proses produksi menunjukkan bahwa dari bahan baku kedelai sebanyak 350 kilogram pada harga kedelai Rp. 8.500 per kilogram, menghasilkan tempe sebanyak 3.000 bungkus, dan harga jual tempe jenis (a) Rp. 2.000,- dan tempejenis (b) Rp. 5.000,- per bungkus. Dengan hasil perhitungan setelah di analisis dari penelitian sebagai berikut (1) Perajin mengeluarkan biaya sebesar Rp. 4.123.992,50, menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 6.600.000,-, dan pendapatan sebesar Rp. 2.476.007,5, (2) Rentabilitas yang dihasilkan sebesar 60 persen dari total biaya yang dikeluarkan.Kata kunci :Rentabilitas, Agroindustri Temp
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KELAPA (Cocos nucifera L)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran kelapa mulai dari produsen sampai ke konsumen, besarnya marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran kelapa dari produsen ke konsumen, dan persentase harga yang diterima petani (Farmer’s Share) dalam proses pendistribusian kelapa di Desa Ciakar Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei adalah metode penelitian yang dilakukan untuk mengadakan pemeriksaan dan pengukuran-pengukuran terhadap gejala empiris yang berlangsung di lapangan atau lokasi penelitian, umumnya dilakukan terhadap unit sampel yang dihadapi sebagairesponden dan buka seluruh populasi sasaran. Sampel yang diambil sebagai responden sebanyak 30 orang petani, sedangkan jumlah pedagang pengumpul 3 orang, pedagang pengecer 2 orang, dan pedagang besar 2 orang. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif sedangkan untuk mengetahui marjin pemasaran, keuntungan pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran dan persentase harga yang diterima petani (Farmer’s Share) menggunakan rumus Sudiyono (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1. Terdapat dua saluran pemasaran kelapa dari Desa Ciakar ke Pasar Cirebon yaitu :Saluran 1:Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang Besar Pasar Cirebon → Pedagang Pengecer PasarCirebon → KonsumenSaluran II:Petani → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer Pasar Cirebon → Konsumen2. Marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran pada saluran 1 di pedagangpengumpul Rp. 500,- per butir, di pedagang besar Rp. 200,- per butir dan di pedagang pengecer200,- per butir. Sedangkan pada saluran II besarnya marjin pemasaran di pedagang pengumpulRp. 500,- per butir, dan di pedagang pengecer Rp. 400,- per butir.3. Bagian harga yang diterima petani atau Farmer’s Share pada saluran 1 dan saluran II adalah sama sebesar 43,75 % karena di tingkat petani pada saluran I dan saluran II serta harga yang diterima pedagang pengecer pada saluran I dan saluran II adalah sama yaitu masing-masing sebesar Rp. 700,- per butir dan Rp. 1.600,- per butir.Kata kunci : kelapa, analisis pemasara
ANALISIS SALURAN PEMASARAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) (Suatu Kasus di Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya)
Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. (2) Biaya, marjin dan keuntungan pemasaran ubi jalar di Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. (3) Farmer’s Share ubi jalar di Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. (4) Besarnya efisiensi pemasaran ubi jalar di Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih KabupatenTasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode survey di Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. Metode Survey merupakan teknik riset dimana informasi dikumpulkan menggunakkan penyebaran kuesioner. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Dua puluh orang petani, tujuh orang pedagang pengumpul dan tiga orangpedagang pengecer. Hasil penelitian ubi jalar di Desa Mertajaya Kecamatan Bojongasih KabupatenTasikmalaya diketahui bahwa :1. Terdapat dua saluran pemasaran ubi jalar sampai ke tangan konsumen akhir yaitu :a. Pola saluran pemasaran Ib. Petani Pedagang pengumpul Konsumen Industric. Pola saluran pemasaran IId. Petani Pedagang pengumpul Pedagang pengecer Konsumen2. Besarnya biaya, marjin dan keuntungan pemasaran pada saluran pemasaran I sebagai berikut: (1) biaya pemasaran sebesar Rp 240 per kilogram, (2) marjin pemasaran sebesar Rp 1.500 per kilogram dan (3) keuntungan pemasaran sebesar Rp 1.260 per kilogram. Sedangkan biaya, marjin dan keuntungan pada saluran pemasaran II sebagai berikut : (1) biaya pemasaran sebesar Rp 762 per kilogram, marjin pemasaran sebesar Rp 2.000 per kilogram dan (3) keuntungan pemasaran sebesar Rp 1.638 per kilogram.3. Berdasarkan hasil penghitungan diketahui bahwa Besarnya nilai farmer’r share atau bagian yang diterima petani pada saluran pemasaran I adalah 62,50 persen dan efisiensi pemasarannya sebesar 6 persen. Sedangkan pada saluran pemasaran II besarnya nilai farmer’r share adalah 55,50 persen dan efisiensi pemasarannya sebesar 16,93 persen.Kata kunci : Pemasaran, Saluran, Ub
ANALISIS PEMASARAN BENIH PADI SAWAH (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran benih padi sawah di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. (2) Besarnya marjin pemasaran pada masingmasing lembaga pemasaran benih padi sawah di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. (3) Keuntungan pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran benih padi sawah di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. (4) Besarnya bagian harga yang diterima petani (farmer’s share) benih padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sindangasih Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dengan menggunakan metode survai. Responden petani diambil secara acak sederhana (simple random sampling), sedangkan untuk sampel lembagapemasaran diambil dengan cara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Petani Produsen => Pedagang Pengumpul => Pedagang Besar => Pedagang Pengecer => KonsumenTerdapat satu saluran pemasaran benih padi sawah varietas Ciherang dari Desa Sindangasih yaitu : 2) Marjin pemasaran benih padi sawah varietas Ciherang di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp. 1.000,00 per kilogram, di pedagang besar sebesar Rp. 1.000,00 per kilogram dan di pedagang pengecer sebesar Rp. 1.000,00 per kilogram sehingga marjin keseluruhan sebesar Rp. 3.000,00 per kilogram. 3) Keuntungan pemasaran benih padi sawah varietas Ciherang yang diperoleh di tingkat pedagang pengumpul yaitu Rp. 716,00 per kilogram, pedagang besar Rp. 880,00 per kilogram dan pedagang pengecer Rp. 884,60 per kilogram sehingga keuntungan keseluruhan sebesar Rp. 2.480,60 per kilogram. 4) Farmer’s share atau bagian harga yang diterima petani adalah 64,7 persen dari harga yang dibayarkan konsumen. Kata kunci : Benih Padi Sawah, Pemasaran, Salura
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja secara simultan dan parsial terhadap produksi pada usahatani padi sawah di Kelompoktani Bumi Luhur Desa Indrajaya Kecamatan Salem KabupatenBrebes. 2) Efisiensi ekonomis penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja pada usahatani padi sawah di Kelompoktani Bumi Luhur Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus di Kelompoktani Bumi Luhur Desa Indrajaya Kecamatan Salem KabupatenBrebes. Pengambilan sampel ditentukan dengan total sampling pada seluruh anggota Kelompoktani Bumi Luhur Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang berjumlah 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Besarnya koefisien korelasi (R) adalah 0,957 atau 95,7 persen artinya hasil produki usahatani sawah sebesar 95,7 persen dipengaruhi oleh lahan, benih,pupuk, pestisida, dan tenaga kerja. Sisanya sebesar 4,3 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model. Secara parsial faktor produksi benih berpengaruh signifikan terhadap produksi, sedangkan luas lahan, pupuk, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi. 2) Penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, dan pestisida pada usahatani padi sawah di Kelompoktani Bumi Luhur Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes belum efisien, sedangkan faktor produksi tenaga kerja tidak efesien. Kata kunci : Efisiensi, Faktor Produksi, Padi Sawa
ANALISIS AGROINDUSTRI TEMPE (Studi Kasus Pada Seorang Perajin Tempe di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Besarnya biaya dan penerimaan pada agroindustri di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari dalam satu kali proses produksi. 2. Besarnya pendapatan pada agroindustri tempe di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari dalam satu kali proses produksi. 3. Besarnya R/C pada agroindustri tempe di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari dalam satu kali proses produksi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan mengambil kasus pada perajin tempe di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sampling yang digunakan metode sensus.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa :1) Rata-rata biaya total agroindustri tempe di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 1.904.180,80; dan rata-rata penerimaan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 3.115000.2) Rata-rata pendapatan di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 1.210.819,203) Adapun rata-rata R/C dalam satu kali proses produksi adalah 1,76 artinya usaha agroindustri tempe di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamismenguntungkan dan layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Agroindustri, Temp
RESPON PETANI TERHADAP PENERAPAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA (Zea Mays spp.) POLA TUMPANGSARI
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Respon petani terhadap penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 pola tumpangsari di Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, dan (2) Berbagai kendala yang dihadapi petani dalam penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 pola tumpangsari di Desa Sagalaherang.Jenis Penelitian yang digunakan adalah studi kasus di Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis. Sampel responden penelitian adalah 35 petani dari 139 petani jagung hibrida Bisi 2 di Desa Sagalaherang dengan menggunakan metode acak sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Tingkat respon petani terhadap penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 pola tumpangsari di Desa Sagalaherang, secara umum sebagian besar petani responden termasuk ke dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 63,57. Untuk tingkat pengetahuan responden termasuk kategori tinggi dengan rata-rata skor 20,11, sikap responden termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 21,81, dan keterampilan termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor 21,6.2) Beberapa kendala yang dihadapi oleh petani dalam penerapan usahatani jagung hibrida Bisi 2 antara lain: (a) Kurangnya bantuan modal dari pemerintah, (b) Kurangnya pengetahuan petani tentang teknologi pertanian, (c) Kurangnya pengendalian hama dan penyakit, (d) Adanya perebutan unsur hara dan sinar matahari pada tanaman, (e) Sulitnya akses jalan dan trasportasi saat pengangkutan hasil panen, serta letak kebun yang jauh dari pemukiman.Kata Kunci: Respon Petani, Usahatani Jagung Hibrida Bisi 2, Tumpangsar
ANALISIS USAHATANI KEDELAI (Glycine Max) (Studi Kasus pada Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Besarnya rata-rata biaya yang dikeluarkan pada usahatani kedelai per hektar per satu kali musim tanam di Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, (2) Besarnya rata-rata penerimaan dan rata-rata pendapatan yang diterima petani per hektar per satu kali musim tanam di di Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, (3) Besarnya ratarata R/C usahatani kedelai per hektar per satu kali musim tanam di di Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka, dinas dan instansi terkait. Jumlah responden sebanyak 40 petani kedelai yang diperoleh secara sensus. Analisis yang digunakan adalah biaya,penerimaan, pendapatan, dan R/C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:1. Rata-rata biaya total usahatani kedelai di Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran per hektar per satu kali musim tanam adalah Rp 5.347.495,08.2. Rata-rata penerimaan usahatani kedelai di Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran per hektar per satu kali musim tanam adalah Rp 7.376.292,00; dan rata-rata pendapatan dalam satu kali musim tanam adalah sebesar Rp 2.028.796,92.3. Rata-rata R/C per hektar per satu kali musim tanam adalah 1,42 artinya usahatani kedelai di Kelompok Tani Harapan Maju Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran menguntungkan dan layak untuk diusahakan.Kata Kunci: Kabupaten Pangandaran, usahatani kedelai, varietas loko
ANALISIS USAHA DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI TEMPE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar, dan 2) besarnya nilai tambah agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus pada perajin tempe diKelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sampling yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 34 orang atau 25 persen dari ukuran populasi sebanyak 135 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1) Rata-rata besarnya biaya agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 492.425,58; rata-rata besarnya penerimaan agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 703.294,12; rata-rata besarnya pendapatan agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 210.868,54 danrata-rata besarnya R/C agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar adalah sebesar 1,43. 2) Rata-rata besarnya nilai tambah agroindustri tempe di Kelurahan Banjar Kecamatan Banjar Kota Banjar adalah sebesar Rp 5.331,64 per kilogram.Kata kunci : Analisis Usaha, Nilai Tambah, Temp