1,722,529 research outputs found

    KAJIAN FILOLOGI SÅHÅ AJARAN MORAL WONTÊN SÊRAT DONGÈNG WARNI-WARNI

    No full text
    Ancasing panalitèn mênikå kanggé: (1) ngandharakên kawontênaning naskah Sêrat Dongèng Warni-warni, (2) ndamêl transliterasi standar teks Sêrat Dongèng Warni-warni, (3) ndamêl suntingan teks edisi standar teks Sêrat Dongèng Warni-warni. Salajêngipun, (4) ndamêl terjemahan teks Sêrat Dongèng Warni-warni, sartå (5) ngrêmbag ajaran moral wontên teks Sêrat Dongèng Warni-warni. Panalitèn mênikå ngginakakên metode panalitèn filologi såhå metode panalitèn deskriptif. Metode panalitèn filologi dipunginakakên kanggé nggarap naskah Sêrat Dongèng Warni-warni ingkang kasêrat mawi aksårå Jåwå. Metode panalitèn deskriptif dipunginakakên kanggé nggambarakên naskah Sêrat Dongèng Warni-warni kanthi objektif. Sumber data panalitèn mênikå, naskah Sêrat Dongèng Warni-warni koleksi Muséum Sånåbudåyå Ngayogyåkartå. Teknik ngêmpalakên data ing panalitèn mênikå ngginakakên langkah kerja panalitèn filologi, inggih mênikå deskripsi naskah, maos teks, transliterasi, suntingan, såhå terjemahan teks. Analisis data ngginakakên teknik analisis deskriptif. Validitas ingkang dipunginakakên, inggih mênikå validitas semantik. Reliabilitas ingkang dipunginakakên, inggih mênikå reliabilitas intraratter såhå interratter. Asiling panalitèn mênikå ngandharakên gangsal bab. Sapisan, kawontênaning naskah Sêrat Dongèng Warni-warni taksih saé, såhå sêratanipun taksih sagêd kawaos. Kaping kalih, transliterasi naskah Sêrat Dongèng Warniwarni dipungarap kanthi ngéwahi sêratan aksårå Jåwå dhatêng aksårå Latin adhêdhasar éjaan ingkang limrah. Katigå, suntingan teks ngginakakên metode suntingan teks edisi naskah tunggal, wondéné sadåyå éwah-éwahan ing suntingan teks kaandharakên ing aparat kritik. Sêkawan, terjemahan teks dipungarap kanthi nggantos ragam basaning teks, inggih saking båså Jawi ragam Kråmå-ngoko dados båså Jawi ragam Kråmå inggil såhå basaning teks saking båså Jawi dados båså Indonesia ngginakakên metode terjemahan harfiah, terjemahan isi, såhå terjemahan bebas. Sadåyå metode terjemahan kasêbut dipungarap kanthi kontekstual. Ing terjemahan teks, wontên têmbung-têmbung ingkang wontên cathêthan terjemahan-ipun kanggé nggampilakên nêgêsi têmbung-têmbung ingkang angèl dipun-terjemah-akên kanthi kasêrat alternatif pemahanan-ipun. Gangsal, asiling ngrêmbag isining teks Sêrat Dongèng Warni-warni kapanggihakên tigang jinising gayutan ajaran moral, inggih ajaran moral antawisipun manungså dhumatêng Gusti, ajaran moral antawisipun manungså dhatêng sêsamining dumados, såhå ajaran moral antawisipun manungså dhatêng piyambakipun

    Majlis Sambutan Maulidur Rasul Peringkat UMPSA meriah dan penuh warna-warni

    Full text link
    PEKAN, 9 Oktober 2024 - Majlis Sambutan Maulidur Rasul Peringkat Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) disambut penuh meriah dengan perarakan berwarna-warni bertemakan ‘Al-Falah Pemacu Malaysia MADANI’

    KAJIAN FILOLOGI SÅHÅ KAWRUH SAJATOSING GÊSANG WONTÊN ING SÊRAT SULUK WARNI-WARNI

    Full text link
    This study aims to apply a philological study to the manusript object Serat Suluk Warni-warni. Philological studies that has been done includes: manuscript inventaritation, explain the description of  Serat Suluk Warni-warni manuscript, making transliteration, editing, and translation of Serat Suluk Warni-warni manuscript content. Beside that, the purpose of this study is also to explain the science of true life that contained in Serat Suluk Warni-warni. The method that used in this research is descriptive research method that is aligned with philological research methods. The results from these studies explains five chapters. First, the manusript description of Serat Suluk Warni-warni still pretty good, intact, and the form of character-writing is still clear to read. Second,with using standard transliteration, text of Serat Suluk Warni-warni initially Java script written converted into Latin script based of spelling that still in common use. Third, using standard edition of text editing, 14 edited words found in the text of Serat Suluk Warni-warni. Then all changes within text editing is described in the criticism apparatus. Fourth, the text translation results  that written using Indonesian language performed with using a translation method of literal, content, and free. All these methods done according to contextual translation. Then the words that cannot be translated, further described in translation note. Fifth, the contents of the text Serat Suluk Warni-warni explain five science of true life,there are (1) seeking for life science, (2) the concerned behavior, (3) worship to God, (4) achieve highest knowledge  as a manifestation of the union of the servant with God, and last (5) the science of death. Keywords: philological study, science of true life, Serat Suluk Warni-warn

    Rumah mie warna-warni

    No full text
    Rumah Mie Warna - Warni adalah suatu usaha yang bergerak dalam bidang jasa makanan cepat saji, berlokasi di pusat perbelanjaan Pasar Atom dengan inovasi baru, yaitu mie dengan 5 (lima) macam warna yaitu, hijau, oranye, merah muda, kuning, dan hitam, aman untuk dikonsumsi, bergizi, dan higinis. Rumah Mie Warna-Warni memilih pasar sasaran dari segmen keluarga dan difokuskan kepada keluarga muda yang berasal dari golongan ekonomi menengah hingga menengah ke atas. Payback period yang diperlukan oleh Rumah Mie Warna-Warni adalah selama 2,70 tahun, sedangkan Net Present Value dicapai pada saat Rp. 273.016.674 dengan IRR sebesar 47,90%. Analisa tersebut menunjukkan bahwa Rumah Mie Warna Warni merupakan usaha yang menguntungkan

    Intragroup Conflict: Kampung Warna-Warni Malang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran intragroup conflict dengan mengacu pada dimensi dan juga tipologi dari Barki & Hartwick yang berkembang di Kampung Warna-Warni Malang semenjak berkembang menjadi kampung wisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek berjumlah 3 orang dengan metode pemilihan subjek purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan beberapa data pendukung lain yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Moustakas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek penelitian menyatakan adanya perkembangan intragroup conflict di Kampung Warna-Warni Jodipan Malang dengan bentuk-bentuk konflik yang berbeda. Interference merupakan dimensi yang dominan terjadi di kampung warna-warni dibandingkan dimensi lainnya. Tipologi intragroup conflict yang tampak pada kampung warna-warni yakni interpersonal incompatibility namun antar tipologinya saling berkaitan satu sama lain

    Pengelolaan Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan Tak Selalu Berbuah Manis

    Full text link
    Kampung Warna-warni Jodipan adalah sebuah area pinggir sungai yang didominasi oleh pendatang, namun Kampung Warna-warni Jodipan sekarang sudah mengalami perubahan menjadi sangat produktif di bidang pariwisata tematik. Pariwisata tentu memiliki pengelola yang menjadi aktor penting dalam kemajuan pariwisata, namun di Jodipan ada gesekan antara etnis Jawa dengan etnis Madura yang mendominasi dalam pengelolaan Kampung Warna-warni Jodipan. Hal ini membuat peneliti merasa tertarik untuk menjelaskan masalah etnis yang terjadi pada masyarakat Kampung Warna-warni Jodipan. Peneliti juga akan mendeskripsikan tentang pengelolaan wisata Kampung Warna-warni Jodipan karena di duga masalah muncul karena keberhasilan pariwisata. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini berupaya untuk menjawab rumusan masalah (1) Bagaimana pengelolaan wisata masyarakat di Kampung Warna-warni Jodipan. (2) Bagaimana gesekan antar etnis yang terjadi pada masyarakat Kampung Warna-warni Jodipan. Hasil dari penelitian Penulis menunjukan bahwa pengelolaan wisata masyarakat di Kampung Warna-warni jodipan terdapat permasalahan diantaranya sebagian organisasi belum menyatu. Selanjutnya gesekan antara etnis Jawa dengan Madura terjadi karena perebutan sumberdaya baik itu pengelolaan pariwisata, pengelolaan parkir, pengelolaan tiket, lokasi strategis untuk berdagang didominasi oleh etnis Madura dikarenakan pengaruh elit pariwisata yang memiliki etnis Madura. Sehingga elit pariwisata memonopoli manfaat pariwisata sesuai keinginanya

    Tahapan Penyaluran Pembiayaan pada Koperasi Syariah Mitra Niaga Lambaro Aceh Besar

    Full text link
    Dalam menyelesaikan LKP ini, penulis melakukan Kerja Praktik pada Koperasi Syariah Mitra Niaga Lambaro Aceh Besar yang berlokasi di Jalan Soekarto Hatta No. 8A Kelurahan Lambaro Kec. Ingin Jaya Kab. Aceh Besar. Koperasi Syariah Mitra Niaga di dirikan atas inisiatif generasi muda Aceh Besar yang berpengalaman di bidang perbankan dan pembiayaan koperasi ini berdiri pada tanggal 26 Mei 2011 berdasarkan Akta Pendirian Notaris H. Azwir, SH, MSI, M. No. 32/26/V/2011. Selama penulis melakukan Kerja Praktik, penulis di posisikan pada bagian pembiayaan. Upaya dalam melakukan pembiayaan yang sehat yaitu dengan menggunakan Tahapan Penyaluran Pembiayaan dengan menggunakan analisis yang baik dan teliti serta menetapkan dengan jelas dan tegas prinsip kehati-hatian yang minimal harus meliputi kebijakan pokok penyaluran pembiayaan. Tahapan penyaluran pembiayaan dilakukan guna untuk membantu masyarakat yang memiliki ekonomi lemah akan tetapi memiliki keinginan untuk berusaha sehingga dengan adanya penyaluran pembiayaan tersebut dapat mengurangi beban masyarakat. Selain melakukan Kerja Praktik pada bagian pembiayaan, penulis juga membantu di bagian administrasi/ umum. Setiap bagian memiliki kegiatan yang berbeda sesuai dengan prosedur, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing Bagian. Selama mengikuti Kerja Praktik penulis lebih fokus pada bagian pembiayaan. Bagian pembiayaan pada Koperasi Syariah memiliki beberapa kekurangan khususnya pada Tahapan Penyaluran Pembiayaan salah satunya adalah pembiayaan yang disalurkan masih terbatas sehingga tidak mampu mencapai target. Saran penulis terhadap Tahapan Penyaluran Pembiayaan pada Koperasi Syariah Mitra Niaga Lambaro Aceh Besar kedepanya mampu mencapai target yang telah ditetapkan dan dapat menyalurkan pembiayaan dengan menggunakan prinsip kehati-hatian serta dapat menyalurkan pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah agar dapat memajukan perekonomian khususnya di Aceh

    Co-Production Process of Kampung Warna-Warni: Societal Active Participatory in the Urban Slum Management

    Full text link
    This research analyses the Co-production process in developing Kampung Warna-Warni Jodipan, Malang City, and its implications for city government regulations regarding urban slum areas. The author uses descriptive qualitative data to explore the co-production process based on primary data obtained through semi-structured interviews with residents of Kampung Warna-Warni and the local Malang city government. Research findings show that the active participation of the community, students, private sponsors, and government agents can create a balance between community autonomy and the need for supervision and assistance from the government, as well as strengthening the bargaining position of the residents of Kampung Warna-Warni. Furthermore, the Kampung Warna-Warni improvement program has become a pilot model used by the Malang City government to regulate other slum settlements. The context of this research is limited to the case of Kampung Warna-Warni Malang City, which succeeded in getting recognition from the government, so the stages of the Co-production process will differ from the case of slum settlements, which the government does not recognise. Future researchers can explore this matter to find comparative patterns of co-production development in recognized and non-recognized slum settlements

    WARNA-WARNI IN SUB-DISTRICT JODIPAN MALANG

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini berawal dari adanya wisata Kampung Warna-Warni yang diresmikan menjadi tempat wisata pada 4 september 2016 oleh pemerintah Kota Malang.Mata pencaharian masyarakat Kelurahan jodipan yaitu berpenghasilan rendah yang mana jumlah penduduk miskinnya sebesar 322 KK (Data Raskin 2014) dan tingginya angka pengangguran dilihat dari jumlah penduduk Kampung Warna-Warni 1.291 jiwa, yang memiliki pekerjaan adalah hanya 162 orang dan tidak memiliki pekerjaan 741 orang (Monografi Kelurahan Jodipan 2016).Berdasarkan permasalahan yang ada tersebut maka di perlukannya ”Strategi Pengembangan Wisata Kampung Warna-Warni di Kelurahan Jodipan Kota Malang”. Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif, analisa efas-ifas dan SWOT (Sttrengths-Weaknesses-Opportunities-Threath), dimana analisis ini dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang dan meminimalkan kelemahan atau ancaman, sehingga dapat diketahui alternative strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan wisata. Berdasarkan hasil analisis SWOT, titik koordinat yang terletak pada kuadran I merupakan kondisi yang sangat menguntungkan bagi pengembangan pariwisata. Faktor-faktor yang berada pada kuadran 1 memiliki kekuatan dan peluang sehingga dapat memanfaatkan yang telah dimiliki, seperti mempertahankan dan meningkatkan brand image dan value (nilai tambah) di mata pengunjung.Sehingga dapat dirumuskan bahwa strategi yang digunakan dalam pengembangan wisata Kampung Warna-Warni adalah ; 1) Mengembangkan seluruh komponen wisata yang ada secara berkelanjutan 2) Memasukkan objek wisata Kampung Warna-warni dalam paket perjalanan Malang City Tour 3) Menonjolkan potensi wisata sebagai identitas wisata 4) Menggunakan pendekatan community based tourism dengan memberdayakan masyarakat setempat 5) Melakukan revitalisasi infrastruktur dan Fasilitas untuk menunjang kegiatan kepariwisataan 6) Menguatkan identitas dan karakter kawasan sebagai pembeda dengan objek wisata lainnya 7)Meningkatkan program pendidikan lingkungan hidup terutama yang bersifat informal bagi masyarakat sekitar kawasan untuk lebih meningkatkan pemahaman dan rasa memiliki kawasan. Kata kunci : Pengembangan Wisata,Kampung Warna-Warn

    PELATIHAN PEMBUATAN DESAIN MARCHANDISE KAMPUNG WARNA-WARNI PADA PENDUDUK KAMPUNG JODIPAN UNTUK MENINGKATKAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN

    Full text link
    Pelatihan pembuatan desain merchandise pada penduduk Kampung Warna-warni Jodipan bertujuan untuk : (1) Penduduk Kampung Warna-warni Jodipan dapat membuat desain merchandise (2) Penduduk Kampung Warna-warni Jodipan mampu mengaplikasikan desain merchandise menjadi produk merchandise yang laying untuk dipasarkan atau dijual sebagai oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Kampung Warnawarni Jodipan. (3) Penduduk Kampung Warna-warni Jodipan memiliki keterampilan memproduksi merchandise sehingga dapat menumbuhkan semangat untuk merintus usaha baru (wirausaha). Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, tutorial dan praktek langsung membuat desain hingga produk merchandise. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah (1) Peserta pelatihan (penduduk Kampung Warna-warni Jodipan) mampu memahami konsep pembuatan desain yang mencerminkan ke khasan Kampung Warna-warni Jodipan (2) Peserta Pelatihan terampil dalam membuat atau mengaplikasikan desain menjadi merchandise khas Kampung Warna-warni Jodipan. (3) Peserta mampu mengembangkan hasil karya pelatihannya menjadi suatu produk yang layak jual sehingga menghasilkan nilai ekonomi bagi mereka
    corecore