1,720,963 research outputs found

    HUBUNGAN PEMASARAN INTERNAL DAN KEPUASAN PELANGGAN

    Get PDF
    Konsep “internal marketing” telah mendapat perhatian yang cukup besar dalam literatur. Pemasaran internal adalah sebuah inisiatif yang banyak diadopsi oleh industri jasa dalam rangka untuk menyehatkan pemasaran mereka. Hubungan pemasaran dan pemasaran jasa menekankan pada pentingnya fokus ketika menempatkan karyawan untuk menciptakan dan mempertahankan nilai dan loyalitas pelanggan maka industri jasa harus melakukan pemasaran internal, Hubungan antara karyawan dibangun dengan budaya sehat, komitmen manajemen perusahaan terhadap karyawan sehingga karyawan akan merasa puas di dalam bekerja. Kepuasan karyawan berdampak terhadap kualitas layanan yang baik dan akhirnya berdampak terhadap kualitas layanan yang lebih baik serta meningkatkan loyalitas pelanggan dan profit. Hal ini menunjukkan pendapat begitu eratnya hubungan antara kepuasan karyawan, kepuasan pelanggan dengan profitabilitas. Oleh karena itu, penting untuk mengelola dan meningkatkan kepuasan kerja dan loyalitas karyawan.&nbsp

    HUBUNGAN STRUKTURAL KUALITAS LAYANAN, KUALITAS PRODUK, KEPUASAN PELANGGAN, DAN NIAT ULANG BERKUNJUNG KE PANTAI LONG MALANG DI SAMPANG

    Get PDF
    The purpose of this study was to examine the structural relationship between service quality, product quality, customer satisfaction, and re-visit intention. This research was conducted in the conditions of the Covid 19 pandemic and was carried out at a coastal tourist destination in Sampang Regency, Madura. Respondents in this study were 187 local tourists who were willing to complete this research. Analysis of Structural Equation Modeling (SEM) is used to analyze relationships. The results showed that service quality had a significant influence to tourist satisfaction, but the product quality did not have a significant effect on tourist satisfaction, and satisfaction have a significant effect on re-visit intention to tourist destinations in Long Malang beach of the Sampang Regency, Madura.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan struktural antara kualitas pelayanan, kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan niat ulang berkunjung. Penelitian ini dilakukan pada kondisi pandemi Covid 19 dan dilakukan pada sebuah destinasi wisata pantai yang berada di Kabupaten Sampang, Madura. Responden dalam penelitian ini sebanyak 187 wisatawan lokal yang bersedia menyelesaikan penelitian ini. Analisa Structural Equation Modelling (SEM) digunakan untuk menganalisa hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan, namun kualitas produk tidak memberi pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan, temuan selanjutnya adalah kepuasan memberikan pengaruh signifikan terhadap niat ulang berkunjung pada tempat atau destinasi wisata pantai Long Malang di Kabupaten Sampang, Madura

    Pengaruh Citra Destinasi dan Fasilitas Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan dan Loyalitas Wisatawan pada Pantai Lon Malang Kabupaten Sampang

    Get PDF
    This research aims to determine the influence of destination image and the quality of tourist facilities on the level of satisfaction and loyalty of visitors to Lon Malang Beach, Sampang Regency. The approach used in this research is a quantitative method involving 100 respondents selected through a purposive sampling technique. Data was obtained by distributing questionnaires, and data analysis was carried out using the Partial Least Squares (PLS) method supported by SmartPLS 4 software. The findings from this research show that destination image has a significant influence on visitor satisfaction, apart from that the quality of tourism facilities also makes a big contribution. to that satisfaction. In addition, destination image is proven to have a significant influence on tourist loyalty, while tourist facilities do not show a significant influence on visitor loyalty. The level of visitor satisfaction is also proven to have a big influence on their loyalty to return visits. Overall, destination image and tourist facilities play an important role in influencing tourist satisfaction and loyalty at Lon Malang Beach, Sampang Regency. Although the influence of each variable varies depending on the route being tested. However, the level of tourist satisfaction has the greatest influence on their loyalt

    Implementasi Prinsip-prinsip Program One Village One Product (Ovop) dalam Mengembangkan Jiwa Wirausaha Pengrajin Sangkar Burung Desa Jaddih Kabupaten Bangkalan Masa Pandemi Covid 19

    No full text
    Bangkalan Masa Pandemi Covid 19. Program OVOP menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi  Nasional dengan   mendorong  sektor  UMKM, dimana sector ini memiliki  kontribusi penting  dalam  perekonomian  nasional.  Tulisan  ini  mengkaji  kondisi  UMKM terdampak  pandemi  Covid-19  serta  upaya  pemerintah  dalam  memulihkannya. Secara umum Pandemi Covid-19 berdampak negatif dan terpukul pada sektor UMKM yang menyebabkan para pelakunya terpuruk dan harus beradaptasi dengan cara meningkatkan saluran penjualan/pemasaran. Salah satu strategi pemerintah dalam mendukung UMKM menghadapi tantangan global tersebut yaitu dengan melaksanakan program One Village One Product (OVOP) sesuai Instruksi Presiden (INPRES) No.6, Tahun 2007 pada tanggal 8 Juni tentang kebijakan mengenai percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM. Program ini merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan produk unggulan suatu daerah yang memiliki potensi besar dalam       upaya peningkatan perekono-mian masyarakat khususnya pengrajin sangkar burung di Desa Jaddih Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada dasarnya ketiga prinsip program OVOP masih perlu penyesuaian dengan kebutuhan para pengrajin khususnya pada masa pandemi COVID 19 yang melanda Dunia

    Determinan repurchase intention dalam belanja online

    No full text
    Abstract. The purpose of this study is to identify online repurchase intentions among Indonesian consumers, especially student consumers, with a special focus on the effects of e-satisfaction, e-trust and e-loyalty. As there is limited research explaining online repurchase intentions in developing countries, this study was conducted in Indonesia. An empirical study was conducted using a questionnaire survey and a total of 290 respondents were used to test the proposed model. The results showed that e-satisfaction, e-trust and e-loyalty had a positive effect on repurchase intentions at online stores. In addition, it was found that trust in online stores is the main determinant of online repurchase intentions followed by satisfied online customers and loyal to online store websites. Keywords: E-loyalty;  E-repurchase intention; E-Satisfaction; E-Trust  Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi minat pembelian ulang online pada konsumen Indonesia khususnya konsumen mahasiswa dengan fokus khusus pada pengaruh e-satisfaction, e-trust dan e-loyalty. Karena ada penelitian terbatas yang menjelaskan niat pembelian ulang online di negara berkembang, penelitian ini dilakukan di Indonesia. Sebuah studi empiris telah dilakukan dengan menggunakan survei kuesioner dan total 290 responden digunakan untuk menguji model yang diusulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan, kepercayaan dan loyalitas memiliki pengaruh positif terhadap minat pembelian ulang pada toko online. Selain itu, ditemukan bahwa kepercayaan pada toko online adalah penentu utama terhadap minat pembelian ulang secara online diikuti oleh pelanggan online yang puas serta loyal terhadap situs web toko online. Kata kunci: E-loyalty;  E-repurchase intention; E-Satisfaction; E-Trus

    PERAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM MEMPERKUAT EKUITAS MEREK DI ERA MEDIA SOSIAL: SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS

    Get PDF
    Perkembangan media sosial membuat cara perusahaan berkomunikasi dengan masyarakat berubah besar. Dulu, promosi cukup lewat iklan di TV, radio, atau koran. Sekarang, orang lebih sering melihat dan berinteraksi dengan merek lewat platform seperti Instagram, TikTok, atau X. Di sinilah konsep Integrated Marketing Communication (IMC) jadi penting, karena perusahaan perlu memastikan semua pesan yang disampaikan—baik lewat iklan, konten digital, maupun interaksi online—tetap konsisten dan selaras dengan identitas merek. Artikel ini meninjau beberapa penelitian yang membahas hubungan antara IMC, media sosial, dan brand equity (nilai merek di mata konsumen). Dari hasil telaah, bisa disimpulkan bahwa penerapan IMC yang baik di media sosial dapat meningkatkan kesadaran, loyalitas, dan kepercayaan terhadap merek. Tapi, hal itu hanya bisa tercapai kalau pesan yang dibangun terasa jujur, relevan, dan disesuaikan dengan konteks budaya. Pada intinya media sosial bukan cuma tempat promosi, tapi juga ruang untuk membangun hubungan dan kepercayaan antara merek dan konsumennya.

    SINERGI KOMPONEN IMC TERHADAP PEMBENTUKAN PERSEPSI MEREK

    Get PDF
    Menjalankan bisnis di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini dimana transparansi digital dan media sosial yang mempercepat proses penyebaran informasi, persepsi merek merupakan hal yang krusial karena kemampuannya dalam membangun keyakinan konsumen terhadap merek tertentu. Penerapan strategi IMC berfungsi sebagai solusi atas tantangan ini dan memastikan setiap saluran pemasaran yang dimiliki oleh perusahaan menyampaikan pesan yang identik dan konsisten agar informasi yang diterima oleh konsumen dapat tetap jelas sehingga meminimalkan adanya kebingungan dan bertujuan untuk mengarahkan persepsi individual dan menyelaraskannya menjadi persepsi positif menuju citra merek yang diinginkan oleh perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan disusun berdasarkan pedoman PRISMA yang mengumpulkan data secara sistematis dan menyeluruh untuk mencari informasi terkait topik yang akan diteliti. Pengumpulan data diidentifikasi, dipilih, dinilai dan ditangkum hingga berupa temuan sebagai acuan dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelusuran data ditermukan 10 Artikel yang memenuhi kriteria dengan apa yang telah ditetapkan oleh peneliti yang membahas tentang sinergi komponen IMC dalam pembentukan persepsi merek. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa komponen IMC terdiri dari 5 elemen yang masing-masing elemennya memiliki pengaruh dimensi yang berbeda terhadap pembentukan merek

    Sustainable Development Goals (SDGs) and the Multistakeholder Role of Creative Economy Actors in Sampang Regency

    No full text
    Sustainable development goals (SDGs) are a global agenda for sustainable development. The creative economy is an important part of sustainable development. The objectives of this study are to: (1) analyze the contribution of the creative economy in realizing the SDGs in Sampang district, and (2) analyze the role of multi-stakeholders in developing the creative economy sustainably. The type of research used in this study is qualitative descriptive research, with a case study approach. The results of this study are: (1) The creative economy contributes to the SDGs, including: no poverty (Goal 1), gender equality (Goal 5), decent work and economic growth (Goal 8), industry, innovation and infrastructure (Goal 9), reducing inequality (Goal 10), sustainable cities (Goal 11), sustainable consumption and production patterns (Goal 12), peaceful and inclusive societies (Goal 16) and means of implementation and global partnerships (Goal 17). (2). The role of multi-stakeholders in developing sustainable tourism is not yet fully apparent. Collaboration can connect elements of business, government, community, academics, and media in order to realize the creative economy sector sustainably. Attention and commitment from multistakeholders are needed, especially the Sampang district government. Collaboration between actors, between sectors, and between lines in the development of the creative economy must be maintained sustainably and integrated

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore