Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PIRING LIDI KELAPA(Studi Kasus Pada Industri Usaha Piring Lidi Kelapa di Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis)
Usaha piring lidi kelapa merupakan usaha pengrajin untuk meningkatkan nilai tambah dari lidi kelapa, tetapi masih terdapat permasalahan dalam mengelola agroindustri piring lidi kelapa seperti umur usaha yang pendek dan cendrung tidak melihat perhitungan pendapatan, biaya, keuntungan, dan penerimaan untuk menentukan kelayakan usaha agroindustri dalam satu periode produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besar biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan besarnya R/C dari usaha piring lidi kelapa. Penelitian ini dilakukan di Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan yakni studi kasus pada seorang pengusaha piring lidi dan data dianalisis secara deskriptif (baik kualitatif maupun kuantitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya produksi sebesar Rp 14.794.291,67, penerimaan sebesar Rp. 20.000.000,00 dengan rata-rata pendapatan piring lidi sebesar Rp.5.205.708,33 per periode produksi, sedangkan untuk R/C nya sebesar 1,35. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa usaha piring lidi kelapa di Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis berada pada posisi menguntungkan, karena nilai R/C Ratio yang diperoleh lebih besar dari 1, artinya bahwa setiap pengeluaran 1 rupiah dapat memberikan penerimaan sebesar 1,35 rupiah
PERSEPSI PETANI TERHADAP PROGRAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI DESA SUBANG KECAMATAN SUBANG KABUPATEN KUNINGAN
Budidaya padi yang dilakukan petani untuk meningkatkan produksi padi. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi secara ramah lingkungan adalah dengan pengendalian hama terpadu. Persepsi petani terhadap Pengendalian Hama Terpadu (PHT) mempengaruhi penerapannya, sehingga penting untuk mengkaji bagaimana persepsi petani terhadap PHT dalam meningkatkan produktivitas usaha tani padi di Desa Subang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang membentuk persepsi petani terhadap PHT, menganalisis tingkat persepsi petani terhadap PHT, dan menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan tingkat persepsi petani terhadap PHT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan. Sampel diambil dengan teknik proporsional random sampling sebanyak 33 petani. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KAMPUNG MELON DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR
Agrowisata merupakan objek wisata yang memadukan wisata dan edukasi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Agrowisata edukasi petik melon disajikan dengan konsep petik langsung dari pohonya. Pengunjung yang datang dipersilahkan untuk memetik buah scara bebas, baik jumlahnya atau beratnya tidak ada batasan yang di tentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal, menentukan strategi yang tepat dan dapat diterapkan dalam upaya pengembangan agrowisata. Penelitian ini dilaksanakan di Agrowisata Kampung Melon Kecamatan Langensari Kota Banjar. Pengolahan data dan analisis data serta penyusunan skripsi dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan metode deskriptif. Data primer dan data sekunder yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Analisis lingkungan internal Agrowisata Kampung Melon terdapat kekuatan diantaranya, biaya masuk murah, ramah lingkungan, akses mencapai Lokasi mudah dan agrowisata bersifat edukasi. Dan kelemahannya adalah keterbatasan tenaga kerja, promosi yang belum intensif dan gencar, fasilitas yang belum memadai, belum ada diversifikasi produk olahan. Hasil analisis lingkungan eksternal Agrowisata Kampung Melon diperoleh peluang yaitu, perkembangan teknologi pesat, adanya Kerjasama dengan pihak lain, terdapat dukungan dari masyarakat setempat, peluang bagi investor untuk pengembangan sumber daya alam. Ancaman yang terdapat pada Agrowisata Kampung Melon adalah munculnya agrowisata sejenis, minat pengunjung untuk datang kembali, perkembangan agrowisata lain yang mempunyai ciri khas dan faktor gangguan hama yang cenderung sulit untuk dikontrol. 2) Alternatif strategi yang dapat di terapkan pada Agrowisata Kampung Melon yaitu Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) yaitu dengan cara menambah spot foto yang beragam dan wisata yang bervariasi, peningkatan promosi dan membuat sistem edukasi yang terintregasi
MANAJEMEN PRODUKSI BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN NILA (KASUS PADA PEMBUDIDAYA IKAN NILA DI KELURAHAN CIBUNIGEULIS, KECAMATAN BUNGURSARI, KOTA TASIKMALAYA)
Perkembangan sektor perikanan ke arah yang lebih baik perlu didukung oleh manajemen yang tepat dalam pengelolaan usahanya. Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya merupakan wilayah yang unggul dalam budidaya sektor perikanan. Salah satunya adalah budidaya pembesaran ikan nila yang dilakukan oleh Bapak Dede Abdul Azis yang tingkat produksinya masih belum mampu memenuhi permintaan pasar sehingga perlu dikaji terkait penerapan manajemen produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi manajemen pada produksi pembesaran Ikan Nila yang dilakukan oleh responden. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2023. Tempat serta informan penelitian ditentukan secara purposive. Data yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara serta studi pustaka kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya pembesaran Ikan Nila sudah menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan produksinya. Perencanaan dilakukan dengan memilih mitra supplier benih ikan nila yang sudah bersertifikat, merencanakan waktu panen, melakukan persiapan kolam dan pengaturan sumber pengairan. Pada fungsi pengorganisasian sudah dilakukan penyusunan rincian tugas dari masing-masing tenaga kerja. Pelaksanaan budidaya pembesaran Ikan Nila dilaksanakan secara monokultur dengan tahapan diawali persiapan kolam ikan, pemilihan benih ikan, penebaran benih ikan, serta tahap pemberian pakan, pemeliharaan, hingga proses panen Ikan Nila. Selama satu bulan terdapat dua kolam ikan nila yang dipanen dan menghasilkan 400kg ikan. Proses pengawasan dilakukan pada pemilihan benih, pemberian pakan dan pengawasan terhadap penyakit
ANALISIS KINERJA RANTAI PASOK KERUPUK KULIT (STUDI KASUS PADA AGROINDUSTRI KERUPUK KULIT BAROKAH DI KELURAHAN CIAMIS KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS)
Salah satu produk turunan dari sub-sektor peternakan yang berpotensi sebagai penyumbang pendapatan daerah adalah kulit sapi. Kulit sapi adalah bagian tubuh dari sapi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan. produksi kulit sapi menunjukkan tren positif dimana produksi terus meningkat selama 7 tahun terakhir. Adanya tren tersebut tentunya memerlukan suatu strategi dalam pengembangan komoditi kulit terutama dalam pemanfaatan nilai tambah kulit sapi salah satunya adalah dengan mengolahnya menjadi produk kerupuk kulit sapi. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui; (1) Aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi kerupuk kulit sapi di Kabupaten Ciamis dan (2) Kinerja rantai pasok kerupuk kulit barokah di Kabupaten Ciamis dan meningkatkan efiesiensi dan efektivitas kinerja rantai pasok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada agroindustri kerupuk kulit barokah. Responden penelitian ini terdiri dari pemilik agroindustri, pedagang besar, pedagang eceran, dan konsumen kerupuk kulit yang diambil dengan snowball sampling. Alat analisis dalam penelitian ini adalah supply chain operational reference (SCOR). Hasil penelitian analisis pola rantai pasok terdapat 3 aliran rantai pasok yaitu aliran barang, keuangan dan informasi pada pemasok-agroindustri-pedagang besar - pedagang eceran. Selanjutnya hasil analisis kinerja rantai pasok menunjukkan bahwa hasil keseluruhan kinerja rantai pasok yang didapatkan dari seluruh rantai pasok yang terlibat termasuk kriteria baik. (1) Terdapat 3 aliran yaitu aliran produk,aliran informasi, dan aliran barang dan 3 saluran pemasaran yang terdapat pada rantai pasok agroindustri kerupuk kulit barokah yaitu produsen-konsumen, produsen-pengecer konsumen, dan produsen-pedagang besar-pengecer-konsumen. (2)Terdapat satu indikator kinerja kurang baik yaitu pada indikator kinerja pemenuhan pesanan agroindustri yang diakibatkan kendala pengadaan bahan baku
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BERAS DI KOTA TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas panen dan produksi padi terhadap produksi beras di Kota Tasikmalaya selama periode 2018–2023. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya. Metode analisis yang digunakan mencakup statistik deskriptif, perhitungan rendemen konversi dari padi ke beras, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi beras mengalami fluktuasi, dengan capaian tertinggi pada tahun 2022 sebesar 31.318,96 ton dan penurunan signifikan pada tahun 2023 menjadi 23.081,29 ton. Rendemen aktual pada tahun 2023 sebesar 57,74%, lebih rendah dibandingkan rerata nasional (62–65%), yang menunjukkan adanya kehilangan hasil dalam proses pascapanen. Model regresi menunjukkan bahwa produksi padi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi beras, sementara luas panen memiliki koefisien negatif yang dipengaruhi oleh gejala multikolinearitas. Nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi produksi padi dan peningkatan efisiensi pascapanen sebagai strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DENGAN MOTIVASI PETANI MELAKUKAN USAHATANI BELIMBING MADU DI KECAMATAN LANGENSARI
Belimbing madu merupakan komoditas utama yang dikembangkan Kota Banjar, khususnya di Kecamatan Langensari. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi petani dalam melakukan usahatani belimbing madu yang dapat mempengaruhi persepsi petani supaya termotivasi dalam mengembangkan usahatani. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi, motivasi, serta hubungan antara persepsi petani dengan motivasi melakukan usahatani belimbing madu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 sampai Juli 2025. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan responden menggunakan metode sensus terhadap 33 petani yang mengusahakan belimbing madu di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Data persepsi dan motivasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan analisis hubungan antara persepsi dengan motivasi menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan motivasi petani dalam melakukan usahatani belimbing madu termasuk kedalam kategori baik. Terdapat hubungan yang kuat antara persepsi dengan motivasi petani dalam melakukan belimbing madu di Kecamatan Langensari
KARAKTERISTIK DAN POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI DENGAN RUMAH SAYUR DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan permintaan akan sayuran membuka peluang besar bagi para petani dan pelaku usaha agribisnis untuk melakukan produksi sayuran dalam skala besar. Kemitraan sudah menjadi hal umum yang dilakukan antara perusahaan dan petani untuk mengatasi berbagai masalah dan memberikan manfaat bagi satu sama lain dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik petani yang bermitra dengan Rumah Sayur, serta menjelaskan pola kemitraan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lembang, Provinsi Jawa Barat terhadap 15 responden petani mitra yang ditentukan menggunakan metode survei dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik petani mitra seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, berusia produktif (15 – 64 tahun), sebagian besar pendidikannya tingkat SD, mayoritas menggunakan lahan sewa, rata-rata luas lahan < 0,5 Ha, dan sebagian besar sudah berpengalaman dalam usahataninya selama 10 – 20 tahun; 2) Pola kemitraan yang dilaksanakan oleh Rumah Sayur dan petani mitra adalah pola dagang umum dimana pihak Rumah Sayur berperan dalam menerima pasokan dan memasarkan produk dari petani mitra. Sementara itu, pihak petani berperan dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh Rumah Sayur
PERAN DESA WISATA HANJELI DALAM PEMBERDAYAAN PETANI PEREMPUAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI DESA WISATA HANJELI DESA WALURAN MANDIRI KECAMATAN WALURAN KABUPATEN SUKABUMI)
Desa Wisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, merupakan salah satu konsep pengembangan desa berbasis wisata edukasi yang berfokus pada pelestarian kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat, khususnya petani perempuan. Tanaman hanjeli (Coix lacrima-jobi L.) dijadikan ikon utama desa sekaligus sumber kegiatan ekonomi melalui kegiatan usaha tani dan non-usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Desa Wisata Hanjeli dalam memberdayakan petani perempuan dan meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 19 petani perempuan yang aktif dalam berbagai divisi kegiatan wisata, seperti divisi tour guide, divisi olahan produk hanjeli, divisi aksesoris hanjeli, dan divisi homestay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan wisata edukasi telah membuka akses terhadap sumber penghasilan baru yang sebelumnya tidak tersedia. Sebelum terlibat dalam kegiatan desa wisata, pendapatan rumah tangga sebesar Rp 4.183.339/bulan. Setelah petani perempuan terlibat secara aktif, diperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 8.330.000/bulan dari berbagai kegiatan wisata. Selain peningkatan ekonomi, pemberdayaan yang terjadi juga berdampak secara sosial dan psikologis, di mana para perempuan merasa lebih percaya diri, dihargai, dan memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Desa Wisata Hanjeli berperan tidak hanya sebagai wadah kegiatan pariwisata, tetapi juga sebagai fasilitator dalam penyediaan modal, pelatihan keterampilan, dan akses pasar bagi masyarakat. Kata kunci : desa wisata, pemberdayaan perempuan, hanjeli, pendapatan rumah tangga, wisata edukas