1,250 research outputs found

    Hama Beads: ciencia en tu bolsillo: taller

    No full text
    Apto para público con discapacidad: Personas con discapacidad auditiva; Personas con discapacidad cognitiva/intelectual; Personas con TEA (Trastorno del Espectro Autista)Edad recomendada: 0-6 años; 6-12 años; 12-16 años; 16-18 años; Público adulto; Apto para todas las edadesTipos de público: Todos los públicos; Apto para públicos con discapacidad; Estudiantes de Infantil; Estudiantes ESO; Estudiantes Primaria; Personas mayores; Público familiar; Público general; Público infantilEl recurso ha formado parte del evento: La Noche de la Investigación; Semana de la Ciencia y la Tecnología; Día de la Mujer y la Niña en la Ciencia (11F); Feria de la CienciaEn este taller los participantes aprenden a representar virus, bacterias, elementos de laboratorio y otras formas divertidas de la biología molecular mientras crean llaveros personalizados con hama beads. Esta actividad es apta para todos los públicos, desde menores en edad escolar (primaria o ESO) hasta personas mayores de 65 años.Peer reviewe

    First description of myxozoans from Syria: novel records of hexactinomyxon, triactinomyxon and endocapsa actinospore types

    No full text
    Oligochaete worms collected in late March and early April 2005 from 3 freshwater biotopes in Syria were surveyed over an 11 wk period for myxosporean parasites (Myxozoa). Three types of novel actinospore stages were identified from 1 host species, Psammoryctides albicola. A hexactinomyxon was found in 6 P. albicola (7.5%) collected from a branch of the River Orontes, north of the city of Hama. A triactinomyxon and an endocapsa were found in single P. albicola specimens from the Al-Thaurah region of the Euphrates River (Lake Assad). No oligochaetes collected from Al-Ghab fish farm (Orontes region) released actinospores during the observation period. The present study is the first description of myxosporeans, including actinospore stages, from Syria. The 3 types described herein differ morphologically and molecularly (18S rDNA) from published records

    Λ and Λ¯ polarization in Au–Au collisions at RHIC

    No full text
    AbstractExperiments at RHIC have shown that in 200 GeV Au–Au collisions, the Λ and Λ¯ hyperons are produced with very small polarizations (Abelev et al., 2007) [1], almost consistent with zero. These results can be understood in terms of a model that we proposed (Barros and Hama, 2008) [2]. In this Letter, we show how this model may be applied in such collisions, and also will discuss the relation of our results with other models, in order to explain the experimental data

    DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT BENIH KENTANG

    No full text
    Skripsi yang berjudul ‘Diagnosa Hama dan Penyakit Benih Kentang’ ini dibuat dengan dilatar belakangi bahwa setiap tahun kebutuhan benih kentang bermutu serta bebas dari hama dan penyakit tidak tercukupi, karena sistem untuk mendeteksi benih kentang belum terbentuk secara sempurna sehingga masih belum bisa mengenali dengan baik berbagai penyakit umum yang memicu timbulnya sejumlah hama dan penyakit benih kentang. Pembahasan utama dalam sistem ini adalah perancangan dan pembuatan sistem pakar untuk melakukan identifikasi dan memberikan informasi-informasi mengenai Benih kentang, seperti hama dan penyakit serta cara pengendalian. Metode inferensi yang digunakan dalam pembuatan sistem pakar ini adalah penalaran maju (forward chaining), sedangkan teknik pencariannya menggunakan metode depth-first search. Sistem ini dibuat dengan menggunakan Turbo Prolog 2.0, yang merupakan bahasa pemrograman deklaratif, di mana masalah akan diselesaikan secara deduktif, yaitu dari beberapa fakta dan aturan akan diturunkan suatu kesimpulan sebagai jawaban. Penentuan diagnosa dalam sistem pakar ini dilakukan melalui proses konsultasi antara sistem dengan pemakai, sistem akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai gejala-gejala benih kentang kepada pemakai, kemudian pemakai akan menjawab pertanyaan tersebut dengan menekan tombol y apabila benar atau ya dan tombol t apabila salah atau Tidak. Sistem ini tidak memberikan hasil diagnosa sementara. Jawaban yang dimasukan pemakai akan disesuaikan dengan aturan yang berada di dalam sistem. Jika jawaban yang dimasukan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka sistem ini akan memberikan hasil diagnosa hama dan penyakit benih kentang berupa pesan, misalnya “penyakit nematoda sista”, beserta informasi-informasi lainnya mengenai hama dan penyakit benih kentang tersebut. Dan sebaliknya jika jawaban yang dimasukan tidak sesuai dengan aturan, maka sistem akan memberikan informasi berupa pesan “maaf, hama dan penyakit benih kentang anda tidak dapat terdiagnosa”. Diharapkan sistem ini dapat memudahkan masyarakat untuk mendiagnosa hama dan penyakit benih kentang yang berada di daerah pertanian secara mandiri, cepat, dan tepat, tanpa harus melakukan konsultasi ke pakarnya atau ke Dinas Pertanian. Kata kunci : sistem pakar, Forward chaining, depth-first search, diagnosa hama dan penyakit benih kentang, prolo

    Inventarisasi Parasitoid Hama Penggulung Daun Pisang (Erionota Thrax L.) Di Kota Metro Dan Sekitarnya Provinsi Lampung

    No full text
    Kota Metro merupakan salah satu daerah penghasil pisang di Provinsi Lampung, dan mempunyai potensi yang menjanjikan apabila dikembangkan secara maksimal. Dalam budidaya tanaman pisang banyak faktor yang dapat menjadi kendala, diantaranya adalah serangan hama. Salah satu hama yang sering menyerang tanaman pisang adalah hama penggulung daun pisang (Erionota thrax L). Saat ini pengendalian organisme pengganggu tanaman (opt) yang ramah lingkungan terus dikembangkan, antara lain adalah dengan memanfaatkan musuh alami dalam penerapan pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan untukmenginventarisasi parasitoid hama penggulung daun pisang (E. thrax) serta menghitung persentase parasitasinya di Kota Metro dan sekitarnya, Provinsi Lampung. Pada penelitian ini digunakan metode survei lapang dengan mengambil sampel hama pada 4 kecamatan dengan tiap kecamatan diambil 2 desa pengamatan. Hasil penelitian yang didapat adalah ditemukannya berbagai jenis parasitoid di Kota Metro dan sekitarnya yaitu Brachymeria sp., Xanthopimpla sp. dan Famili Tachinidae.Tingkat parasitasi berbagai jenis parasitoid tertinggi ditemukan di Kecamatan Metro Pusat sebesar 25 %

    Valorization and exploration of historical sites in Alto Hama: Socioeconomic Development Strategy

    No full text
    La valorización de sitios históricos representa una oportunidad estratégica para el desarrollo socioeconómico regional. El objetivo de este estudio es analizar estrategias para la valorización de sitios históricos del municipio de Alto Hama como motor de desarrollo económico y social. La investigación empleó un diseño descriptivo-exploratorio de naturaleza mixta, con una muestra aleatoria de 75 personas de un universo de 150. Se utilizaron entrevistas estructuradas, observación directa y análisis de viabilidad económica. Los datos se procesaron mediante IBM SPSS versión 27 y Microsoft Office Word. Los resultados evidencian que la implementación de estrategias de valorización puede generar empleos, atraer inversiones turísticas y fortalecer la identidad cultural local. Las principales barreras identificadas incluyen deficiencias en infraestructura, limitado marketing turístico y escasa participación comunitaria. La propuesta incluye desarrollo de rutas turísticas, capacitación de guías locales, mejoramiento de accesos y implementación de programas educativos patrimoniales. Se concluye que la valorización sistemática de sitios históricos en Alto Hama puede transformar el municipio en destino turístico reconocido, preservando el patrimonio cultural y promoviendo el desarrollo sostenible de la región.The enhancement of historical sites represents a strategic opportunity for regional socioeconomic development. The objective of this study is to analyze strategies for the enhancement of historical sites in the municipality of Alto Hama as an engine of economic and social development. The research employed a descriptive-exploratory design of mixed nature, with a random sample of 75 people from a universe of 150. Structured interviews, direct observation, and economic viability analysis were used. Data were processed using IBM SPSS version 27 and Microsoft Office Word. The results show that implementing enhancement strategies can generate jobs, attract tourist investments, and strengthen local cultural identity. The main barriers identified include infrastructure deficiencies, limited tourism marketing, and scarce community participation. The proposal includes developing tourist routes, training local guides, improving access, and implementing heritage education programs. It is concluded that systematic enhancement of historical sites in Alto Hama can transform the municipality into a recognized tourist destination, preserving cultural heritage and promoting sustainable development in the region

    Inventarisasi Hama Kelapa Sawit ( Elaeis Guineensis Jacq.) Pada Daerah Endemik Serangan Di Kabupaten Dharmasraya

    No full text
    Suatu daerah dikatakan endemik apabila terdapat laporan serangan OPT tertentu dalam skala besar. Daerah endemik serangan hama kelapa sawit dapat menjadi pedoman dalam mempelajari tingkat serangan hama di daerah tertentu. Ketinggian serangan hama pada daerah tertentu dapat menjadi acuan dalam menentukan teknik pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis hama yang menyerang tanaman kelapa sawit di daerah endemik Kabupaten Dharmasraya. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling. Sedangkan untuk pengambilan sampel dilakukan dengan koleksi langsung menggunakan tangan. Hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 353 individu serangga dari 4 ordo, 9 famili dan 14 spesies. Jumlah individu tertinggi berasal dari Coptotermes sp sedangkan yang terendah spesies Setora nitens. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman serangga endemik kelapa sawit menyerang sangat tinggi dengan total spesies yang ditemukan sebanyak 14 spesies

    Hubungan antara Pemberdayaan Kelompok Tani dengan Adopsi Inovasi Pengendalian Hama Terpadu Kakao

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antarapemberdayaan Kelompok Tani dengan Adopsi Inovasi pengendalian Hama terpadu Kakao. Metodeyang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus pada kelompok tani kakao TunasHarapan di Desa Tajungsari Rajadesa Ciamis. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasiRank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan kelompok tani kakaoTunas Harapan Desa Tanjungsari dalam melaksanakan pengendalian hama terpadu telahberhasil dengan nilai tertimbang sebesar 83, 5 persen. Persentase pemberdayaan termasukdalam klasifikasi tinggi. Demikian juga adopsi inovasi kelompok tani dalam pengendalian hamaterpadu menunjukkan katagori tinggi dengan nilai tertimbang 75 persen. Selain itu terdapathubungan antara pemberdayaan kelompok tani dengan adopsi inovasi pengendalian hamaterpadu kakao sebesar 49,1 persen yang termasuk dalam kriteria sedang. Dengan demikiansemakin diberdayakan suatu kelompok tani menyebabkan semakin tinggi tingkat adopsi inovasiterhadap pengendalian hama terpadu kakao pada kelompok tani Tunas Harapan DesaTanjungsari Rajadesa Ciamis

    Potensi Cendawan Entomopatogen Beauveria Bassiana (Balsamo) Vuillemin Untuk Mengendalikan Hama Boleng Cylas Formicarius F. Pada Tanaman Ubijalar

    No full text
    Potensi Cendawan Entomopatogen Beauveria Bassiana (Balsamo) Vuillemin untuk Mengendalikan Hama Boleng Cylas formicarius F. (Coleoptera: Curculionidae) pada tanaman ubijalar. Ubijalar merupakan salah satu tanaman umbi yang memiliki keunggulan sebagai alternatif penghasil karbohidrat. Hama boleng, Cylas formicarius, merupakan salah satu hama penting pada ubijalar yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas umbi antara 10–80%. Cendawan entomopatogen, Beauveria bassiana, berpotensi sebagai salah satu komponen pengendalian hama terpadu (PHT) yang dapat digunakan mengendalikan hama C. formicarius. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa cendawan B. bassiana dapat menyebabkan kematian pada C. formicarius hingga 90% dan efektif mengurangi kehilangan hasil sebesar 5%. Efektivitas cendawan entomopatogen B. bassiana dipengaruhi oleh kerapatan konidia, stadia serangga yang dikendalikan, waktu aplikasi, cara aplikasi serta frekuensi aplikasi. Oleh karena itu, pemanfaatan B. bassiana untuk mengendalikan C. formicarius dengan formulasi yang tepat sertadapat meningkatkan patogenisitas perlu dikaji lebih lanjut

    RANCANG BANGUN ALAT PEMBASMI HAMA WERENG BERTENAGA SURYA BERBASIS ARDUINO

    No full text
    AbstrakIndonesia merupakan negara tropis yang mayoritas penduduknya mengonsumsi nasi dan dapat dikatakan nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Nasi sendiri berasal dari beras yang berasal dari tanaman padi, maka tidak heran jika padi merupakan salah satu tanaman yang paling penting untuk menghasilkan makanan bagi masyarakat Indonesia. Banyak hal – hal yang dapat mengancam produksi tanaman padi, dan masalah utama yang paling sering menghambat atau bahkan menggagalkan produksi tanaman padi karena gagal panen adalah hama wereng. Salah satu solusi yang sering digunakan untuk mengatasi permasalahan hama wereng ini adalah dengan penggunaan pestisida, namun penggunaan pestisida tidak hanya dapat membasmi hama wereng namun juga dapat memberikan dampak negatif kepada petani padi, lingkungan disekitar area sawah, dan juga para konsumen. Solusi alternatif yang ditawarkan penulis adalah dengan membasmi hama wereng menggunakan metode lain selain penggunaan pestisida, yaitu dengan sengatan listrik. Namun, alat pembasmi hama wereng yang dirancang ini juga harus memperhatikan faktor ketersediaan sumber energi listrik. Penulis merancang alat pembasmi hama wereng dengan menggunakan kawat alumunium yang dialiri arus listrik dan menggunakan beban berupa lampu LED yang dapat memancing perhatian hama wereng. Karena beban hanya bekerja pada malam hari maka dilakukan pengujian arus dan tegangan yang dihasilkan oleh panel surya dan juga arus dan tegangan yang telah diturunkan oleh rangkaian buck converter dari 20,044V menjadi 12,729V yang menuju ke baterai untuk pengisian daya baterai pada siang hari. Waktu kerja alat ditentukan oleh LDR yang akan memberi sinyal masukan kepada modul relay HW-307 untuk meneruskan tegangan baterai kepada rangkaian beban. Konsumsi arus yang diperlukan beban sebesar 416mAh perhari, sedangkan pengisian baterai sebesar 461mAh perhari sehingga alat dapat bekerja secara terus – menerus.Kata kunci: Hama Wereng, Panel Surya, Buck Converter, MPPT, LDR.AbstractIndonesia is a tropical island whom the majority of the people are consuming rice as the staple food. Rice itself came from the rice plants, and so it isn’t any surprise that rice plants are one of the most important plants to produce food for Indonesian people. Many things can be a threat for the producement of rice plants, and one of the main problems that often hinder or even ruining the producement of rice is because of planthoppers. One of the most used solution for this problem is the usage of pesticide, but this can also give a negative effect onto the rice farmer, the surrounding environment of the rice fields, and to the consumer. Alternate solution offered by the author rather than keep using pesticide is to use an electric shock. However, the planthopper zappers designs also need to pay attention to the availability of electrical power sources. The author designed the planthopper zapper with alumunium wires with electrical current flowing through and an electrical load of one LED lamp that can attract the planthoppers. Because the load is only going to work at night, so the current and the voltage of the solar panel need to be measured, the current and voltage of the buck converter also need to be measured as well from 20,044V to 12,729V that flows to the battery for charging at day. The operation time of the planthopper zappers is determined by the LDR which will give a signal to relay module HW-307 to forward the battery voltage towards the load. The current consumpsion the load needed is 416mA each day, while the charging battery is 461mAh each day, so the device can run continuously.Keywords: Planthopper, Solar Panel, Buck Converter, MPPT, LDR
    corecore