143 research outputs found
Pengaruh berbagai formula pupuk bio-organo mineral terhadap N, P, K tersedia tanah dan pertumbuhan tanaman jagung
The effect of bio-organo mineral fertilizers on availability of soil NPK andgrowth of corn plants (R. Agus Widodo, Didi Saidi, and Djoko Mulyanto): Thedemand of chemical fertilizers increase continuously, but the availability and high prices are obstacles to achieving optimal agricultural production. On the other hand, the dose of fertilizer that must be given per unit area continues to increase due to land degradation due to excessive use of chemicals without organic fertilizer. Organic giving is felt to be unable to meet the nutrient requirements needed by plants. Bio organo mineral fertilizer is an organic fertilizer enriched with agricultural mineral materials. This study aims to determine the effect of various formulas of bio-organo mineral fertilizer on the growth of corn plants. The study was conducted with experiments arranged in a randomized design complete with the treatment of 7 kinds of bio organo mineral fertilizers of various formulas and controls. Research parameters included plant height, stem diameter and number of leaves. The results showed that various bio organo mineral fertilizers had a significant effect on plant height and stem diameter, but were not significantly different from the number of leaves. The best fertilizer based on plant growth is bio-organomineral fertilizer with formula P4, which is a combination of 65% straw; 15% chicken manure; 20% agromineral material (Zeolite: Feldspar: Phosphate rock = 1: 1: 2
KONTEKSTUALISASI HISTORIS BABAD PAKEPUNG: UPAYA PENEMPATAN BABAD SEBAGAI SUMBER SEJARAH REPRESENTATIF
ABSTRAK Babad merupakan karya sastra yang berupa teks sejarah yang dipadu dengan mitos. Selama ini banyak yang menganggap bahwa babad kurang layak untuk menjadi sumber sejarah karena usur sejarah samar, malahan bias karena para penulis mengungkapkan gagasan mereka menurut tradisi kepengarangan tradisional Jawa, dan bukanya konvensi sejarah. Namun, pada perkembangan selanjutnya, babad mulai dipakai sebagai sumber kajian tentang sejarah masa lalu dan juga masyarakatnya. Secara teoritis dan metodologis, babad memang memiliki kekurangan khususnya bila dikaitkan dengan persoalan penanggalan yang tepat dan terperinci. Terlepas dari semua kelemahan-kelemahannya, sebenarnya babad juga mengandung fakta sejarah. Salah satu babad yang menarik untuk dikaji adalah Babad Pakepung karya Yasadipura II. Babad ini menarik karena ditulis langsung berdasarkan pengalaman penulisnya. Melalui kajian ini penulis berusaha untuk menganalisis representasi Babad Pakepung sebagai sumber sejarah. Berdasarkan analisis didapatkan hasil bahwa Babad Pakepung dapat dijadikan sumber rujukan sejarah yang cukup akurat, walaupun harus dirujuk dengan sumber-sumber sejarah yang lain. Hal ini dikarenakan dalam Babad Pakepung tidak menyebutkan tanggal secara pasti untuk beberapa peristiwa bersejarah. Namun setelah divalidasi dengan sumber yang lain, hari yang disebutkan dalam Babad Pakepung dapat dibuktikan kebenarannya. Babad Pakepung menuliskan fakta-fakta dan rincian-rincian peristiwa secara runtut dan detail. Hal ini merupakan keunggulan babad yang biasanya tidak ditemukan dalam dokumen- dokumen resmi sejarah
NILAI PENDIDIKAN, SOSIAL, BUDAYA, DAN RELIGIUS NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA
The purpose of this study was to describe the value of education, social, cultural, and religious in Laskar Pelangi novel by Andrea Hirata. This research used qualitative descriptive design. Educational values research findings in the novel Laskar Pelangi was essentially an attempt by the author to help readers realize the values it has. Social value was the lessons learned from social behavior such as attitudes towards events that occur in the vicinity that has to do with others, ways of thinking, and community social relations between individuals. Cultural values Belitong load of everyday citizens, and also about the diverse ethnic and cultural activities in Belitong. The religious value of the load; In terms of life outwardly, as well as the whole human self in total in its integration relationship to God. Furthermore, the findings are discussed in a comprehensive manner to be implied as teaching materials (Student Worksheet) for junior high school.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai pendidikan, sosial, budaya, dan religius dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Temuan hasil penelitian Nilai Pendidikan di dalam novel Laskar Pelangi pada kahikatnya merupakan upaya penulis untuk membantu pembaca menyadari nilai-nilai yang dimilikinya. Nilai sosial merupakan hikmah yang dapat diambil dari perilaku sosial berupa sikap seseorang terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang ada hubungannya dengan orang lain, cara berpikir, dan hubungan sosial bermasyarakat antar individu. Nilai budaya memuat tentang keseharian warga Belitong, kemudian juga tentang beragam etnis dan kegiatan kebudayaan yang ada di Belitong. Nilai religius memuat tentang; segi kehidupan secara lahiriah, serta keseluruhan diri pribadi manusia secara total dalam integrasinya hubungan terhadap Tuhan. Selanjutnya hasil temuan dibahas secara komprehensif untuk diimplikasikan sebagai bahan ajar (Lembar Kerja Siswa) untuk sekolah menengah pertama.Kata kunci: nilai (pendidikan, sosial, budaya, religius), novel, lembar kerja siswa
PENERAPAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK BERORIENTASI PENILAIAN BERSAMA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA :Studi Eksperimen Kuasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil beberapa penelitian terhadap kemampuan menulis mahasiswa. Beberapa hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menulis mahasiswa masih rendah termasuk mahasiswa Universitas Lampung. Rendahnya kualitas menulis mahasiswa Universitas Lampung antara lain ditengarai dari produk atau hasil karya tulis yang disusunnya. Di samping itu, proses penulisan skripsi mahasiswa Universitas Lampung masih banyak yang melampau batas ambang.
Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis mahasiswa Universitas Lampung adalah strategi pembelajaran yang digunakan dosen kurang tepat. Sebagian besar dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran menggunakan strategi yang konvensional sehingga mahasiswa kurang aktif dan kreatif. Dosen sebagai fasilitator harus inovatif dalam merevitalisasi proses belajar mengajarnya untuk memotivasi mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model investigasi kelompok berorientasi penilaian bersama dalam pembelajaran menulis. Apakah pembelajaran menulis dengan model investigasi kelompok berorientasi penilaian bersama dengan memperhatikan enam tahap pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa? Untuk itu, penelitian ini diarahkan kepada metode eksperimen kuasi dengan Pretest-Posttest Control Group Design.
Subjek penelitian ini terdiri atas dua, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen terdiri atas 46 mahasiswa, sedangkan kelas kontrol terdiri atas 42.mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini antara lain tes awal dan tes akhir, wawancara, angket, lembar pengamatan, penilaian laporan kelompok, dan penilaian presentasi.
Berdasarkan hasil penelitian, terbukti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang menggunakan model investigasi kelompok berorientasi penilaian bersama dengan model pemberian tugas. Hal ini diperlihatkan dari selisih antara rata-rata peningkatan hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 6,49. Di samping itu, nilai probabilitas atau sig. untuk semua aspek menulis sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05, hal ini berarti bahwa kenaikan belajar menulis yang terdiri atas lima aspek pada kelas eksperimen signifikan. Hasil uji perbedaan ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis argumentasi mahasiswa dengan model investigasi kelompok berorientasi penilaian bersama lebih tinggi daripada dengan model pemberian tugas.
Temuan penelitian ini yang menyebutkan bahwa pembelajaran dengan model investigasi kelompok lebih meningkatkan kemampuan menulis argumentasi telah menunjang teori belajar, model pembelajaran, dan analisis kebutuhan yang diharapkan. Untuk itu, implikasi penelitian ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pembelajaran menulis bagi dosen Bahasa Indonesia. Dalam menyampaikan materi menulis, sebaiknya dosen berlandaskan teori belajar gestalt dan bukan teori belajar asosiasi. Model investigasi kelompok berorientasi penilaian bersama yang terdiri atas enam tahap pembelajaran dapat dijadikan alternatif dosen dalam meningkatkan keterampilan berbahasa terutama keterampilan menulis.
This research was inspired by the findings of the previous researches on the students’ writing skills, indicating that university students, including those of Lampung University, had low writing skills. The low writing skills of students were seen from the papers the students had written. In addition, the process of undergraduate thesis writing has gone over the threshold boundaries.
One of the contributing factors that caused the students’ low skills in writing was the lack of inappropriate teaching strategies the lectures applied in the class. Most of them still used the so called conventional strategies for delivering the teaching materials so that the students were inactive and less creative. As a facilitator, a lecture must be innovative in revitalizing the teaching-learning processes in order to motivate the students.
The objective of this research is to identify the effectiveness of collaborative-oriented assessment of group investigation model in teaching writing. Can teaching writing through collaborative-oriented assessment of group investigation model by concerning to those six instructional steps increase the students’ argumentative writing skill? Therefore, this research is focused on the quasi experimental method by using a Pretest-Posttest Control Group Design.
The subject of the research consists of two groups: experiment and control group. Experiment group comprises 46 students, while the control group consisted of 42 students. Instruments used to evaluate this model were pre-test and post-test, interview, questionnaire, monitoring sheet, group assessment report, and presentation assessment sheet.
The research findings indicate that there is a significant difference between the students’ learning outcomes when using collaborative-oriented assessment of group investigation model and those through task-giving model. This can be indicated from the average difference of learning achievement between control classes and experiment classes amounting to 6.49549. Whereas, the probability score or sig. for all writing aspects 0.000 is lower than 0.05, this means that the increase of the learning consisted of five writing aspects outcomes in experimental class is significant. The difference in test scores indicates that the student ability in argumentative writing using collaborative-oriented assessment of group investigation model is higher than those using task-giving model.
The research also found that collaborative-oriented assessment of group investigation model is better than task-giving model in supporting the learning theory, learning model, and expected need analysis. Therefore, this research is expected to be able to solve problems in teaching writing for the Indonesian lectures. In teaching writing materials, it’s better for the teachers to based on the gestalt theory and not to the associate theory. The collaborative-oriented assessment of group investigation model consisted of six instructional steps can be applied by the lectures as an alternative to increase teaching-learning linguistic skills especially for writing skills
Pembelajaran Bahasa Kedua
Pembelajaran bahasa kedua bagi seorang anak memang unik, sebab akan selalu dipengaruhi bahasa selingkung sehingga percepatan penguasaan bahasanya akan berbeda-beda. Dalam pembelajaran, penguasaan bahasa kedua bagi anak akan lebih cepat daripada penguasaan bahasa kedua bagi orang dewasa. Berlandaskan pemahaman teori-teori belajar dan pembelajaran bahasa diharapkan dapat menambah wawasan bagi pendidik tentang perkembangan dan keunikan bahasa anak serta orang dewasa
ANALISIS PENTANAHAN GRID PADA GARDU INDUK KRAKSAAN PROBOLINGGO BERDASARKAN IEEE 80-2013 UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN SISTEM PENTANAHAN
ANALISIS PENTANAHAN GRID PADA GARDU INDUK KRAKSAAN PROBOLINGGO BERDASARKAN IEEE 80-2013 UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN SISTEM PENTANAHAN
Anang Tri Wibowo , I Made Wartana , Widodo Pudji Mulyanto
[email protected]
ABSTRAK
Sistem tenaga listrik yaitu suatu proses dimana energi listrik yang dihasilkan dari pusat - pusat pembangkit listrik dan kemudian disalurkan lewat jaringan - jaringan transmisi menuju ke Gardu Induk (GI) dan kemudian didistribusikan ke pusat beban. Sistem Pentanahan adalah sitem keamanan yang mampu menjaga sistemnya sendiri dan mengamankan makhluk hidup di sekitarnya ketika (GI) terjadinya arus gangguan. Pada perencanaan ini dapat di tentukan Arus gangguan yang dihitung arus gangguan 3 fasa dengan hasil 809
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMPRODUKSI TEKS EKSPOSISI MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS X
The purpose of this study to describe the increase in the skill of producing text exposition using audiovisual media. The method used is classroom action research conducted by two cycles. The subjects were students of class X IPS 1 SMA Negeri 1 Gadingrejo in the school year 2016/2017 the number of students 32 people. The results showed that improvements in the learning process can be seen from the increased activity of students in the learning process. Improved learning outcomes can be seen from the score of the average grade obtained. At this stage of prasiklus obtained an average score of 64.1, the stage of the first cycle increased to 75.6, and the phase of the second cycle increased again to 83.8. This shows an increase of each stage. It can be concluded that the use of audio-visual media is considered successful and can increase the ability to produce text argument in class X SMA Negeri I Gadingrejo.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan memproduksi teks eksposisi dengan menggunakan media audiovisual. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Gadingrejo Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dalam hal proses pembelajaran dapat dilihat dari meningkatnya aktivitas siswa dalam selama proses pembelajaran. Peningkatan hasil pembelajaran dapat dilihat dari skor rata-rata kelas yang diperoleh. Pada tahap prasiklus diperoleh skor rata-rata 64,1, tahap siklus I meningkat menjadi 75,6, dan tahap siklus II meningkat lagi menjadi 83,8. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari setiap tahap. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio-visual dinilai berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan memproduksi teks argumentasi pada siswa kelas X SMA Negeri I Gadingrejo.Kata kunci: pembelajaran, eksposisi, audiovisual
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 1 PAGELARAN
This study was aimed at describing forms and causes of code-switching and code-mixing in the environment of SMAN I Pagelaran. It was conducted through a qualitative descriptive design. Sources of data were the teachers, staff, and students of SMAN I Pagelaran in the forms of code-switching and code-mixing occurrences. The results of the study show that code-switching occurs in the forms of internal and external code-switching. The factors causing the occurrences of code-switching include: the benefit obtained by the speaker from his/her actions, the interlocutor switching his/her code because of the presence of the third person, changes of situation from formal to informal, changes of conversational topics. The forms of code-mixing occur in the forms of words, abbreviation/acronyms, phrases, baster, and clauses. Factors causing the code-mixing occurrences are background of the speakers attitude and linguistic preferences.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya alih kode-campur kode di lingkungan SMAN I Pagelaran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber datanya adalah guru, pegawai, dan siswa dilingkungan SMAN I Pagelaran, sedangkan datanya berupa tuturan yang berwujud alih kode dan campur kode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa alih kode terjadi dalam bentuk alih kode intern dan ekstern Faktor penyebab alih kode adalah penutur memperolah keuntungan dari tindakannya, mitra tutur terlebih dahulu beralih kode, berubahnya situasi karenakehadiran orang ketiga, perubahan situasi formal ke informal, dan berubahnya topik pembicaraan. Bentuk-bentuk campur kode terjadi dalam bentuk kata, singkatan/akronim, frasa, baster, dan klausa. Faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode adalah latar belakang sikap penutur dan kebahasaan.Kata kunci: alih kode, campur kode, pembelajaran
DEIKSIS DALAM MIMPI ANAK PULAU ABIDAH EL KHALIEQY DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN
This research aimed to describe the use of deiksis in Mimpi Anak Pulau novel by Abidah El Khalieqy and its implication toward Bahasa language learning at Senior High School. The source of this research was the Mimpi Anak Pulau novel by Abidah El Khalieqy. The research design that was used in this research was qualitative descriptive. Based on the data analysis, it was found that there were deiksis of person, deiksis of space, and deiksis of time. The research result showed that the deiksis occurred when its reference moved in accordance with the person, time, and place of words were uttered. The investigation of deiksis in this research was implicated toward Bahasa language learning at Senior High School grade XI, in learning writing short story text.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian deiksis dalam novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Mimpi Anak Pulau karya Abidah El Khalieqy. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan data berupa deiksis persona, deiksis ruang, dan deiksis waktu. Hasil penelitian menunjukan kedeiksisan terjadi apabila referensinya berpindah-pindah bergantung orang, waktu, dan tempat kata tersebut dituturkan. Kajian deiksis dalam penelitian ini diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XI, pada pembelajaran menulis teks cerpen.Kata kunci: deiksis, implikasi, novel
- …
