1,720,966 research outputs found

    PERBAIKAN KUALITAS TEGANGAN MENGGUNAKAN DYNAMIC VOLTAGE RESTORER (DVR)

    Full text link
    Dynamic Voltage Restorer is one of quality solution methods of electric power that is used to recover drop voltage (sag) by injecting voltage to the network. Injection of minimum power method is minimum active power supplied to the load as compensation of sag. Thus, it can stabilize load voltage. The aim of this research is to maintain voltage magnitude constantly in the sensitive load location, when fault occur. In tackling sag and swell problems, DVR can solve balance and unbalance conditions by injecting appropriate voltage component. Therefore, the normal condition at source voltage can be achieved as soon as possible. DVR Control produces fast and accurate response that lead to an accurate solution increasing quality of electric power system caused by sag. Sag can disturb performance of sensitive equipments. MATLAB-SIMULINK withtoolbox of electric power system will be utilized in simulation process

    Analisa Dan Simulasi Stabilitas Transien Dengan Pelepasan Beban Pada Sistem Pembangkit Tenaga Listrik PT. Indo Bharat Rayon

    Full text link
    Pada sistem tenaga listrik, frekuensi merupakan indikator dari keseimbangan antara daya yang dibangkitkan dengan total beban sistem. Makalah ini membahas analisis kestabilan transien akibat adanya pelepasan beban pada sistem tenaga listrik PT. Indo Bharat Rayon yang memiliki pembangkit listrik tenaga uap. Pelepasan beban dilakukan sebagai usaha memperbaiki kestabilan sistem yang terganggu akibat beban lebih. Pelepasan beban diharapkan dapat memulihkan frekuensi dengan cepat. Terdapat tahapan-tahapan yang dapat ditentukan dalam pelepasan beban. Untuk membuktikan kefektifan dari skema pelepasan beban, dibuatlah simulasi generator lepas yang menghasilkan ketidakseimbangan daya aktif antara daya yang dibangkitkan dengan daya yang dibutuhkan beban. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa frekuensi sistem dapat pulih hingga 2.86 detik setelah terjadi gangguan tegantung pada besar kelebihan beban pada sistem tenaga listrik

    Efisiensi Internal SMK Program Studi Sekretaris Tahun Pelajaran 1994/1995-1996/1997 di Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi internal SMK Program Studi Sekretaris di Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 1994/1995-1996/1997. Populasi sekaligus sebagai sampel penelitian yaitu 17 SMK yang terdiri dari 4 negeri dan 13 swasta. Uji validitas instnimen pada validitas tampak pertimbangan para ahli (expert judgement). Teknik analisis data dengan deskriptif dilanjutkan dengan cost-effectiveness analysis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi internal sebagai berikut: Pertama: ditinjau dari indikator-indikator: 1. Masukan Pendidikan: a) rata-rata untuk pengeluaran gaji guru selama tiga bulan sebesar Rp. 5.379.470,00; b) rata-rata untuk pengeluaran fasilitas praktik selama tiga tahun sebesar Rp. 5.126.470,00; 2. Produk Pendidikan: a) rata-rata kenaikan kelas 99,99%; b) rata-rata mengulang kelas 0.71%; c) rata-rata putus sekolah 0,94%: d) rata-rata tingkat produksi pendidikan 99,99%; 3. Keluaran Pendidikan: a) rata-rata proporsi kelulusan 99,88%; b) rata-rata nilai STTB Kejuruan 7,10; dan rata-rata NEM 6,41; 4. Ditinjau dari lama belajar peserta didik penyelenggaraan pendidikan hampir efisien, yaitu rata-rata selama 3,007 tahun, angka koefisien guru 0,87: Kedua: ditinjau dari perbandingan antara keluaran dengan masukan pendidikan: 1. Secara keseluruhan bila dibandingkan antara keluaran dengan masukan, penyelenggaraan pendidikan SMK Kabupaten Klaten efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi internal sebesar 1,0289; 2. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi 1,0287; 3. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,0025; 4. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0642; 5. Per­bandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru hampir efisien secara internal, indek efisiensi 0,9990; 6. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0749; 7. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,00372; 8. Perbandingan antara NEM dengan masukan gaji guru menunjukkan penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal, yaitu dengan indek efisiensi 1,0136; Ketiga: Ditmjau dan biaya pendidikan: 1. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama tiga tahun (Cycle Cost) rata-rata sebesar Rp. 4.503.870,00; 2. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama satu tahun dan satu bulan (unit cost) rata-rata sebesar Rp. 1.560.055,00 dan Rp. 130.004,00 dengan biaya paling rninimal (least cost) adalah Rp. 881.600,00: 3. Besarnya Attrition Cost Index sebesar 9,0212 yang berarti penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal. Katakunci: efisiensi internal, cost effectiveness analysis

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Efisiensi Internal SMK Program Studi Sekretaris Tahun Pelajaran 1994/1995-1996/1997 di Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi internal SMK Program Studi Sekretaris di Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 1994/1995-1996/1997. Populasi sekaligus sebagai sampel penelitian yaitu 17 SMK yang terdiri dari 4 negeri dan 13 swasta. Uji validitas instnimen pada validitas tampak pertimbangan para ahli (expert judgement). Teknik analisis data dengan deskriptif dilanjutkan dengan cost-effectiveness analysis. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi internal sebagai berikut: Pertama: ditinjau dari indikator-indikator: 1. Masukan Pendidikan: a) rata-rata untuk pengeluaran gaji guru selama tiga bulan sebesar Rp. 5.379.470,00; b) rata-rata untuk pengeluaran fasilitas praktik selama tiga tahun sebesar Rp. 5.126.470,00; 2. Produk Pendidikan: a) rata-rata kenaikan kelas 99,99%; b) rata-rata mengulang kelas 0.71%; c) rata-rata putus sekolah 0,94%: d) rata-rata tingkat produksi pendidikan 99,99%; 3. Keluaran Pendidikan: a) rata-rata proporsi kelulusan 99,88%; b) rata-rata nilai STTB Kejuruan 7,10; dan rata-rata NEM 6,41; 4. Ditinjau dari lama belajar peserta didik penyelenggaraan pendidikan hampir efisien, yaitu rata-rata selama 3,007 tahun, angka koefisien guru 0,87: Kedua: ditinjau dari perbandingan antara keluaran dengan masukan pendidikan: 1. Secara keseluruhan bila dibandingkan antara keluaran dengan masukan, penyelenggaraan pendidikan SMK Kabupaten Klaten efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi internal sebesar 1,0289; 2. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi 1,0287; 3. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,0025; 4. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0642; 5. Per­bandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru hampir efisien secara internal, indek efisiensi 0,9990; 6. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0749; 7. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,00372; 8. Perbandingan antara NEM dengan masukan gaji guru menunjukkan penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal, yaitu dengan indek efisiensi 1,0136; Ketiga: Ditmjau dan biaya pendidikan: 1. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama tiga tahun (Cycle Cost) rata-rata sebesar Rp. 4.503.870,00; 2. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama satu tahun dan satu bulan (unit cost) rata-rata sebesar Rp. 1.560.055,00 dan Rp. 130.004,00 dengan biaya paling rninimal (least cost) adalah Rp. 881.600,00: 3. Besarnya Attrition Cost Index sebesar 9,0212 yang berarti penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal. Katakunci: efisiensi internal, cost effectiveness analysis

    Efisiensi Internal SMK Program Studi Sekretaris Tahun Pelajaran 1994/1995-1996/1997 di Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    No full text
    Tujuan penelitian untuk mengetahui efisiensi internal SMK Program Studi Sekretaris di Kabupaten Klaten Tahun Ajaran 1994/1995-1996/1997. Populasi sekaligus sebagai sampel penelitian yaitu 17 SMK yang terdiri dari 4 negeri dan 13 swasta. Uji validitas instnimen pada validitas tampak pertimbangan para ahli (expert judgement). Teknik analisis data dengan deskriptif dilanjutkan dengan cost-effectiveness analysis.Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi internal sebagai berikut: Pertama: ditinjau dari indikator-indikator: 1. Masukan Pendidikan: a) rata-rata untuk pengeluaran gaji guru selama tiga bulan sebesar Rp. 5.379.470,00; b) rata-rata untuk pengeluaran fasilitas praktik selama tiga tahun sebesar Rp. 5.126.470,00; 2. Produk Pendidikan: a) rata-rata kenaikan kelas 99,99%; b) rata-rata mengulang kelas 0.71%; c) rata-rata putus sekolah 0,94%: d) rata-rata tingkat produksi pendidikan 99,99%; 3. Keluaran Pendidikan: a) rata-rata proporsi kelulusan 99,88%; b) rata-rata nilai STTB Kejuruan 7,10; dan rata-rata NEM 6,41; 4. Ditinjau dari lama belajar peserta didik penyelenggaraan pendidikan hampir efisien, yaitu rata-rata selama 3,007 tahun, angka koefisien guru 0,87: Kedua: ditinjau dari perbandingan antara keluaran dengan masukan pendidikan: 1. Secara keseluruhan bila dibandingkan antara keluaran dengan masukan, penyelenggaraan pendidikan SMK Kabupaten Klaten efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi internal sebesar 1,0289; 2. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru efisien secara internal, dengan besarnya indek efisiensi 1,0287; 3. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,0025; 4. Perbandingan antara proporsi kelulusan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0642; 5. Per­bandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru hampir efisien secara internal, indek efisiensi 0,9990; 6. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan biaya fasilitas praktik efisien secara internal dengan besarnya indek efisiensi 1,0749; 7. Perbandingan antara nilai STTB Kejuruan dengan masukan gaji guru dan biaya fasilitas praktik penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal dengan indek efisiensi 1,00372; 8. Perbandingan antara NEM dengan masukan gaji guru menunjukkan penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal, yaitu dengan indek efisiensi 1,0136; Ketiga: Ditmjau dan biaya pendidikan: 1. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama tiga tahun (Cycle Cost) rata-rata sebesar Rp. 4.503.870,00; 2. Besarnya biaya kelulusan per lulusan berdasarkan gaji guru selama satu tahun dan satu bulan (unit cost) rata-rata sebesar Rp. 1.560.055,00 dan Rp. 130.004,00 dengan biaya paling rninimal (least cost) adalah Rp. 881.600,00: 3. Besarnya Attrition Cost Index sebesar 9,0212 yang berarti penyelenggaraan pendidikan ini efisien secara internal.Katakunci: efisiensi internal, cost effectiveness analysis
    corecore