305,741 research outputs found

    INTERVENSI JUS WORTEL UNTUK MENGATASI PENURUNAN TEKANAN DARAH YANG DIALAMI OLEH PASIEN HIPERTENSI

    No full text
    Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization), pada tahun 2014 terdapat sebanyak 982 juta orang atau 26,4% dari total penduduk dunia yang mengalami hipertensi, dan angka ini diperkirakan akan naik menjadi 29,2% pada tahun 2025. Salah satu cara untuk menangani penyakit ini adalah dengan konsumsi jus wortel. Salah satu kandungan dalam wortel yang bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah adalah kalium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan eksperimental quasi 16 responden lansia yang berusia 50- 70 tahun tekanan darah diukur dengan menghitung tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah meminum jus wortel. Analisis data menggunakan uji T test berpasangan dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah setelah meminum jus wortel sebanyak 200 ml adalah 136/80 mmHg, yang lebih rendah secara signifikan dibandingkan tekanan darah sebelum meminum jus wortel sebanyak 200 ml, yaitu 161/100 mmHg (p<0,05)

    KUALITAS ES KRIM DENGAN KOMBINASI WORTEL (Daucus carota L.) DAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)

    No full text
    Sayuran dikenal sebagai sumber pangan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah wortel (Daucus carota L.) dan tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kombinasi wortel dan tomat yang menyebabkan perbedaan pengaruh terhadap kualitas (sifat fisik, kimia, mikrobiologis, dan organoleptik) es krim serta mengetahui kombinasi wortel dan tomat yang tepat untuk mendapatkan es krim dengan kualitas terbaik dan disukai panelis. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu perlakuan A (wortel : tomat = 0 : 0), perlakuan B (wortel : tomat = 1 : 2), perlakuan C (wortel : tomat = 2 : 3), dan perlakuan D (wortel : tomat = 3 : 3). Parameter yang diuji adalah kadar lemak, kadar total padatan, kadar betakaroten, kadar vitamin C, kadar protein, kadar sukrosa, warna, jumlah Angka Lempeng Total, Salmonella, dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi wortel dan tomat berpengaruh terhadap kualitas es krim yang dihasilkan yang meliputi kadar betakaroten dan kadar sukrosa. Kombinasi wortel dan tomat pada es krim tidak menyebabkan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap kadar lemak, kadar total padatan, kadar vitamin C, dan kadar protein. Kombinasi wortel dan tomat yang menghasilkan kualitas terbaik dilihat dari kadar betakaroten serta tingkat kesukaan panelis yang meliputi rasa, aroma, warna, dan tekstur adalah es krim dengan perbandingan wortel : tomat sebesar 3 : 3

    PERANCANGAN MESIN PENCUCI WORTEL MANUAL UNTUK PETANI BERKAPASITAS KECIL DI DESA NGARGOYOSO

    No full text
    Pencucian merupakan faktor penting yang mempengaruhi kualitas wortel setelah dipanen. Efek negatif dari pencucian menggunakan metode tradisional pengadukan dengan kaki adalah kerusakan pada wortel seperti lebam dan patah. Petani Desa Ngargoyoso menggunakan metode pencucian tradisional pada penangan pasca panen wortel, Pertama wortel dicabut dari tanah kemudian dibuang batang yang menempel pada wortel lalu setelah wortel bersih dari batang kemudian masuk pada proses pencucian. Proses pencucian wortel dilakukan secara tradisional dengan cara memasukan wortel yang kotor kedalam bak terbuka yang berisi air bersih, kemudian setelah wortel dimasukan para petani menginjak injak wortel di dalam bak yang berisi air dengan maksud agar wortel bersih dari kotoran dan tanah yang menempel. Efek negatif yang ditimbulkan dari metode ini tidak hanya pada kerusakan pada sayuran, namun lebih berbahaya lagi karena sayuran yang dicuci dapat terkontaminasi oleh kotoran ketika digosok-gosok menggunakan kaki. Selain itu, proses pembersihan juga menuntut akan adanya pekerja yang lebih banyak dan para pekerja tersebut juga bersentuhan langsung dengan air dingin selama proses pembersihan. Menghadapi masalah tersebut, petani Desa Ngargoyoso memerlukan alat pencuci wortel yang mampu membersihkan wortel dengan bersih tanpa menimbulkan kerusakan pada hasil panen wortel seperti, patah atau lebam. Perancangan mesin pencuci wortel menggunakan metode rasional, pendekatan sistematis dalam proses perancangan serta pengembangan keinginan konsumen agar hasil rancangan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dan sesuai dengan keadaan yang terjadi di lapangan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    FORMULASI SEDIAAN SABUN MANDI PADAT DARI EKSTRAK UMBI WORTEL (Daucus Carota L.) SEBAGAI PELEMBAB

    No full text
    Tumbuhan wortel mempunyai kandungan senyawa fenol, serta antioksidan alami yaitu provitamin A serta karotenoid. Betakaroten dalam umbi wortel (Daucus carota L.) bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit, melembutkan kulit sehingga kulit selalu tampak berseri. Oleh karena itu umbi wortel memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan aktif pada pembuatan sabun. Tujuan penelitian untuk mengetahui umbi wortel (Daucus carota L.) dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun mandi padat yang berfungsi sebagai sabun pelembab kulit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental yaitu melakukan percobaan membuat formulasi sabun mandi padat dari umbi wortel dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Uji yang dilakukan pada penelitian ini meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji alkali bebas, uji iritasi terhadap kulit sukarelawan, uji kelembaban terhadap kulit sukarelawan, dan uji hedonik terhadap penelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi wortel dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat. Yang memiliki pH pada kisaran 8-11 dan memiliki busa yang cukup tinggi serta tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit sukarelawan dan dapat meningkatkan kelembaban terhadap kulit sukarelawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah umbi wortel dapat diformulasikan kedalam sediaan sabun mandi padat sebagai pelembab

    KELAYAKAN USAHATANI WORTEL DI DESA CINTA RAKYAT KECAMATAN MERDEKA KABUPATEN KARO

    No full text
    One of the products that significantly contributes to the regional income of Karo Regency is carrots. Carrots are produced in Cinta Rakyat the village which is located in Karo Regency's Merdeka District. Farmers need costs to use production factors in carrying out their farming activities, while carrot prices have decreased since 2016. The purpose of this study is to analyze the cost, revenue, income and feasibility of carrot farming in Cinta Rakyat village, Merdeka District, Karo Regency.Research respondents determined by purposive sampling with the number of farmers of 57 respondents Data collection was carried out by interviews using questionnaires. Data analysis techniques using of the feasibility analysis of BEP price, BEP product, R/C, and B/C. The results showed:carrot farming costs amounted to IDR 17.069.020/ha/MT, consisting of fixed costs IDR  3.978.538/ha/MT and variable costs and 13.090.482/ha/MT. Revenue amounted to Rp 48.282.615/ha/MT and revenue IDR 31.213.595/ha/MT. The feasibility of carrot farming can be seen from the BEP products 6.828 kg, BEP price of IDR 884/kg, R/C of 2.83 and B/C of 1.83 so that carrot farming in Cinta Rakyat Village is feasible.INTISARI Wortel merupakan salah satu komoditas yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian daerah Kabupaten Karo. Desa Cinta Rakyat salah satu desa yang terletak di Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo yang memproduksi wortel. Dalam melakukan kegiatan usahatani wortel, petani memerlukan biaya untuk penggunaan faktor produksi, sedangkan harga wortel mengalami penurunan sejak tahun 2016. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usahatani wortel di desa Cinta Rakyat Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo. Responden penelitian ditentukan secara purposive sampling dengan jumlah petani sebesar 57 responden Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan perhitungan analisis kelayakan usahatani BEP harga, BEP produk, R/C, dan B/C. Hasil penelitian menunjukkan: biaya usahatani wortel sebesar Rp 17.069.020/ha/ MT, terdiri dari biaya tetap Rp 3.978.538/ha/MT dan biaya variabel Rp 13.090.482/ha/MT. Penerimaan sebesar Rp 48.282.615/ha/MT dan pendapatan Rp 31.213.595/ha/MT. Kelayakan usahatani wortel terlihat dari BEP produk 6.828 kg, BEP harga sebesar Rp 884/ kg R/C sebesar 2,83 dan B/C sebesar 1,83 sehingga usahatani wortel di Desa Cinta Rakyat layak untuk diusahakan

    Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Wortel dari Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia ke Malaysia

    No full text
    Upaya meningkatkan volume ekspor wortel dari Kabupaten Karo memiliki permasalahan yang kompleks mulai dari hulu (on farm) hingga ke hilir. Permintaan wortel di pasar Malaysia, masih tinggi dan ini menjadi peluang pasar bagi petani wortel di provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing wortel dari Kabupaten Karo, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia. Metode penelitian menggunakan Revealed Comparative advantage (RCA) untuk menganalisis daya saing wortel di Pasar Malaysia. Regresi Linear Berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia. Hasil penelitian menunjukkan daya saing wortel dari Kabupaten Karo memiliki daya saing yang rendah. Faktor-faktor yang berpengaruh secara simultan terhadap volume ekspor wortel dari Kabupaten Karo ke Malaysia adalah Produksi wortel, Harga domestik wortel, harga internasional wortel, Nilai tukar rupiah terhadap ringgit. Secara parsial Indeks daya saing dan pendapatan perkapita penduduk Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor dari Kabupaten Karo ke Malaysia

    IDENTIFIKASI SALMONELLA SP PADA JUS WORTEL YANG DIPERJUALBELIKAN DI SEKITAR JALAN IRIAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA

    No full text
    Minuman merupakan kebutuhan utama manusia untuk dikonsumsi dan juga baik untuk kesehatan. Jus Wortel merupakan minuman yang diolah dengan cara diblender dan diberi tambahan gula dan es. Minum jus wortel adalah salah satu cara termudah untuk mendapatkan berbagai macam mineral dan vitamin penting dalam jumlah yang banyak, namun karena dalam pengolahannya kurang memperhatikan hygiene dapat membuat masuknya bakteri dalam minuman tersebut. Salmonella Sp adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid dan paratifoid. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jus wortel tersebut telah terkontaminasi dengan bakteri Salmonella Sp. Penelitian ini menggunakan metode Identifikasi dan Reaksi Biokimia (RBK).Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Populasinya adalah seluruh jus wortel yang dijual disekitar Jalan Irian Tanjung Morawa dan sampel diambil sebanyak 5 jus wortel yang diambil secara acak (random) dari populasi. Hasil penelitian dari 5 sampel yang diperiksa tidak ditemukan bakteri Salmonella Sp tetapi ditemukan bakteri lain. Dari hasil pemeriksaan penulis menyarankan agar penjual lebih memperhatikan kebersihan diri serta alat yang digunakan saat proses pengolahan jus wortel tersebut sehingga jus wortel tidak mudah tercemar oleh bakteri

    PELAPISAN EDIBEL WORTEL MENGGUNAKAN PEKTIN KULIT SEMANGKA

    No full text
    Plastik memiliki berbagai kelebihan. Namun demikian penggunaan plastik sebagai bahan pengemas memiliki berbagai kelemahan. Pengemas edibel (edible coating dan edible film) dikembangkan guna mengatasi kelemahan plastik. Pengemas edibel dapat dibuat dari hidrokoloid, lipid dan komposit. Pektin merupakan salah satu hidrokoloid yang memiliki berbagai keunggulan saat digunakan sebagai bahan pengemas edibel. Salah satu bahan pangan yang memerlukan proses pelapisan adalah wortel. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pelapisan edibel wortel menggunakan pektin kulit semangka terhadap parameter fisik, kimia dan mikrobiologi. Pektin kulit semangka diidentifikasi melalui analisa FTIR Parameter fisik diuji melalui uji organoleptik melalui analisa hedonik. Parameter kimia diuji dengan menganalisa pH, total asam, dan susut bobot. Parameter mikrobiologi dianalisa dengan menguji total bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisik yang paling disukai panelis adalah wortel yang diberi perlakuan proses pelapisan edibel menggunakan larutan dengan konsentrasi pektin 2% (b/v). Analisa parameter kimia menunjukan bahwa kelompok yang dilapisi dengan pelapisan edibel pektin kulit semangka dengan konsentrasi 2% (b/v) mengalami penurunan susut bobot yang rendah, peningkatan pH yang rendah dan penurunan total asam yang rendah. Analisa parameter mikrobiologi memperlihatkan bahwa wortel yang diberi pelapisan edibel pektin dengan konsentrasi 2% (b/v) memiliki cemaran bakteri yang rendah. Kata kunci: pektin, wortel, edibel, pelapisa

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    No full text
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore