414 research outputs found

    Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Personifikasi Dalam Novel Orang Miskin Dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa personifikasi yang terdapat dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo, dan mendeskripsikan makna gaya bahasa personifikasi dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Masalah yang akan digali dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana gaya bahasa personifikasi pada novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo?, dan (2) Apa makna gaya bahasa personifikasi pada novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini memfokuskan pada kata-kata sebagai bentuk dasar data yang ditemukan yang dukumpulkan melalui novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Sumber data yang dipakai yaitu Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo yang terdiri dari 448 lembar. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat yaitu teknik simak merupakan teknik yang digunakan untuk memperoleh data dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa. Teknik catat merupakan gabungan teknik simak yaitu mencatat data-data yang relevan bagi penelitiannya. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan personifikasi pada novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo terdapat 18 data. Ada beberapa data lain yang serupa dengan maksud yang sama sehingga penulis tidak mencantumkannya ke dalam data. Penulis hanya mencantumkan data-data sebagai perwakilan penggunaan personifikasi dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Makna gaya bahasa personifikasi pada novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo adalah sebagai penegasan dan untuk memperindah gaya bahasa. Sebagai penegasan yaitu agar pembaca bisa turut merasakan dan menciptakan imajinasi berdasarkan personifikasi yang ditulis oleh Wiwid Prasetyo. Selain itu penegasan pada novel Orang Miskin Dilarang Sekolah digunakan untuk maenciptakan image dari penulis itu sendiri agar muncul ciri khas kesusastraan atas karya-karyanya

    SISTEM SOSIAL DALAM NOVEL ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH KARYA WIWID PRASETYO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sistem sosial dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Penelitian ini merupakan penelitian karya sastra, yakni penelitian terhadap sebuah karya sastra yang berjudul  Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo, sehingga metode pengumpulan bahan (data) yang digunakan adalah kepustakaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi sastra. Teori sosiologi digunakan untuk mengungkapkan sistem sosial yang terdapat pada novel Orang Miskin Dilarang Sekolah. Berdasarkan tujuan penelitian, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; sistem sosial dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo meliputi; adaptasi,  pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola. Kata kunci: sistem social, sosiologi, dan novel                     

    ANALISIS NOVEL "MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID PRASETYO (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)

    No full text
    Wahyuni Setyani, ANALISIS NOVEL "MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID PRASETYO (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. April 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo; (2) masalah sosial yang terkandung dalam novel MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo; (3) latar belakang penciptaan novel MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo; dan (4) tanggapan komunitas pembaca mengenai novel "MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo karya Wiwid Prasetyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Bentuk penelitiannya berupa deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu melakukan pengambilan data sesuai dengan kepentingan peneliti dan dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan, yaitu: (1) dokumen; (2) informan. Teknik pengumpulan data yang diterapkan, yaitu: (1) mengkaji dokumen dan arsip (content analysis), (2) wawancara. Uji validitas yang dilakukan dengan cara menggunakan teknik trianggulasi. Trianggulasi merupakan pengecekan kebenaran dengan cara memperoleh data tersebut dari pihak atau sumber berbeda, dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi teori dan sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis mengalir (flow model analysis). Hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) struktur novel "MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo meliputi tema tokoh dan penokohan latar alur, sudut pandang, dan amanat, (2) masalah sosial yang terkandung dalam novel "MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo adalah kemiskinan, pendidikan, kejahatan dan penyimpangan norma-norma sosial (3)latar belakang penciptaan novel "MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo adalah keinginan pengarang untuk berbagi cerita dengan pembaca agar pembaca dapat memetik amanat yang terkandung dalam novel ini sehingga dapat turut membangun bangsa meskipun secara tidak langsung, dan (4) tanggapan komunitas pembaca mengenai novel MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo yang pada umumnya mengatakan bahwa novel MISKIN KOK MAU SEKOLAH...?! SEKOLAH DARI HONGKONG...!!!" KARYA WIWID Prasetyo memiliki tema yang mendidik dan memiliki gaya penceritaan yang menarik sehingga mampu menjadikan novel ini sebagai bahan bacaan yang edukatif.Kata kunci: unsur instrinsik novel, masalah-masalah sosial, pendekatan sosiologi sastra

    Pandangan Dunia Dalam Novel Orang Cacat Dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo (Tinjauan Strukturalisme Genetik)

    No full text
    Skripsi ini membahas pandangan dunia dalam novel Orang Cacat Dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang relasi antarunsur dalam karya yang terdiri dari relasi antar tokoh dan hubungan antara tokoh dengan latar. Selanjutnya, penelitian ini juga merumuskan pandangan dunia pengarang yang tergambar melalui novel Orang Cacat Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Penelitian ini menggunakan tinjauan strukturalisme genetik yang dikembangkan oleh Lucian Goldmann. Dengan menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann dapat dijelaskan tentang pandangan dunia pengarang dan hubungannya dengan karya. Analisis dilakukan dengan pembahasan terhadap struktur novel yang mencakup tokoh dan penokohan, relasi antar tokoh, latar, dan relasi antar tokoh dan latar. Untuk merumuskan pandangan dunia pengarang, juga dibahas fakta kemanusian yang terdapat dalam novel dan latar belakang sosial pengarang. Wiwid berasal dari keluarga sederhana perkotaan dengan tingkat pendidikan orang tua menengah pertama dan menengah atas. Wiwid menamatkan pendidikan di perguruan tinggi agama dan menjalani profesi sebagai guru dan penulis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa novel ini menggambarkan sikap optimis dalam menjalani hidup dengan landasan keyakinan yang kuat terhadap agama dan takdir Tuhan. Keyakinan kuat terhadap agama menjadikan tokoh dalam novel berjuang keras untuk mencapai cita-cita, walaupun mempunyai keterbatasan. Kata kunci: novel, Wiwid Prasetyo, orang-orang cacat, perkotaan, optimis

    GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PIJAT BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPS WIWID SIDOARJO

    No full text
    Pijat merupakan salah satu bentuk terapi sentuhan yang berfungsi sebagai salah satu teknik pengobatan penting yang sudah dikenal sejak lama. Pijat bayi mempunyai manfaat yang besar bagi bayi, namun banyak ibu yang tidak melakukan pijatan pada bayinya, mereka akan memijat bayinya pada saat rewel saja. Menurut temuan Ayurai, menyatakan bahwa dari beberapa ibu yang mempunyai bayi, sebanyak 88,00% ibu tidak pernah melakukan pemijatan pada bayinya. Dari data yang diperoleh di BPS Wiwid Sidoarjo, Ibu yang melakukan pemijatan pada bayi usia 0-6 bulan masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang tehnik pijat bayi 0-6 bulan di BPS Wiwid Sidoarjo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam pelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di BPS Wiwid Sidoarjo sebanyak 35 orang. Sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki anak usia 0-6 bulan sebanyak 32 responden. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling, variabel yang digunakan adalah pengetahuan ibu tentang teknik pijat bayi, sedangkan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner, Kemudian di analisis secara deskiptif . Hasil penelitian didapatkan 5 responden (15,62%) mempunyai pengetahuan baik, 10 responden (31,25%) mempunyai pengetahuan cukup dan 17 responden (53,12%) mempunyai pengetahuan kurang. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hampir sebagian besar responden berpengetahuan kurang tentang pijat bayi 0-6 bulan di BPS Wiwid Sidoarjo. Oleh sebab itu sebaiknya tenaga kesehatan memberikan penyuluhan secara langsung tentang pijat bayi pada ibu yang mampunyai bayi 0-6 bulan yang berkunjung di BPS Wiwid Sidoarjo

    KETIDAKADILAN GENDER DALAM NOVEL THE CHRONICLE OF KARTINI KARYA WIWID PRASETYO

    No full text
    ABSTRAKPenggunaan teori kritik sastra feminis telah banyak digunakan dalam menganalisis karya sastra. Kritik sastra feminis merupakan cabang dari sosiologi sastra berawal dari hasrat para perempuan feminis untuk menganalisis karya para pengarang perempuan di masa silam untuk menunjukkan citra perempuan dalam karya penulis laki-laki yang menampilkan perempuan sebagai makhluk yang ditekan, disalahtafsirkan, dan disepelekan oleh tradisi patriarki yang dominan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan gender The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian kualitatif ini adalah metode deskriptif analitik yang mengungkap keadaan yang sebenarnya dalam novel. Metode ini didasarkan pada data yang akan dianalisis berupa teks karya sastra novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo. Hasil dari temuan penelitian dan pembahasan dalam novel The Chronicle of Kartini karya Wiwid Prasetyo, terdapat bentuk ketidakadilan gender yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotype, kekerasan, dan beban kerja.Kata kunci: Ketidakadilan gender, kritik sastra femini

    AMANAT DALAM NOVEL ORANG CACAT DILARANG SEKOLAH!!! KARYA WIWID PRASETYO

    No full text
    Junita Ekawati. 2013. Analisis Novel Orang Cacat Dilarang Sekolah!!! Karya Wiwid Prastyo Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, dengan Pembimbing Pertama Dra. Yayah Chanafiah, M. Hum. Pembimbing Kedua Dra. Emi Agustina, M. Hum. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh berkebutuhan khusus terutama dalam memperoleh pendidikan untuk mengetahui amanat yang terdapat di dalam novel yang berjudul Orang Cacat Dilarang Sekolah!!! karya Wiwid Prastyo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang dibantu dengan pendekatan strukturalisme. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi pustaka. Hasil pembahasan yang dilakukan terhadap Orang Cacat Dilarang Sekolah!!! yaitu peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh Cikal yang merupakan anak berkebutuhan khusus dalam memperoleh pendidikan karya Wiwid Prastyo antara lain deskriminasi serta penghinaan dalam memperoleh pendidikan dan kemiskinan yang dialami tokohnya yang menghambat untuk memperoleh pendidikan. Amanat yang tersirat dalam novel ini adalah supaya setiap orang dalam menjalankan kehidupannya dapat menerima kenyataan dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita karena setiap cobaan yang kita alami pasti ada hikmanya. Dari analisis amanat tersebut peneliti menemukan nilai-nilai yang tersirat di dalam novel ini yaitu nilai edukasi seperti kesungguhan dan keseriusan dalam belajar, sealu optimis dalam meraih sesuatu, mempunyai mimpi dan mewujudkannya, selalu rajin dan tidak mengeluh dalam belajar maupun bekerja; nilai religiu seperti selalu menerima kenyataan yang telah Tuhan berikan kepada kita, selalu berdoa dan meminta kepada Tuhan,bersabar dalam menjalankan hidup, selalu semangat dan tidak mudah putus asa dalam meraih mimpi, mencari rezeki yang halal walaupun dalam kondisi yang memperhatinkan; nilai moral seperti selalu rendah diri dan tidak boleh sombong dengan apa yang kita miliki, selalu jujur dengan keadaan yang ada pada kita, jangan mudah percaya kepada orang lain, dan nilai sosial seperti tolong menolong, memberi kepada orang yang lebih membutuhkan. Simpulan dari amanat dalam novel Orang Cacat Dilarang Sekolah!!! karya Wiwid Prasetyo yaitu dalam manusia tidak ada yang sempura dan tidak seharusnya kita menghina mereka yang tidak seberuntung kita, tetapi kita memberi semangat kepada mereka terutama dalam pendidikan karena setiap orang memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan

    ANALISIS NILAI MORAL DAN KATA-KATA INSPIRASI DALAM NOVEL “ORANG CACAT DILARANG SEKOLAH” KARYA WIWID PRASETYO

    No full text
    The purpose of this study is to describe: (1) The moral values ​​contained in the novel People with Disabilities Forbidden Schools by wiwid prasetyo. (2) Inspirational words contained in the novel Orang Disabled for Schools by wiwid prasetyo. In conducting this research the method I use is descriptive qualitative method. The main data source in this study comes from the novel Orang Cacat Disarang Sekolah by Wiwid Prasetyo. Data collection in this study uses library techniques with steps. Read and understand novels. Mark a quote. Invest. Clarifying Data. And finally the validity of the data is obtained through triangulation. Data analysis techniques use flow analysis techniques which include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on research conducted, it was concluded that this novel depicts an optimistic attitude in living the life of a disabled child with a strong foundation of belief in religion and God's destiny. Strong belief in religion makes the characters in the novel struggle hard to achieve their goals, even though they have physical limitations.The purpose of this study is to describe: (1) The moral values ​​contained in the novel People with Disabilities Forbidden Schools by wiwid prasetyo. (2) Inspirational words contained in the novel Orang Disabled for Schools by wiwid prasetyo. In conducting this research the method I use is descriptive qualitative method. The main data source in this study comes from the novel Orang Cacat Disarang Sekolah by Wiwid Prasetyo. Data collection in this study uses library techniques with steps. Read and understand novels. Mark a quote. Invest. Clarifying Data. And finally the validity of the data is obtained through triangulation. Data analysis techniques use flow analysis techniques which include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on research conducted, it was concluded that this novel depicts an optimistic attitude in living the life of a disabled child with a strong foundation of belief in religion and God's destiny. Strong belief in religion makes the characters in the novel struggle hard to achieve their goals, even though they have physical limitations

    RESPONS SISWA SMP NEGERI 9 ARGAMAKMUR TERHADAP NOVEL “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH” KARYA WIWID PRASETYO

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan respons siswa terhadap novel “Orang Miskin Dilarang Sekolah” karya Wiwid Prasetyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang siswa kelas VII,VIII,dan kelas IX SMP Negeri 9 Argamakmur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, Teknik analisis data, angket soal dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa respons siswa terhadap novel “Orang Miskin dilarang sekolah” karya Wiwid Prasetyo bervariatif khususnya dari unsur (1) tema, Berbagai macam tanggapan siswa mengenai tema namun mayoritas siswa merespons bahwa tema novel adalah perjuangan untuk memperoleh pendidikan, (2) penokohan, (3) alur/plot yang digunakan dalam novel “orang miskin dilarang sekolah adalah alur maju. (4) amanat yang terdapat didalam novel adalah pendidikan sangat penting untuk meraih keberhasilan

    KOSTUM DALAM MEMBANGUN KARAKTER TOKOH PADA FILM SOEKARNO

    No full text
    “Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh p Kostum dalam Membangun Karakter Tokoh pKostum dalam Membangun Karakter Tokoh pada Film ada Film ada Film ada Film ada Film ada Film ada Film SoekarnoSoekarno Soekarno Soekarno”. (Dyah (Dyah (Dyah Ayu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, i Ayu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, i Ayu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, i Ayu Wiwid Sintowoko, i Ayu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, i Ayu Wiwid Sintowoko, iAyu Wiwid Sintowoko, i Ayu Wiwid Sintowoko, i-261) Skripsi 261) Skripsi 261) Skripsi 261) Skripsi 261) Skripsi 261) Skripsi Program Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan FilmProgram Studi Televisi dan Film Program Studi Televisi dan Film, Jurusan Seni Media Rekam Jurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media Rekam Jurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media Rekam Jurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media Rekam Jurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media RekamJurusan Seni Media Rekam , Fakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan DesainFakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa dan Desain , Institut Seni Institut Seni Institut Seni Institut Seni Institut Seni Institut Seni Institut Seni Institut Seni Institut Seni Indonesia Surakarta Indonesia SurakartaIndonesia Surakarta Indonesia SurakartaIndonesia Surakarta Indonesia SurakartaIndonesia SurakartaIndonesia SurakartaIndonesia Surakarta Indonesia Surakarta Indonesia Surakarta . Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian Penelitian in i untuk men getahui getahui getahui getahui getahui tata tata kostum kostum dan dan karakter tokoh karakter tokoh karakter tokoh karakter tokoh karakter tokoh dalam f dalam f dalam film ilm SoekarnoSoekarno Soekarno Soekarno . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif . Penelitian deskriptif kualitatif ini ber berobjek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa objek kajian berupa film SoekarnoSoekarno Soekarno Soekarno . Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data Pengumpulan data dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan dengan menggunakan sampling bertujuan (Purposive Purposive Purposive Purposive Sampl ing ), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan), khususnya metode observasi, wawan ), khususnya metode observasi, wawancara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi cara, dan studi pustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalispustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalispustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalis pustaka. Data dianalisis melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian melalui reduksi data, sajian proses proses proses proses penarikan penarikan penarikan penarikan penarikan kesimpulan dan verifikasi. kesimpulan dan verifikasi. kesimpulan dan verifikasi. kesimpulan dan verifikasi. kesimpulan dan verifikasi. kesimpulan dan verifikasi. kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwaHasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwaHasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa kostum kostum menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter menggambarkan karakter tokohn ya.ya.ya. Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pakKostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, pak Kostum disesuaikan dengan pakaian dasar, kepala, aian tubuh, pakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesorispakaian kaki, dan asesorispakaian kaki, dan asesorispakaian kaki, dan asesoris pakaian kaki, dan asesoris nya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagian nya yang dikenal dengan bagian nya yang dikenal dengan bagian nya yang dikenal dengan bagian nya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagian nya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagiannya yang dikenal dengan bagian -bagian kostumbagian kostumbagian kostumbagian kostum bagian kostum bagian kostum . Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari Setiap tokoh memiliki kostum yang khas dan menjadi pembeda dari lainnya. K lainnya. Klainnya. Klainnya. K lainnya. Kos tum juga membangun juga membangun juga membangun juga membangun juga membangun juga membangun juga membangun juga membangun karakterarakter arakter arakter aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan aktor (pelaku cerita) sesuai dengan dimensi dimensidimensi fisiologi fisiologi fisiologisnya nya nya nya (ker (ker(kerapian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, apian, kebersihan, kecantikan, ketampanan, kegagahan, daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi daya tarik, kharisma, dan kewibawaannya). Dimensi sosiologi sosiologi sosiologisnya snya snya snya menunjukkan menunjukkan menunjukkan menunjukkan menunjukkan kelas sosial kelas sosial kelas sosial kelas sosialkelas sosial ekonomiekonomi , peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakatperan di keluarga/masyarakatperan di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakatperan di keluarga/masyarakatperan di keluarga/masyarakatperan di keluarga/masyarakatperan di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat peran di keluarga/masyarakat, ideologi, keturunan, , ideologi, keturunan, , ideologi, keturunan, , ideologi, keturunan, , ideologi, keturunan, , ideologi, keturunan, , ideologi, keturunan, tingkat tingkat tingkat tingkat pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, pendidikan, kepercayaan, suku/ bangsa, dan bangsa, dan bangsa, dan bangsa, dan bangsa, dan bangsa, dan bangsa, dan int eraksi antareraksi antareraksi antareraksi antar eraksi antareraksi antar tokoh nya. nya. nya. nya. Sedangkan Sedangkan Sedangkan Sedangkan Sedangkan Sedangkan Sedangkan Sedangkan dimensi dimensi dimensi psikologi psikologi psikologis disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. disesuaikan dengan suasana dan adegannya. Warna dan tata arna dan tata arna dan tata arna dan tata arna dan tata arna dan tata arna dan tata kostum kostum menggambarkan menggambarkan menggambarkan menggambarkan menggambarkan perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, perasaan, ketulusan, keikhlasan, emosi, keinginan, hasrat, semangat, hasrat, semangat, hasrat, semangat, hasrat, semangat, hasrat, semangat, hasrat, semangat, hasrat, semangat, inner action inner action inner action inner action , sekaligus visi masing , sekaligus visi masing , sekaligus visi masing , sekaligus visi masing , sekaligus visi masing, sekaligus visi masing , sekaligus visi masing , sekaligus visi masing, sekaligus visi masing, sekaligus visi masing, sekaligus visi masing -masing tokoh dalam filmasing tokoh dalam filmasing tokoh dalam fil masing tokoh dalam filmasing tokoh dalam fil masing tokoh dalam filmasing tokoh dalam filmasing tokoh dalam fil masing tokoh dalam fil masing tokoh dalam fil m tersebut. tersebut. tersebut. Kata kunci : Kata kunci : Kata kunci : kostum, karakerkostum, karaker kostum, karaker kostum, karaker kostum, karakerkostum, karaker, tokoh, film tokoh, film, dan dan Soekarno SoekarnoSoekarn
    corecore