668 research outputs found
PELAKSANAAN INTERNSHIP TRAINING DALAM MENINGKATKAN SDM YANG BERKUALITAS DI NIRWANA GARDENS RESORT BINTAN
Yoga Saputra, “Internship Training Implementation for Increasing Qualified Human Resources in Nirwana Gardens Resort Bintan”, with Prof. Dr. Darsihardjo, Ms. And Drs. Amir Husaini as the assist lecturers.
Internship Training is one of the necessary requirements and become an obligation before finishing the study in university. Since this is an opportunity to apply the knowledge in real activity form. Therefore some factors that are needed to determine the available internship training activities are: skill, knowledge, standard & procedure, job priorities & job description and also feedback. As a result from this internship training activity is to produce high quality human resources.
In this research, the object is trainees in Nirwana Gardens Resort Bintan. Whereas the variable X is the realization of internship training, and the variable Y is the improvement of qualified human resources. This research uses descriptive quantitative method, which uses questioners with census sample, then as the result are 60 respondents as the samples. The data analysis technique that used in this research is correlation analysis technique and simple linier regression technique with using determination coefficient.
This research result presents that the implementation of internship training influences 15.8 % of the increasing of qualified human resources, and 84.2% is influenced by others factors. This point shows that the implementation of internship training is not the only one way to increase the qualified human resources.
Therefore, the suggestions to the management of Nirwana Gardens Resort Bintan so the elements could give benefit in the development of human resources quality. So in the implementation of internship training, management could give the opportunities to the trainees to have some creativity with their jobs, which enable them to produce new innovation. This case is pointed to increase the human resources with high quality which direct to the company profit
ADAPTASI YOGA EXERCISE THERAPY DALAM MENGATASI GANGGUAN TIDUR LANSIA
Background : Yoga is a light exercise that can be done by the elderly to create a relaxing effect so that it can improve sleep quality or improve sleep quality for the better.
Purpose: Provide intervention in the form of adaptation of Yoga Exercise Therapy to overcome sleep disturbances in the elderly.
Method: This case study method is a case study to explore nursing care for elderly clients with sleep pattern disturbances through the intervention of Yoga Exercise Therapy at the Sumarah Palembang Wedha Home.
Results: Nursing evaluation of the results of the implementation which was carried out after 3 times the administration of Yoga Exercise Therapy, namely the first patient experienced a decrease in disturbed sleep patterns before and after the intervention. The results of the post-intervention nursing evaluation, namely the client Mr. H, even though he still wakes up at night for BAK, he can sleep again and is no longer worried. Likewise with Mrs. H was able to sleep according to a predetermined schedule and the pain began to decrease marked by a pain scale of 1-2. Based on the results of the criteria for nursing diagnoses of sleep pattern disturbances, Yoga Exercise Therapy is effective in reducing sleep disturbances in the elderly. In Yoga Exercise Therapy movements, apart from being able to help the process, it helps increase muscle flexibility, excites and affects the nerves. Yoga exercise can also improve blood circulation and flex stiff joints. Besides being able to reduce pain, ergonomic gymnastic movements are also movements that are usually done every day so that they are easy for clients to do.
Suggestion: It is hoped that nursing homes can apply Yoga Exercise Therapy regularly to reduce complaints of sleep pattern disturbances experienced by the elderly, because this therapy is one of the non-pharmacological therapies that can treat sleep disorders in the elderly
ANALISIS KECELAKAAN KERJA PADA PRAKTIKUM PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 BLITAR MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC CAUSE ANALYSIS TECHNIQUE (SCAT)
ABSTRAK Saputra, Yoga Adi. 2018.Analisis Kecelakaan Kerja pada Praktikum Pemesinan di SMK Negeri 1 Blitar Menggunakan Metode Systematic Cause Analysis Technique (SCAT). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: kecelakaan kerja, praktikum, metode SCAT. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu pelaksana program pembelajaran dengan berdasarkan sistem pendidikan ganda yaitu pendidikan di sekolah dan di dunia industri. Kegiatan pembelajaran di SMK sebagai pendukung sistem pendidikan ganda adalah kegiatan praktikum.Salah satu kegiatan praktikum yang ada adalah kegiatan praktikum di bengkel pemesinan pada jurusan teknik pemesinan (TPm). Kegiatan praktikum didasarkan kepada pekerjaan-pekerjaan yang ada pada dunia usaha dan industri. Kegiatan praktikum meliputi praktikum mesin bubut, frais, CNC, gergaji dan pengelasan. Namun, pada praktiknya kegiatan praktikum tidak selalu berjalan dengan baik, seperti terjadi kecelakaan pada saat praktikum. Sebagai contoh yaitukecelakaan yang terjadi di SMK Negeri (SMKN) 1 Blitar pada bulan Januari 2018-Februari 2018. Kecelakaanterjadi di kelas X TPm 2 dan X TPm 4. Kecelakaan yang terjadi meliputi tangan terkenan kunci cekam yang berputar, tangan terjepit mesin gergaji, kepala terbentur eretan melintang mesin bubut, dan tangan tersayat pipa benda kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenyebab-penyebab kecelakaan yang terjadi di SMKN 1 Blitar. kecelakaan dianalisis penyebab-penyebabnya sehingga dapat diketahui tindakan terbaik agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Sehingga didapatkan zero accident pada kegiatan praktikum di SMKN 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian atau Informan dipilih dengan berdasar pada kompetensi subjek yang harus sesuai dengan fokus penelitian. Informan tersebut meliputisiswa yangmengalami kecelakaan dari kelas X TPm 2 dan X TPm 4, siswa yang berada di sekitar kejadian dari kelas X TPm 2 dan X TPm 4, guru pengajar dari Universitas Negeri Malang (Mahasiswa KPL), petugas toolman, guru pengajar praktikum, dan kepala departemen mesin SMKN 1 Blitar. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi penyajian data, reduksi, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pada tahap analisis data digunakan metode SCAT agar pengolahan data lebih terarah.Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat kejadian kecelakaan kerja yang terjadi yaitusebagai berikut: (1) Tangan terkena kunci cekam yang berputar. (2) tangan terjepit mesin gergaji.(3) kepala terbentur eretan melintang mesin bubut. dan (4) tangan tersayat pipa benda kerja.Berdasarkan hasil analisis data juga didapatkan beberapa tindakan yang dapat dilakukan agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Pertama, guru harus memperbaikipersiapan pembelajaran yaitu penyampaian titik bahaya pada praktikum dapat dicantumkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) agar guru tidak lupa menyampaikan titik-titik bahaya. Kedua, guru harus memberitahukan kepada siswa mengenai kecelakaan yang dapat terjadi sehingga siswa lebih berhati-hati dalam melakukan praktikum. Ketiga, kepala departemen sebaiknya melakukan perbaikan pada posisi mesin dan ruang bengkel, serta manajemen pekerjaan bagi siswa. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaituKepala Sekolah SMKN 1 Blitar disarankan untuk melakukan perbaikan dan pengadaan mesin baru untuk kegiatan praktikum pemesinan di departemen mesin SMKN 1 Blitar agar mesin yang digunakan dalam kondisi yang baik dan tidak mengundang bahaya.Kedua, Kepala Departemen Mesin SMKN 1 Blitar disarankan untuk memperhatikan kecelakaan yang terjadi, karena beberapa kecelakaan terjadi lebih dari satu kali. Hendaknya untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan praktikum agar kecelakaan kerja pada praktikum dapat dihindari. Saran terakhirguru program keahlian teknik pemesinan hendaknya menyampaikan titik-titik berbahaya pada kegiatan praktikum dengan lebih jelas dan tegas. Bila perlu titik-titik bahaya setiap mesin dicantumkan dalam RPP dan dinding bengkel supaya guru tidak lupa untuk menyampaikan titik bahaya pada mesin. Serta lebih memperhatikan siswa yang praktikum agar siswa yang bergurau diberikan teguran atau peringatan agar siswa bisa lebih berkonsentrasi. Saputra, Yoga Adi. 2018.Analysis of Work Accident on Machining Practice at State Vocational High School 1 Blitar Using Systematic Cause Analysis Technique (SCAT) Method. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I)Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Keywords: work accident, practice, SCAT method. Vocational high school as one of the implementers of learning programs based on the dual education system namely education in schools and industrial world. Learning activities in vocational schools as a supporter of the dual education system are practical activities. One of the existing practicum activities is practicum activities at the machining workshop majoring in machining techniques (MT). Practicum activities are based on jobs that exist in the business and industrial world. Practical activities include practicing lathes, milling, CNC, saws and welding. However, in practice of practicum activities do not always work well, such as an accident during the practicum. For example, accidents that occurred at State Vocational High School (SVHS) 1 Blitar in January-February 2018. Accidents occurred in class X TPm 2 and X TPm 4. This accident included hand gripping the sunken lock that rotated, hand pinched saw machine, head knocked across the lathe, and the hand is cut into the workpiece pipe. This study aims to determine the causes of accidents that occurred at SVHS 1 Blitar. The accident was analyzed for the causes so that the best action could be known so that the same accident would not happen again. Consequently there had zero accident in practicum activities at SVHS 1 Blitar. This study used qualitative approach, with a type of case study research. Research subjects or informants were select based on subject competence that must be in accordance with the research focus. The informant included students who had an accident from class X MT 2 and X MT 4, students who were around the incident from class X MT 2 and X MT 4, teachers from the State University of Malang, toolman officers, practicum teachers and the head of SVHS 1 Blitar machine department. Data collection techniques used interview, observation and documentation techniques. Data analysis carried out included data presentation, reduction, and ending conclusions. This study used the SCAT method.Data validity was done by triangulation techniques. Based on the results of data analysis, there were four work accidents that occurred, namely, (1) The hand was hit by a spinning chuck key that was spinning. (2) hand pinched by a saw machine. (3) transverse bumping head of the lathe. and (4) the hand was cut off by a workpiece pipe. Based on the results of data analysis also obtained several actions that can be done so that the same accident does not happen again. First, the teacher must improved the preparation of learning, namely the delivery of danger points in the practicum could be includ in the Learning Implementation Plan so that the teacher did not forget to convey the danger points. Second, the teacher must inform students about accidents that could occur so that students were more careful in practicing. Third, head of machine department should made improvements to the engine and workshop room position, as well as job management for students. Suggestions given from the results of the research are Principals of SVHS 1 Blitar are advised to make improvements and procure new machines for machining practicum activities in the machine department of SVHS 1 Blitar so that the machines used are in good condition and do not invite danger. Second, The Head of the Machine Department of SVHS 1 Blitar is advised to pay attention to accidents occurred, because some accidents occur more than once. It is necessary to evaluate the implementation of practicum so that work accidents in practicum can be avoided. (3) the teacher of machining engineering expertise program should convey dangerous points in practicum activities in a clearer and firmer manner. If necessary, the danger points of each machine are included in the Learning Implementation Plan and the wall of the workshop so the teacher does not forget to give information regarded the danger points on the machine,as well as paying more attention to students in order to improve students’ concentrate in workshop
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN SPIRITUAL PADA KOMUNITAS YOGA TERTAWA PUSPEM BADUNG
Yoga merupakan suatu ilmu yang dipandang sebagai jalan untuk meraih penyatuan. Pendidikan spiritual tidak hanya ditandai dengan paket kerohanian seperti perjalanan religius, namun juga merupakan suatu dasar dalam berperilaku sesuai dengan tata susila dan norma agama, perkembangan globalisasi memberikan dampak yang besar bagi menurunnya pendidikan spiritual masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan spiritual pada komunitas yoga tertawa Puspem Badung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan; 1) Proses pembelajar yoga tertawa di komunitas dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu, awal persiapan, lalu tahapan inti dan tahapan penutup. 2) Dampak implementasi pendidikan spiritual pada komunitas yoga tertawa Puspem Badung dibagi menjadi tiga yaitu: a) Mewujudkan kesadaran pendidikan spiritual, b) Mewujudkan keharmonisan mental, c) Meningkatkan kesehatan jasmani. 3) Upaya komunitas yoga tertawa Puspem Badung dalam pemertahanan pendidikan spiritual pada komunitas yoga tertawa Puspem Badung dibagi menjadi berapa bagian yakni: a) Membuat inovasi baru terhadap gerakan, b) Pelaksanaan workshop, c) Melakukan diskusi, d) Mengikuti program trainer untuk menjadi seorang instruktur yoga tertawa
PENGARUH TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP KINERJA OPERASIONAL PT. NARENDRA DEWA YOGA BENGKULU
Kinerja operasional merupakan kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari
operasi internal perusahaan dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman
barang kepada pelanggan, kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau
jasa. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional,
digunakan faktor yang memiliki keterkaitan yang cukup tinggi berdasarkan hasil
penelitian terdahulu yaitu, Total quality management.
Kinerja operasional menurut Sobandi dan Kosasih (2014) dapat diartikan
sebagai kesesuaian proses dan evaluasi kinerja dari operasi internal perusahaan
dari segi biaya, pelayanan pelanggan, pengiriman barang kepada pelanggan,
kualitas, fleksibilitas, dan kualitas proses barang atau jasa. TQM menurut Yamit
(2013:181) adalah sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan
(customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan sekali benar (right first
time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan
memotivasi karyawan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh
masing-masing dimensi TQM (Komitmen manajemen puncak, Fokus kepuasan
pelanggan, Pelibatan dan pemberdayaan karyawan, Pendidikan dan pelatihan serta
Budaya kualitas perusahaan) terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa
Yoga Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode pengumpulan
data yang digunakan adalah kuisioner untuk mengukur total quality management
terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Pengambilan
sampel menggunakan teknik sensus pada karyawan PT. Narendra Dewa Yoga
Bengkulu sebanyak 95 responden. Pengujian alat ukur instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Dari hasil uji validitas
dan reliabiltas terhadap 95 responden, instrumen dinyatakan valid apabila nilai
factor loading lebih besar dari 0,50 dan hasil uji reliabilitas dinyatakan reliabel
apabila nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda, uji kelayakan
model (simultan), uji t (parsial), dan koefisien determinasi R2
yang dihitung
menggunakan aplikasi SPSS 25.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Sedangkan, dimensi fokus kepuasan pelanggan, pelibatan dan pemberdayaan
karyawan, pendidian dan pelatihan dan budaya kualitas perusahaan memiliki
pengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu.
Secara berurutan H2, H3, H4, dan H5 diterima dan H1 ditolak.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, 1) Komitmen manajemen puncak tidak
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 2) Fokus kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT.
Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 3) Pelibatan dan pemberdayaan karyawan
berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. 4)
Pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja operasional PT. Narendra
Dewa Yoga Bengkulu. 5) Budaya kualitas perusahaan berpengaruh terhadap
kinerja operasional PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu. Penelitian ini
merekomendasikan evaluasi efektifitas model kepemimpinan yang lebih lanjut
serta komunikasi terbuka antara manajer dan karyawan dalam menetapkan mutu
dan sasaran. PT. Narendra Dewa Yoga Bengkulu juga diharapkan mampu
mempertahankan penerapan TQM yang sudah baik dan meningkatkan faktor�faktor lain yang masih kurang.
Kata Kunci: Kinerja Operasional, Total Quality Management, Komitmen
Manajemen Puncak, Fokus kepuasan Pelanggan, Pelibatan dan
Pemberdayaan Karyawan, Pendidikan dan Pelatihan, Budaya
Kualitas Perusahaa
Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra
Abstract
Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis.
Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik.
Keywords
beauty vlogger; masculinity; youtube; discourse analysi
Maskulinitas yang Berubah: Analisis Wacana Konten Youtube Tysna Saputra
Abstract
Masculinity has the understanding that a man should have a strict, male and rude attitude. A man who has a gentle nature, does not like heavy sports and others will be considered a taboo in society. Masculinity that has changed in society along with the development of the times, this is indicated by the emergence of male beauty vloggers who discuss about beauty, self-care, style of dress and so on. One of them is Tysna Saputra. Through his YouTube channel, Tysna Saputra uploaded a video titled SKIN CARE GUYS at CHILDREN COST! Tysna practices self care steps for men. This, builds men's awareness to be more able to take care of themselves and not feel taboo when doing it. The method used by the author is a qualitative research method, namely by using Van Djik's critical discourse analysis techniques. The method used is online data observation and tracking using data triangulation. The author's observation was to watch Tysna's YouTube video repeatedly and explain each scene and product used. Observations made by the writer will prove that by doing self-care, will not reduce the value of masculinity that exists in a man. This will be related to Van Djik's theory of analysis.
Maskulinitas memiliki pengertian bahwa seorang laki-laki sudah seharusnya memiliki sikap yang tegas, jantan dan kasar. Seorang laki-laki yang memiliki sifat lemah lembut, tidak menyukai olahraga berat dan lainnya akan dianggap sebagai hal yang tabu di maskyarakat. Maskulinitas yang telah berubah di masyarakat seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini ditunjunkkan dengan bermunculannya para beauty vlogger laki-laki yang membahas mengenai kecantikan, perawatan diri, gaya berpakaian dan sebagainya. Salah satunya adalah Tysna Saputra. Melalui kanal YouTubenya, Tysna Saputra mengunggah video dengan judul SKIN CARE COWOK harga ANAK KOST!. Tysna mempraktekkan langkah – langkah merawat diri untuk laki-laki. Hal ini, membangun awareness kaum laki-laki untuk bisa lebih merawat diri dan tidak merasa tabu saat melakukannya. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian kualitatif, yaitu dengan memakai teknik analisis wacana kritis Van Djik. Metode yang digunakan adalah observasi dan penulusuran data online menggunakan triangulasi data. Observasi yang penulis lakukan adalah menonton video YouTube Tysna dengan berulang – ulang dan menjelaskan setiap adegan dan produk yang digunakan. Observasi yang dilakukan penulis akan membuktikan bahwa dengan melakukan perawatan diri, tidak akan mengurangi nilai maskulinitas yang ada pada seorang laki-laki. Hal ini akan dikaitkan dengan teori analisis Van Djik.
Keywords
beauty vlogger; masculinity; youtube; discourse analysi
Review on Compilation of Financial Statement Based on SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) at PT. RIZKY SAPUTRA in Periode September 2014
The research has been done in PT. Rizki Saputra in Bandung, Indonesia. The purpose of the research is to the preparation of financial statement based on SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) at PT. Rizky Saputra period September 2014 applicable for UMKM (Small and Medium Entities) in Indonesia. The method used is descriptive research, which aims to provide a clear picture of the state of the company, which acquired the data, collected and analyze and compared with the theories and the existing litelature on the litelature review in order to obtain a conclucion. Based on the results of the research, preparation of financial statements at PT. Rizki Saputra has been conducted by the author in accordance with SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities) applicable in Indonesia. From this research, the researcher compose financial statement same with the rule of SAK ETAP (Financial Accounting Standard for Small and Medium Entities). Keywords : Compilation Financial Statement, SAK-ETA
THE EFFECT OF VIDEO BLOGGING TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING SKILL ON DESCRIPTIVE TEXT (An Experimental Research at Eleventh Grade of SMK PGRI 2 Taman in Academic Year 2023/2024) RESEARCH PROJECT Submitted as Partial Fulfilment of the Requirements for the Degree of Sarjana Pendidikan in English Education By NAUFAL RAFI SAPUTRA 1620600016 ENGLISH EDUCATION PROGRAM TEACHER TRAINING AND EDUCATION FACULTY PANCASAKTI UNIVERSITY TEGAL 2024
Rafi Saputra, Naufal. 2024. 1620600012, “The Effect of Video Blogging to Improve Students’ Speaking Skill on Descriptive Text (An experimental research at eleventh Grade of SMK PGRI 2 Taman in Academic Year 2023/2024)” Proyek Penelitian. Program Strata I, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pancasakti Tegal, Pembimbing Pertama Dr. Yoga Prihatin, M.Pd dan Pembimbing Kedua N. L. Molla, M.Pd.
Kata Kunci: video blogging, kemampuan berbicara, teks deskriptif, metode kuantitatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas video blog dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas 11 di SMK PGRI 2 Taman menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test berbicara yang divalidasi oleh dosen pembimbing. Analisis data dilakukan dengan uji T menggunakan perangkat lunak IBM SPSS STATISTICS 25 untuk mengukur pengaruh video blogging.
Berdasarkan analisis pada kuesioner video blogging dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks deskriptif dan membuat pembelajaran lebih menarik. Hal ini meningkatkan motivasi mereka untuk berbicara dalam bahasa Inggris, membantu mereka menilai dan memperbaiki keterampilan mereka. Selain itu, video blogging memperkuat keterampilan menulis dan kosa kata mereka. Video blog mudah digunakan, menawarkan pembelajaran yang fleksibel, dan meningkatkan kenyamanan serta kepercayaan diri siswa dalam bahasa Inggris. Mereka dapat melacak kemajuan mereka dan mendapatkan umpan balik dari guru, yang lebih memotivasi pembelajaran mereka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media video blog dapat berdampak positif pada kemampuan berbicara siswa, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan skor rata-rata siswa. Skor rata-rata pre-test untuk siswa dalam kelompok eksperimen adalah 37,02, sementara skor rata-rata post-test meningkat menjadi 85,25. Dengan demikian, media video blog efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Kesimpulannya adalah bahwa video blog dapat menjadi media yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan video blogging ke dalam pengajaran bahasa dapat meningkatkan keterlibatan dan keterampilan siswa, memberikan wawasan yang berharga bagi para pendidik yang ingin mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pengajaran merek
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN WANITA PRA MENOPAUSE
Senam yoga adalah suatau usaha atau cara untuk menyatukan kekuatan jiwa danraga serta alam sebagai sarana penyembuhan berbagai penyakit jasmani ataupun rohani melalui gerakan anggota gerak tubuh yang luwes. Kecemasan merupakan suatu masalah psikologis yang dirasakan setiap manusia, wanita pada umumnya selalu mencemaskan sesuatu yang memang akan terjadi seperti (menopause). Menopause adalah sudah berakhirnya masa-masa haid dan menstruasi, atau proses ovulasi atau pembuahan sel telur juga turut berhenti. Berdasarkan permasalahan pada tingkat kecemasan pada usia menopause didapatkan rumusan masalah sebagai berikut : Ada pengaruh senam yoga terhadap tingkat kecemasan pada pra menapouse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh senam yoga terhadap tingkat kecemasan. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode angket dengan memberikan pertanyaan yang terdapat poin-poin di dalamnya.Dari hasil penelitian dapat disimpulan dan diperoleh nilai Thitung sebesar 486,667 > Ttabel sebesar 1,84, karena nilai dari Thitung> Ttabel maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak sedangkan Ha diterima yang berarti terdapat perubahan pada tingkat kecemasan wanita pra menopause
- …
