Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI EDAMAME DI KECAMATAN TAMANSARI, KABUPATEN BOGOR
Edamame merupakan komoditas hortikultura yang sudah mulai dibudidayakan di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Namun dalam praktiknya, sebagian petani belum mengelola faktor-faktor produksi seperti luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja secara optimal, yang dapat berdampak pada rendahnya hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi edamame. Penelitian dilakukan pada 15 orang petani edamame menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel benih yang berpengaruh signifikan terhadap produksi
ANALISIS TATANIAGA SALAK PONDOH DI DESA MARGAHAYU KECAMATAN MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Tataniaga salak pondoh merujuk pada seluruh rangkaian kegiatan ekonomi yang terlibat dalam proses pengadaan, pengolahan, distribusi, dan pemasaran salak pondoh, dari produsen hingga konsumen akhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) untuk mengetahui saluran pemasaran dalam tataniaga buah salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, (2) Untuk mengetahui margin pemasaran tiap saluran pemasaran pada tataniaga buah salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, (3) untuk mengetahui Farmer Share dalam tataniaga buah salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa tataniaga salak pondoh di Desa Margahayu Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya terdapat tiga saluran pemasaran (SP), SP1 : Petani => Konsumen. SP2: Petani => Pedagang Pengecer =>Konsumen. SP3 : Petani => Pedagang Pengumpul => Pedagang Pengecer => Konsumen. Margin pemasaran SP1, SP2, SP3 yaitu Rp 7.000, Rp 5.000 dan Rp 6.000. Farmer share SP 1 : 100%, SP 2 : 50% dan SP 3 : 40%. Adapun hal yang disarankan dalam penelitian ini petani untuk mempertimbangkan saluran pemasaran dengan melihat kuantitas panen supaya tidak terjadi sehingga petani dapat memperoleh harga yang sesuai. Kata Kunci: tataniaga, margjin pemasaran, buah salak. ABSTRACT IRFAN HILMI RAMDANI, 2024. Analysis of Salak Pondoh Commercial System in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency. Under the guidance of AGUS YUNIAWAN ISYANTO and SAEPUL AZIZ. Salak pondoh business refers to the entire series of economic activities involved in the process of procurement, processing, distribution, and marketing of salak pondoh, from producers to end consumers. The objectives of this study are: (1) to find out the marketing channels in the salak pondoh fruit trading system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency, (2) to find out the marketing margin of each marketing channel in the salak pondoh fruit trading system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency, (3) to find out the Farmer Share in the salak pondoh fruit trading system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency. The methods used are descriptive analysis, marketing margin analysis, farmer's share analysis. Based on the results of the research, it can be known that the salak pondoh business system in Margahayu Village, Manonjaya District, Tasikmalaya Regency has three marketing channels (SP), SP1 : Farmers = > Consumers. SP2: Farmers => Retailers =>Consumers. SP3 : Farmers => Collectors => Retailers => Consumers. The marketing margin for SP1, SP2, SP3 is IDR 7,000, IDR 5,000 and IDR 6,000. Farmer share SP 1 : 100%, SP 2 : 50% and SP 3 : 40%. The thing suggested in this study is that farmers should consider marketing channels by looking at the quantity of harvest so that it does not happen so that farmers can get the appropriate price. Keywords: business administration, marketing margin, salak fruit
MODEL BISNIS PAKAN AYAM BROILER BERBASIS FITOBIOTIK TERINTEGRASI SMART DETECTOR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Emisi metana dan amonia dari peternakan unggas perlu dikendalikan melalui pengelolaan pakan organik berbasis fitobiotik dan sistem pemantauan kondisi kandang melalui Smart detector berbasis IoT. Model bisnis pakan organik dan smart detector perlu dianalisis untuk menyusun strategi bisnis secara sistematis. Penelitian ini dilakukan untuk merancang model bisnis Maggenzim serta menganalisis faktor-faktor penting guna merancang strategi bisnis secara sistematis dan objektif sehingga mampu menghadapi perkembangan pasar yang kompetitif. Metode penelitian ini dilakukan melalui pendekatan analisis Business Model Canvas (BMC) serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis BMC usaha Maggenzim memiliki value proposition yang lebih unggul karena berkonsep pada berkelanjutan lingkungan dan industri peternakan yang sekaligus menjadi komponen strength pada analisis SWOT. Adapun kelemahan dari model bisnis ini terdapat pada segmen key partners dari analisis BMC yaitu ketergantungan terhadap penyedia bahan baku karena mitra penyedia bahan baku yang terbatas, serta berdasarkan segmen threats bisnis ini memiliki kekurangan dalam hal brand awareness di mata target konsumen karena produsen pakan konvensional lebih dahulu dikenal oleh konsumen. Solusi yang bisa diterapkan berdasarkan analisis dengan pendekatan dua metode ini adalah dengan memrioritaskan strategi pemasaran yang fokus pada edukasi pasar mengenai manfaat jangka panjang dari penggunaan pakan berbasis fitobiotik dan teknologi pemantauan kandang. Penguatan jaringan kemitraan untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan pengembangan kapasitas produksi secara bertahap seiring dengan peningkatan permintaan pasar juga menjadi langkah strategis yang penting untuk keberlanjutan usaha
PENGARUH KOMPENSASI, DISIPLIN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI AFDELING FANTA PT. MUTIARA AGAM
ABSTRAK Manajemen perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui kompensasi yang sesuai, penerapan disiplin kerja yang konsisten, dan lingkungan kerja yang mendukung karena ketiga hal tersebut menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja mereka. Penulis melaksanakan penelitian untuk menganalisis pengaruh kompensasi, disiplin kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di Afdeling Fanta PT. Mutiara Agam secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi dari 89 responden yang merupakan seluruh populasi karyawan tetap di afdeling tersebut. Peneliti menemukan bahwa baik secara terpisah maupun secara bersamaan, variabel-variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kompensasi yang tepat, disiplin kerja yang tinggi, serta lingkungan kerja yang mendukung mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja karyawan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perusahaan dalam mengelola sumberdaya manusia secara optimal serta menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan, disiplin kerja, dan efektivitas operasional perusahaan secara keseluruhan. Kata Kunci: Kompensasi, Disiplin kerja, Lingkungan kerja, dan Kinerja karyawan. ABSTRACT Company management can improve employee performance through appropriate compensation, consistent implementation of work discipline, and supportive work environment because these three things are the main factors that affect their performance. The author conducted a study to analyze the effect of compensation, work discipline, and work environment on employee performance in the Fanta Division of PT. Mutiara Agam partially and simultaneously. This study uses a quantitative method with a descriptive approach and multiple linear regression analysis. The researcher collected data through observation, interviews, questionnaires, and documentation from 89 respondents who were the entire population of permanent employees in the division. The researcher found that both separately and simultaneously, these variables had a significant effect on employee performance. Appropriate compensation, high work discipline, and a supportive work environment can increase employee productivity and work quality. This study is expected to provide insight for companies in managing human resources optimally and become a basis for making policies that can improve employee welfare, work discipline, and the overall operational effectiveness of the company. Keywords: Compensation, Work discipline, Work environment, and Employee performance.
ANALISIS DAYA SAING USAHA KOPI INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL UNI EMIRAT ARAB
Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia dan menjadi komoditas ekspor utama ke beberapa negara, termasuk Uni Emirat Arab. Pasar kopi ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan menjanjikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik petani dan usahatani komoditas pertanian kopi di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dari usahatani kopi tersebut di pasar internasional Uni Emirat Arab. Dalam analisis menggunakan model Policy Analysis Matrix (PAM), ditemukan nilai keunggulan kompetitif atau PCR sebesar 0,030 dan keunggulan komparatif atau DRCR sebesar 0,017. Hal ini menunjukkan bahwa kopi yang diproduksi di Desa Girimekar memiliki daya saing di pasar internasional Uni Emirat Arab
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Produksi Usahatani Padi Di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya produktivitas usahatani padi di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, hal itu dikarenakan kurangnya efisiensi terhadap penggunaan faktor produksi. Penelitian ini penting dilakukan karena pengetahuan mengenai faktor yang mempengaruhi produksi akan meningkatkan produktivitas usahatani padi, adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Populasi petani padi sebanyak 528 dengan mengambil sampel sebanyak 41 orang pada tingkat kesalahan 15%. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani padi dianalisis dengan menggunakan persamaan regresi linier berganda dimana pendugaan parameter dilakukan dengan menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serentak variabel luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk SP-36, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi usahatani padi sawah. Adapun secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi usahatani padi sawah yaitu lain luas lahan, pupuk urea, pestisida dan tenaga kerja. Sedangkan benih dan pupuk SP-36 berpengaruh positif namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani padi di Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran
Analisis Ekspor Kopi Indonesia di Pasar Global
Volume ekspor sempat melonjak dalam beberapa tahun terakhir, namun produksi kopi Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Perlu analisis lebih lanjut tentang keunggulan komparatif dan daya saing Indonesia serta tren dalam mempengaruhi kondisi perdagangan kopi di pasar global. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah: Herfindahl Index (HI) untuk menganalisis pangsa pasar. Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk menganalisis daya saing kopi dan tren untuk menganalisis tren nilai ekspor kopi Indonesia mengggunakan data time series periode 2014 hingga 2023 dengan menggunakan metode kuadrat terkecil (least square method ). Hasil penelitian HI menunjukkan karakteristik monopolistik dan oligopoli yang menunjukkan adanya konsentrasi pasar yang signifikan. Nilai RCA tahun 2023 hanya 7,78 karena mengalami fluktuasi dan relatif menurun. Hasil analisis tren yang menurun menunjukkan bahwa belum cukup kuat untuk berdaya saing. Dapat disimpulkan bahwa pasar kopi global mengalami perubahan struktur dari waktu ke waktu. Nilai RCA Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang belum cukup kuat dalam mengekspor kopi. Hasil tren yang menurun disebabkan oleh faktor peningkatan konsumsi domestik, permintaan global, harga internasional, dan kebijakan perdagangan
ANALISIS PERENCANAAN PARTISIPATIF PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK DESA BERDAYA DAN MANDIRI
Pembangunan berkelanjutan di tingkat desa memerlukan pendekatan perencanaan partisipatif untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan. Penelitian ini menganalisis perencanaan partisipatif dalam pembangunan berkelanjutan di Desa Cipacing guna mewujudkan desa yang berdaya dan mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat meningkatkan efektivitas program pembangunan dan rasa kepemilikan terhadap hasilnya. Namun, tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat, keterbatasan sumber daya, serta koordinasi antar pemangku kepentingan masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kapasitas masyarakat dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kesimpulannya, perencanaan partisipatif berperan penting dalam menciptakan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU DI DESA BUNISEURI KECAMATAN CIPAKU
Agroindustri tahu Melya Rasa di Desa Buniseuri menghadapi permasalahan keterbatasan dalam peralatan, tenaga kerja, modal, bahan baku yang cenderung fluktuatif dan masih sempitnya daerah pemasaran produk tahu. Permasalahan dan kelemahan Agroindustri tahu di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku dapat mengalami resiko kegagalan. Kegagalan perencanaan, kesalahan dalam penaksiran pasar, kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku, dan sebagainya. Maka analisis kelayakan dilakukan guna mengeliminasi besarnya resiko yang akan ditanggung para pelaku Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, selain perlu dikaji strategi pengembangan yang tepat untuk dapat meningkatkan usaha Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui kelayakan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, dan untuk mengetahui strategi pengembangan sektor Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Analisis kelayakan menggunakan analisis R/C, untuk mengetahui suatu usaha layak atau tidaknya. Matriks SWOT untuk menciptakan strategi pengembangan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Kelayakan R/C dari Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri layak dilakukan. Nilai R/C adalah sebesar 1,65 layak dilakukan. Analisis SWOT, strategi yang dapat diterapkan yakni dengan memanfaatkan strategi S-O (Strenght-Opportunity) menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu, Memanfaatkan lahan tempat produksi, menggunakan teknologi yang ada dan memanfaatkan lokasi yang strategis. Untuk meningkatkan kualitas produk yang baik serta meningkatkan jumlah produksi
EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA (Zea Mays L) DI DESA KEPEL KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS
Jagung adalah sebuah komoditas penting dalam pertanian. Tidak untuk konsumsi melainkan jagung memiliki peran krusial dalam pakan ternak. Dalam memenuhi akan kebutuhan, para petani menyalurkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Saluran tersebut bisa secara langsung kepada konsumen atau melalui pengepul.Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui pemasaran jagung hibrida 2). Mengetahui biaya, margin, dam keuntungan pemasaran jagung hibrida 3). farmer’s share jagung hibrida 4). Efisiensi pemasaran jagung hibrida.Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran. Populasi yang diambil adalah petani jagung di desa Kepel. Sampel yang diambil melibatkan 31 orang petani jagung dan 2 orang dilembaga pemasaran dengan penerapan metode snowball sampling.Hasil dari penelitian ini 1). Terdapat dua saluran dalam pemasaran. Saluran pertama dari petani-konsumen, saluran kedua dari petani – pengumpul – konsumen. 2). Saluran pertama memperoleh nilai margin sebesar 300/kg dengan tidak adanya biaya tambahan lainnya, sedangkan saluran kedua margin pemasaran mencapai Rp. 500/kg namun terdapat potongan sebesar Rp. 63,07/kg jadi total keuntungan pemasaran yang diperoleh sebesar Rp. 436,93/kg. 3). Nilai farmer share pada saluran pertaman sebesar 93,02% sedangkan pada saluran kedua sebesar 88,89%. 4). Nilai efisiensi saluran pertama sebesar 0,00% dan nilai efisiensi saluran kedua sebesar 1,40%.Kata Kunci : Efisiensi, Jagung Hibrida, Pemasara