321 research outputs found
ANALISIS SEMIOTIKA TRANS WOMAN BETWEEN COLOUR AND VOICE KARYA YOPPY PIETER
Trans Woman Between Colour and Voice adalah karya milik seorang fotografi Storyteller, dokumenter Yoppy Pieter. Mengisahkan tentang kehidupan para komunitas termajinalkan atau disebut juga dengan kaum yang terpinggirkan oleh kehidupan sosial di lingkup masyarakat. Komunitas tersebut berada di daerah Jabodetabek. Karya nya mendapatkan penghargaan di ajang fotografi internasional Wellcome Photography Price. Lingkup persoalan pada penelitian ini ialah, mengenai bagaimana penulis dapat mengetahui makna yang terkandung dalam karya foto tersebut dengan menerapkan analisis semiotika Roland Barthes yang memiliki 3 tahap. Tahap pertama denotasi, tahap kedua konotasi, dan tahap ketiga mitos. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Penelitian ini akan diuraikan mengenai makna pada simbol-simbol yang terdapat pada karya foto tersebut. Simbol merupakan sesuatu yang mengandung (tanda, kata, dan isyarat) yang dipergunakan untuk mewakili sesuatu yang lain seperti sebuah gagasan, abstraksi, sebuah objek. Hasil penelitian, penulis menemukan makna mendalam terhadap kehidupan para transpuan yang dituangkan dalam sebuah karya fotografi, dimana mereka dapat bertahan hidup ditengah kesulitan masa Covid-19. Fotografi tidak hanya sebagai media yang dapat merekam gambar, atau memvisualisasikan sesuatu berita, informasi dalam bentuk gambar. Fotografi memiliki fungsi lainnya yakni menyampaikan pesan dalam bentuk visual. Trans Woman Between Colour and Voice adalah karya milik Yoppy Pieter yang dimuat dalam majalah besar seperti National Geographic: 2020 dalam bentuk dokumenter, dan memenangkan ajang Wellcome Photography Prize. Yoppy mengangkat persoalan “Kondisi Transpuan di Jabodetabek Saat Pandemi Covid-19”. Penulis mengambil 5 sampel foto dari artikel beritaWellcome Photopgraphy Price untuk dianalisis. Pandangan objektif para Transpuan yang pada saat itu diabadikan kehidupannya oleh Yoppy Pieter mengalami serangkaian sulitnyamenjalani kehidupan di era wabah pandemi Covid-19. Kata kunci, Trans Woman, storyteller, simbol, komunitas, Pandemi Covid-1
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI MUSEUM POS INDONESIA
ABSTRAK
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI MUSEUM POS INDONESIA
Oleh
Yoppy Ramadhoni
NIM: 1401110397
Beragamnya peninggalan sejarah dari nenek moyang membuat generasi penerus harus melestarikan peninggalan tersebut sebagai bukti dimulainya suatu peradaban. Cara menjaga dan melestarikan peninggalan masa lampau tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan media museum sejarah. Dalam menghadapi fenomena tersebut, di Kota Bandung, Jawa Barat terdapat sebuah museum yang merekam sejarah panjang komunikasi umat manusia melalui surat menyurat yaitu Museum Pos Indonesia. Hanya saja permasalahan muncul ketika animo masyarakat untuk berkunjung sangat kecil sehingga membuat tidak tercapainya target pengunjung yang diharapkan, hal ini dikarenakan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap museum ini.
Untuk menyelesaikan permasalahan diatas, Penulis berusaha memperoleh data yang dibutuhkan melalui metode observasi pada objek penelitian, studi pustaka dengan membaca dan mengumpulkan literatur, wawancara narasumber terkait dan membagikan kuisioner kepada responden yang mewakili target audience yang akan disasar serta melakukan metode analisis dengan menggunakan matrik. Setelah data diperoleh, selanjutnya Penulis melakukan perancangan media promosi dengan menggunakan konsep kreatif dari pendekatan remaja pada saat ini yaitu dinamis, energik dan trendi serta termasuk didalamnya kesukaan remaja terhadap fenomena selfie-groufie. Media-media yang digunakan dalam perancangan Tugas Akhir ini adalah poster, brosur, iklan majalah, maskot, banner website, instagram, facebook, twitter, flyer, t-shirt, dan stiker.
Diharapkan dengan adanya perancangan Tugas Akhir ini, akan mampu membantu Museum Pos Indonesia dalam memenuhi target pengunjung yang diinginkan sekaligus merancang media promosi yang tepat sehingga masyarakat lebih mengetahui keberadaannya. Selain itu, penulisan ini juga diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang membutuhkan.
Kata Kunci : Media Promosi, Museum, Museum Pos Indonesia, Desain Retr
Pelatihan Pembukuan Sederhana, Proposal Analisis Kredit, Sosialisasi Perijinan Danstrategi Marketing Online Bagi Umkm Jenis Usaha Kuliner Di Kota Bandung
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, Vol. 01 No. 02, Maret 2017 ISSN : 2528-2190 ;
Mery M ([email protected]) ; Yoppy P ([email protected]) ; Rochadi S ([email protected]) - SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI EKUITASUsaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) merupakan faktor penunjang perekonomian Negara. Mitra kerja dari pengabdian ini adalah beberapa UMKM di bidang kuliner yang tersebar di kota Bandung, berjumlah kurang lebih 24 UMKM. Kota Bandung yang menjadi salah satu tujuan wisata dengan kulinernya yang menarik dan khas, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Secara ekonomis kondisi ini sangat menguntungkan bagi masyarakat pengusaha mikro, kecil dan menengah dibidang kuliner yang ada di Kota Bandung, jika mereka bisa melakukan pembukuan dengan baik.Tetapi para pengusaha kuliner tersebut mengaku kesulitan didalam melakukan penghitungan biaya produksi dan modal usaha. Selain itu, para UMKM tersebut sangat awam mengenai perijinan. Perijinan dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengembangkan usahanya. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tujuan untuk membantu masyarakat yang telah mempunyai usaha, yaitu usaha di bidang kuliner. Adapaun permasalahan yang dihadapinya antara lain: 1). pembukuan yang tidak rapi; 2). Perijinan; 3). Modal usaha; dan 4) sistem pemasaran yang masih terbatas di lingkungan tertentu dan di kisaran Jawa Barat. Solusi yang diberikan berupa pelatihan mengenai pembukuan sederhana, sosialisasi perijinan, proposal analisis kredit dan strategi pemasaran melalui media elektronik
Home: Photographs by Lim Sokchanlina and Yoppy Pieter
Photography by Cambodian artist Lim Sokchanlina (b.1987) in his National Road Number 5 series and Indonesian artist Yoppy Pieter’s (b.1984) Saujana Sumpu series interpret the notion of placemaking. Sokchanlina and Pieter portray a fraught relationship between place and identity, integrating a sense of belonging integral to a residence and connecting the medium of photography with the appeal of a home. This article explores the conceptual and aesthetic strategies used by the artists to convey the personal and communal history of place in Cambodia and Indonesia. The artists explore a three-fold intent of place, as having a geographical presence, as an environment to conduct social relations, and as an entity encouraging inherent attachment, constantly shifting between the various connotations, creating intermediary nuances between the meanings. Their methodology of using placemaking to deconstruct the traditional model of a home using contemporary art with a community’s heritage creates a unique Southeast Asian identity. The interaction between people and spaces, the configuration of values and identities, and the manifestation of personal and collective memory consolidate the idea of placemaking with the aesthetics of home
STRATEGI MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT BIGINUSINDO PERMAI DALAM MEMPERTAHANKAN KEPERCAYAAN PEMBERI LISENSI
STRATEGI MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT BIGINUSINDO PERMAI DALAM MEMPERTAHANKAN KEPERCAYAAN PEMBERI LISENS
Perkembangan Motif Sineas Film Indie dalam Menghadapi Industri Film Mainstream
<em>The research aims to review to review determine the effect and its impact raised by motive - a motive the ada in the hearts period travel time history of film short against cinematographer-filmmaker as principal especially filmmakers left path (indie). The used platform theory research hearts singer adopts from theory commodification media vincent mosco. Singer helped shift theory understanding the motive filmmakers working hearts differences fundamental basis of political pressure economic happens under with demands regime. The method used is descriptive qualitative research methods. Data collection techniques through observation of the environment of an independent film live and in-depth interviews with speakers including mr. Yang prayer orangutan direct contact 'with realm of research. Coupled with study to review the literature references adding insight research. And that was concluded change appears motif among indie film cinematographer it is true the situation is closely linked to the mainstream industry, konstilasi politics, and the orientation of capitalism. Necessary their one thing is clear and systematic regulation from the government to the future movement of currents sidestream (indie) more with good operates professionally arranged, the air so that the contribution of indie cinema film land for progress can feels good to yourself indie filmmakers as well as those of its main industries.</em></jats:p
Questionnaire data on teacher beliefs about educational research
The data were collected by a questionnaire on teachers' beliefs about research developed by the researchers. Studies on teacher perception about research were used to develop the questionnaire items. The questionnaire was written in Bahasa Indonesia, and then was validated by three educational experts as well as researchers. The questionnaire draft consisted of 72 items with a 6 point scale ranging from 1 (strongly disagree) to 6 (strongly agree). Exploratory factor analysis was performed to generate the best-fit factor structure and to reveal the best indicators for measuring each factor
“Perekam/Pemutar Suara Digital Menggunakan Secure Digital Card (SD Card) Sebagai Media Penyimpan”
Dalam desain elektronika yang membutuhkan media penyimpan data berukuran kecil, seseorang cukup menggunakan EEPROM. Namun ada kalanya juga suatu desain membutuhkan media penyimpan yang berkapasitas besar. Dalam hal ini, EEPROM tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan tersebut karena sulit sekali mencari EEPROM berkapasitas 256 kbyte sekalipun. Sementara itu, ada sebuah media penyimpan berkapasitas besar yaitu Secure Digital Card (SD Card). Saat ini kapasitas SD Card mencapai 8 GB dengan harga yang relatif murah. SD Card berkomunikasi dengan devais lain menggunakan interface SPI.
Dalam penelitian ini, SD Card digunakan sebagai media menyimpan data berupa suara ( voice ) dalam sistem perekam/pemutar suara digital. Alat perekam/pemutar suara digital ini dirancang dengan kemampuan menangani sistem file FAT16. Hasil rekaman disimpan dalam format file WAV. Dengan frekuensi sampling 8 kHz/8 bit, SD Card 512 MB dapat menyimpan suara hingga 18 jam. Alat ini dapat melakukan fungsi merekam, memutar, menghapus, stop , pause , lompat ke file berikutnya, dan lompat ke file sebelumnya.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara umum alat sudah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dalam perancangan. Hanya saja, pada proses perekaman masih terjadi delay selama 0,026 sekon dalam setiap interval 2,048 sekon. Sedangkan pada proses pemutaran terjadi delay 0,014 sekon dalam setiap interval 2,048 sekon
Penerapan Control Self-Assessment dalam Meningkatkan Internal Control pada Siklus Pendapatan di Primagama Cabang Y Surabaya
Perkembangan jaman telah membawa perubahan-perubahan pada
berbagai hal, salah satunya adalah audit. Teknik audit merupakan salah satu
hal yang terns berubah dan berkembang dari waktu ke waktu. Perubahan
tersebut merupakan dampak dari penyesuaian atas tuntutan jaman $n
perubahan dari tujuan audit dan objek audit. Perubahan-perubahan tersebut
juga berpengaruh pada penilaian atas pengendalian yang diterapkan pada
suatu organisasi
Pada perkembangannya penilaian atas pengendalian tidak Jagi
dilakukan oleh auditor seorang diri. Hal terse but didasarkan atas lingkungan
yang dihadapi seorang auditor yang beraneka ragam dimana pengetahuan
seorang auditor tidak mungkin memadai untuk dapat memahami semuanya.
Sebaliknya, karyawan-karyawan yang ada dalain suatu organisasi adalah
orang yang memiliki pemahaman mendalam akan segala sesuatu yang ada
dalam area operasional mereka termasuk di dalamnya penilaian akan
pengendalian. Untuk itu didaJam perkembangannya penilaian atas
pengendalian tidak hanya dilakukan oleh auditor saja namun dapat
dilakukan sendiri oleh pihak yang terkait atas objek pengendalian.
Control Self-Assessment merupakan suatu audit tool dimana
penilaian atas pengendalian tidak Iagi dilakukan oleh auditor namun
dilakukan oleh karyawan pada organisasi yang menjadi objek audit.
Diharapkan melaJui penerapan hal ini dapat meningkatkan internal control
pada Primagama Cabang "Y"
Pelatihan Pengenalan Pemodelan 3 Dimesi untuk Guru dan Siswa SMA dan SMK Negeri Kota Palembang
Keterampilan pembuatan pemodelan 3 dimensi sangat dibutuhkan pada masa sekarang, karena untuk meningkatkatkan kualitas sumber daya manusia terutama anak - anak muda yang menempuh jenjang pendidikan SMA dan SMK beserta gurunya, maka diperlukan pelatihan pengenalan pemodelan 3 D, yang telah diselengarakan dengan peserta 20 orangdengan hasil pelatihan yang memuaskan
- …
