1,720,965 research outputs found
Nilai Pendidikan Karakter Cerita Rakyat Masyarakat Suku Pasemah Bengkulu dan Relevansinya Sebagai Materi Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendekripsikan jenis-jenis cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu, (2) mendekripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu, dan (3) untuk mengetahui relevansi cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu sebagai materi pembelajaran sastra di Sekolah Dasar.
Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten inferensial. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kelam Tengah dan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Subjek penelitian adalah anggota masyarakat asli Suku Pasemah. Instrumen penelian adalah peneliti sendiri. Data penelitian diperoleh dari hasil merekam dan dokumentasi tertulis. Langkah-langkah pengadaan data meliputi: (1) penentuan sampel, (2) perekaman/pencatatan, dan (3) penentuan satuan unit. Keabsahan data dilakukan dengan cara mengonsultasikan data kepada pihak ahli (masyarakat). Teknik analisis data yang digunakan, yaitu mengklasifikasikan, memaknai, dan menyimpulkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu terdiri dari dua jenis, yaitu legenda dan dongeng. (2) Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat masyarakat Suku Pasemah Bengkulu meliputi: (a) nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam legenda, yaitu pemberani, tanggung jawab, peduli sosial, disiplin, rendah hati, dan religius. (b) nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam dongeng, yaitu cerdik, sabar, patuh, optimis, kerja keras, ikhlas menerima kekalahan, dan menepati janji. (3) Berdasarkan 12 cerita rakyat yang ditemukan, ada 9 cerita yang relevan sebagai materi pembelajaran sastra di SD, yaitu cerita: (a) Bujang Remalun, (b) Sang Kancil, Siput, dan Lengkukup, (c) Si Miskin, (d) Sang Beruk Besan dengan Kura-kura, (e) Pak Andir, (f) Sang Kancil dan Sang Harimau, (g) Sang Piatu Berdua sama Nenek, (h) Elang Besan dengan Kura-kura, dan (i) Janji Sang Kerbau. Kemudian, ada 3 cerita rakyat yang tidak relevan, yaitu cerita yang berjudul: (a) Pak Beluk, (b) Sang Piatu, dan (c) Sang Setue dan Sang Kancil
BIBLIOMETRIC ANALYSIS USING VOSVIEWERS WITH PUBLISH OR PERISH OF “ART-BASED RESEARCH”
The purpose of this research is to analyze the trend of art-based research (ABR) using the bibliometric analysis method assisted by mapping analysis. The bibliometric analysis method and mapping analysis with VOSviewer were used in this research. Data sources were taken from the Google Scholar database in the period 2014–2023. The total number of documents found during the last 11 years was 921. The results showed that the development of ABR has generally experienced unstable changes over the past 11 years. The development of ABR is still experiencing ups and downs. From 2013 to 2014, ABR research experienced a decrease from 43 to 33 documents; from 2014–2015 experienced an increase from 33 to 50; from 2015–2016 experienced a slight increase from 50 to 51; and from 2016–2017 experienced an increase from 51 to 70. 2017-2018 remained from 70 to 70, then 2018-2019 experienced an increase from 70 to 82, 2019-2020 experienced an increase from 82 to 101, 2020-2021 again experienced a significant increase from 101 to 128, 2021-2022 again increased from 128 to 151, and in 2022 there was a decrease from 151 to 142. Based on this analysis, it can be concluded that the trend of ABR research from year to year has not been stable. In other words, ABR research still experiences ups and downs. However, overall, there has been an increase. Thus, research on ABR still needs to be done
KESANTUNAN BERBAHASA BUJANG DAN GADIS MASYARAKAT SUKU PASEMAH BENGKULU DALAM KOMUNIKASI “BEGADISAN” DI YOGYAKARTA (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa bujang dan gadisdalam komunikasi begadisanmasyarakat Pasemah Bengkulu yang ada di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan merekam. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan, yaitu mencatat atau memindahkan, mengklasifikasikan, menjelaskan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi antara bujang dan gadis saat begadisan sangat memperhatikan kesantunan dalam berbahasa.Kesantunan berbahasa dilihat berdasarkan teori prinsip kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Leech, yaitu prinsipmaksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kemufakatan, dan maksim simpati. Selain itu, kesantunan juga dapat dilihat dalam penggunaan kata ganti orang (sapaan). Kata sapaan tersebut, yaitukamu dan kami. Secara teoritis penelitian ini dapat bermanfaat untuk memperluas khasanah ilmu pengetahuan di bidang kajian linguistik khususnya pada kajian sosilinguistik dalam hal ini sosipragmatik. Secara praktis dapat menambah pengetahuan bagi pembaca terhadap penggunaan bahasa dalam tradisi begadisan. Selain itu, bisa menjadi sumbangan pengetahuan bagi mahasiswa dan bagi dunia pendidikan, terutama dalam membina karakter anak didik yaitu, bagaimana menggunakan bahasa yang santun, cara berbicara, berkomunikasi dengan lawan bicara baik dengan orang yang lebih tua atau dengan teman sebaya
ANALISIS KARAKTER TOKOH DALAM CERITA PROSA RAKYAT ETNIK BENGKULU UNTUK MATERI PEMBELAJARAN SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan folklor lisan cerita prosa rakyat yang terancam punah melalui pembelajaran sastra sebagai upaya pemertahanan local wisdom etnik Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi. Informan yang dipilih adalah baik laki-laki perempuan yang menguasai atau memahami folklor (cerita rakyat) dan juga memahami budaya setempat. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah observasi, wawancara, rekaman, dan atau mencatat dari sejumlah informan secara sengaja maupun tidak dengan mengikuti prinsip-prinsip baku dalam pengumpulan folklor. Lokasi penelitian adalah di wilayah Provinsi Bengkulu. Teknik keabsahan data adalah dengan mengonsultasikan data (validasi data) kepada pihak ahli (masyarakat). Teknik analis data yaitu mengklasifikasi, mentranskripsi dan penyuntingan, mentransliterasi, dan menyimpulkan. Berdasarkan nilai pendidikan karakter yang ditemukan dalam cerita rakyat etnik Bengkulu dapat disimpulkan bahwa dari 9 cerita yang terdiri dari 6 dongeng dan 3 legenda, semuanya relevan untuk materi pembelajaran sastra di SMP. Adapun nilai pendidikan karakter yang ditemukan yaitu: pemberani, cerdik, ikhlas, kerja sama, sabar, suka berbagi, patuh, dan kerja keras, pantang menyerah, menepati janji, rajin beribadah, tidak usil, dan sederhana
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PERSEPSI TENAGA PENDIDIK TERHADAP PEMBELAJARAN DARING SELAMA MASA PANDEMI: SEBUAH STUDI DI INSTITUSI NEGERI
This descriptive qualitative research investigated lecturers’ perception on online learning during the COVID-19 pandemic era. This turned out that most of the lecturers are keen on running the teaching and learning activities online despite some problems which might repeatedly occurred during the class. However, most of the participants think that the online learning is difficult to do albeit they like it. Then, discussion is the most favorable method to do in the online learning activities. Some possible suggestions for future actions is needed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
