SWARA
Not a member yet
91 research outputs found
Sort by
PELATIHAN KESENIAN BANGRENG PANGGUGAH PUSAKA DI DESA TANJUNGKARANG TASIKMALAYA
ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Pelatihan Kesenian Bangreng Panggugah Pusaka di Desa Tanjungkarang Tasikmalaya”. Tujuan penelitian yakni mengkaji proses pelatihan yang dilakukan terhadap anggota grup kesenian tersebut. Fokus penelitian yakni terkait kegiatan pelatihan yang dipimpin oleh Pak Didi Sukiman. Sampai saat ini pelatihan masih dilakukan sehingga grup kesenian tersebut masih bertahan. Menurut pelatihnya kegiatan pelatihan disamping menggali bakat seni juga bertujuan turut melestarikan keberadaan seni bangreng di daerah tersebut. Metode dalam penelitian ini yakni deskriptif analitik yang bertujuan menggambarkan persiapan,, proses dan hasil pelatihannya. Untuk memperoleh data-data penelitian dibantu dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini memberi gambaran bahwa: kegiatan pelatihan melalui tahap-tahap yakni: perencanaan waktu yakni setiap sabtu atau minggu malam, mulai dari pukul 20.00-23.00 WIB, materi berupa gending-gending yang dimulai dari jenis gending satu wilet, dua wilet dan gending posisi khusus; pelatih juga mengundang seniman serta masyarakat untuk kegiatan berlatih; berdasarkan prosesnya yakni menggunakan metode andragogi yang mana pendekatannya secara kekeluargaan, sesuai kondisi. Metode berlatih antara lain ceramah, instruksi, demonstrasi, metode simulasi, dan metode diskusi. Hasil pelatihan akan dapat diamati dari bertambahnya skill para anggota khususnya dalam teknik memainkan gamelan dan penguasaan materi gending, pada waktu khusus hasil latihan ditampilkan dalam acara pertunjukkan.Kata Kunci : Pelatihan, Kesenian Bangren
Pembelajaran Musik Ansambel dalam mata pelajaran Seni Budaya melalui Media Daring di SMPN 13 Tasikmalaya
Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan musik Untuk mengatahui proses penyusunan materi pembelajaran yang dilakukan oleh guru melalui media daring pada pembelajaran musik ansambel di SMPN 13 Tasikmalaya. Untuk mengaetahui pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru melalui media daring dalam pembelajaran musik ansambel di SMPN 13 Tasikmalaya. Untuk mengetahui hasil yang dicapai dalam pembelajaran musik ansambel melalui media daring di SMPN 13 Tasikmalaya. Hasil penelitian dalam pembelajaran musik ansambel melalui media daring di SMPN 13 Tasikmalaya, berdasarkan penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran mengacu pada indikator. Indikator pencapaian kompetensi yaitu siswa mampu menguraikan cara memainkan alat musik ansambel Gamelan dan memainkan alat musik sesuai lagu yang dinyanyikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran melalui media dalam jaringan sangat tergantung pada kondisi kesiapan siswa masing-masing
Extracurricular band as a vehicle for improving students' musical competence of SMA Negeri 3 Cimahi
Extracurricular band is one of the activities that offers opportunities for students to learn to play musical instruments, sing and collaborate with peers in forming a music group. Students' musical competence plays a significant role in shaping the process and results of learning development in band activities. Lack of attention to the condition of student competence, motivation and student interest has led to a lack of improvement in their musical experience, so researchers conducted extracurricular band learning activities with the aim of improving student musical competence. This study used a qualitative research design with a classroom action research method approach (PTK) with the implementation of two cycles aimed at determining the success of the learning activities carried out. This study shows that there is an increase in student competence through a variety of methods, namely the imitation method, lecture method, demonstration method, drill method and assistance by researchers as well as with peer approach strategies and guide on the side to students during learning.Keywords: Extracurricular Band, Music Competence, Improvemen
RE-ARANSEMEN LAGU “EMUT BAE” CIPTAAN DEDDY ODOY UNTUK ENSEMBLE STRING QUINTET
Penelitian penciptaan ini berjudul “RE-ARANSEMEN LAGU “EMUT BAE” CIPTAAN DEDDY ODOY UNUTK ENSEMBLE STRING QUINTET”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana harmonisasi lagu emut bae yang populer di masyarakat, bagaimana re-aransemen yang digarap oleh peneliti, serta bagaimana aplikasi re-aransemen dalam bentuk string quintet kepada para musisi.. Untuk menjawab semua pertanyaan penelitian, maka dilakukan metode penelitian artistik (artistic research) yakni seniman itu sendiri yang meneliti dengan hasil luarannya adalah karya seni. Dalam metode ini, karya seni bukan sebagai objek akan tetapi sebagai subjek. Berdasarkan hasil temuan penelitian, bahwa harmonisasi lagu emut bae yang populer di masyarakat terdapat dua versi. Versi Hetty Koes Endang dan Nining Meida. Re-aransemen yang digarap peneliti berbentuk simulasi melalui software notasi. Dengan menggunakan VST (Virtual Sound Technology) sebagai media untuk para musisi berlatih. Latihan dilaksanakan melalui dua tahapan. Yang pertama latihan individual dan latihan bersama. Terdapat banyak penyesuaian antara notasi yang dibuat oleh peneliti sebagai simulasi kepada para musisi. Dengan adanya latihan bersama, berbagai permasalahan terkait karya penciptaan dapat terselesaikan dengan diskusi bersama para musisi. Hasil akhir dari penelitian penciptaan ini dibuat pengambilan video dan audio yang di rekam secara langsung lalu di publikasikan secara daring
PEMANFAATAN VSTI SEBAGAI MEDIA PENCIP[TAAN MUSIK OLEH IWAN GUNAWAN
ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti terhadap karya-karya musik yang dibuat oleh Iwan Gunawan dalam menggunakan teknologi virtual instruments dan hasil dari karya tersebut terdengar sangat realistis meskipun menggunakan virtual instruments yang umumnya terdengar kaku dan monoton. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui VSTi apa saja yang digunakan Iwan Gunawan dalam membuat karya “Migrations” dan apa saja tahapan yang dilalui oleh Iwan Gunawan dalam memanfaatkan VSTi sebagai media penciptaan musik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu analisis dokumen, observasi, wawancara, dan studi literatur yang bertujuan untuk memberikan gambaran apa saja VSTi yang digunakan dan bagaimana tahapan yang dilalui dalam membuat karya “Migrations” tersebut oleh Iwan Gunawan. Temuan yang peneliti dapatkan adalah Iwan Gunawan menggunakan sebanyak tiga belas VSTi yang beragam jenis dan peruntukannya. Adapun tahapan yang dilalui Iwan Gunawan dalam membuat karya “Migrations” menggunakan teknologi VST adalah (1) melakukan interpretasi terhadap sajian film yang akan dibuat film scoring-nya tersebut. (2) Melakukan eksplorasi terhadap VSTi apa yang akan digunakan. (3) Membuat dan merekam data MIDI untuk trek VSTi tersebut. (4) Melakukan mixing, mastering, dan export terhadap project file yang telah dibuat. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa kualitas dari VSTi sangat mempengaruhi kesan realistis dari instrumen tersebut, kreativitas dari pengguna VSTi juga mempengaruhi apakah VSTi tersebut akan terdengar realistis atau tidak dan dibutuhkan perangkat yang mumpuni agar VSTi dapat berjalan dengan baik.Kata kunci: virtual instruments, penciptaan musik
BIBLIOMETRIC ANALYSIS USING VOSVIEWERS WITH PUBLISH OR PERISH OF “ART-BASED RESEARCH”
The purpose of this research is to analyze the trend of art-based research (ABR) using the bibliometric analysis method assisted by mapping analysis. The bibliometric analysis method and mapping analysis with VOSviewer were used in this research. Data sources were taken from the Google Scholar database in the period 2014–2023. The total number of documents found during the last 11 years was 921. The results showed that the development of ABR has generally experienced unstable changes over the past 11 years. The development of ABR is still experiencing ups and downs. From 2013 to 2014, ABR research experienced a decrease from 43 to 33 documents; from 2014–2015 experienced an increase from 33 to 50; from 2015–2016 experienced a slight increase from 50 to 51; and from 2016–2017 experienced an increase from 51 to 70. 2017-2018 remained from 70 to 70, then 2018-2019 experienced an increase from 70 to 82, 2019-2020 experienced an increase from 82 to 101, 2020-2021 again experienced a significant increase from 101 to 128, 2021-2022 again increased from 128 to 151, and in 2022 there was a decrease from 151 to 142. Based on this analysis, it can be concluded that the trend of ABR research from year to year has not been stable. In other words, ABR research still experiences ups and downs. However, overall, there has been an increase. Thus, research on ABR still needs to be done
“Revolution”: Pengolahan Bunyi Extended Pada Komposisi Musik untuk Brass Quartet
Penelitian penciptaan ini berjudul: “Revolution”: Pengolahan Bunyi Extended Pada Komposisi Musik Untuk Brass Quartet. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi ekspresif dan inovatif dari instrumen saxophone dan dalam konteks brass quartet melalui pemanfaatan teknik extended, khususnya teknik slap tonguing. Saxophone, yang umumnya dikenal sebagai alat melodis, akan dijelajahi lebih lanjut untuk mengubah fungsinya menjadi alat perkusif dengan melalui penerapan teknik extended tersebut. Penelitian ini dimulai dengan observasi mendalam terhadap teknik-tentik extended, khususnya slap tonguing pada saxophone, yang bersumber dari sumber-sumber online dan literatur yang terkait. Identifikasi dan pemahaman teknik ini menjadi dasar untuk proses komposisi. Dalam tahap komposisi, dan teknik extended pada saxophone diintegrasikan ke dalam struktur karya musik untuk brass quartet. Penulis mengutamakan eksplorasi timbral dan ritmis yang melibatkan saxophone sebagai alat perkusif, menciptakan dinamika baru dalam konteks ensamble brass quartet. Uji coba prakomposisi dan revisi dilakukan untuk memastikan kohesivitas dan efektivitas penggunaan teknik extended, terutama slap tonguing. Karya musik yang dihasilkan akan direkam dan didokumentasikan sebagai bukti konkret dari eksplorasi konsep ini. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang potensi ekspresif instrumen saxophone dalam konteks ensamble brass quartet, serta membuka peluang baru dalam penggunaan teknik extended untuk merancang karya musik yang inovatif dan dinamis
EXTRACURICULAR MUSIC ACTIVITIES MIXED ASSEMBLE OF SETIABUDHI ADVENT JUNIOR HIGH SCHOOL AT BANDUNG 2nd ADVENT COLLEGE
This thesis is entitled "EXTRACURICULAR MUSIC ACTIVITIES MIXED ASSEMBLE OF SETIABUDHI ADVENT JUNIOR HIGH SCHOOL AT BANDUNG 2nd ADVENT COLLEGE". This research aims to determine the use, application, and impact of learning methods on mixed ensemble music extracurricular activities at Setiabudhi Adventist Middle School, Bandung. Researchers conducted this research with the aim of seeing how learning methods can have an effect on improving students' musical abilities. Based on the research results, the mixed ensemble music extracurricular learning activity at Setiabudhi Adventist Middle School in Bandung using the peer tutoring approach method can help students improve their musical abilities to achieve the goal of the learning activity, namely being able to display learning outcomes in church services which are carried out every quarter
THE USE OF RELAXATION MUSIC THERAPY IN MATHEMATICS LEARNING TO OVERCOME STUDENTS' BOREDOM AT SMA BPI 1 BANDUNG
Many factors can prevent students from achieving optimal learning outcomes, including academic pressure. Mathematics is the most stressful subject for many students. Not only do they find it difficult, but they also consider it a scary and stressful subject. The pressure experienced can cause stress, disrupting the students' learning process both physically and psychologically. If not managed well, this stress can lead to boredom. Providing support to students experiencing learning boredom is crucial in addressing learning problems. One way to address this issue is by using music as a therapeutic medium to reduce the level of boredom in learning. This research aimed to examine the application and results of using relaxation music therapy in mathematics learning to overcome learning boredom at SMA BPI 1 Bandung. The method used in this research was Classroom Action Research. The research began with the pre-planning stage of identifying problems and implementing actions over three cycles. The results show that the application of relaxation music therapy in mathematics learning was carried out in three stages: during the initial activity without therapeutic instructions, during the core activity with therapeutic instructions, and during the pause activity when students worked on practice questions. The use of music therapy reduced the number of students experiencing boredom and lowered the level of boredom.Keywords : Therapy, Relaxation Music, Mathematics, Boredo
"Ekosuar Bersama: Mengangkat Kesadaran Bahaya Volume Tinggi melalui Pendidikan Seni Musik untuk Mahasiswa dan Masyarakat
Menurut WHO, ada 1,5 miliar penduduk di dunia mengalami gangguan pendengaran, sebagian besar yakni remaja. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan remaja yang seringkali mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras. Selain itu, masyarakat awam menganggap bahwa semakin keras volume sebuah pertunjukkan musik, maka semakin bagus pertunjukkan musik tersebut. Misalnya, pertunjukkan musik di acara perayaan pernikahan, khitanan, atau hiburan pesta rakyat, seringkali volume musiknya diatur agar terdengar sejauh 5 km. Berdasarkan hasil angket dari 28 mahasiswa, mereka mengatakan bahwa pertunjukan musik sebagai contoh seperti acara pernikahan, pesta, hiburan, khitanan biasannya menggunakan intensitas volume yang cukup tinggi hingga rekor terjauh dapat terdengar hingga 5 km.Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa dalam pembelajaran mengenai ilmu akustik dibutuhkan sebuah inovasi pembelajaran dengan substansi yang menarik, sederhana (tidak rumit), dapat mudah dipahami oleh mahasiswa dan masyarakat umum, serta bagaimana langkah langkah yang dapat diambil untuk memperkuat edukasi akustik, mengatasi tantangan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya volume tinggi dalam pertunjukan musik.Kata kunci:Pendengaran., volume musik, ilmu akustik, edukasi mahasiswa, Masyarakat