494 research outputs found

    Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe (Ferrum) Terhadap Kejadian Anemia Di Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana

    Get PDF
    ABSTRAKSelama kehamilan, tubuh wanita memerlukan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi. Wanita hamil berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi. Wanita hamil membutuhkan zat besi tambahan untuk memasok oksigen ke bayi. Untuk itulah wanita hamil perlu mengkonsumsi Fe untuk mensuplai kebutuhan darah. Kepatuhan dalam konsumsi tablet Fe merupakan hal yang perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet Fe terhadap tingkat kejadian anemia di Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, observasi atau pengumpulan data, serta pemberian edukasi di Desa Langgenharjo. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif non eksperimental.  Instrumen penelitian yang digunakan dalam peneltian ini berupa kuesioner dan edukasi. Data dianalisis dengan SPSS 22,0 dengan menggunakan uji normalitas, uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe terhadap tingkat kejadian anemia dengan p (value) 0,229.Kata kunci : Kepatuhan; Ibu hamil; Konsumsi; Tablet Fe.ABSTRACTDuring pregnancy, a woman's body needs more blood to support the baby's growth. Pregnant women are at high risk for iron deficiency anemia. Pregnant women need extra iron to supply oxygen to the baby. For communication, pregnant women need to take iron to supply blood. Compliance with the consumption of Fe tablets is something that needs attention. The purpose of this study was to see how compliance of pregnant women in consuming Fe tablets on the incidence of anemia in Langgenharjo Village, Juwana District. This research used an analytic observational design with a cross sectional approach, observation or data, as well as providing education in Langgenharjo Village. The method used in this research is quantitative quantitative which is descriptive non-experimental. The research instruments used in this research were questionnaires and education. Data were analyzed using SPSS 22.0 using normality test, Chi-Square test. The results showed that there was no effect between pregnant women in consuming Fe tablets on the incidence rate of anemia with p (value) 0.229.Keywords : Compliance; Pregnant women; Consumption; Fe Tablet

    UPAYA DINAS PARIWISATA DALAM MENGEMBANGKAN WISATA RELIGI MESJID AGUNG ISLAMIC CENTER PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU

    Get PDF
    ABSTRAK UPAYA DINAS PARIWISATA DALAM MENGEMBANGKAN WISATA RELIGI MESJID AGUNG ISLAMIC CENTER PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU OLEH: NELLA YULIA PRATIWI 11970523508 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengelelolaan pengembangan wisata religi masjid agung Islamic center pasir pengaraian kabupaten rokan hulu. Penelitian ini dilaksanakan di Pasir Pengaraian Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Temuan penelitian ini sebagai berikut : satu, ditangani oleh Dinas Pariwisata, yang telah dipercayai oleh pemerintah dan masyaraka di rokan huluini, Pada saat ini untuk pengelolaan wisata religi masjid agung Islamic center pasir pengaraian kabupaten rokan hulu untuk perkembangan nya kurang berjalan dengan baik, Dinas pariwisata sedang mengupayakan kebutuhan atau keperluan untuk menjadikan Mesjid Agung Islamic Center Tersebut kembali seperti dulu, yang mana diutamakan kebersihan untuk membuat wisatawan nyaman untuk berkunjung, Mesjid ini sangat ternama di Rokan Hulu karena memiliki bangunan sama seperti Mesjid Nabawi. Wisata Mesjid Agung Islamic center ini Menjadi salah satu Tujuan wisatawan ke rokan hulu dan menjadi wisata terbaik sekabupaten rokan hulu: dua sumber daya dari pihak Pemerintah, yang mana sumber ini berperan sebagai proses berkembangnya Wisata Relgi Mesjid Agung Islamic Center Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu, peran dalam merawat,mengawasi, peran dalam mengembangkan objek wisata, peran dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, untuk meningkatkan perkembangan dan perubahan menjadi jauh lebih baik perlu dilakukan Observasi dari Pemerintah dan menjalin kerja sama dengan beberapa pihak terkait Kata Kunci : Dinas Pariwisata, Pemerintah, Wisata, Pengelol

    KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KELAS IV MI MODERN SATU ATAP AL-AZHARY KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS Eri Yulia Pratiwi (NIM 1423305190)

    No full text
    Laju perkembangan IPTEK berkembang sangat pesat. Usaha dunia pendidikan dalam membekali pengetahuan teknologi dasar salah satunya melalui pembelajaran TIK. Pembelajaran berkaitan erat dengan seorang pendidik, dimana keterampilan seorang pendidik dalam mengelola kelas menjadi hal penting karena dengan ini pengajaran efektif akan dapat terwujud. Keterampilan pengelolaan kelas merupakan kecakapan seorang pendidik dalam medayagunakan potensi kelas untuk menciptakan, memperbaiki, dan memelihara kondisi atau suasana kelas agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan pengelolaan kelas dalam pembelajaran TIK kelas IV di MI Modern Satu Atap AL-Azhary Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah keterampilan pengelolaan kelas dalam pembelajaran TIK di kelas IV MI Modern Satu Atap AL-Azhary. Sedangkan subyek penelitiannya adalah guru TIK di MI Modern Satu Atap AL-Azhary yaitu bapak Susilo, S.Kom. dan siswa siswi kelas IV. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menanalisa data penulis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari tiga alur kegiatan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa pengelolaan kelas meliputi dimensi pencegahan pencegaan meliputi; a. Menunjukan sikap tanggap; b. Membagi perhatian; c. Memusatkan perhatian kelompok; d. Memberi petunjuk-petunjuk yang jelas; e. Menegur; f. Memberikan penguatan. Kedua, prosedur pengelolaan kelas dimensi penyembuhan (Kuratif) dengan langkah-langkah a. Mengidentifikasi masalah peserta didik; b. Menganalisis masalah; c. Menilai alternatif-alternatif pemecahan; dan d. mendapatkan balikan (feed back). Melalui prosedur tersebut maka dapat diketahui keterampilan guru TIK dalam mengelola kelas

    FEMINISM IN NOVEL KEMBANG ALANG-ALANG BY MARGARETH WIDHY PRATIWI

    Get PDF
    This research has three purposes: 1) to describe the women figure life in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi, 2) to describe equal partnership figure of women with men in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi, 3) to describe the perspective of the author about women in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi.This was descriptive qualitative study which used the theory of feminist literary criticism which gave more priority to radical feminist literary criticism. Source of data used is novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. The data in this research is a piece of the story. To collect data in this research is used reading and writing techniques. Data were analyzed by using the theory of radical feminist literary criticism. Validity is used semantic validity, while reliability is used intrarater reliability.The first research results are the women figure life in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi was described by two types of personality that is physical and psychological that explained on twenty three women figures, but not all types of that personality were explained on all of figures. The second results are discussed equal partnership figure of women with men in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. The discussion produced three kinds of equal partnership between women with male figures. The three kinds there are women who are dominated by men, women are equal with men, and women dominated against men. That equal partnership is not all describe by the twenty three women figures. The third or the last results are the perspectif of the author about women in the novel Kembang Alang-alang by Margareth Widhy Pratiwi. There were twenty five perspectives of the author have found

    The Scale-Up Produk Ikan Asin “Yulia Bahari” Berbasis E-Commerce

    No full text
    Yulia Bahari merupakan salah satu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi ikan asin dengan izin dari kepala desa Rebo. Produksi ikan asin di Desa Rebo, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditentukan oleh ketersediaan bahan baku berupa ikan dan garam. Hal tersebut juga tergantung pada cuaca dan kondisi pasar. Berdasarkan hasil observasi, pendistribusian ikan asin di pasar menghadapi beberapa kendala akibat pandemi corona. Untuk itu, program pemberdayaan bertujuan untuk membantu eksistensi dan peningkatan produksi ikan asin Yulia Bahari. Program pemberdayaan yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi telah dilakukan pada Juli 2021. Sosialisasi izin usaha memberikan wawasan kepada pemilik tentang PIRT dan SKP. Hal ini juga memotivasi pemilik untuk memiliki izin yang dapat meningkatkan kualitas produk ikan asin. Selain itu, bantuan penggunaan e-commerce diharapkan dapat mengatasi kendala penjualan di masa pandemi dan memperluas segmen pasar

    PELAKSANAAN PENGUCAPAN SIGHAT TAKLIK TALAK PADA WAKTU UPACARA AKAD NIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TAMPAN

    Get PDF
    ABSTRAK Yulia Marta Pratiwi (2020): Pelaksanaan Pengucapan Sighat Taklik Talak pada Waktu Upacara Akad Nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tampan Pengucapan taklik talak seakan-akan sudah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dari pernikahan orang Islam di Indonesia. Taklik talak yang telah disediakan teksnya dalam buku nikah, dianggap mengindikasikan bahwa taklik talak merupakan kewajiban bagi suami untuk membacakannya setelah ijab qabul. Sebenarnya suami mempunyai hak untuk menolak menggunakan taklik talak, sebab taklik talak ini bukan perjanjian yang wajib diadakan dalam setiap perkawinan, hanya bersifat sukarela. Tidak ada regulasi hukum yang mengatur tentang kewajiban taklik talak, ditambah lagi dengan telah adanya fatwa MUI yang menyatakan bahwa taklik talak tidak diperlukan lagi. Namun realita yang terjadi di KUA Kecamatan Tampan, beberapa penghulu mewajibkan penggunaan taklik talak pada pernikahan yang mereka pimpin. Berdasarkan latar belakang tersebut, Penulis membuat dua rumusan masalah, yaitu bagaimana pelaksanaan pengucapan sighat taklik talak pada waktu upacara akad nikah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tampan, dan bagaimana tinjauan hukum Islam tentang taklik talak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengucapan sighat taklik talak pada waktu upacara akad nikah di KUA Kecamatan Tampan dan mengetahui tinjauan hukum Islam mengenai pelaksanaan ini. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di KUA Kecamatan Tampan. Subjeknya adalah penghulu di KUA Kecamatan Tampan, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah sighat taklik talak. Adapun yang menjadi populasi penelitian adalah para penghulu yang bertugas disana berjumlah 5 orang dan menjadikan seluruh penghulu tersebut sebagai sampel dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Data primer yang digunakan adalah data-data yang diperoleh dari para penghulu. Kemudian mengkaji peraturan perundang-undangan, buku, jurnal dan karya ilmiah yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengucapan sighat taklik talak pada waktu upacara akad nikah di KUA Kecamatan Tampan secara umum tidak sesuai dengan regulasi hukum yang berlaku. Kemudian bila ditinjau menurut hukum Islam, taklik talak di Indonesia ini memiliki banyak perbedaan bila dibandingkan dengan taklik talak yang dipahami dalam kitab-kitab fiqih. Kata Kunci: Taklik Talak, Pernikahan

    The Effect Of Example And Non Example Method On The Students’ Speaking Achievement.

    No full text
    The research deals with the effect of example and non example method on the students‟ speaking achievement. It applied descriptive quantitative research. This research used experimental research namely One Group pre-test post-test. The objective of this research was to find out the significant effect of example and non example method on the students‟ speaking achievement. The population of this researchSMK Negeri 9 Medan in academic year 2016-2017. The total number of population was 122 students. The sample was taken only one class. It used the random sampling, so only the X-1 as a sample whowas consisted 30 students. The instrument of collecting data was oral test. After the data have been collected they were analyzed by using t-test formula. The result of analysis showed that 4.18 as >1.70 as where t-observed was higher than t-table (ttable = with the level of significant α = 0.05, the value of t-table1.68and the degree of freedom (df=39). The result showed that hypothesis was accepted. It meant that there was a significant effect of Example and non example method on the students‟ speaking achievement

    PENGARUH MODAL, LAMA USAHA, JENIS DAGANGAN DAN LOKASI DAGANG TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG PASAR INDUK KABUPATEN PEMALANG

    Get PDF
    Yulia, 2022. Pengaruh Modal, Lama Usaha, Jenis Dagangan dan Lokasi Dagang Terhadap Pendapatan Pedagang Pasar Induk Kabupaten Pemalang. Tujuan penelitian ini adalah 1.) Untuk mengetahui pengaruh modal terhadap pendapatan pedagang pasar induk kabupaten Pemalang, 2.) Untuk mengetahui pengaruh lama usaha terhadap pendapatan pedagang pasar induk kabupaten Pemalang, 3.) Untuk mengetahui pengaruh jenis dagangan terhadap pendapatan pedagang pasar induk kabupaten Pemalang, 4.) Untuk mengetahui pengaruh lokasi dagang terhadap pendapatan pedagang pasar induk kabupaten Pemalang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan studi kepustakaan. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji hipotesis, koefisien determinasi. Kesimpulan penelitian ini adalah 1) Adanya pengaruh yang positif modal terhadap pendapatan pedagang pasar induk Kabupaten Pemalang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai sig. 0,015, 2) Tidak adanya pengaruh antara lama usaha terhadap pendapatan pedagang pasar induk Kabupaten Pemalang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai sig. 0.122, 3) Tidak adanya pengaruh antara jenis dagangan terhadap pendapatan pedagang pasar induk Kabupaten Pemalang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai sig. 0.407, 4) Adanya pengaruh yang positif lokasi dagang terhadap pendapatan pedagang pasar induk Kabupaten Pemalang. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai sig. 0,012

    TRANSFORMASI FUNGSI RUANG TERBUKA PUBLIK DI PERKOTAAN STUDI KASUS: TAMAN PEDESTRIAN KECAMATAN TENGGARONG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    ABSTRAK. Ruang terbuka publik semakin dibutuhkan terutama bagi penduduk perkotaan untuk saling berinteraksi sosial. Pembangunan kota seringkali mengabaikan kebutuhan ruang terbuka bagi masyarakat umum untuk wadah saling berinteraksi dan bersosialisasi. Jenis-Jenis ruang terbuka publik yang semakin banyak dibangun di daerah-daerah di Indonesia adalah pedestrian dan taman kota. Fungsi ruang terbuka publik yang berupa pedestrian tersebut dari waktu ke waktu mengalami transformasi, tidak hanya sebagai jalur untuk berjalan dan ruang berinteraksi sosial maupun mewadahi aktivitas ekonomi, tetapi fungsi pedestrian mulai bertransformasi untuk mengangkat daya tarik kawasan sekitarnya. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus tunggal holistik dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui apa fungsi-fungsi taman pedestrian di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hasil penelitian menunjukkan taman pedestrian di Kecamatan Tenggarong-Kutai Kartanegara memiliki fungsi sebagai (1) ruang interaksi sosial; (2) wadah aktifitas ekonomi; dan (3) ruang publik yang bertransformasi untuk menghidupkan kembali kawasan yang tidak produktif di sekitar jalur tersebut yaitu mengangkat daya tarik Pulau Kumala. Transformasi fungsi  taman pedestrian di Tenggarong tersebut disebabkan karena faktor keberadaan obyek di kawasan sekitar dan kebijakan pembangunan.   Kata kunci: ruang terbuka publik, pedestrian, transformasi, Kecamatan Tenggarong   ABSTRACT. Public open space is increasingly needed, particularly for urban residents for social interaction. Urban development often ignores the needs of open space for the public to interact and socialize. Types of public open space which is increasingly built in the regions in Indonesia are pedestrian and the city park. The function of public open space in the form of the pedestrian from time to time through a transformation, not only as paths for walking and social interaction space as well as to facilitate economic activities, but the function of pedestrian started to transform to increase attractiveness of the surrounding area. The method that has been used is holistic-single case study with a qualitative approach to find out what functions pedestrian park in District Tenggarong, Kutai Kartanegara, East Kalimantan. The results showed pedestrian park in the district of Tenggarong has function as (1) social interaction space; (2) space for economic activities; and (3) public spaces are transformed to revive the unproductive areas around the track is raised the attractiveness of Kumala Island. Transformation functions of pedestrian park in Tenggarong was caused due to the presence of objects in the surrounding area and development policies.   Keywords: public open space, pedestrian, transformation, Tenggarong Distric

    Nilai-Nilai Akhlak Mulia dalam Kumpulan Cerpen Orang-Orang Tercinta dan Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap dan Saran Implementasinya untuk Pendidikan Karakter Siswa SMP Kelas VII Melalui Pembelajaran Apresiasi Sastra

    No full text
    ABSTRAK   Pratiwi, Yulia Andi.  2012. Nilai-Nilai Akhlak Mulia dalam Kumpulan Cerpen Orang-Orang Tercinta dan Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap dan Saran Implementasinya untuk Pendidikan Karakter Siswa SMP Kelas VII Melalui Pembelajaran Apresiasi Sastra. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heri Suwignyo, M. Pd, (II) Dra. Hj. Ida Lestari, M. Si.   Kata Kunci: Nilai Akhlak Mulia, Pendidikan Karakter, Apresiasi Sastra.   Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hal itu berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Pembelajaran apresiasi sastra khususnya cerita fiksi (cerpen) dapat dijadikan sebagai media untuk menanamkan pendidikan karakter. Di samping itu, saran implementasi kumpulan cerpen untuk pendidikan karakter siswa melalui pembelajaran apresiasi sastra penting untuk diberikan kepada guru/pendidik. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan nilai akhlak mulia kepada Tuhan yang terkandung dalam kumpulan cerpen Orang-Orang Tercinta dan Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap, (2) mendeskripsikan nilai akhlak mulia kepada keluarga yang terkandung dalam kumpulan cerpen Orang-Orang Tercinta dan Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap, (3) mendeskripsikan nilai akhlak mulia kepada masyarakat yang terkandung dalam kumpulan cerpen Orang-Orang Tercinta dan Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap, (4) mendeskripsikan saran implementasi kumpulan cerpen Orang-Orang Tercinta dan Setegar Kupu-Kupu Tak Bersayap untuk pendidikan karakter melalui pembelajaran apresiasi sastra. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa kutipan narasi dan dialog antartokoh yang mencerminkan nilai-nilai akhlak mulia kepada Tuhan, keluarga, dan masyarakat yang terdapat dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca sumber data teks cerita pendek, mengidentifikasi dan mengkode data sesuai dengan aspek kajian peneliti, dan mengklasifikasikan data. Dalam menganalisis data, peneliti menyeleksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Temuan penelitian tentang nilai akhlak mulia kepada Tuhan, keluarga, dan masyarakat, serta saran implementasi kumpulan cerpen OOT dan SKTB untuk pendidikan karakter siswa melalui pembelajaran apresiasi sastra sebagai berikut. Pertama, nilai akhlak mulia kepada Tuhan (NAMKT) yang terkandung dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB, terdiri atas tiga macam, yakni nilai keimanan, nilai ketakwaan, dan nilai kesyukuran. Kedua, nilai akhlak mulia kepada keluarga (NAMKK) yang terkandung dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB, terdiri atas  dua macam, yakni nilai akhlak mulia kepada orang tua dan nilai akhlak mulia kepada saudara. Ketiga, nilai akhlak mulia kepada masyarakat (NAMKM) yang terkandung dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB, yakni nilai akhlak mulia kepada teman dan orang lain. Keempat, saran implementasi kumpulan cerpen OOT dan SKTB untuk pendidikan karakter siswa melalui pembelajaran apresiasi sastra, terdiri atas tiga macam, yakni kultural-edukatif, emotif, dan realita sosial. Kultural-edukatif, yakni menumbuhkan kebiasaan yang baik, menumbuhkan rasa kepedulian, menumbuhkan rasa tanggung-jawab, dan menumbuhkan rasa saling menghormati. Emotif, yakni menumbuhkan rasa simpati dan menumbuhkan rasa empati. Realita sosial, yakni penggambaran nyata yang dialami anak dalam kehidupannya, tidak bersifat fiktif atau khayal. Dari temuan penelitian tentang akhlak mulia kepada Tuhan, keluarga, dan masyarakat, serta saran implementasi kumpulan cerpen OOT dan SKTB untuk pendidikan karakter melalui pembelajaran apresiasi sastra, disimpulkan bahwa (1) akhlak mulia kepada Tuhan (NAMKT) yang terkandung dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB meliputi tiga jenis, yakni nilai keimanan, nilai ketakwaan, dan nilai kesyukuran. Nilai keimanan, yakni mempercayai bahwa Tuhan itu ada. Nilai ketakwaan, yakni melakukan kewajiban beribadah, membiasakan berdoa kepada Tuhan sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan. Nilai kesyukuran, yakni membiasakan memuji kebesaran Tuhan, (2) nilai akhlak mulia kepada keluarga (NAMKK) yang terkandung dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB, terdiri atas dua macam, yakni nilai akhlak mulia kepada orang tua dan nilai akhlak mulia kepada saudara. Nilai akhlak mulia kepada orang tua, yakni membaktikan diri kepada kedua orang tua dengan membantu dan selalu mendoakan, menjalankan amanah orang tua dengan ikhlas dan bertanggung jawab. Nilai akhlak mulia kepada saudara, yakni menyayangi saudara yang lebih muda dan menghormati yang lebih tua,(3) nilai akhlak mulia kepada masyarakat (NAMKM) yang terkandung dalam kumpulan cerpen OOT dan SKTB, terdiri atas nilai akhlak mulia kepada teman dan orang lain. Nilai akhlak mulia kepada teman, yakni menyayangi teman, menjalin dan memelihara persahabatan. Nilai akhlak mulia kepada teman atau orang lain, yakni menolong teman atau orang lain yang sedang mengalami kesusahan, (4) saran implementasi kumpulan cerpen OOT dan SKTB untuk pendidikan karakter siswa melalui pembelajaran apresiasi satra hendaknya terdiri atas tiga kriteria, yakni kultural-edukatif, emotif, dan realita sosial.     Berdasarkan simpulan penelitian disampaikan saran, antara lain: (1) guru hendaknya menggunakan cerpen bermuatan nilai akhlak mulia kepada Tuhan, keluarga, dan masyarakat sebagai bahan apresiasi cerita fiksi, (2) siswa hendaknya dapat mengambil hikmah dari cerpen yang bermuatan nilai akhlak mulia kepada Tuhan, keluarga, dan masyarakat, dan (3) peneliti lain hendaknya menggunakan cerpen bermuatan nilai akhlak mulia untuk kumpulan cerpen yang lebih luas sehingga dapat diperoleh data cerpen yang bermuatan nilai akhlak mulia.
    corecore