1,721,047 research outputs found

    Development of Islamic Religious Education Learning Model based on Multicultural Values

    Full text link
    Development of Islamic Religious Education Learning Model based on Multicultural Values Amiruddin Amiruddin Askar Askar Yusra Yusra The focus of this study is to examine the design development of multicultural value-based Islamic education learning models at the high school level. This research is qualitative research. Data collection is done by observation, interview, and documentation. While the data analysis technique used is data reduction, data presentation, data verification, and drawing conclusions. The results of the study showed that, the design of the development of the learning model that determined multicultural values, which were integrated in the Islamic Religious Education subject, b) syllabus, c) lesson plan, d) used the Islamic education learning model based on multicultural values, and c) conducted an assessment towards the process of learning activities, which is a follow-up to learning, the approach to developing learning models, namely the approach to justice and equality without discrimination, called cultural pluralism, which provides opportunities and freedom for all elements to show and develop their respective identities, both from language, ethnicity, religion and so on. While developing models of Islamic education learning based on multicultural values ​​because; a) multicultural education is not a special subject, b) promotes equality between students of different backgrounds, c) the diversity of students that causes misunderstandings that can lead to disputes between fellow students. 11 05 2019 1 19 10.24239/ijcied.Vol1.Iss1.2 http://ijcied.org/index.php/ijcied/article/view/2 http://ijcied.org/index.php/ijcied/article/download/2/2 http://ijcied.org/index.php/ijcied/article/download/2/

    The Role of Islamic Education Teachers Competency in Improving the Quality of Education

    Full text link
    The Role of Islamic Education Teachers Competency in Improving the Quality of Education Zuhaeriah Zuhaeriah Moh. Ali Yusra Yusra This study discusses the urgency of the competency of teachers on the subjects of Islamic religious education. This study used descriptive qualitative method and gather data through observation, interview, and documentation. Data analysis was carried out through reduction, data presentation, and data verification that ended with checking the validity of the data. The results of this study shows that competence of teachers in junior high school is adequate. The role of teachers in improving the quality of teaching, positions which directly determine the success, considering the teacher as a figure who is directly involved in learning in the classroom. All of these roles requires more concrete effort, and directly touch to the needs of students in order to get better the quality of learning. The efforts made by the Islamic religious education teachers in improving the quality of education including the provision of guidance to students, advice, supervision of students, providing motivation and rewards, using varied teaching methods, and personal approach to students. Supporting factors include the existence of good cooperation from principals, teachers, parents, staff, students and the local community, the infrastructure, the competent teachers, and safe and orderly environment. Inhibiting factors include the lack of instructional media; in this case the writer mean is computer and LCD, the lack of participation and support fromstudents’ parent. As for efforts to deal with is as follows: add computer and LCD and establish good coordination with parents. 08 01 2020 108 130 10.24239/ijcied.Vol2.Iss1.15 http://ijcied.org/index.php/ijcied/article/view/15 http://ijcied.org/index.php/ijcied/article/download/15/15 http://ijcied.org/index.php/ijcied/article/download/15/1

    Studi Mutu Ikan Rinuak (Psilopsis sp) Olahan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat

    No full text
    ABSTRAKIkan Rinuak (Psilopsis sp) adalah ikan yang berukuran sangat kecil yang hidup di Danau Maninjau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu berbagai ikan Rinuak olahan (ikan Rinuak goreng dan palai ikan Rinuak, peyek ikan Rinuak) yang dipasarkan disekitar Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Uji yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji proksimat dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan dari hasil analisis kimia didapatkan kadar protein ikan Rinuak goreng 41,78%, lemak 44,67%, air 4,81%, abu 8,02% dan karbohidrat 1,78%. Kadar protein palai ikan Rinuak 18,12%, lemak 2,62%,  air 76,50%, abu 2,91%, dan karbohidrat 0,85%. Kadar protein peyek ikan Rinuak  20,54%, lemak 41,11%,  air 2,40%, abu 3,82%, dan karbohidrat 32,18%. Berdasarkan uji organoleptik  Rinuak goreng B sangat disukai panelis dengan skor kenampakan 6,92, bau 6,84, rasa 6,36 dan tekstur 2,68. Palai Rinuak A memiliki skor kenampakan 7,32, bau, 8,20, rasa 7,88, tekstur 2,84. Peyek Rinuak A disukai panelis dengan skor kenampakan 7,32, bau 8,20, rasa 7,88 dan tekstur 2,84. Kata Kunci : Rinuak, proksimat, mikrobiologi, organoleptik, Danau Maninjau ABSTRACT Rinuak (Psilopsis sp) is a very small fish that live in Maninjau lake. The aims of this study was to determine the quality various of Rinuak processed (fried Rinuak, palai Rinuak, peyek Rinuak) sold at Maninjau lake Tanjung Raya district, Agam regency. The tests was perfomed on proximate composition and organoleptic. The descriptive method was used in this study. Based on the results, the proximate composition of fried Rinuak 41,78%  protein, 44.67% fat, 4.81% moisture, 8.02%  ash, and 1.78%  carbohydrate content. Palai Rinuak has protein 18.12%, fat 2.62%, moisture 76.50%, ash 2.91%, and carbohydrate content 0.85% respectively. Peyek Rinuak has protein 20.54% , fat 41.11%, moisture 2.40%, ash 3.82%, and carbohydrate content 32.18% respectively. The organoleptic test showed  fried Rinuak sample B with score 6.92 for appearance, 6.84 for odour, 6.36 or flavour, and 2.68 for texture, respectively. Palai Rinuak A with appearance score 7.32, odour 8.20, flavour 7.88, and texture 2.84 respectively. Meanwhile, peyek Rinuak A more by panelists with appereance score 7.32, odour 8.20, flavour 7.88, and texture 2.84, respectively. Keywords: Rinuak , proximate, microbiological, organoleptic, Maninjau lak

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH UNGGULAN DI INDONESIA : Studi Kasus SMP Al-Azhar Palu Sebagai Lembaga Pendidikan Islam

    Full text link
    Penelitian ini berjudul Implementasi Manajemen Sekolah Unggulan di Indonesia (Studi Kasus pada SMP Al-Azhar Palu). Yang menjadi tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi manajemen sekolah unggulan di Indonesia dengan mengambil lokasi penelitian pada suatu lembaga pendidikan Islam yaitu SMP Al-Azhar Palu dikaitkan dengan penerapan standar nasional pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan pedagogik, dan sosiologis, teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, sumber data ditentukan secara purposive dan snowbal, yaitu kepala sekolah, guru-guru, peserta didik, orang tua peserta didik, dan pengurus komite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, implementasi manajemen pada sekolah unggulan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dapat disimpulkan bahwa peserta didik pada SMP Al-Azhar Palu sebagai sekolah unggulan outputnya terbukti mampu bersaing dengan lulusan sekolah negeri dan swasta yang lain, kepala sekolah dan para guru memiliki harapan untuk mempertahankan kedisiplinan dalam proses belajar mengajar. Seluruh sumber daya guru dan tenaga administrasi yang tersedia tela dimanfaatkan secara maksimal. Dukungan orang tua/wali peserta didik yang memiliki ekonomi menengah keatas menjadi kekuatan utama dalam menyediakan sarana dan prasarana sekolah, tetapi menjadi ancaman serius bagi peserta didik yang orangtuanya mempunyai penghasilan rendah secara ekonomi meskipun anaknya memiliki prestasi akademik yang tinggi karena tidak mampu membayar biaya sekolah yang tinggi. Pemenuhan kebutuhan kurikulum yang sesuai kondisi setempat, kesungguhan dalam kegiatan proses belajar mengajar dengan menggunakan tenaga kependidikan yang profesional, ketersediaan sarana dan prasarana, melakukan pengelolaan pembiayaan secara maksimal akan menghasilkan kompetensi lulusan yang bermutu tinggi sehingga outputnya dapat bersaing dengan sekolah lain baik ditingkat nasional maupun secara internasional. Situasi sosial menunjukkan bahwa tingkat kedisiplinan cukup tinggi baik kepala sekolah, guru-guru, maupun tenaga administrasi dengan indikator: peserta didiknya rata-rata memiliki nilai prestasi yang amat baik, memiliki disiplin yang cukup tinggi, keluaran SMP Al-Azhar Palu 100 % dapat diterima di berbagai sekolah menengah atas, dan memiliki prestasi di tingkat nasional

    PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)PADA RANSUM BERBENTUK PELET TERHADAP PERFORMA BROILER

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung sirsak pada ransum berbentuk pelet terhadap peforma broiler. Ayam broiler yang digunakan 100 ekordari strain Cobb CP 707 dengan lama penelitian 28 hari dan perlakuan dimulai pada hari ke 15 penelitian. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan dengan level pemberian tepung daun sirsak pada ransum berbentuk pelet yang berbeda dengan ulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung daun sirsak pada ransum berbentuk pelet memberikan pengaruh sangat nyata terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan, tetapi berpengaruh nyata terhadap konversi ransum. Dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung daun sirsak pada ransum berbentuk pelet level yang terbaik adalah 2%, dengan nilai rataan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransumsecara berturut-turut yaitu 514,29 g/ekor/minggu, 315,50 g/ekor/minggu dan 1,63

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    The Effect of WebQuest on the Students Reading Comprehension

    Full text link
    ABSTRACT This research is conducted to find out the use of WebQuest enhance the reading comprehension of the second grade students of SMKN 1 Tapalang and the students’ interest in learning reading comprehension using WebQuest This research employed a quasi-experimental. The population of this research was 100 students of the second grade of SMKN 1 Tapalang. This research employed cluster random sampling technique. The sample consisted of 50 students which belong to two classes; 25 students in experimental class and 25 students in control class. Research instruments were used to collect the data in this research namely reading comprehension test and questionnaire. The data were analyzed by using Independent Samples Test and inferential statistics on SPSS version 20.0. The research showed that there was an improvement of the students’ achievement in pretest and posttest of the two groups, the experimental class was more significantly improved than the students’ result of posttest of the control by the mean score 80.23 > 76.40. The difference of both scores was statistically significant based on the t-test value of significant level 0.05 in which the probability value is lower than the significant level (0.000<0.05). The mean score of the students’ interest in experimental class was 65.14 with standard deviation is 9.078 and it was categorized as interested. Thus, it can be concluded that the use of WebQuest enhanced the students’ achievement in reading comprehension and interested the students in learning reading comprehension. Key words: WebQuest, Reading Comprehension, Interest

    KORELASI PENGETAHUAN REMAJA DAN DUKUNGAN IBU DENGAN RESPON EMOSIONAL REMAJA MENGHADAPI MENARCHE DI SMP 10 PADANG

    No full text
    Masa remaja merupakan suatu periode transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang akan ditandai dengan datangnya haid pertama kali atau yang disebut dengan menarche. Remaja yang mengalami menarche mereka akan mengalami perubahan baik fisik, psikologis dan sosial. Perubahan psikologis yang sering dirasakan remaja adalah perubahan emosi yang kuat dan sulit dikontrol, sehingga remaja cendrung memperlihatkan respon emosional yang negatif saat mengalami menarche seperti takut, cemas, sedih, dan marah. Respon emosional yang negatif terhadap menarche akan meningkat apabila remaja tidak memilki pengetahuan dan dukungan dari ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi dan arah korelasi antara pengetahuan remaja dan dukungan ibu terhadap respon emosional remaja menghadapi menarche di SMPN 10 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif dan teknik pengampilan sampel purposive random sampling yang berjumlah 100 responden. Penilitian ini dilakukan semenjak 20 Januari – 28 Juli 2015. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil univariat penelitian didapatkan usia rata-rata remaja mengalami menarche adalah 13 tahun, dan sebahagian besar siswi merupakan siswi kelas VII. Rerata skor pengetahuan adalah 12,50, rerata skor dukungan ibu adalah 33,83 dan rerata skor respon emosional adalah 20,58. Hasil bivariat didapatkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara pengetahuan remaja dan dukungan ibu dengan respon emosional remaja menghadapi menarche dengan kekuatan korelasi sedang r 0, 457 dan kuat r 0,724 dan arah yang positif. Dengan adanya pemberian informasi secara dini kepada remaja terkait menarche diharapkan remaja mampu berespon baik terhadap datangnya menarche. Kata kunci : menarche, pengetahuan, dukungan ibu Daftar pustaka: 61 (1995-2014

    IMPLEMENTASI TERAPI OKUPASI DALAM PEMBELAJARAN ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITADI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI 1 KOTA PALOPO

    Full text link
    ABSTRAK Yusra, 2024. Implementasi Terapi Okupasi Dalam Pembelajaran Anak Penyandang Tunagrahita Di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Kota Palopo. Skripsi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushualuddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Pembimbing (1) Dr. Subekti Masri, M.Sos .I. dan Pembimbing (II)Hamdani Thaha,S.Ag M.Pd.I. Penelitian ini membahas tentang implementasi terapi okupasi dalam pembelajaran anak penyandang tunagrahita di SLB Negeri 1 Kota Palopo, skripsi ini memiliki beberapa tujuan yaitu mengetahui pembelajaran terapi okupasi terhadap anak tunagrahita, mengetahui proses terapi okupasi terhadap anak penyandang tunagrahita dan mengetahui hambatan yang dialami oleh guru dalam pembelajaran anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu (1) Wawancara, (2) Observasi, dan (3) Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pengimplementasian terapi okupasi dalam pembelajaran yang dilakukan di SLB Negeri 1 Kota Palopo sangat membantu dalam proses pembelajaran anak tunagrahita. (2) beberapa strategi dalam pembelajaran anak tunagrahita yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, pengulangan dan pendekatan individual. (3) langkah-langkah terapi okupasi yang dilakukan di SLB Negeri 1 Kota Palopo yaitu dengan terlebih dahulu melakukan assessment, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Beberapa hambatan yang dialami oleh guru dalam pembelajaran anak penyandang tunagrahita diantaranya adanya kejenuhan siswa, kecemburuan siswa, adanya kesulitan siswa dalam memahami pembelajaran dan adanya kesibukan oang tua. Kata kunci : Terapi Okupasi, Pembelajaran, Anak Penyandang Tunagrahita, Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Kota Palopo
    corecore