57 research outputs found

    Hubungan Peran Orang Tua dengan Minat Belajar Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidaiyah Miftahuddin Kota Pekanbaru

    Full text link
    ABSTRAK Legis Yuhendra, (2022) : Hubungan Peran Orang Tua dengan Minat Belajar Anak Pada Masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidaiyah Miftahuddin Kota Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dalam mengembangkan minat belajar anak pada masa pandemi Study Kasus MI Miftahuddin Kota Pekanbaru. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak kelas II tahun 2020/2021. Sedangkan objeknya adalah peran orang tua terhadap minat belajar anak pada masa pandemi. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang berjumlah 32 orang. Pengambilan sampel adalah metode total sampling dengan mengambil secara keseluruhan jumlah populasi yaitu sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data adalah angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantiatif dan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mengembangkan minat belajar anak dimasa pandemi Covid 19 di MI Miftahuddin Kota Pekanbaru yaitu 85,16% berada pada kriteria sangat baik. Peran orang yang dalam mengembangkan minat belajar anak tersebut terbukti dari temuan yang menunjukkan minat belajar anak di masa pandemi COVID 19 yaitu 62,12% berada pada kriteria baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan minat belajar anak pada masa pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidaiyah Miftahuddin Kota Pekanbaru yang terbukti dari nilai r hitung > r Tabel baik pada taraf signifikan % maupun 1% 0,3490,449) yang berartti bahwa semakin baik peran orang tua maka akan semakin tinggi minat belajar anak di masa pandemi Covid 19. Kata Kunci: Peran Orang Tua, Minat Belajar Anak, Pandemi Covid-19

    Adaptasi Cerpen ke Film Pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini Karya Eka Kurniawan Sutradara Wregas Bhanuteja

    Full text link
    Adel Yuhendra 1810722040, Adaptasi Cerpen ke Film Pendek Tak.Ada.yang Gila di Kota Ini Karya Eka Kurniawan Sutradara Wregas Bhanuteja. Skripsi. Padang. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. 2023. Pemimbing I: Dr. Sulastri, M. Hum, Pembimbing II: Drs. Yusuf, M. Hum Masalah pada penelitian ini, yaitu, bagaimanakah adaptasi cerpen ke film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini karya Eka Kurniawan Sutradara.Wregas.Bhanuteja. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu melihat bagaimanakah adaptasi cerpen ke film pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini karya Eka Kurniawan Sutradara.Wregas.Bhanuteja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori adaptasi dari Linda Hutcheon. Teori ini digunakan untuk menemukan dan menjelaskan dari adaptasi cerita, perubahan, perbedaan dan persamaan dari media cerpen dan film. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, metode ini menghasilkan data tertulis dari teks yang mengacu pada permasalahan sosial yang terjafi pada cerpen dan juga film. Teknik yang digunakan adalah pengumpulan data, analisis data, dan penyajian analisis data. Orang gila di sini bukan hanya orang yang tidak memiliki akal pikiran dan perasaan saja, tetapi bagaimana orang yang dianggap normal malah bertindak melebihi orang gila yang tidak memiliki akal pikiran. Maka dari itu dapat dilihat bahwa tidak ada yang benar-benar normal, baik normal pikiran dan perasaan baik di cerpen atau pun film pendek. Jadi dapat disimpulkan maksud orang gila baik di cerpen ataupun di film pendek bukanlah hanya sebatas orang yang tidak memiliki akal pikiran dan perasaan, tetapi bagaimana orang normal bertindak lebih gila dengan memanfaatkan ketidakberdayaan orang gila demi keuntungan mereka satu sama lainnya yaitu tokoh-tokoh yang ada dalam kedua media. Kata Kunci: Adaptasi, Eka Kurniawan, Wrugas Bhanuteja, Cerpen, Film Pendek Tak Ada yang Gila di Kota Ini, Orang Gil

    PENGARUH BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA PROMOSI TERHADAP PENDAPATAN USAHA DENGAN VOLUME PENJUALAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH TEPUNG TAPIOKA DI KABUPATEN KEDIRI

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Promosi terhadap Pendapatan Usaha dengan Volume Penjualan sebagai Variabel Intervening pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Tepung Tapioka di Kabupaten Kediri” ini ditulis oleh Rada Yuhendra, NIM. 126403202117, pembimbing Dr. Ali Mauludi, AC., M.A. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ini karena UMKM adalah penyumbang (Produk Domestik Bruto) PDB terbesar, paling banyak menyerap lapangan kerja, dan tahan terhadap krisis keuangan. Dalam perkembangannya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sering menghadapi tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Tantangan internal meliputi keterbatasan modal, manajemen, inovasi yang terbatas, dan teknologi. Tantangan ekternal meliputi keterbatasan infrastruktur, akses pasar yang terbatas, distribusi, administrasi dan sulitnya mencapai potensi pasar. Peningkatan kualitas dan daya saing UMKM menjadi fokus utama dalam strategi pembangunan ekonomi. Dengan memberikan dukungan yang cukup, UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga mampu bersaing secara global. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menguji pengaruh biaya produksi terhadap volume penjualan. 2) Untuk menguji pengaruh biaya promosi terhadap volume penjualan. 3) Untuk menguji pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan usaha. 4) Untuk menguji pengaruh biaya promosi terhadap pendapatan usaha. 5) Untuk menguji pengaruh volume penjualan terhadap pendapatan usaha. 6) Untuk menguji pengaruh tidak langsung biaya produksi terhadap pendapatan usaha. 7) Untuk menguji pengaruh tidak langsung biaya promosi terhadap pendapatan usaha. Metode yang digunakan dalam pnelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 63 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tepung tapioka di Kabupaten Kediri dan diperoleh 20 sampel tak jenuh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui wawancara angket tertutup. Pengolahan data menggunakan SPSS 27.0. Alat statistik yang digunakan adalah path analysis (analisis jalur). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa 1) Biaya Produksi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap volume penjualan pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. 2) Biaya Promosi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap volume penjualan pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. 3) Biaya Produksi berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pendapatan usaha pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. 4) Biaya promosi berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan usaha pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. 5) Volume penjualan berpengauh positif tidak signifikan terhadap pendapatan usaha pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. 6) Volume penjualan tidak mampu memediasi pengaruh biaya produksi terhadap pendapatan usaha pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. 7) Volume penjualan mampu memediasi pengaruh biaya promosi terhadap pendapatan usaha pada UMKM tepung tapioka di Kabupaten Kediri. Kata Kunci: Biaya Produksi, Biaya Promosi, Pendapatan Usaha, Volume Penjualan, UMKM

    ANALISA PENTINGNYA PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA DALAM KELANCARAN BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS

    No full text
               Penelitian ini membahas tentang pentingnya pemahaman lintas budaya terhadap kelancaran berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman budaya barat berperan terhadap kelancaran berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada mahasiswa. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik khususnya Cross Cultural Pragmatics oleh Yule, yang melihat pentingnya pemahaman lintas budaya dalam berkomunikasi. Selanjutnya teori  lintas budaya oleh Hall tentang high vs low context juga digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang barasal dari dua Sekolah Tinggi yaitu STBA Prayoga Padang dan STBA Haji Agus Salim Bukittinggi. Total jumlah sampel sebanyak 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pemahaman yang bagus terhadap budaya Barat memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang bagus dan lancar. Dari total sampel, ada sebanyak 8 orang yang memiliki pemahaman yang bagus dan lancar dalam berkomunikasi. Sebanyak 6 dikategorikan memiliki pemahaman yang kurang bagus atau sedang terhadap budaya barat, sehingga komunikasi dalam bahasa Inggris juga kurang lancar. Selanjutnya, 6 orang hampir tidak memahami budaya barat dan berkomunikasi sangat tidak bagus atau buruk.</p

    REKAYASA PENGETAHUAN PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK IDENTIFIKASI KERUSAKAN HARDWARE

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan  pengalihan keahlian dari seorang pakar ke komputer dan kemudian dipindahkan lagi ke orang lain (non expert). Teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara pikir manusia yaitu teknologi kecerdasan buatan, salah satunya adalah Sistem Pakar atau Expert System. Dalam melakukan proses rekayasa pengetahuan, pakar dibantu oleh perekayasa sistem (knowledge engineer). Proses rekayasa pengetahuan pakar berbasis aturan untuk identifikasi kerusakan hardware PC  terdiri dari merancang, membangun, pengkodean dan pengujian sistem. Sistem ini dibuat dengan menggunakan pemograman Visual Basic 6.0. Basis pengetahuan dan aturan  dimasukkan dan disimpan dalam  suatu database. Untuk mengontrol mesin inferensi (inference engine) digunakan  metode  forward chaining dengan teknik breadth first search. Metode ini adalah pendekatan yang dimotori oleh data (data driven).Proses pengujian dilakukan dengan sistem mengajukan beberapa pertanyaan kepada Pemakai atau User. Setiap aturan dan kerusakan akan diuji pada masing-masing simpul dan  level, kemudian sistem akan mencari kesimpulan pada knowledge base jenis-jenis kerusakan yang telah dijawab. Dari  hasil pengujian ini menunjukkkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dan mampu memberikan pemecahan permasalahan atas macam, jenis ciri-ciri dan saran layaknya seorang pakar (expert) dibidangnya dalam memberikan nasehat seputar permasalahan hardware PC

    REKAYASA PENGETAHUAN PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK IDENTIFIKASI KERUSAKAN HARDWARE

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan  pengalihan keahlian dari seorang pakar ke komputer dan kemudian dipindahkan lagi ke orang lain (non expert). Teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara pikir manusia yaitu teknologi kecerdasan buatan, salah satunya adalah Sistem Pakar atau Expert System. Dalam melakukan proses rekayasa pengetahuan, pakar dibantu oleh perekayasa sistem (knowledge engineer). Proses rekayasa pengetahuan pakar berbasis aturan untuk identifikasi kerusakan hardware PC  terdiri dari merancang, membangun, pengkodean dan pengujian sistem. Sistem ini dibuat dengan menggunakan pemograman Visual Basic 6.0. Basis pengetahuan dan aturan  dimasukkan dan disimpan dalam  suatu database. Untuk mengontrol mesin inferensi (inference engine) digunakan  metode  forward chaining dengan teknik breadth first search. Metode ini adalah pendekatan yang dimotori oleh data (data driven).Proses pengujian dilakukan dengan sistem mengajukan beberapa pertanyaan kepada Pemakai atau User. Setiap aturan dan kerusakan akan diuji pada masing-masing simpul dan  level, kemudian sistem akan mencari kesimpulan pada knowledge base jenis-jenis kerusakan yang telah dijawab. Dari  hasil pengujian ini menunjukkkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dan mampu memberikan pemecahan permasalahan atas macam, jenis ciri-ciri dan saran layaknya seorang pakar (expert) dibidangnya dalam memberikan nasehat seputar permasalahan hardware PC

    REKAYASA PENGETAHUAN PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK IDENTIFIKASI KERUSAKAN HARDWARE

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan pengalihan keahlian dari seorang pakar ke komputer dan kemudian dipindahkan lagi ke orang lain (non expert). Teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara pikir manusia yaitu teknologi kecerdasan buatan, salah satunya adalah Sistem Pakar atau Expert System. Dalam melakukan proses rekayasa pengetahuan, pakar dibantu oleh perekayasa sistem (knowledge engineer). Proses rekayasa pengetahuan pakar berbasis aturan untuk identifikasi kerusakan hardware PC terdiri dari merancang, membangun, pengkodean dan pengujian sistem. Sistem ini dibuat dengan menggunakan pemograman Visual Basic 6.0. Basis pengetahuan dan aturan dimasukkan dan disimpan dalam suatu database. Untuk mengontrol mesin inferensi (inference engine) digunakan metode forward chaining dengan teknik breadth first search. Metode ini adalah pendekatan yang dimotori oleh data (data driven).Proses pengujian dilakukan dengan sistem mengajukan beberapa pertanyaan kepada Pemakai atau User. Setiap aturan dan kerusakan akan diuji pada masing-masing simpul dan level, kemudian sistem akan mencari kesimpulan pada knowledge base jenis-jenis kerusakan yang telah dijawab. Dari hasil pengujian ini menunjukkkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dan mampu memberikan pemecahan permasalahan atas macam, jenis ciri-ciri dan saran layaknya seorang pakar (expert) dibidangnya dalam memberikan nasehat seputar permasalahan hardware PC

    Rekayasa Pengetahuan Pakar Berbasis Aturan untuk Identifikasi Kerusakan Hardware

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan pengalihan keahlian dari seorang pakar ke komputer dan kemudian dipindahkan lagi ke orang lain (non expert). Teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara pikir manusia yaitu teknologi kecerdasan buatan, salah satunya adalah Sistem Pakar atau Expert System. Dalam melakukan proses rekayasa pengetahuan, pakar dibantu oleh perekayasa sistem (knowledge engineer). Proses rekayasa pengetahuan pakar berbasis aturan untuk identifikasi kerusakan hardware PC terdiri dari merancang, membangun, pengkodean dan pengujian sistem. Sistem ini dibuat dengan menggunakan pemograman Visual Basic 6.0. Basis pengetahuan dan aturan dimasukkan dan disimpan dalam suatu database. Untuk mengontrol mesin inferensi (inference engine) digunakan metode forward chaining dengan teknik breadth first search. Metode ini adalah pendekatan yang dimotori oleh data (data driven).Proses pengujian dilakukan dengan sistem mengajukan beberapa pertanyaan kepada Pemakai atau User. Setiap aturan dan kerusakan akan diuji pada masing-masing simpul dan level, kemudian sistem akan mencari kesimpulan pada knowledge base jenis-jenis kerusakan yang telah dijawab. Dari hasil pengujian ini menunjukkkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dan mampu memberikan pemecahan permasalahan atas macam, jenis ciri-ciri dan saran layaknya seorang pakar (expert) dibidangnya dalam memberikan nasehat seputar permasalahan hardware PC

    ANALISA PENTINGNYA PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA DALAM KELANCARAN BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS

    No full text
               Penelitian ini membahas tentang pentingnya pemahaman lintas budaya terhadap kelancaran berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman budaya barat berperan terhadap kelancaran berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada mahasiswa. Teori yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik khususnya Cross Cultural Pragmatics oleh Yule, yang melihat pentingnya pemahaman lintas budaya dalam berkomunikasi. Selanjutnya teori  lintas budaya oleh Hall tentang high vs low context juga digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan responden pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris yang barasal dari dua Sekolah Tinggi yaitu STBA Prayoga Padang dan STBA Haji Agus Salim Bukittinggi. Total jumlah sampel sebanyak 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pemahaman yang bagus terhadap budaya Barat memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris yang bagus dan lancar. Dari total sampel, ada sebanyak 8 orang yang memiliki pemahaman yang bagus dan lancar dalam berkomunikasi. Sebanyak 6 dikategorikan memiliki pemahaman yang kurang bagus atau sedang terhadap budaya barat, sehingga komunikasi dalam bahasa Inggris juga kurang lancar. Selanjutnya, 6 orang hampir tidak memahami budaya barat dan berkomunikasi sangat tidak bagus atau buruk
    corecore