25 research outputs found
GAMBARAN PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KASUS KARIES GIGI PADA SISWA KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR
GAMBARAN PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KASUS KARIES GIGI PADA SISWA KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR
Bilqis Widya Prastika*, Ta’adi**, Aryani Widayati***
Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln Kyai Mojo No.56 Pingit, Yogyakarta, 55243
Email: [email protected]
ABSTRAK
Latar belakang: Anak-anak lebih rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Masa kanak-kanak pertengahan 10-12 tahun sering disebut sebagai masa-masa yang rawan, karena pada masa itulah gigi susu mulai tanggal satu persatu dan gigi permanen pertama mulai tumbuh. Sehingga banyak anak usia 10-12 tahun mengalami karies gigi. Salah satu penyebab karies gigi karena perilaku waktu menyikat gigi yang salah. Anak - anak pada umumnya belum dapat menyikat gigi dengan baik dan efektif, karena menyikat gigi itu tidak mudah terutama pada makanan yang lengket serta sisa makanan yang susah dijangkau.
Tujuan penelitian: Diketahui gambaran perilaku menyikat gigi dan kasus karies gigi pada siswa kelas IV dan V Sekolah Dasar Pelem.
Metode penelitian: Penelitian ini penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sempel 41 responden. Variabel penelitian ini adalah perilaku menyikat gigi dan kasus karies gigi. Penelitian dilakukan bulan April 2021. Metode pengumpulan data menggunakan kuisoner tentang perilaku menyikat gigi dan format observasi karies gigi. Analilis data disajikan dalam bentuk tabulasi silang
Hasil penelitian: Responden terdiri dari siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Pelem. Responden memiliki kasus karies gigi dengan kriteria bebas karies sebanyak (24,4%), kriteria karies sedikit sebanyak (46,3%) dan kriteria karies banyak sebanyak (29,3%). Sedanglan yang memiliki perilaku menyikat gigi dengan kriteria baik sebanyak (39%) dan kriteria buruk sebanyak (61%).
Kesimpulan: Siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Pelem memiliki perilaku menyikat gigi kriteria buruk dengan kasus karies gigi kriteria karies sedikit sebanyak (29,3%).
Kata kunci: perilaku menyikat gigi, karies gigi, dan sisw
Peran Media Koran Surya Malang sebagai Implementasi Fungsi Pendidikan Politik Masyarakat Kota Batu
ABSTRAK Widya Prastika. 2017. Peran Media Koran Surya Malang sebagai Implementasi Fungsi Pendidikan Politik Masyarakat Kota Batu. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II) Drs. Ketut Diara Astawa, SH., M.Si Kata Kunci: media, koran, koran surya Malang, politik, pendidikan politik, fungsi pendidikan politik, masyarakat, masyarakat Kota BatuPendidikan politik adalah upaya edukatif yang disengaja dan sistematik untuk membentuk individu sadar politik, serta mengerti posisinya sebagai bagaian dari masyarakat dan mampu menjadi pelaku politik yang bertanggung jawab secara etis atau moral dalam mencapai tujuan politik.Pendidikan politik tidak dapat lepas dari proses pembinaan masyarakat, agar mereka menyadari hak dan kewajiban politiknya terhadap tanah airnya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) peranan produksi media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu, (2) tema produk media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu, (3) persepsi pembaca terhadap media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu, (4) faktor-faktor pendukung media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu, (5) faktor-faktor penghambat media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik pada masyarakat Kota BatuJenis penelitian ini menggunakan penelitiandeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana peran media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu. Data yang terkumpul dari hasil penelitian ini baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur, seksama dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, peran produksi media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu:(1) Peran redaktur media koranSurya Malang dalam implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu; (a) memilah tingkat kesensitifan berita, (b) memperhatikan asas keadilan dalam berita, (c) melaksanakan fungsi media sebagai kontrol sosial dalam politik, (d) menerapkan sistem interaksi secara langsung kepada masyarakat, (e)mengedepankan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.(2) Peran wartawan media Surya Malang dalam implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu;(a) wartawan berperan lewat tulisan, (b) menciptakan kondisi politik, (c) menulis berita secara adil, (d) melakukan persiapan dengan baik. Kedua,tema produk berita politik media koran surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu: (1) tema tentang pilkada Kota Batu, (2) tema tentang kebijakan Pemkot Batu, (3) tema sikap aktor politik Kota Batu. Ketiga, persepsi pembaca terhadap media koranSurya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik; darikeempat pembaca yang menjadi subyek penelitian, menyatakanjika media koran surya berperan dalam mengimplementasikan fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu.Keempat, faktor-faktor pendukung media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu: (1) Faktor pendukung redaktur media koran Surya Malangdalam implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu: (a) ketersediaan sumber berita menjelang pilkada, (b) kondisi politik, (c) keterlibatan pembaca koran surya, (4) data dari KPU, panwaslu dan data dari lembaga survey .(2) Faktor pendukung wartawan Surya Malang dalam implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu dapat dilakukan dengan cara,wartawanbertanya secara langsung kepada masyarakat, mengenai informasi yang sedang dibutuhkan. Kelima, faktor-faktor penghambat media koran Surya Malang sebagai implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu: (1) Faktor penghambat redaktur koran Surya Malangdalam implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu berkaitan dengan masalah teknis: (a) pemasangan iklan; (b) keterbatasan jumlah halaman. (2) Faktor penghambat wartawan Surya Malang dalam implementasi fungsi pendidikan politik masyarakat Kota Batu adalah ketidak sediaan nara sumber untuk diwawancara. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka saran yang dapat diberikan peneliti adalah:(1) Pembaca media massa sebaiknya mampu menjadi pembaca yang kritis serta mampu memilih dan membaca adanya kepentingan-kepentingan tersendiri dari media maupun dari aktor politik dari setiap artikel berita yang termuat, hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya pembodohan oleh media melalui berita-berita yang subyektif dan tidak lagi independen. (2) Pemerintah daerah hendaknya selalu memberikan dukungan baik secara moril maupun materil terhadap media surya dalam rangka mengimplementasikan fungsi pendidikan politik kepada masyarakat, hal tersebut dikarenakan agar terciptanya kesadaran politik bagi masyarakat Jawa Timur. (3)Media surya diharapkan terus mengembangkan aspek idealis dalam memuat berita dalam korannya, sehingga fungsi pendidikan politik kepada masyarakatdapat tercapai, dengan harapan dapat terciptanya kesadaran politik bagi masyarakat
Preparasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Zn-Ag-Zeolit Terhadap Bakteri Escherichia coli
RINGKASANPrastika, Annes Widya Candra. 2019. Preparasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Zn-Ag-Zeolit Terhadap Bakteri Escherichia coli. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Ridwan Joharmawan, M.Si., (II) Dr. Aman Santoso, M.Si.Kata Kunci: Zn-Ag-zeolit, antibakteri, Escherichia coliAir merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi makhuk hidup. Namun, saat ini sumber-sumber air telah banyak yang tercemar sehingga menyebabkan air menjadi terkontaminasi oleh bakteri patogen dan kontaminan lainnya. Salah satu bakteri patogen yang umumnya terdapat dalam air ialah bakteri Escherichia coli. Untuk menghilangkan adanya bakteri patogen yang terdapat dalam air maka perlu dilakukan pengolahan air. Tahap desinfeksi pada proses pengolahan air dapat menyebabkan adanya residu klorin dalam air dan dapat mengakibatkan penyakit tertentu. Oleh karena itu diperlukan bahan lain yang berfungsi sebagai antibakteri dan dapat digunakan dalam proses pengolahan air. Zeolit merupakan salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Untuk memperoleh zeolit yang memiliki sifat antibakteri maka kation logam alkali atau alkali tanah yang terdapat dalam zeolit harus ditukar dengan kation logam inhibitor. Tujuan penelitian ini ialah untuk mensintesis, mengkarakterisasi, dan melakukan uji aktivitas antibakteri Zn-Ag-zeolit terhadap bakteri Escherichia coli.Zn-Ag-zeolit disintesis dari zeolit alam yang diaktivasi menggunakan HF 1%, HCl 6 M dan NH4Cl 1 M. Kemudian impregnasi logam Ag dan Zn dilakukan dengan menggunakan AgNO3 0,05 M dan Zn(NO3)2 dengan 3 variasi konsentrasi yaitu 0,01; 0,025; dan 0,05 M. Zn-Ag-Zeolit yang telah disintesis kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer serapan atom, difraksi sinar X, dan dilakukan uji keasaman. Untuk menentukan aktivitas antibakteri dari Zn-Agzeolit yang telah disintesis, dilakukan uji aktivitas antibakteri Zn-Ag-zeolit terhadap bakteri Escherichia coli dengan menggunakan metode turbidimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zn-Ag-zeolit dapat disintesis dari zeolit alam yang sebelumnya telah diaktivasi terlebih dahulu kemudian diimpregnasi dengan logam Ag dan Zn. Pola difraktogram zeolit menunjukkan bahwa proses aktivasi dan impregnasi tidak mengubah kristalinitas zeolit. Karakterisasi menggunakan spektrofotometer serapan atom menunjukkan bahwa impregnasi logam yang dilakukan telah berhasil, dengan persen adsorptivitas zink paling besar terdapat pada Zn-Ag-zeolit 0,05 M yaitu sebesar 92,48%. Uji keasaman yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keasaman zeolit setelah aktivasi dan impregnasi lebih besar dibandingkan dengan keasaman zeolit sebelum aktivasi dan impregnasi. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa Zn-Ag-zeolit memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E.coli dan Zn-Agzeolit 0,05 M memiliki aktivitas antibakteri yang paling besar dengan penurunan sebesar 86,283%
Hubungan antara kepuasan pelanggan dengan kualitas produk dan pelayanan. (Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Kualitas Produk dan Pelayanan di KFC (Kentucky Fried Chicken) Cabang Metland Tambun)
ayam dan produk lain yang berkaitan dengan ayam. Banyaknya
pertumbuhan restoran cepat saji di Indonesia akan menimbulkan persaingan di
antara restoran cepat saji dalam memberikan produk dan pelayanan yang baik
kepada konsumen.
Penelitian ini membahas penilaian konsumen terhadap kualitas produk dan
pelayanan yang ada di KFC cabang Metland Tambun dengan tujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan ketika
berkunjung ke KFC cabang Metland Tambun. Metode yang digunakan dalam\ud
penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana penelitian dilakukan dengan
observasi, wawancara serta memberikan kuesioner kepada 50 responden
pengunjung KFC Metland Tambun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pelayanan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan
DAMPAK PEMBERIAN KREDIT TERHADAP PENINGKATAN MODAL USAHA, OMZET PENJUALAN, KEUNTUNGAN PADA UMKM (Penelitian pada Nasabah Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”)
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan segmen terbesar pelaku ekonomi nasional Indonesia yaitu mencapai 99,99% dari pelaku bisnis yang ada di Indonesia. UMKM sangat berperan dalam perekonomian Indonesia, terutama karena UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97,04% tenaga kerja produktif yang tersedia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1. Menganalisis perbedaan modal usaha antara sebelum dan sesudah memperoleh kredit pinjaman modal dari Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”. 2. Menganalisis perbedaan omzet penjualan antara sebelum dan sesudah memperoleh kredit pinjaman modal dari Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”. 3. Menganalisis perbedaan keuntungan antara sebelum dan sesudah memperoleh kredit pinjaman modal dari Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”. Jumlah sampel 55 dengan menggunakan uji pangkat tanda wilcoxon.
Berdasarkan hasil dari uji pangkat tanda Wilcoxon ditemukan bahwa modal usaha nilai Z yang didapat sebesar -7,353 dengan nilai p Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000. Maka terdapat perbedaan jumlah modal usaha sebelum dan sesudah memperoleh kredit dari Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”). Berdasarkan hasil dari uji pangkat tanda Wilcoxon ditemukan bahwa omzet penjualan nilai Z yang didapat sebesar -7,416 dengan nilai p Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000. Maka terdapat perbedaan jumlah omzet penjualan sebelum dan sesudah memperoleh kredit dari Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”). Berdasarkan hasil dari uji pangkat tanda Wilcoxon ditemukan bahwa keuntungan nilai Z yang didapat sebesar -7.294 dengan nilai p Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,000. Maka terdapat perbedaan jumlah keuntungan sebelum dan sesudah memperoleh kredit dari Koperasi Civitas Akademika STIENU Jepara “MITRA USAHA”)
PENGARUH LIGAN KCN PADA PROSES ELEKTROLISIS UNTUK PENGAMBILAN LOGAM PERAK DARI LIMBAH CAIR FOTOGRAFI
Perak merupakan suatu logam berharga banyak digunakan dalam proses fotografi, proses pengembangan film menghasilkan limbah cair fotografi dalam bentuk kompleks perak tiosulfat dan sedikit perak bromida. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kembali logam perak dari limbah cair fotografi serta mengetahui kondisi optimum metode elektrolisis dalam pengambilan perak secara elektrolisis. Elektrolisis dilakukan pada limbah cair fotografi tanpa dan dengan penambahan larutan KCN 1 M digunakan elektroda platina dengan variasi waktu 30; 60; 90; dan 120 menit. Penelitian dilakukan secara 4 tahap yaitu: penentuan konsentrasi perak dalam larutan sampel, penentuan potensial elektrodeposisi, proses elektrolisis pada potensial tetap, analisis hasil dengan AAS. Kemurnian endapan perak maksimal pada saat elektrolisis 30 menit 36,06 % tanpa pengompleks dan 37,44 % dengan pengompleks KCN 1 M. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa semakin lama waktu elektrolisis sebanding dengan jumlah perak yang terendapkan
PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK TOTAL PADA EKSTRAK DAUN KECAPI (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) MENGGUNAKAN METODE ULTRASONIK DENGAN VARIASI WAKTU EKSTRAKSI
Tanaman kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr.) memiliki kandungan
senyawa aktif yaitu flavonoid, saponin, polifenol, tannin dan alkaloid. Dilakukan
pengujian kadar flavonoid dan fenolik total dengan perbedaan variasi waktu pada
ekstraksi menggunakan metode ultrasonik bertujuan untuk mengetahui pengaruh
variasi waktu esktraksi pada terhadap kadar fenol dan flavonoid total pada daun
kecapi menggunakan metode gelombang ultrasonik. Hasil menunjukkan rata-rata
kadar fenolik total pada ekstrak daun kecapi variasi waktu 10, 20, 30, 40, 50 menit
sebesar 110,8832 mgGAE/g, 129,5476 mgGAE/g, 147,0733 mgGAE/g, 150,2276
mgGAE/g, 155,8354 mgGAE/g. Dan hasil rata-rata kadar flavonoid total pada
ekstrak daun kecapi variasi waktu 10, 20, 30, 40, 50 menit sebesar 5,0157
mgQE/g, 5,8058 mgQE/g, 6,0518 mgQE/g, 6,7477 mgQE/g, 7,3443 mgQE/g.
Data hasil flavonoid dan fenolik total dianalisis dengan persamaan regresi linear.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan kadar flavonoid maupun fenolik
total tiap variasi waktu ekstraksi menggunakan metode ultrasonik. Hal ini
menunjukkan adanya pengaruh waktu ekstraksi terhadap kadar fenol dan
flavonoid total.
Kata kunci: Sandoricum koetjape, kadar flavonoid total, kadar fenolik total,
ultrasonik, variasi wakt
Hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan sosial dan emosional anak berkebutuhan khusus (ABK); tunarungu di SDLB-B Karya Mulia I Surabaya
ABK; tunarungu memiliki masalah yang menonjol pada kemampuan sosial dan emosional karena keterbatasan kemampuan mendengar mereka. Kemampuan sosial dan emosional dapat ditingkatkan dengan adanya dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan sosial dan emosional ABK; tunarungu. penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Populasi adalah 30 wali murid di SDLB-B Karya Mulia I Surabaya. Metode samplingnya adalah quota sampling. Variabel penelitian adalah dukungan keluarga, kemampuan sosial dan emosional ABK; tunarungu. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji statistik Spearman Rank, menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan sosial dengan nilai r menunjukkan kekuatan tingkat hubungan korelasinya sedang dan searah berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi pula kemampuan sosial yang dimiliki anak tunarungu. Serta ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemampuan emosional ABK; tunarungu. Nilai r menunjukkan kekuatan tingkat hubungan korelasinya sedang dan searah berarti semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi pula kemampuan emosional yang dimiliki anak tunarungu. Kemampuan sosial dan emosional yang rendah pada anak tunarungu dapat diminimalisir oleh keluarga karena keluarga adalah orang yang paling dekat dan mempunyai intensitas tinggi untuk bersama dengan anak tunarungu
Parameter standarisasi tanaman segar, simplisia dan esktrak etanol daun insulin (Smallanthus soncifolius) dari tiga daerah berbeda
Tanaman Insulin (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman herba yang telah digunakan sebagai obat tradisional. Berdasarkan penelitian sebelumnya, belum ada acuan tentang standarisasi daun Insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan karakteristik tanaman segar, menetapkan profil parameter kualitas simplisia dan ekstrak etanol serta penetapan kadar flavonoid, fenol dan alkaloid ekstrak etanol daun Insulin. Karakterisasi tanaman segar meliputi pengamatan makroskopik dan mikroskopik. Simplisia daun Insulin diperoleh dari tiga lokasi berbeda (Batu, Bogor dan Pacet). Ekstrak kental diperoleh dengan metode maserasi pelarut etanol 96%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa daun Insulin memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, steroid dan triterpenoid. Profil spektrum infrared dari ketiga daerah menunjukkan spektrum yang sama yang memiliki serapan pada bilangan gelombang 3282,38-3283,91cm-1, 2850,10-2924,34cm-1, 2126,86-2131,89 cm-1, 1403,50-1403,94 cm-1 dan 1026,55-1033,86 cm-1. Hasil standarisasi mutu simplisia daun Insulin didapatkan nilai standarisasi berupa kadar sari larut air > 22%, kadar sari larut etanol > 2%, kadar abu total 67%, kadar sari larut etanol 85%, kadar abu total 0,001% b/b, flavonoid > 0,002% b/b dan alkaloid yang terdapat pada daun Insulin didapatkan persen kadar > 0,5% b/b
