140 research outputs found

    Strategi Pengendalian Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Di Perairan Waduk Jatiluhur

    No full text
    Waduk Jatiluhur sebagai salah satu waduk terbesar di Indonesia dan multifungsi, membendung aliran Sungai Citarum di kecamatan Jatiluhur, kabupaten Purwakarta provinsi JawaBarat.Waduk Jatiluhurmerupakan bendungan multiguna, dengan fungsi utamanya untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan persawahan sekitar 242.000 ha, pasokan air baku minum DKI Jakarta dan sekitarnya, pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang 187,5 MW, pengendali banjir di Kabupaten Karawang, Bekasi dan Jakarta, pasokan air untuk industri dan untuk budidaya perikanan darat seluas 20.000 ha, untuk pariwisata dan olahraga air. Laju degradasi ekosistem Waduk Jatiluhur baik yang disebabkan oleh beban limbah masukan eksternal maupun internal merupakan permasalahan utama. Degradasi ekosistem waduk ini telah berdampak negatif baik terhadap perikanan itu sendiri dan fungsi-fungsi lain dari waduk. Perkembangan budidaya ikan dalam keramba jaring apung (KJA) yang melebihi daya dukung perairan waduk telah berakibat terhadap penurunan produktivitas budidaya dan sering terjadi kematian ikan secara massal. Permasalahan yang sering terjadi di semua ekosistem perairan di Indonesia adalah eutrofikasi (pengkayaan nutrien), sedimentasi, dan pencemaran. Degradasi akibat dari aktivitas KJA dan aktivitas masyarakat ini juga berdampak kepada tidak terkendalinya pertumbuhan eceng gondok. Eceng gondok (Eichornia crassipes) adalah jenis tumbuhan air yang umumnya dianggap sebagai gulma. Eceng gondok mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya, cepat berkembang biak, dan mampu bersaing dengan kuat, sehingga dalam waktu yang singkat akan melimpah dan memenuhi perairan. Melimpahnya eceng gondok dapat menghambat suplai oksigen ke dasar, menghalangi penetrasi cahaya matahari yang sangat diperlukan bagi kehidupan dan dapat menyebabkan pendangkalan pada badan air. Usaha untuk membasmi maupun menekan pertumbuhan eceng gondok telah dilakukan, tapi belum dapat memberikan hasil yang memuaskan. Pengendalian sekaligus pemanfaatan gulma air yang telah dilakukan antara lain untuk kompos, penjernih air, biogas, kertas, media pertumbuhan jamur merang, sebagai pakan unggas dan yang terbaru sebagai briket bahan bakar. Faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan eceng gondok menjadi tidak terkendali adalah kandungan nutrient yang terdapat didalam suatu perairan menjadi sumber utama eceng gondok tumbuh pesat satu batang eceng gondok dalam waktu 52 hari mampu berkembang seluas 1 m2, atau dalam waktu 1 tahun mampu menutup area seluas 7 m2. Pengendalian eceng gondok perlu dilakukan untuk menekan atau mengurangi jumlah pertumbuhan eceng gondok agar perairan Waduk Jatiluhur serta eceng gondok dapat dimanfaatkan agar bernilai ekonomis dan tidak hanya menjadi gulma pada perairan khususnya perairan Waduk Jatiluhur. Sistem informasi geografis (SIG) telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai bidang kajian. Analisis dengan SIG ini selain dapat memberikan tampilan secara utuh dalam suatu kawasan, juga pembaharuan analisis dapat dengan mudah dilakukan jika tersedianya data terkini. ii Hasil penelitian menunjukan luasan pertumbuhan eceng gondok periode 2013-2019 memiliki rata-rata luasan sekitar 247.47 ha, dengan luasan terendah yaitu sekitar 157.92 ha ditahun 2014 dan luasan tertinggi yaitu sekitar 441.65 ditahun 2019. Nilai statistik tingkat kerapatan eceng gondok dengan nilai min: - 0.21, max: 0.66, mean: 0.15 dan standar deviasi: 0.18 Eceng gondok banyak tumbuh didaerah sekitar inlet waduk, sekitar daerah KJA serta hampir diseluruh tepian badan air waduk. Faktor aliran air masuk ke dalam waduk membawa nutrient dan aktivitas KJA menyebabkan pertumbuhan eceng gondok sangat pesat didaerah sekitar inlet dan KJA dariWaduk Jatiluhur. Strategi yang didapat hasil perumusan menggunakan SWOT ialah pihak petani KJA diharapkan mulai menerapkan sistem smart KJA yang diprakarsai oleh pihak BP2KSDI. Perlu dilakukannya peningkatan dalam pengelolaan DAS Citarum oleh pemerintah masing-masing daerah agar perairan Citarum yang masuk ke badan air Waduk Jatiluhur menjadi lebih bersih. Perlu adanya lembaga yang menaungi langsung secara keseluruhan dan memfasilitasi dalam pemanfaatan eceng gondok agar tidak hanya menjadi gulma dalam perairan. Hal ini akan berjalan maksimal jika seluruh stakeholder, pemerintah dan masyakarat saling bersinergi dalam memanfaatkan dan mengelola waduk

    PERANCANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW CONTROLLER (MVC) DENGAN METODE OBJECT MODELLING TECHNIQUE (OMT) PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 44 PALEMBANG

    No full text
    RETRACTION TO: Wiharto, Y. (2017). Perancangan Sistem Perpustakaan Menggunakan Model View Controller (MVC) Dengan Metode Object Modelling Technique (OMT) pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 44 Palembang. Jurnal Teknik Informatika, 10(2), 147-158. doi: 10.15408/jti.v10i2.6993We wish to retract this article due to double publication with article which published in Jurnal Teknologi Informasi Vol 12, No 1 (2016), titled” PERANCANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN MODEL VIEW CONTROLLER (MVC) DENGAN METODE OBJECT MODELLING TECHNIQUE (OMT) PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 44 PALEMBANG” with the same author who is Yudi Wiharto.We deeply regret any inconvenience this publication has caused for others. </jats:p

    Miniatur rumah hemat energi

    No full text
    Buku pembelajaran miniatur rumah hemamt energi dapat dijadikan pedoman guru dalam menyajikan pembelajaran dengan topik energi dan daya listrik untuk menjelaskan penghematan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini dirancang dengan pendekatan STEM

    TINJAUAN ATAS PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP PADA DIVISI JARINGAN TELEKOMUNIKASI TETAP (JTT) PT. INTI (PERSERO) BANDUNG

    No full text
    Setelah pemerintah mengeluarkan pengumuman tentang kenaikan harga BBM, banyak industri yang mengeluhkan hal ini. Hal tersebut sangat berpengaruh kepada laju perusahaan karena biaya operasional menjadi tinggi. Dengan kondisi demikian, perusahaan harus menjaga dan mengatur aset perusahaannya dengan sebaik-baiknya. Salah satu aset yang perlu dijaga adalah aktiva tetap. Aktiva tetap bagi perusahaan sebagai alat untuk mendukung kegiatan perusahaan. Bagi perusahaan, aktiva tetap dibeli untuk dipakai dalam kegiatan operasional, dengan tujuan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka pendek maupun panjang. Oleh karena aktiva tetap merupakan bagian dari laporan keuangan, khususnya neraca dan juga mempengaruhi laporan laba rugi melalui pos biaya penyusutan. Penting bagi perusahaan untuk melakukan proses kegiatan akuntansi secara benar, antara lain dalam proses identifikasi, menilai, dan menyajikan aktiva tetap serta kesesuaiannya dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Dalam penyusunan laporan tugas akhir, penulis melakukan kerja praktik dan ditempatkan di bagian Administrasi Keuangan Divisi Jaringan Telekomunikasi Tetap pada sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang telekomunikasi yaitu PT. INTI (PERSERO) yang berlokasi di Jl. Moch. Toha No 77 Bandung. Berdasarkan hasil peninjauan dan analisis, penulis berkesimpulan bahwa klasifikasi aktiva tetap, penilaian aktiva baik ketika pada saat perolehan maupun selama masa penggunaan serta metode penyusutan yang diterapkan perusahaan secara umum telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No 16, yaitu dapat diketahui bahwa klasifikasi aktiva tetap pada PT. INTI (PERSERO) terdiri dari: Bangunan, Mesin-Mesin dan Instalasi, Alat Ukur dan Perkakas Kerja, Alat Olah Data, Inventaris Kantor dan Gudang, dan Alat Angkut Kendaraan. Dalam perolehan aktiva tetap sebagian besar diperoleh dengan cara kredit. Sedangkan dalam penilaian selama masa penggunaan perusahaan memiliki kebijakan mengenai batasan perolehan minimum penambah nilai aktiva. Dan untuk metode penyusutan yang digunakan yaitu metode garis lurus tanpa nilai residu dengan memperhatikan masing-masing aktiva tetap dan masa manfaatnya. Saran yang penulis berikan adalah meningkatkan akurasi perhitungan beban penyusutan sehingga kesesuaian antara perhitungan beban penyusutan dengan laporan inventarisasi aktiva tetap dapat terjaga

    PENGEMBANGAN PELATIHAN ONLINE BERBASIS RADEC UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK

    No full text
    PENGEMBANGAN PELATIHAN ONLINE BERBASIS RADEC UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK ABSTRAK Kondisi pelatihan online yang telah berjalan belum sepenuhnya dapat meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar melatih keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan pelatihan online berbasis RADEC untuk peningkatan kompetensi guru sekolah dasar dalam melatih keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan menggunakan model ADDIE dengan model evaluasi program pengembangan professional. Subjek dari penelitian ini adalah 116 orang guru dari sepuluh sekolah dasar negeri (SDN) di salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung Barat yang tersebar di beberapa lokasi dan dilaksanakan selama delapan bulan dari Agustus 2022 sampai dengan Maret 2023. Pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan tes. Data diolah menggunakan SPSS versi 26 dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pelatihan online berbasis RADEC efektif untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar melatih keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Selanjutnya pelatihan online berbasis RADEC siap dipakai untuk tujuan dan sasaran yang sesuai dengan penelitian ini, dan dapat juga dikembangkan untuk pengembangan keterampilan lainnya, literasi, dan numerasi melalui beberapa penyesuaian. Kata kunci: Guru Sekolah Dasar, Keterampilan Berpikir Kreatif, Pelatihan Online, Peningkatan Kompetensi, RADEC THE DEVELOPMENT OF RADEC-BASED ONLINE TRAINING TO IMPROVE ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS' COMPETENCE ON STUDENTS' CREATIVE THINKING SKILLS TRAINING ABSTRAC The online training conditions that have been running have yet to fully increase elementary school teachers' competence in training students' creative thinking skills. This study aims to develop RADEC-based online training to increase the competency of elementary school teachers in training students' creative thinking skills. The method used in this research is development using the ADDIE model with an evaluation model of professional development programs. The subjects of this study were 116 teachers from ten public elementary schools (SDN) in one of the sub-districts in West Bandung Regency, which were scattered in several locations and carried out for eight months from August 2022 to March 2023. Data collection used questionnaires, observations, interviews, Focus Group Discussion (FGD), documentation, and tests. The data was processed using SPSS version 26 and analyzed descriptively and qualitatively. The results showed that the development of RADEC-based online training was effective in increasing the competence of elementary school teachers in training students' creative thinking skills. Furthermore, RADEC-based online training is ready to be used for the purposes and objectives of this research. It can also be developed for developing other skills, literacy, and numeracy through several adjustments. Keywords: Creative Thinking Skills, Competency Development, Elementary School Teachers, Online Training, RADE

    Pengaruh Desain Pembelajaran berbasis Nature of Science terhadap Pemahaman Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    The purpose of this study was to determine the effect of Nature of Science (NoS) -based learning design on elementary school students\u27 understanding. The research method used a quantitative approach with pre-experimental design types of pre-test and post-test one group design and the sampling technique used was purposive sampling. The sample of the study was 28 students of grade VI, one of the elementary schools in the city of Bandung with learning materials about the earth and the universe. The data collection technique used a questionnaire with 24 questions using a linkert scale. The results showed that the NoS-based learning design was able to improve the understanding of elementary school students even though it was not too significant. The highest increased understanding was on the subjective aspect, while the lowest increased understanding was on the empiric based aspect. So it can be said that there is an effect of NoS-based learning design on student understanding, because this learning design is designed to make it easier for teachers and students to understand NoS

    HUBUNGAN PEMBERIAN N-ACETHYL CISTEINE (NAC) INTRAVENA DENGAN PERUBAHAN KADAR UREUM - Studi Observasional terhadap Pasien Gagal Ginjal di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

    No full text
    Tingginya kadar ureumdalam darah merupakan salah satu cara menegakkan diagnosis gagal ginjal. N-acethyl cisteine sebagai antioksidan yang bekerja menetralkan radikal bebas secara langsung dan detoksifikasi berbagai zat beracun di dalam tubuh yang terbukti dapat menurunkan resiko gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pemberian N-acethyl cisteineintravena dengan perubahan kadar ureum pada penderita gagal ginjal sebelum dilakukan hemodialisa. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan data rekam medik pada penderita gagal ginjal sebelum menjalani hemodialisa di bagian rekam medik Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Kemudian dihitung kadar ureum dalam darah sebelum pemberian N-acethyl cisteineintravena (Hydonac 5g/25 ml) 3-7 hari. Setelah itu dilakukan perhitungan kembali kadar ureum dalam darah sesudah pemberian terapi dan selanjutnya dilakukan analisis perubahan data. Dari 49 pederitan gagal ginjal yang telah dilakukan pemberian terapi N-acethyl cisteineintravena didapatkan hasil rerata kadar ureum sebelum terapi (132,92 ± 58,71mg/dl) dan rerata kadar ureum sesudah pemberian terapi lebih rendah (82,65 ± 45,77mg/dl) atau terjadi penurunan sebesar 37,82%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji paired sample t-test, hasilnya terdapat perbedaan rerata kadar ureum sebelum dan sesudah pemberian terapi yang signifikan sebesar 0,000 (p < 0,005) Data hasil penurunan kadar ureum darah sebesar 37,82% dan keeratan yang sangat signifikan sebesar 0,839 dapat disimpulkan terdapat hubungan pemberian N-acethylcisteineintravena dengan perubahan kadar ureum pada penderita gagal ginjal. Kata kunci : Kadar ureum, gagal ginjal, N-acethylcisteine,N-acethylcisteineintraven

    USING FOTONOVELA AND GUIDING QUESTIONS TO IMPROVE THE ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXTS OF GRADE VIII STUDENTS OF SMP NEGERI 21 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Syam, Khoiruddin Yanuar. 2011.Menggunakan Fotonovela and Guiding Questions untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas 8 dalam Menulis Teks Narrative di SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Malang. Pembimbing: Prof. Bambang Yudi Cahyono, M.Pd., M.A., Ph.D.   Kata Kunci: menulis, fotonovela, pertanyaan penuntun, teks narrative Salah satu tujuan pengajaran Bahasa Inggris di sekolah menengah pertama terutama kelas delapan atau tahun kedua adalah mengajar siswa agar mampu menulis teks berbentuk naratif. Di SMP Negeri 21 Malang, meskipun guru telah mencoba untuk mengajar keempat skill (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis) dalam porsi yang sama, hasil tulisan siswa masih rendah dan belum dapat memenuhi standard kelulusan minimal (SKM) yang ditetapkan sekolah. Hasil wawancara dengan guru dan studi awal menunjukkan bahwa siswa menghadapi banyak masalah dalam menulis dan menganggap penemuan dan perorganisasian ide sebagai masalah yang paling sulit. Oleh karena itu, penggunaan fotonovela dan pertanyaan penuntun diusulkan untuk digunakan dalam proses mengajar menulis terutama teks berbentuk naratif untuk membantu siswa mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Teknik ini dipilih karena fotonovela dan pertanyaan penuntun mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh media gambar berseri atau pun media komik. Dengan menggunakan teknik ini, siswa diharapkan dapat mengeksplorasi, mengorganisasikan, dan mengungkapkan ide dari pengalaman pribadi atau imajinasi melalui media fotonovela berdasarkan dari jawaban pertanyaan penuntun kemudian membangun ulang ide yang sudah dituangkan dalam fotonovela ke dalam struktur umum karangan berbentuk teks naratif (orientasi, komplikasi, klimaks dan resolusi). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan kecakapan siswa dalam menulis teks berbentuk narrative terutama dalam menemukan dan menyusun atau mengatur ide dengan membuat fotonovela dan menjawab pertanyaan penuntun melalui proses dan strategi menulis. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Karena peneliti belum mempunyai kelas sendiri, penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dengan guru yang bersangkutan dengan kelas yang bermasalah. Dengan bantuan guru asli, peneliti merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan menentukan kriteria kesuksesan (criteria of success). Selama penelitian, guru asli bertindak sebagai pengamat sementara peneliti bertindak sebagai guru pengajar selama proses belajar dan mengajar berlangsung. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan strategi pembelajaran (planning), pelaksanaan (implementation), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).Siswa yang menjadi subyek penelitian ini adalah para siswa yang selalu hadir selama penelitian berlangsung, yaitu 42 siswa tingkat VIII kelas 6 di SMP Negeri 21 Malang pada tahun ajaran 2010/2011. Data yang diambil berupa perilaku siswa selama proses belajar dan mengajar berlangsung dan nilai dari hasil tulisan siswa. Data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan panduan wawancara, daftar pengamatan, catatan lapangan (field notes), dan tulisan akhir siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan berhasil memenuhi kriteria kesuksesan dengan baik dan memuaskan. Dalam kaitannya dengan hasil tulisan siswa, nilai siswa mengalami peningkatan dalam artian dapat memenuhi SKM yang ditentukan dan lebih baik dibandingkan nilai mereka sebelumnya. Selain itu, perilaku siswa selama kegiatan belajar dan pembelajaran berlangsung juga lebih baik dan positif saat diterapkannya teknik penggunaan fotonovela dan pertanyaan penuntun. Berdasarkan hasil penelitian ini, para guru disarankan untuk menerapkan penggunaan fotonovela dan pertanyaan penuntun melalui proses menulis dalam mengajar menulis teks berbentuk naratif pada khususnya dan teks lain pada umumnya. Selain itu, mereka juga diharapkan untuk memberikan saran kepada siswa agar menggunakan fotonovela terkait dengan pengalaman pribadi atau imajinasi mereka sendiri dan menggunakan pertanyaan penuntun untuk menyusun dan mengatur ide dalam menulis teks berbentuk narrative secara mandiri. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji penggunaan fotonovela dan pertanyaan penuntun melalui proses menulis lebih intensif lagi untuk jenis teks lain dan tingkatan pendidikan yang berbeda untuk melihat apakah teknik ini dapat diterapkan secara efektif dan sukses dalam membantu siswa menulis teks dalam Bahasa Inggris terkait dengan masalah mereka dalam menemukan dan mengatur ide

    Mikroenkapsulasi Ketoprofen dengan Metode Koaservasi dan Semprot Kering Menggunakan Pragelatinisasi Pati Singkong Ftalat sebagai Eksipien Penyalut

    No full text
    This study was purposed to prepare microcapsules of ketoprofen by coacervation and spray drying methods and to characterize the resulting microcapsules. The microcapsules were prepared using pregelatinized cassava starch (PCS) and pregelatinized cassava starch phthalate (PCSPh) as a coating material. The obtained microcapsules were then characterized, including its recovery, shape and morphology, drug-loading efficiency, particle size distribution, swelling index, functional Groupanalysis, and drug release profile.The used PCSPh had a substitution degree of 0.0541 and soluble in basic aqueous medium. Microcapsules prepared by coacervation method had an irregular shape and&nbsp; a hollow surface and the entrapment efficiency of 20.27% ± 1.82.Whereas, the spray dried microcapsules showed a nearly-spherical-shape with a biconcave surface and the entrapment efficiency was 80.22% ± 9.18. The release study results showed that within 8 hours ketoprofen released from the coacervation microcapsulesat pH 1.2 and pH 7.4 were 8% and 18%, respectively. In addition, ketoprofen released from spray-dried microcapsules within 8 hours at pH 1.2 and pH 7.4 were 5% and 25%, respectively. In conclusion, the microcapsules prepared by both methods could extent the drug released, thus it could be possible to be used for a sustained release device.Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi mikrokapsul ketoprofen dengan menggunakan metode koaservasi dan metode semprot kering. Bahan penyalut yang digunakan untuk metode koaservasi adalah pragelatinisasi pati singkong (PPS) dan bahan penyalut yang digunakan untuk metode semprot kering adalah pragelatinisasi pati singkong ftalat (PPSFt).Mikrokapsul yang diperoleh dikarakterisasi meliputi rendemen proses, bentuk dan morfologi, efisiensi penjerapan, distribusi ukuran partikel, indeks mengembang, analisis gugus fungsi dan profil pelepasan obat. PPSFt yang digunakan memiliki derajat subsitusi sebesar 0,0541 dan larut dalam medium basa. Mikrokapsul yang dibuat dengan metode koaservasi memiliki bentuk yang tidak sferis dan berongga dengan efisiensi penjerapannya sebesar 20,27% ± 1,82. Sementara itu, mikrokapsul yang dibuat dengan metode semprot kering memiliki bentuk yang hampir sferis dengan permukaan cekung dan memiliki efisiensi penjerapannya sebesar 80,22% ± 9,18. Hasil pelepasan obat menunjukkan bahwa selama 8 jam sebesar 8% ketoprofen dilepaskan dalam pH 1,2 dan sebesar 18% dilepaskan dalam pH 7.4 dari mikrokapsul yang dibuat dengan metode koaservasi. Sementara itu, ketoprofen dilepaskan selama 8 jam sebesar 5% dalam pH 1,2 dan 25% dilepaskan dalam pH 7.4 dari mikrokapsul yang dibuat dengan metode semprot kering. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mikrokapsul yang dibuat dengan kedua metode tersebut dapat menahan pelepasan obat sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sediaan lepas lambat

    Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan sd kelas awal terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan pengembangan soal : e kelompok kompetensi

    No full text
    Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Peta profil hasil UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap muka dengan daring
    corecore