3,581 research outputs found

    REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA DALAM VIDEO KOMUNIKASI POLITIK JOKO WIDODO PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2014 (Analisis Semiotika)

    Full text link
    Video merupakan salah satu sarana komunikasi yang efektif dan memberi pengaruh saat ini karena banyak digunakan di media sosial seperti facebook, youtube, dan instagram. Penggunaan video sebagai sarana komunikasi oleh Joko Widodo pada pemilihan presiden tahun 2014 dengan menggunakan simbol-simbol budaya Indonesia untuk mendekatkan diri dan mendapat perhatian serta dukungan dari masyarakat Indonesia. penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna sesungguhnya dari simbol budaya yang digunakan dalam video komunikasi politik Joko Widodo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika model Roland Barthes. Data primer diperoleh dari video komunikasi Politik Joko Widodo pada pemilihan presiden tahun 2014 dan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan dan artikiel-artikel yang mendukung penelitian ini. Dari hasil analisis dengan menggunkan indikator budaya Indonesia berupa rumah adat, pakaian adat, tari tradisional, seni budaya Indonesia, dan bahasa daerah. Peneliti berkesimpulan representasi budaya Indonesia yang ditampilkan secara denotasi yaitu budaya berbentuk fisik, kegiatan budaya di dalam masyarakat, dan karya seni. Secara konotasi berupa cara untuk mendekatakan diri oleh Joko Widodo kepada masyarakat Indonesia. Kata Kunci : Representasi Budaya Indonesia, Video Komunikasi Politik

    KONSTRUKSI JOKO WIDODO DALAM FILM JOKOWI

    Full text link
    Fokus penelitian ini adalah melihat bagaimana Joko Widodo sebagai tokoh utama dalam film JOKOWI dikonstruksikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap mengenai bagaimana figur Joko Widodo sebagai tokoh utama dalam film JOKOWI dikonstruksikan. Film ini menarik untuk diteliti karena tokoh utama yang kisahnya diangkat dalam film ini merupakan Presiden ke-tujuh Indonesia yaitu Joko Widodo. Selain itu peluncuran film pada tahun 2013 ini yang sangat berdekatan dengan pemilihan presiden di tahun berikutnya, dan Joko Widodo sebagai salah satu kandidat dalam pemilihan tersebut dan satusatunya yang di-film-kan. Penelitian ini menggunakan analisis semiotik milik Charles Sander Peirce yaitu triangle meaning yang terdiri atas sign (tanda), object (objek) dan interpretant (interpretan). Sedangkan ada tiga unsur tanda dari 66 menurut Peirce yang paling popular, yaitu icon, index dan symbol. Penelitian ini menemukan bahwa Joko Widodo dalam film JOKOWI digambarkan sebagai sosok yang layak dijadikan panutan karena sikap dan sifatnya yang positif di seluruh lingkungan pendidikan yang sesuai dengan nilainilai Pancasila dan kepemimpinan Jawa

    PEMIKIRAN PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PIDATO SAMBUTAN (THOUGHT THE PRESIDENT JOKO WIDODO IN A GREETING SPEECH)

    Full text link
    Pemikiran Presiden Joko Widodo dalam Pidato Sambutan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan dan menjelaskan pikiran dan gagasan presiden Joko Widodo melalui pola penyampaianpidato sambutannya. Penelitian ini menggunakan teori Norman Fairclough tentang analisis tekstual,analisis praktik wacana, dan analisis praktik sosiokultural. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Penelitian inimenggunakan teknik observasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut. (1) Analisistekstual dalam pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo terdiri atas empat bagian, yaitu struktur teks,tata bahasa, koherensi, dan leksalisasi. (2) Analisis praktik wacana terdiri atas tiga tahap, yaitu prosespenghasilan wacana, proses penyebaran, dan penggunaan wacana. (3) Analisis praktik sosiokulturaldalam pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo terdiri atas tiga tingkatan, yaitu tingkat situasional,institusional, dan sosial.Kata-kata kunci: pemikiran, pidato, sambuta

    Analisis Ketidakefektifan Bahasa Pada Pidato Joko Widodo

    No full text
    Penelitian mengenai analisis kesalahan ketidakefektifan bahasa pada kumpulan penyampaian dan teks pidato Joko Widodo karya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Studi Hukum Ekomnomi Syariah ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang terjadi pada penyampaian dan teks pidato Joko Widodo.Pertama kesalahan ketidakefektifan pemakaian bahasa dengan konteks kalimatnya terdapat 14 kesalahan, kedua ketidakefektifan penggunaan bahasa pada teks pidato Joko Widodo terdapat 11 kesalahan, jadi jumlah keseluruhannya terdapat 25 kesalahan penggunaan bahasa di dalam penyampaian dan teks pidato Joko Widodo. rcakapan tidak ditemukan 1 kesalahan.</p

    Komunikasi Presiden Joko Widodo dalam Vlog #Baliaman

    Full text link
    This article contains an analysis of vlogs uploaded by President Joko Widodo, containing the #BaliAman campaign. Through Vlog, President Joko Widodo tried to bring back public’s confidence about Bali's security level after the eruption of Mount Agung. In addition to natural disasters, Bali was also hit by successive issues, such as hoaxes in social media, which eventually led to the declining number of foreign tourists on the island of Bali. Vlog Joko Widodo's analysis with tagline #BaliAman, we are using Roland Barthes semiotics methodology. This methodology is used to review the outermost layer to the deepest in a visual, using denotation, connotation, and myth. The results show that in the context of Bali Island disaster, President Joko Widodo represents his image as a country leader who is capable providing a sense of security to the community while presenting equality between the president and his people.Artikel ini berisi tentang analisis vlog yang diunggah Presiden Joko Widodo, dengan berisikan kampanye #BaliAman. Melalui vlog, Presiden Joko Widodo berusaha memberikan kembali kepercayaan kepada masyarakat akan tingkat keamanan Pulau Bali pasca ledakan Gunung Agung. Selain bencana alam, Bali juga dihantam berbagai isu berturut turut, seperti hoax di media sosial, yang akhirnya menyebabkan turunnya jumlah wisatawan terutama wisatawan asing di Pulau Bali. Analisis vlog Joko Widodo dengan tagar #BaliAman, dianalisis dengan mengunakan metodologi semiotika Roland Barthes. Metodologi ini digunakan untuk mengulas lapisan terluar sampai terdalam dalam sebuah visual, dengan mengunakan instrumen denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan dalam konteks bencana di Pulau Bali, Presiden Joko Widodo merepresentasikan citra dirinya sebagai pemimpin negara yang sanggup memberikan rasa aman pada masyakat, sekaligus menghadirkan kesetaraan yang tidak berjarak antara presiden dan rakyatnya

    DEMOKRASI DIALOGIS DALAM KEPEMIMPINAN JOKO WIDODO DAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA (GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA)

    No full text
    The substantive of democracy is not merely liberative relaying on the function of the democracy institutions. In addition, the substantive of democracy does not occur because of the openness of public sphere for public debates. Through observing the phenomena of democracy practiced by Joko Widodo and Basuki Tjahaja Purnama as Governor and Vice Governor of DKI Jakarta, this article wants to explain that the practices of democracy in this era have significant evolution. The practices of democracy are not limited to liberative and deliberative practices. The practices of democracy have arrived on dialogue practices. To explain the dialogue democracy as practiced by Joko Widodo and Basuki Tjahja Purnama, this article used the concept dialog democracy

    Figurative Language of Cinema World in Joko Widodo Speech

    Full text link
    This research titled Figurative Language in Joko Widodo Speech. The purpose of this research is to analyze and describe the figure of speech in Joko Widodo speech, the types of figurative language and its meaning of his speech. A qualitative method was used to classify and analyze the data. The technique used in collecting the data was searching videos of Joko Widodo speech. The data used Perrine (1963) and Taylors theories (1981: 167) that many types of figurative language that divide into three classifications namely comparison and substitution, representation by substitution, and contrast by the discrepancy. The data was taken from Joko Widodo Speech in Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank in Bali, World Economic ASEAN Forum in Hanoi and US-ASEAN Forum. The author found 9 figurative languages in Joko Widodo speech in the international event; there were 7 allusions, 1 metaphor, and 1 assonance. The conclusion of this research, the using of figurative language is an alternative to implied the literal meaning which can attract the readers or listeners attention and evoke their imagination

    GAYA BAHASA TEKS PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA JOKO WIDODO

    Full text link
    Gaya Bahasa Teks Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Tujuan penelitian ini, adalah untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan langsung tidaknya makna dengan menggunakan teori gaya bahasa Gorys Keraf. Penelitan ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa teks pidato pidato kemenangan Presiden Terpilih Joko Widodo. Sumber data pada penelitian ini, yakni berita daring Tribunnews.com edisi Minggu, 14 Juli 2019. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Joko Widodo lebih cenderung menggunakan gaya bahasa klimaks. Temuan gaya bahasa lainnya, antiklimaks, paralelisme, antitesis, dan repetisi; (2) Joko Widodo juga menggunakan gaya bahasa asindeton dan polindeton. Gaya bahasa yang sedikit ditemukan yakni hiperbo

    STRATEGI IMPRESSION MANAGEMENT PRESIDEN JOKO WIDODO MELALUI KOMUNIKASI PROGRAM PRIORITAS PEMERINTAH DALAM AKUN YOUTUBE “PRESIDEN JOKO WIDODO”

    No full text
    Impression management adalah suatu proses di mana seorang individu secara sengaja menggunakan komunikasi untuk menciptakan impresi yang diinginkan dari orang lain terhadap dirinya. Setiap individu melakukan impression management, tak terkecuali bagi seorang pemimpin, seperti Presiden Joko Widodo. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui strategi impression management Presiden Joko Widodo melalui komunikasi program prioritas pemerintah dalam akun Youtube-nya, dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Peneliti melakukan koding terhadap pesan verbal (pernyataan yang diucapkan oleh Presiden Joko Widodo) yang ada di dalam 169 video sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang paling sering ditampilkan oleh Presiden Joko Widodo adalah strategi ingratiation, di mana ia ingin mendapatkan kesan sebagai pemimpin yang disukai. Strategi ini secara dominan ditunjukkan melalui indikator mengucapkan salam, terima kasih, serta menyatakan pernyataan yang bersifat humor

    SOSOK PRESIDEN JOKO WIDODO DALAM PEMBERITAAN TENTANG KABINET KERJA

    No full text
    Kabinet merupakan hal yang krusial dalam sebuah pemerintahan. Dalam menjalankan kinerja pemerintahan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, juga membutuhkan pembantu yakni para menteri yang tergabung dalam sebuah kabinet yang disebut Kabinet Kerja. Media televisi merupakan salah satu media massa yang dianggap memberikan pengaruh pada opini publik. Dengan menggunakan metode analisis framing Gamson dan Modigliani, peneliti melihat bagaimana Metro TV dan TVOne memberitakan sosok Presiden Joko Widodo terkait dengan kabinet yang dipimpinnya. Temuan penelitian menunjukkan Metro TV cenderung membingkai sosok Joko Widodo sebagai presiden dengan menunjukkan kebijakan dan prinsip yang dimilikinya. Sebaliknya, tvOne membingkai Joko Widodo sebagai presiden yang tidak konsisten dan tidak pro rakyat
    corecore