Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFEK FLUKTUASI HARGA KOMODITAS PANGAN TERHADAP INFLASI DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. Inflasi di luar wilayah pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan pulau Jawa karena terbatasnya infrastruktur yang menunjang distribusi. Tingkat inflasi yang paling berfluktuatif di pulau Kalimantan adalah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trend perkembangan harga komoditas pangan dan menganalisis pengaruh jangka panjang dan jangka pendek fluktuasi harga komoditas pangan yang terdiri atas beras, cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras terhadap inflasi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis trend Ordinary Least Squares dan analisis Vector Error Correction Model. Data yang digunakan adalah data sekunder time series bulanan dari tahun 2011 hingga 2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan harga komoditas pangan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki trend pertumbuhan positif adalah harga beras (584.5556), cabai merah (395.5415), cabai rawit (2,445.44), daging sapi (3,726.50), dan telur ayam ras (819.862). Perkembangan harga komoditas pangan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki trend negatif adalah harga daging ayam ras (-125.535). Efek fluktuasi harga komoditas pangan terhadap inflasi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara pada jangka panjang yang mempengaruhi secara positif dan signifikan adalah harga beras dengan t-statistic (2.37648) > t-tabel(1.97538), sedangkan pada jangka pendek tidak ada yang mempengaruhi inflasi
Strategi Pemasaran Cabai Merah Besar Di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis
Pemasaran cabai merah besar di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis menghadapi sejumlah kendala, seperti fluktuasi harga dan biaya pemasaran yang tinggi, yang berdampak pada pendapatan petani dan efektivitas pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran cabai merah besar, serta untuk menemukan strategi pemasaran alternatif yang relevan dan dapat diterapkan di Desa Cibeureum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengambilan data langsung dari responden, Teknik penarikan sampel diambil secara sensus atau sampling jenuh. Rancangan analisis data menggunakan analisis SWOT. Faktor internal adanya kekuatan berupa harga kompetitif, jaringan distribusi yang baik, lokasi strategis, kualitas produk yang baik, dan keberlanjutan produksi yang tinggi. Sedangkan kelemahannya permodalan terbatas, kurang pengetahuan strategi pemasaran, ketergantungan pada satu pasar, kualitas kurang konsisten, terbatasnya akses pasar, dan teknologi masih konvensional. Faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman yang tersedia, peluang meliputi pemasaran digital, permintaan meningkat, segmentasi pasar, tersedianya infrastruktur komunikasi dan transportasi, dan adanya pembinaan dari dinas pertanian, sedangkan yang menjadi ancaman yaitu fluktuasi harga, perubahan iklim, produk cabai daerah lain, perkembangan teknologi digital. Penelitian menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat digunakan oleh petani cabai merah besar di Desa Cibeureum dengan strategi yang agresif, yakni strategi S-O (Strength-Opportunity) antara lain berfokus pada penguatan posisi kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ad
ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI PADA HOME INDUSTRY MANISAN TERONG UNGU (Studi Kasus Pada Home Industry Manisan Terong Ungu di Dusun Cikembang Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis)
Studi ini bertujuan untuk menentukan dua tujuan. Yang pertama adalah untuk mengetahui berapa biaya, penerimaan, dan pendapatan agroindustri manisan terong ungu pada Home Industry di Dusun Cikembang, Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis; dan yang kedua adalah untuk menentukan apakah bisnis agroindustri manisan terong ungu sesuai dengan Home Industry. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui pencatatan, dokumentasi, dan wawancara. Untuk mengumpulkan sampel, teknik pengambilan sampel purposive digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu proses produksi, biaya total adalah Rp.234.320, penerimaan total adalah Rp.280.000, dan pendapatan total adalah Rp.45.680. Selain itu, rasio biaya terhadap penerimaan (R/C) adalah 1,19. Oleh karena itu, agroindustri manisan terong ungu ditunjukkan sebagai menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.
PERAN PEMERINTAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI JAWA BARAT
Produksi padi di Jawa Barat harus senantiasa ditingkatkan mengingat kebutuhan pangan yang semakin meningkat, namun dalam dua tahun terakhir ini produksi padi Jawa Barat mengalami penurunan. Subsistem penunjang usahatani padi diantaranya dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi padi, namun peran dan dukungan yang diberikan kepada petani oleh pemerintah belum sepenuhnya maksimal, selain itu terdapat kecenderungan bahwa beda daerah akan berbeda pula kapasitas dukungan pemerintahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas padi dan dukungan pemerintah di beberapa daerah di sentra produksi di Jawa Barat dan menganalisis pengaruh dukungan pemerintah terhadap produktivitas padi di Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan teknik sampling acak klaster sedemikian sehingga didapatkan sampel berukuran 281 petani di 5 cluster kabupaten di Jawa Barat. Alat analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabupaten dengan rata-rata produktivitas padi tertinggi dan terendah berturut-turut adalah Karawang (6,88 ton/ha) dan Sukabumi (5,34 ton/ha). Dukungan pemerintah berupa penyuluhan, regulasi, sarana dan prasarana budidaya padi, dukungan modal usahatani dan dukungan fasilitas kelitbangan penerapannya pada petani di berbagai daerah bervariasi, ada yang sudah bisa dirasakan oleh petani dan ada yang belum. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa dukungan regulasi, sarana dan prasarana budidaya padi, dan fasilitas kelitbangan berpengaruh nyata terhadap produktivitas padi di Jawa Barat
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI KOPI ARABIKA (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Pusparahayu di Desa Puspamukti Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya)
Kopi arabika adalah salah satu tanaman perkebunan dengan nilai ekonomi yang tinggi, yang dijumpai di Desa Puspamukti, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini: (1) mengevaluasi dampak luas lahan terhadap hasil produksi kopi arabika di Kelompok Tani Pusparahayu, (2) mengeksplorasi pengaruh usia tanaman terhadap hasil produksi kopi arabika, (3) mengidentifikasi pengaruh modal terhadap hasil produksi kopi arabika, dan (4) menguji pengaruh kombinasi luas lahan, usia tanaman, dan modal terhadap hasil produksi kopi arabika. Metode penelitian yang dipakai ialah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan antara bulan April hingga Agustus 2024. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan 32 petani kopi arabika. Untuk menganalisis data, digunakan metode regresi linear berganda dan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian memperlihatkan luas lahan dan modal berpengaruh positif signifikan bagi produksi kopi arabika, sementara usia tanaman tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Analisis simultan juga memperlihatkan luas lahan, usia tanaman, dan modal bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil produksi kopi arabika
STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI TAHU DI KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN
Permintaan yang tinggi terhadap pasokan tahu menimbulkan banyaknya agroindustri tahu, hal tersebut menimbulkan adanya persaingan dalam segi pemasaran pada agroindustri tahu di Padaherang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh agroindustri tahu di kecamatan Padaherang dan untuk mengetahui alternatif strategi pemasaran yang relevan digunakan oleh agroindustri tahu di kecamatan padaherang dengan alat analisys yaitu analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengambilan data secara langsung dari responden penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal yang ada pada agroindustri tahu ini yaitu terdiri dari beberapa kekuatan dan kelemahan, kekuatan yang ada berupa kualitas tahu yang baik, menggunakan kedelai impor, lokasi yang strategis, harga relatife murah, pelayanan ramah dan cepat, tidak menggunakan pengawet dan bisa di pesan oleh perorangan, sedangkan kelemahannya produk cepat basi, terbatasnya sarana pemasaran, biaya produksi yang tinggi, kurangnya inovasi produk dan minimnya promosi. Faktor eksternal terdiri dari peluang dan ancaman yang ada, peluang meliputi kebutuhan pasokan tahu yang tinggi, pemasaran yang luas, permintaan peternak terhadap ampas tahu, terjalinnya hubungan baik dengan konsumen, sedangkan ancaman yang ada berupa melonjaknya harga bahan baku pembuatan tahu, persaingan agroindustri, permintaan pasar yang tidak menentu dan selera pelanggan. Alternatif strategi yang dapat digunakan oleh para pelaku usaha agroindustri tahu di kecamatan Padaherang adalah dengan strategi yang progresif yaitu dengan mempertahankan kualitas produk serta menjaga kesetabilan harga, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan volume produksi serta melakukan promosi melalui pemanfaatan teknologi informasi
ANALISIS TATANIAGA PUPUK BERSUBSIDI DI KABUPATEN MADIUN
Proses tataniaga cukup transparan dan sederhana, tetapi kenyataanya banyak ditemukan berbagai macam permasalahan di dalam tataniaga pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun, seperti kelangkaan pupuk yang dialami oleh petani, hal ini ditandai dengan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah melonjak naik ditingkat petani. Oleh karena itu peneliti tertarik mengkaji tataniaga pupuk bersubsidi, margin tataniaga pupuk bersubsi dan efisiensi tataniaga pupuk bersubsidi di lokasi penelitian Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui proses, menganalisis margin dan efesiensi tataniaga pupuk bersubsidi organik dan anorganik di Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pendekatan. Berdasarkan hasil penelitian, tata niaga pupuk bersubsidi dari distributor hingga ke petani di Kabupaten Madiun.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat satu pola penyaluran tata niaga pupuk bersubsidi yaitu distributor ke kios resmi penyalur pupuk bersubsidi kemudian ke kelompok tani dan dijual kepada petani sebagai konsumen akhir. Margin tertinggi pada tata niaga pupuk bersubsidi terdapat pada pupuk Phonska, lalu pupuk Urea, dan pupuk ZA sebesar Rp.100,-/kg. Tingkat efesiensi tertinggi pada distributor pupuk organik dengan perolehan nilai efesiensi sebesar 2,5. Dalam rangka menunjang efektifitas tata niaga pupuk bersubsidi, perlu kiranya pemangkasan alur agar (1) Guna efektifitas mendapatkan pupuk bersubsidi, petani yang telah tergabung di kelompok tani dapat menjemput langsung jatah pupunya ke penyalur yang ditunjuk, (2) Kelompok tani lebih proaktif berkomunikais dengan kios penyalur, terutama disaat menjelang musim tanam, (3) Dipertahankannya subsidi pupuk untuk petani, (4) Ditambahkannya angka subsidi pupuk untuk petani, dan (5) Untuk efektifitas tanam dan mengurangi keperluan pupuk, petani dapat bercocok tanam dengan pola tumpangsari
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYURAN SELADA HIDROPONIK DI KOTA PADANG
Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan air yang telah diperkaya dengan nutrisi dan oksigen dalam kadar tertentu. Selada hidroponik dikenal memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan sayuran konvensional karena bebas dari pestisida dan lebih higienis. Peningkatan permintaan terhadap selada hidroponik memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk mengembangkan pasar dan meningkatkan produksi. Keputusan pembelian merupakan proses yang dilalui individu dalam memilih dan membeli suatu produk berdasarkan pertimbangan tertentu. Di Kota Padang, keputusan pembelian selada hidroponik dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya harga, kualitas produk, promosi, dan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian selada hidroponik di Kota Padang, dengan latar belakang meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan kebutuhan akan produk pertanian yang aman dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 102 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga, promosi, dan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas produk tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,610 mengindikasikan bahwa 61% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya strategi pemasaran yang komprehensif, khususnya dalam hal penetapan harga, peningkatan kualitas layanan, dan promosi yang tepat sasaran guna meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk hidroponik.Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen, Hidroponi
Pengaruh Karakteristik Inovasi terhadap Keputusan Adopsi Inovasi Lokal pada Budidaya Kopi Arabika di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut
Inovasi lokal dalam praktik budidaya merupakan solusi alternatif untuk petani di pedesaan yang kurang percaya diri untuk mengadopsi teknologi modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani kopi di Desa Cikandang dan menganalisis pengaruh karakteristik inovasi meliputi keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, kemudahan untuk diuji coba, dan kemudahan diamati terhadap keputusan adopsi inovasi lokal dalam budidaya kopi. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan metode survei, dengan responden 50 petani anggota aktif kelompok tani Karya Mandiri. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petani adalah pria usia 21–40 tahun, berpendidikan SD, menggarap lahan seluas 0,5–2 ha, dan modal Rp 3,1–6 juta. Dari kelima aspek karakteristik inovasi, hanya tiga aspek meliputi keunggulan relatif, kesesuaian, dan kemudahan untuk diamati yang memiliki pengaruh terhadap keputusan adopsi inovasi lokal pada budidaya kopi arabika di Desa Cikandang. Kata Kunci : adopsi, inovasi lokal, petani kopi, persepsi petan
PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN PETANI MELALUI PENYULUHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS KOTORAN AYAM: STUDI PRE-TEST DAN POST-TEST IMPROVING FARMER’S KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND SKILLS THROUGH EXTENSION ON CHICKEN MANURE COMPOSTING: A PRE-TEST AND POST-TEST STUDY
Limbah kotoran ayam memiliki potensi sebagai bahan baku pupuk organic, namun pemanfaatannya oleh petani masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam pembuatan pupuk kompos kotoran ayam. Penelitian ini menggunakan desain pra-ekperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sebanyak 12 petani mengikuti penyuluhan kemudiakan dilakukan pengisian pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pada ketiga aspek setelah penyuluhan. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek pengetahuan sebesar 48,81%, diikuti sikap sebesar 23,5%, dan keterampilan sebesar 4%. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 pada seluruh aspek, yang berarti penyuluhan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Penyuluhan berperan membangun motivasi petani untuk memanfaatkan limbah organik secara aman dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, disarankan agar program penyuluhan dilaksanakan secara berkelanjutan, disertai pendampingan praktik dan penyuluhan teknis lanjutan. Kata Kunci: penyuluhan, pupuk kompos, kotoran ayam, pengetahuan, sikap, keterampila