196,499 research outputs found
PERAN NYAI KHABIBAH DALAM PENGEMBANGAN TPQ AL-WILDAN DI DESA KARANGDAWA KECAMATAN MARGASARI KABUPATEN TEGAL PADA TAHUN 1985 – 2022 M.
Nyai Khabibah merupakan salah satu tokoh perempuan yang memiliki banyak peran dalam bidang pendidikan anak, khususnya di TPQ al-Wildan. Perannya menarik untuk dikaji karena prestasinya yang berhasil merintis TPQ al-Wildan berkultur pesantren. Penelitian ini di batasi tahun 1985-2022 M. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini; pertama, alasan dikembangkannya TPQ berkultur pesantren. Kedua, meninjau perkembangan al-Wildan sebagai TPQ berkultur pesantren. Ketiga, bentuk-bentuk peran Nyai Khabibah dalam mengembangkan TPQ al-Wildan pada tahun 19985-2022.
Penelitian ini menggunakan pendekatan biografis dan sosiologis. Pendekatan biografis digunakan untuk melihat latar belakang kepribadian Nyai Khabibah dan peran Nyai Khabibah baik di Desa Karangdawa maupun di TPQ al-Wildan secara khusus. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori peran, karena teori ini dapat menjelaskan berbagai kondisi yang menciptakan keberadaan kultur yang masih dipertahankan di tengah sistem sosial. Dengan teori ini Nyai Khabibah dipandang sebagai kenyataan fungsional, bukan sebagai kenyataan struktural lantaran Nyai Khabibah merupakan pengembang dari fungsi yang merupakan bagian dari sistem. Sedangakn metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang meliputi empat tahap; heuritik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi sehingga dapat mengungkapkan peristiwa secara kronologis, sistematis, dan sesuai dengan fakta sejarah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nyai Khabibah merupakan tokoh sentral dalam pendirian al-Wildan sebagai TPQ berkultur pesantren. Nyai Khabibah ingin mengajarkan kultur pesantren kepada santri-santrinya sejak dini. Sebab, di pesantren selain belajar agama secara formal, juga menekankan pendidikan karakter dan moral. Al-Wildan sebagai TPQ berkultur pesantren selalu bersikap responsif terhadap kebutuhan dan keinginan luhur masyarakat untuk mencerdaskan generasi selanjutnya. Sikap responsifnya ini kemudian mendorong TPQ al-Wildan beberapa kali mengganti metode dan kurikulum pendidikannya. Di tengah silih bergantinya motode dan kurikulum, TPQ al-Wildan tidak menggeser sedikitpun kitab kuning sebagai ciri khas. Nyai Khabibah selalu bersikap selektif mengenai kitab kuning dan pengajar di al-Wildan. Dalam memilih tenaga pengajar Nyai Khabibah mengutamkan alumninya sendiri untuk menjaga kekhasan pendidikan di al-Wildan. Sebagai seorang pendidik, aktivis, dan ulama', Nyai Khabibah berhasil menghimpun semangat masyarakat untuk bersama-sama mendirikan TPQ al-Wildan
SIKLUS HIDUP Rhinocoris fuscipes (HEMIPTERA: REDUVIIDAE) PADA INANG
Rhinocoris fuscipes merupakan predator penting dalam mengendalikan hama tanaman terlebih pada tanaman tembakau. Predator ini
memiliki kisaran mangsa yang cukup luas, potensi dari predator R. fuscipes yaitu mampu memangsa Helicoverpa armigera tiap hari. Tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui siklus hidup dari kepik pembunuh R. fuscipes terhadap beberapa inang pengganti yang digunakan.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Jember, sejak
bulan Februari sampai Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan A. diaperinus lebih baik dari pada perlakuan T. molitor
apabila dilihat dari siklus hidup R. fuscpices serta dari fekunditas, fertilitas dan longivitas kepik pembunuh R. fuscipes. R. fuscipes
merupakan salah satu predator penting karena sifatnya yang generalis dan mampu memangsa pada setiap stadia mangs
Analisis Akad Istishna jual Beli Mebel dalam Upaya Peningkatan Penjualan (studi kasus di Mebel Wildan Desa Sekar Mojo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akad istishna atau pesanan yang terjadi di Mebel Wildan sehingga masyarakat dapat membeli ataupun memesan barang sesuai keinginan yang dibutuhkan dan juga dalam upaya Peningkatan Penjualan produsen. Pada penelitian kali ini peneliti mengambil rumusan masalah yang pertama tentang penerapan akad istishna di mebel Wildan yang kedua penerapan akad istishna dlam upaya peningkatan penjualan di Mebel Wildan. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan empiris, dimana data yang diperoleh merupakan data primer seperti melakukan pengamatan langsung kelapangan. Dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa: terdapat dua kesimpulan pertama Penerapan akad istishna' di Mebel Wildan melakukan pembelian dengan pesanan dengan pembayaran sebagian di awal kontrak kemudian dilunasi setelah barang seratus persen selesai dikerjakan. Kesalahan dalam pengerjaan barang jarang dilakukan demikian pula pembatalan akad secara sepihak tidak bayak ditemukan. Kedua Penerapan akad istishna di Mebel Wildan dalam upaya peningkatan penjualan bahwa penelitian dengan sistem pemesanan dapat meningktan penjualan dikarenakan di mebel wildan mementingkan kualitas barang dan mutu barang agar konsumen dapat merasa puas dalam sistem pemasarannya yaitu dengan lewat orang perorang selanjutnya lewat media online dan juga adanya garansi di Mebel Wildan dalam jangka 1 Tahun dapat meningkatkan penjuala
Penerapan ISAK 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba pada Pondok Pesantren Bustanul Wildan
Pondok Pesantren Bustanul Wildan memiliki 270 santri dengan berbagai macam kegiatan didalamnya, sehingga terdapat potensi perputaran uang yang cukup besar didalamnya. Perputaran uang yang besar tersebut mesti disajikan dalam laporan keuangan yang sesuai dengan pedoman akuntansi untuk entitas berorientasi nonlaba. Penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba diatur pada ISAK 35, dengan menyajikan laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif laporan perubahan aset neto, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Sedangkan pada Pondok Pesantren Bustanul Wildan hanya menyajikan laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto dan laporan arus kas, belum ada pengungkapan dalam penyajian laporan keuangannya.
Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mengetahui dan menganalisis proses penyusunan laporan keuangan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Bustanul Wildan. 2) mengetahui dan dan menganalisis kesesuaian penyajian laporan keuangan yang disusun Pondok Pesantren Bustanul Wildan dengan ISAK 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif,jenis data yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data yang yang digunakan adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Laporan keuangan merupakan laporan yang disusun dengan tujuan untuk menyajikan posisi keuangan suatu entitas (financial position) kemudian bisa dijadikan sebagai tolak ukur kinerja keuangan di entitas tersebut (financial performance) dan arus kas (cash flow) dari entitas sangat bermanfaat untuk mengambil suatu keputusan bagi penggunanya. ISAK 35 merupakan pedoman penyusunan laporan keuangan untuk entitas berorientasi nonlaba.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : 1) penyusunan laporan keuangan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Bustanul Wildan belum lengkap, karena tidak terdapat proses pengungkapan dalam penyajian laporan keuangannya. 2) Pondok Pesantren Bustanul Wildan menyajikan laporan keuangan yang belum sepenuhnya sesuai dengan ISAK 35, dikarenakan pada pengakuan sumber daya entitas masih menggunakan pengakuan secara PSAK umum yakni modal dan belum diklasifikasikan sebagai aset neto dengan dan tanpa pembatasan dari pemberi sumber daya. Selanjutnya pada laporan penghasilan komprehensif belum terdapat pengelompokan berdasarkan karakteristik pendapatan, baik dari pendapatan tanpa pembatasan dari pemberi sumber daya maupun pendapatan dengan pembatasan dari pemberi sumber daya
NARASI KEEGOSENTRISAN DALAM ANTOLOGI CERPEN YANG BERJUDUL “KENYATAAN YANG TAK NYATA” KARYA M. WILDAN WIJAYA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai kondisi psikologi atau kejiwaan yang berupa emosi yang berasal dari pikiran bawah sadar para tokoh yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Menurut Sigmund Freud hal tersebut dipengaruhi oleh Id dalam diri mereka. Konsep Id yang dikemukakan dirinya dalam teori psikoanalisis yaitu mengkaji mengenai pikiran bawah sadar yang mengendalikan keinginan-keinginan dasar, seperti nafsu, hasrat seks, dan agresi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan deskripsi data menggunakan sumber data cerpen Indonesia yang terkumpul dalam Kenyataan yang Tak Nyata : Antologi Cerpen karya M. Wildan Wijaya (2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologi yang dialami tokoh yaitu berupa hasrat ketidakseimbangan dalam emosi. Emosi tersebut dapat terlihat dari berbagai peristiwa yang dialami tokoh dengan berbagai sikap, tindakan, dan perbuatan yang impulsif dalam antologi cerpen Kenyataan yang Tak Nyata. Kata kunci: psikologi, emosi, ketidaksadaran. Abstract:This study aims to describe the psychological or psychological conditions in the form of emotions originating from the subconscious minds of the characters told in a work of fiction. According to Sigmund Freud, this is influenced by the Id within them. The concept of Id which was put forward by him in psychoanalytic theory is to study the subconscious mind which controls basic desires, such as lust, sexual desire, and aggression. The method used is a qualitative method with data descriptions using Indonesian short story data sources collected in Kenyataan Yang Tak Nyata: An Anthology of Short Stories by M. Wildan Wijaya (2021). The results of the study show that the psychological condition experienced by the character is in the form of an imbalanced desire in emotions. These emotions can be seen from the various events experienced by the characters with various attitudes, actions, and impulsive actions in the short story Anthology Kenyataan Yang Tak Nyata.Keywords: psychology, emotion, unconscious.
ANALISIS PERBEDAAN PENANGANAN REEFER CONTAINER BERDASARKAN JENIS MUATANNYA DI MV. VERTIKAL
ABSTRAKSI
M. Wildan Firdaus, NIT : 51145126 N, 2019 “ Analisis Perbedaan Penanganan
Reefer Container berdasarkan Jenis Muatannya Di MV. Vertikal“,
Program Diploma IV, Nautika, Politeknik Imu Pelayaran Semarang,
Pembimbing I: Dr. Capt. Mashudi Rofik M.Sc, M.Mar dan
Pembimbing II: Dwi Prasetyo, M.M, M.Mar.E
Latar belakang terhadap permasalahan adalah transportasi reefer container
membutuhkan perhatian khusus selama dalam pelayaran meskipun bekerja dalam
keadaan baik dan dibutuhkan perawatan tambahan pada reefer container karena
memiliki resiko kerusakan yang potensial dan klaim yang mahal jika terjadi
kesalahan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan muatan reefer cargo
dan menurunnya kualitas adalah Faktor dari dalam dan dari luar.
Metode penelitian dengan pendekatan penelitian menggunakan metode
deskriptif kualitatif, Metode pengumpulan dan penarikan data menggunakan teknik
observasi, wawancara, studi, pustaka dan dokumentasi.
Simpulan dari hasil penelitian yaitu untuk mengatasi hal tersebut maka
usaha yang harus dilakukan adalah : (1) Perwira jaga dan Mualim I lebih
meningkatkan pengawan pada saat menerima muatan atau membongkar muatan
reefer container.(2) Mualim I lebih teliti dalam penempatan muatan agar reefer
container tetap aman dan terhindar dari resiko kerusakan pada muatan.(3)
Perusahaan menyiapkan generator listrik di atas kapal dan memberikan spare part
(suku cadang) bagi muatan reefer dan peralatan yang terkait secukupnya.
ABSTRACT
M. Wildan Firdaus, NIT: 51145126 N, 2019 "Analysis of differences in reefer
container handling based on the type of load in the MV.
Vertikal",Program Diploma IV, Nautika, Merchant Marine
Polytechnic, 1st Supervision: Dr. Capt. Mashudi Rofik M.Sc, M.Mar
and 2nd Supervision: Dwi Prasetyo, M.M, M.Mar.E
The background to the problems is the reefer container transport require
special attention during the voyage despite working in good condition and required
additional treatment in reefer container because it has a potential risk of damage
and claim that expensive if an error occurs. Factors that could cause damage to
cargo and reefer cargo decline in the quality of reefer cargo is internal factor and
external factor.
The research method research approach using qualitative descriptive method.
Methods of data collection and withdrawal data using observation,interview,
literature and documentation.
The conclusions of the research to overcome this attempt to do is (1) Guard
officers and chief officer increase the number of assistants when loading or
unloading reefer container loads. (2) Chief officer keep safe and avoid the risk of
damage to the cargo. (3) The company prepares electric generators on board and
provides spare part for re-load and equipment that is sufficiently related
Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011
This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer
"Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States" By M. Carey.
"Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States: containing bried sketches of the moral and political character of those states.
By M. Carey, member of the American philosophical, and of the American Antiquarian Society, and author of The Olive Branch, Cindiciae Hibernicae, essays on banking, on political economy, and on internal improvement.
To which are now added the English editor's comments on the subject; together with Important Advice to Emigrants, and Cautions Against Impositions Practiced in the Outports
LEKSIKON RELIK BAHASA JAWA PADA DIALEK WONOSOBO
Wijayani, Assifa Wildan. "Javanese Relic Lexicon on Wonosobo Dialect". Thesis (S1) of Department of Indonesian literature, Faculty of Humanities, Diponegoro University. Advisor: M. Suryadi, M.Hum. and Dra. Sri PujiAstuti, M.Pd.,
The purpose of the study was to describe the form of relics and distinctive forms as well as the mapping of the variants of the Javanese relics lexicons on Wonosobo Dialect portrayed through the isogloss bundle. The study used speaking and listening method to collect the data. The author visited and conducted an interview to the informants according to good informant requirements in dialectology research. The data then was analyzed by using descriptive and qualitative method. The author used Theory of Diachronic Dialectology and Theory of Geographic Dialect in the study. Each of the findings in the field was analyzed to determine the shape of the relic by utilizing Proto Malayo Javanic reconstruction through a diachronic approach.
The result of this research was the finding of Javanese relic on Wonosobo dialect based on the pattern, that is (1) direct inimitance of etimon *PMJ (Proto Malayo Javanic), (2) the existence of sound change in correspondence r~d~l in Van DerTuuk II that only be found in one data and partial correspondence in other data, (3) the retonance of the relic phonemes, i.e vowel phonemes, consonant phonemes and monophthongisation, which are still preserved or relic forms that are still preserved. In addition, there is also a distinct form of Javanese Wonosobo dialect such as onomasiological symptoms, semasiologic symptoms, vocal phoneme changes at all positions, and consonant changes /k/ being glotted /?/ at opened vowel ultima position. In the final stages, a mapping of lexicons of relics is represented through isoglosic bundles and as an indicator of a region that still maintains a relic (conservative) form.
Keywords: Dialectology, Diachronic, Relic, Wonosobo Dialect of Javanes
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
