179 research outputs found

    KONSTRUKSI JOKO WIDODO DALAM FILM JOKOWI

    No full text
    Fokus penelitian ini adalah melihat bagaimana Joko Widodo sebagai tokoh utama dalam film JOKOWI dikonstruksikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap mengenai bagaimana figur Joko Widodo sebagai tokoh utama dalam film JOKOWI dikonstruksikan. Film ini menarik untuk diteliti karena tokoh utama yang kisahnya diangkat dalam film ini merupakan Presiden ke-tujuh Indonesia yaitu Joko Widodo. Selain itu peluncuran film pada tahun 2013 ini yang sangat berdekatan dengan pemilihan presiden di tahun berikutnya, dan Joko Widodo sebagai salah satu kandidat dalam pemilihan tersebut dan satusatunya yang di-film-kan. Penelitian ini menggunakan analisis semiotik milik Charles Sander Peirce yaitu triangle meaning yang terdiri atas sign (tanda), object (objek) dan interpretant (interpretan). Sedangkan ada tiga unsur tanda dari 66 menurut Peirce yang paling popular, yaitu icon, index dan symbol. Penelitian ini menemukan bahwa Joko Widodo dalam film JOKOWI digambarkan sebagai sosok yang layak dijadikan panutan karena sikap dan sifatnya yang positif di seluruh lingkungan pendidikan yang sesuai dengan nilainilai Pancasila dan kepemimpinan Jawa

    Kerjasama Indonesia dan Jerman Melalui Program FORCLIME (Forest and Climate Change Programme) Untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Sektor Kehutanan Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo tahun 2017-2020

    No full text
    Melestarikan hutan Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga kondisi dunia yang saat ini telah mulai mengalami krisis pemanasan global salah satunya diakibatkan oleh emisi gas rumah kaca. Lewat tulisan ini, penulis ingin mengetahui bagaimana “Kerjasama Indonesia dan Jerman melalui program FORCLIME (Forests and Climate Change Programme) Untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Sektor Kehutanan Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo pada tahun 2017 – 2020” melalui program yang sudah dirancang khusus untuk penanganan perubahan iklim Indonesia dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan deforestasi (REDD+) yaitu FORCLIME FC Module. Oleh karena itu penulis berfokus pada analisis strategi apa saja yang telah dilakukan FORCLIME untuk mencapai tujuan dari pembentukan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Federasi Jerman ini. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif eksplanatif yang juga menggunakan teknik pengumpulan data studi pustaka. Tujuan dari penulisan adalah untuk melihat sudah sejauh mana peran dari FORCLIME dalam melaksanakan strategi konservasi hutan dan pengelolaan hutan berkelanjutan untuk tujuan mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia yang mana dampaknya dapat mempengaruhi dan mengurangi efek dari pemanasan global.Preserving Indonesia's forests has a very important role to play in maintaining world conditions which are currently experiencing a global warming crisis, one of which is caused by greenhouse gas emissions. Through this paper, the author wants to find out how " Cooperation Between Indonesia and Germany Through the FORCLIME (Forest and Climate Change Programme) to Reduce Greenhouse Gas Emission From the Forestry Sector During Joko Widodo Administration in 2017 - 2020" through a program that has been specially designed for Indonesia's handling of climate change in reducing greenhouse gas emissions and deforestation (REDD+), namely the FORCLIME FC Module. Therefore the author focuses on analyzing what strategies FORCLIME has carried out to achieve the goal of establishing this collaboration between the Indonesian government and the German Federation government. The research method used in this paper is explanatory descriptive qualitative which also uses literature study data collection techniques. The purpose this paper is to see how far the role of FORCLIME in implementing forest conservation and sustainable forest management strategies for the purpose of reducing greenhouse gas emissions in Indonesia, which impacts can influence and reduce the effects of global warming

    Identifikasi Colletotrichum Spp. Asal Berbagai Bagian Tanaman Pepaya (Carica Papaya L.).

    No full text
    Pepaya merupakan tanaman penting di Indonesia dengan tingkat konsumsi sebanyak 705 600 ton setiap tahun. Colletotrichum spp. merupakan salah satu faktor pembatas produksi pepaya yang dapat menyebabkan antraknosa. Cendawan antraknosa sebelumnya dikenal sebagai penyebab antraknosa pada pepaya dalam masa penyimpanan, namun telah ditemukan laporan bahwa patogen ini dapat menginfeksi buah, tangkai dan batang pepaya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Colletotrichum spp. dari berbagai bagian tanaman dari pepaya (Carica papaya L.). Tahapan dari penelitian ini dimulai dengan isolasi buah, batang dan tangkai yang memiliki gejala khusus seperti lesi yang membentuk cekungan dan bercak antraknosa berwarna oranye sampai kecoklatan pada permukaan jaringan yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Karakter morfologi dilakukan dengan mengamati warna koloni dan bentuk konidia. Identifikasi molekuler dilakukan dengan amplifikasi DNA menggunakan pasangan primer umum ITS 1/ITS 4 dilanjutkan dengan sekuensing produk amplifikasi, dan analisis hasil sekuensing menggunakan Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) berdasarkan basis data pada National Center for Biotechnology Information (NCBI) serta respon pertumbuhan cendawan pada berbagai suhu. Sebanyak dua puluh isolat Colletotrichum spp. yang berhasil diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menghasilkan 12 spesies C. gloeosporioides dengan koloni tampak atas dan bawah berwarna abu-abu sampai hijau tua dengan bentuk konidia silindris dan kedua ujung membulat. Sebanyak 4 spesies C. magnum ditandai dengan koloni atas berwarna abu-abu dan tampak bawah berwarna abu kehitaman dengan bentuk konidia silindris dan kedua ujung membulat. Sebanyak 4 spesies C. truncatum ditandai dengan koloni tampak atas berwarna putih susu dan tampak bawah berwarna cokelat dengan membentuk cincin konsentris, bentuk konidia melengkung dengan kedua ujung meruncing. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa 4 isolat yang memiliki kekerabatan dengan C. truncatum asal Malaysia dan 1 isolat C. magnum asal Brazil, sedangkan 12 isolat berhasil diidentifikasi secara morfologi sebagai C. gloeosporioides dan 3 isolat sebagai C. magnum. Pertumbuhan isolat pada beberapa suhu menunjukkan bahwa suhu pertumbuhan optimum C. gloeosporioides dan C. magnum yaitu pada 24 °C asal Bogor dan Kebumen sedangkan 32 °C pada C. truncatum asal Kebumen. Berbagai isolat Colletotrichum asal buah, tangkai dan batang mampu menginfeksi pada bagian tanaman yang berbeda dari asal bagian tanamannya. Pada penelitian ini seluruh data identifikasi, pertumbuhan koloni pada berbagai suhu dan patogenisitas cendawan dapat dimanfaatkan untuk strategi pengendalian antraknosa di lapangan

    Analisis Kerjasama Bilateral China dan Indonesia Pada Masa Kepemimpinan Joko Widodo (Studi Kasus Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara)

    No full text
    Menguatnya hubungan Indonesia-China pada kepemimpinan Joko Widodo mulai menguat. Adanya kebutuhan dalam pembangunan infrastruktur yang nantinya dijadikan sebagai investasi besar ini membuat Indonesia melakukan Kerjasama kepada China. Salah satu kerjasamanya adalah pembangunan Ibu Kota negara (IKN) Nusantara. Tujuan penelitian Untuk mengetahui dinamika kerjasama bilateral Indonesia-China dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) tahun 2020-2024. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Unit amatan dalam penelitian ini adalah kerjasama bilateral. Unit analisis dalam penelitian ini adalah kerjasama bilateral China dan Indonesia pada masa kepemimpinan Joko Widodo dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Sumber data menggunakan data sekunder. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan studi pustaka. Teknik analisis data dengan mengumpulkan literature, merangkum hasil literature dan membuat hasil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Poin yang tercapai secara diplomasi Indonesia terhadap China dalam kerjasama bilateral adalah dengan keberhasilan Indonesia dalam kerjasama pembangunan Ibu Kota negara (IKN) Nusantara, Pemerintah China semakin percaya dengan kemudahan investasi di Indonesia, dan untuk jangka panjangnya negara-negara lain yang ingin berinvestasi di Indonesia melihat peluang yang besar untuk menanamkan modal investasinya dengan China sebagai “garansi”nya.The strengthening of Indonesia-China relations under Joko Widodo's leadership began to strengthen. The need for infrastructure development which will later be used as a major investment makes Indonesia collaborate with China. One of the collaborations is the development of the National Capital City of the Archipelago. The aim of the research is to determine the dynamics of bilateral cooperation between Indonesia and China in the development of the National Capital City in 2020-2024. The research approach used in this research is a qualitative descriptive approach. The unit of observation in this research is bilateral cooperation. The unit of analysis in this research is bilateral cooperation between China and Indonesia during Joko Widodo's leadership in the development of the National Capital City. The data source uses secondary data. This research data collection method uses library research. Data analysis techniques by collecting literature, summarizing literature results and making conclusions. The results of the research show that the point achieved by Indonesian diplomacy towards China in bilateral cooperation is with Indonesia's success in collaborating on the development of the National Capital City of the archipelago, the Chinese government increasingly believes in the ease of investment in Indonesia, and in the longterm other countries who want to investing in Indonesia sees a great opportunity to invest capital with China as a "guarantee"

    Kendaraan Tradisional Khas Yogyakarta Pit Onthel (Sepeda Kayuh) Sebagai Tema Penciptaan Produk Batik Eco Friendly

    No full text
    Pengembangan pada prototip produk batik dengan tema pit onthel (sepeda kayuh) sebagai kendaraan tradisional khas Yogyakarta, dapat dilakukan pada beberapa aspek yang meliputi komposisi motif dan penggunaan bahan warnanya. Pengembangan dapat dilakukan dengan mengkombinasikan unsur-unsur dari bagian pit onthel (sepeda kayuh) dalam satu proses perwujudan. Dari produk yang dihasilkan, maka produk batik yang dihasilkan dapat dikombinasikan, dikembangkan, serta dieksplorasi secara terus-menerus secara tidak terbatas. Aspek pengembangan di samping pada aspek motif, juga pada eksplorasi dari bahan warna alam yang digunakan. Hal ini dikarenakan pengembangan motif yang dihasilkan memiliki berbagai peluang nilai artistik dan ekonomis yang tinggi

    Perancangan Asset Animasi 3D Dampak Cyberbullying Terhadap Kehidupan Bermasyarakat

    No full text
    ABSTRAKPrakoso, Bedah Suryo, 2019.  Perancangan asset animasi 3d dampak cyberbullying terhadap kehidupan bermasyarakat. Tugas Akhir, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T (II) Dimas Rifqi Novica, S.Sn M.DsKata Kunci: Karakter, 3D, Cyberbullying, Animasi.Perancangan karakter 3D dari animasi yang berjudul cyberbullying. Yang berlatar belakang himbauan kepada masyarakat tentang cyberbullying, dengan memvisualisasikan model karakter pada media sosial kita akan tau posisi korban saat terjadinya cyberbulying. Dan diharapkan pengguna media sosial lebih bijaksana dalam bermedia sosialProses visualisasi karakter 3d tentang cyberbullying ini mempunyai 3 tahap perancangan, yaitu pra produksi yang dimulai dari pencarian data, lalu dianalisis dan ditentukan judulnya, setelah itu dibuat desain karakter, desain background, produksi dimulai dari tahap modeling dari box, rigging dengan biped, dan texturing di menu material. Sedangkan model perancangan yang digunakan adalah model prosedural yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk.Perancangan ini menghasilkan 2 karakter 3 dimensi, 3 Background 3 dimensi dan 6 properti pendukung 3 dimensi. Dan penulis menghasilkan sebuah demo reel asset yang telah di uanggah di youtube dan Instagram dengan durasi 1 menit 59 detik. Penulis juga menghasilkan media pendukung berupa banner dan sticker. ABSTRACTPrakoso, Bedah Suryo, 2019.  Designing 3D animation assets impacts cyberbullyying on social life. Final Project, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Supervisor: (I) Mitra Istiar Wardhana, S.Kom, M.T (II) Dimas Rifqi Novica, S.Sn M.DsKeywords: Character, 3D, art of banyuwangi, Animation.Designing 3D characters from animation entitled cyberbullying. The background is appealing to the public about cyberbullying, by visualizing the character model on social media we will know the position of the victim when cyberbulying occurs. And it is expected that social media users will be wiser in social mediaThe 3d character visualization process about cyberbullying has 3 design stages, namely pre-production which starts from searching data, then analyzes and determines the title, after which, character designs, background designs, production starts from the box modeling stage, rigging biped, and texturing in the material menu. While the design model used is a descriptive procedural model, which outlines the steps that must be followed to produce the product.This design produces 2 3-dimensional characters, 3 3-dimensional backgrounds and 6 3-dimensional supporting properties. And the author produced a demo reel that was uploaded on YouTube and Instagram with a duration of 1 minute 59 seconds. The author also produces supporting media in the form of banners and stickers

    Laporan Pertama tentang Penyakit Busuk Arang pada Kacang Tanah

    No full text
    Peanut charcoal rot disease was first observed in Bogor,West Java in June 2010, and Serang, Banten in January 2012. Infected plants in the field showed root and stem rot, discoloration of stems and/or branches. Severe infection may cause wilting of foliage then plant dried out. Based on microscopic observation Macrophomina phaseolina was constantly associated with diseased plants from those two areas. Hot temperature and low rainfall might favour disease development. This is the first report of charcoal rot disease of peanut in West Java and Banten. Key words: charcoal rot, Macrophomina phaseolina, peanut</div

    KRIYA TEKSTIL TIE-DYE (IKAT CELUP): SEBUAH MEDIA EKSPLORASI ESTETIS YANG POPULER

    No full text
    Tie-dye becomes the one of the most popular craft textile, which is known almost all over theworld including in Indonesia. Making motif on to the fabric using tie-dye techniques is very easy to belearned, beside there are many kind of simple technics on it. These techniques are very unique andcould be developed and explored without limited. The unpredictable effects of motifs sometimes mayappear and can be resulted from tie-dye techniques.In this article we will study about tie-dye in many aspect i.e. term of tie-dye, tradition andculture background of tie-dye, mainly showing about tie-dye techniques, and a few tie-dye products.This paper expected give the wide describing and inspiring about tie-dye in craft textile works or tiedyeas an expression of fine art.Keywords: tie-dye, resist-dye, textile motif, craft textile, aesthetic exploratio

    Penyakit Keriting Daun Pepaya yang Disebabkan oleh Cladosporium cladosporioides

    No full text
    Leaf curling and chlorotic spot on young leaves of papaya type California was observed in Bogor, Kebumen, and Bekasi. Conidium of Cladosporium cladosporioides was found associated with diseased tissue based on microscopic examination. To our knowledge, this is the first report of C. cladosporioides causing papaya leaf curling in Indonesia. Key words: chlorotic, leaf curl disease, papaya disease, scab</div

    Strategi pemberdayaan remaja putus sekolah di Panti Sosial Bina Remaja (Psbr) Bambu Apus Jakarta Timur melalui keterampilan elektro dan montir motor

    No full text
    Dalam masyarakat masa kini pendidikan dianggap sebagai faktor dinamis nomor satu di dunia sebagai penggerak suatu negara. Bangsa apa dan dimanapun akan menjadi besar diukur dari SDM-nya, dan SDM tidak terlepas dari sektor pendidikan bangsanya. Berdasarkan hal tersebut maka pendidikan yang diberikan kepada para remaja harus ditingkatkan. Namun bukan hanya diberikan pendidikan kepada remaja tetapi harus juga diberikan asumsi ? asumsi seperti halnya bahwa remaja sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki rasa bertanggung jawab untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara, khususnya dalam bidang pendidikan. Apabila asumsi-asumsi penerus bangsa bertanggung jawab untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara semakin intensif ditanamkan kepada remaja, maka bangsa ini akan lebih terjamin. Akan tetapi dalam menyiapkan remaja sebagai penerus bangsa yang tangguh dalam melanjutkan pembangunan tidaklah mudah. Banyak sekali hambatan yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal seperti halnya kemiskinan dan kelemahan intelektual yang dialami remaja itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal meliputi terbatasnya akses pendidikan yang sesuai atau rendahnya kualitas pendidikan yang diselenggarakan menjadi tantangan dalam mewujudkan generasi yang tangguh dan cerdas. Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Bambu Apus Jakarta Timur adalah lembaga yang mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai strategi pemberdayaan dalam program keterampilan elektro dan montir di PSBR Bambu Apus Jakarta Timur. Penelitian ini dijelaskan dalam metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi mendalam mengenai kegiatan keterampilan elektro dan montir motor. Kegiatan keterampilan ini sebagai salah satu strategi untuk menumbuhkembangkan kemampuan serta perilaku anak. Strategi pemberdayaan yang dilakukan dapat melihat perubahan-perubahan anak menjadi lebih baik. Terlihat bagaimana anak menjadi lebih mandiri, produktif, disiplin, jujur, dan ulet. Dengan ada Pemungkinan membuat anak ingin berkembang. Dari ingin berkembang maka harus diberikan penguatan melalui pemberian keteerampilan untuk menunjang kemauannya. Setelah mendapatkan skill dari keterampilan maka harus diberikan perlindungan serta akses agar anak dapat mampu berkembang. Setelah semua itu terpenuhi maka diperlukan Penyokongan berupa bimbingan-bimbingan agar anak tidak salah dalam memilih jalannya sendiri
    corecore