46 research outputs found

    Tectonic Pattern Imaging of Southern Sumatra Region Using Double Difference Seismic Tomography

    No full text
    Southern Sumatra and its surroundings are close to the contact zone of the Indo-Australian plate and Eurasian plate, so the area always relates to the high seismicity zone. The Sumatran subduction zone, the Mentawai fault, and several segments of the Sumatran fault drive seismic activities in the area. Tectonic settings are essential to understanding the area's source and hazard. This understanding can be obtained using the relocated hypocenter distribution and the 3D velocity model in the area. Relocated hypocenters and velocity models are obtained from simultaneous inversion from the BMKG earthquake catalog in January 2012-December 2020 using the double difference seismic tomography method. Seismic velocity inversion of P- and S- wave tomograms image the thermal zone beneath Dempo and Patah volcanoes at a depth of 30-50 km. Slab dehydration is also observed in several forearc high zone. Both phenomena are associated with negative anomalies. The Sumatran and Mentawai fault zones are marked between negative and positive anomalies on the contact zone. The subducted slab of the Indo-Australian plate is observed until a depth of 150 km, which is the maximum depth of nodes used in this study. The granitic basement beneath Anak Krakatau volcano is detected until 10 km. Two of those geological features are related to positive anomalies.Southern Sumatra and its surroundings are close to the contact zone of the Indo-Australian plate and Eurasian plate, so the area always relates to the high seismicity zone. The Sumatran subduction zone, the Mentawai fault, and several segments of the Sumatran fault drive seismic activities in the area. Tectonic settings are essential to understanding the area's source and hazard. This understanding can be obtained using the relocated hypocenter distribution and the 3D velocity model in the area. Relocated hypocenters and velocity models are obtained from simultaneous inversion from the BMKG earthquake catalog in January 2012-December 2020 using the double difference seismic tomography method. Seismic velocity inversion of P- and S- wave tomograms image the thermal zone beneath Dempo and Patah volcanoes at a depth of 30-50 km. Slab dehydration is also observed in several forearc high zone. Both phenomena are associated with negative anomalies. The Sumatran and Mentawai fault zones are marked between negative and positive anomalies on the contact zone. The subducted slab of the Indo-Australian plate is observed until a depth of 150 km, which is the maximum depth of nodes used in this study. The granitic basement beneath Anak Krakatau volcano is detected until 10 km. Two of those geological features are related to positive anomalies

    Kajian pembentukan senyawa kompleks Cd-Hipoxantin untuk pengurangan kadar Cd dalam medium cair

    No full text
    Kadmium merupakan salah satu logam berat yang sangat berbahaya bila terdapat dalam limbah. Beberapa metode dikembanglcan untuk mengurangi kadarnya dalam limbah. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan pembentukan persenyawaan kompleksnya dengan ligan pengompleks yang sesuai. Kemudian kompleks yang terbentuk diekstraksi dengan pelarut organik yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pH dan konsentrasi kadmium terhadap proses dekonsentrasi. Dalam penelitian ini dekonsentrasi kadmium dilakukan dengan pembentukan kompleks Cd2+ dengan ligan hipoxantin, kernudian diekstraksi menggunakan klorofonn. Langkah selanjutnya adalah analisis fasa air dengan AAS dan fasa. organik dengan spektrofotometer IR dan UV/Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kompleks Cd-hipoxantin dipengaruhi oleh pH dan konsentrasi kadmium. Pada pH 6, ekstraksi optimum dengan penurunan kadar kadmium pada fasa air sebesar 84,00 %. Adanya serapan pada panjang gelombang 3500, 3015, 1485, dan 1167 cm- dalam spektra IR yang diperoleh menunjukkan terdapatnya gugus N-H, =C-H, C-H dan C-0 pada senyawa yang terdistribusi dalam fasa organik. Sedangkan pada spektra UV/Vis terdapat serapan pada 243,0; 267,5 dan 274,5 nm yang menunjukkan adanya transfer elektron dari orbital n ke orbital d. Hal ini menunjukkan bahwa telah terbentuk kompleks Cd-hipoxantin dalam proses ekstraksi tersebut. Cadmium is one of the heavy metal which become very dangerous if contained in waste. Many efforts have been done to decrease the quantity of this metal from the waste. One of the metode is by forming complex compound with ligand. The complex is than extracted using the suitable solvent. The aim of these research was to find out the dependence of the deconsentration process on pH and consentration of cadmium factors. In these research the deconsentration of cadmium was carried out by forming complex with hypoxanthine ligand and than extracted using chloroform. Afterwards the water phases was analysed with AAS and the organic phases was analysed with IR and UV spectrofotometer. The result of these research showed that the forming of Cd-hypoxanthine complex was affected by the value of pH and consentration of cadmium. At pH 6 the extraction process was optimum of wich the Cd deconsentration in the water phase is 84.00 %. The presents of N-H, =C-H, C-H and C-0 in organic phase assigned by IR absorption at 3500, 3015, 1485 and 1167 cm-I respectively. From UV analysis, it was known there was absoption at 243.0; 267.5 and 274.5 nm which showed electron transfer from n to d orbital. It came to a conclusion that Cd-hypoxanthine complex was formed during the extraction process

    Pra rencan pabrik methyk chkorofrom dari vinylidene chloride dan asam klorida kapasitas 50.000 ton/tahun perancangan alat utama reaktor

    No full text
    Pra rencan pabrik methyk chkorofrom dari vinylidene chloride dan asam klorida kapasitas 50.000 ton/tahun perancangan alat utama reakto

    KESIAPAN PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMASI SMK NEGERI 2 YOGYAKARTA DALAM MEMENUHI KRITERIA SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL

    No full text
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada perubahan tuntutan dunia kerja terhadap sumber daya manusia yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Program Studi Teknik Komputer dan Informasi SMK N 2 Yogyakarta dalam Memenuhi Kriteria Sekolah Berstandar Internasional. Kesiapan dilihat dari (1) Kesiapan Kurikulum, (2) Kesiapan sarana dan prasarana meliputi kesiapan tenaga keepndidikan dan teknisi bengkel dan kesiapan fasilitas praktik, (3) kesiapan tenaga pendidik meliputi, tingkat pendidikan dan pengalaman tenaga pendidik/guru, kesiapan mengelola PBM, dan kesiapan guru terhadap program studi yag diampu, (4) kesiapan peserta didik, (5) kesiapan tenaga kependidikan meliputi penguasaan bahasa Inggris dan komputer dan kesiapan manajemen sekolah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah komponen SMK N 2 Yogyakarta yang antara lain kepala sekolah, guru, siswa, teknisi, serta kelengkapan sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan observasi. Valditas instrument diuji dengan mengkonsultasikan dengan para ahli (judgment experts). Hasil judgement experts tersebut kemudian dirangkum dan disimpulkan untuk pengujian angket. Teknik analisis data dilakukan secara statistic deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kesiapan kurikulum mempunyai nilai mean 35,7 dan prosentase 33,33% masuk kategori siap, (2) Kesiapan sarana prasarana meliputi latar belakang pendidikan tenaga kependidikan dan teknisi bengkel mempunyai nilai mean 29,40 dan prosentase 60% masuk kategori kurang siap, dan kesiapan sarana prasarana mempunyai nilai mean 66,59 dan prosentase 41,40% masuk kategori siap (3) Kesiapan tenaga pendidik, pendidikan pengalaman guru mempunyai nilai mean 49,67 dan prosentase 44,44% masuk kategori siap, pengelolaan PBM mempunyai nilai mean 106,22 dan prosentase sebesar 88,88% masuk kategori sangat siap, kompetensi keahlian program studi nilai mean 67,73 dan prosentase 52,63% masuk kategori siap (4) Kesiapan peserta didik mempunyai nilai mean 43,33 dan prosentase 44,44% masuk kategori siap (5) Kesiapan tenaga kependidikan meliputi penguasaan bahasa inggris dan komputer nilai mean 37,10 dan prosentase 48,49% masuk kategori cukup siap dan kesiapan manajemen sekolah mempunyai nilai mean sebesar 32,00 dan prosentase 60% masuk kedalam kategori siap

    PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN PROPERTI DENGAN SISTEM PENJUALAN PRA PROYEK(PRE PROJECT SELLING) DITINJAU DARI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 12 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN (STUDI KASUS DI MANALI HILL RESIDENCE MALANG)

    No full text
    This research discusses consumer legal protection for property buyers using the pre-project selling system with a case study of the Manali Hill Residence housing complex which experienced construction failure. The formulation of the problem raised by the researcher is how to legally protect property consumers if the building is not built due to the developer's negligence, viewed from the perspective of Government Regulation Number 12 of 2021 concerning Amendments to Government Regulation Number 14 of 2016 concerning the Implementation of Housing and Settlement Areas. The research method used is a sociological juridical research method. The data source was obtained from interviews with 3 buyers who experienced losses and the Director of PT Notojoyo Nusantara Developer. The results of research and discussion show that the causes of losses experienced by buyers of Manali Hill Residence are failed construction and problems with ownership of land rights. Until now, the developer has not provided compensation to these buyers. Even though PP 12/2021 has indicated that there will be efforts to compensate for losses. Meanwhile, the form of consumer protection in PP 12/2021 has provided an obligation for developers to provide compensation for losses resulting from failed construction caused by negligence.developer that is, no later than 30 (thirty) calendar days after the cancellation letter is signed

    PEMODELAN METODE ELEMEN HINGGA UNTUK MENENTUKAN TEGANGAN VON MISES PADA AS RODA LSU-05 = THE FEM MODEL TO DETERMINE VON MISES STRESS OF THE MAIN LANDING GEAR WHEEL SHAFT OF LSU-05

    No full text
    Abstrak Telah dilakukan pemodelan elemen hingga untuk mendapatkan nilai tegangan von mises dari as roda main landing gear LSU-05 menggunakan software Patran/Nastran. Jenis elemen yang digunakan untuk memodelkan as roda main landing gear LSU-05 berupa elemen hexagonal. Pembebanan yang diberikan diasumsikan merupakan beban statik ke arah x dengan nilai sebesar -706.15 N dan arah z sebesar 882.68 N. Nilai tegangan von mises yang dihasilkan sebesar 73,1 MPa pada elemen 11252.Abstract A finite element model has been done for the main landing gear wheel shaft of LSU-05 to obtain von mises stress using Patran/Nastran software. The element type used to model the main landing gear wheel shaft of LSU-05 was hexagonal element. The loading was assumed as static load in x direction with magnitude of -706.15 N and z direction with magnitude of 882.68 N. The result of von mises stress was 73.1 MPa at element 11252.Hlm.222-231:Il.; 29,7 Cm

    PENGARUH BROSUR TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMAKAI JASA LAUNDRY(Studi Media Iklan Pada Jasa Laundry (“Waroenk Laundry”, “Simply Fresh”, dan “Super Wash”) Di Sekitar Kawasan Pendidikan Telkom)

    No full text
    ABSTRAK Brosur merupakan media yang sedang populer digunakan oleh jasa laundry sebagai salah satu media periklanan. Media ini pun banyak oleh perusahaan karena harganya murah. Penelitian ini membahas tentang brosur (“Waroenk Laundry”,”Simply Fresh”, “Super Wash”) yang bertujuan mempengaruhi konsumen dalam menggunakan jasa laundry. Dengan demikian, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara penggunaan media brosur dengan keputusan konsumen menggunakan jasa laundry. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan metode kausalitas. Responden dipilih ada 400 responden dari mahasiswa yayasan pendidikan Telkom yang terdiri dari IT Telkom, IM Telkom, Politeknik Telkom, dan STISI Telkom. Analisis data yang digunakan yaitu Regresi Linear Sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 16. Hasil penelitian pengujian Regresi Linear Sederhana menunjukkan bahwa gambaran media iklan bisnis laundry (“Waroenk Laundry”, “Simply Fresh”, dan “Super Wash”) melalui brosur termasuk dalam kategori baik. Nilai konstant a memiliki arti bahwa ketika variabel Brosur (X) bernilai nol atau Keputusan Pembelian (Y) tidak dipengaruhi oleh Brosur, maka rata-rata Keputusan Pembelian bernilai 1.418. Sedangkan koefisien regresi b memiliki arti bahwa jika variabel Brosur (X) meningkat sebesar satu satuan, maka Keputusan Pembelian akan meningkat sebesar 0,381. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, yang artinya Brosur memberikan pengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian (semakin tinggi tingkat Brosur, maka semakin tinggi juga Keputusan Pembelian, atau semakin rendah tingkat Brosur, maka semakin rendah Keputusan Pembelian). Kata Kunci : Periklanan, Media iklan, Brosur dan Respon Konsume

    Evaluasi Program Lesson Study Berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Home Base 2 Sewon-Pleret Kabupaten Bantul

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) program lesson study dilihat dari konteks, input, proses, dan produk, (2) keefektifan program lesson study berbasis MGMP, dan (3) faktor-faktor yang menjadi kendala program lesson study berbasis MGMP di Home Base 2 Sewon-Pleret. Penelitian ini merupakan gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di Home Base 2 Sewon-Pleret Kabupaten Bantul. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa yang terlibat dalam pelaksanaan program lesson study berbasis MGMP di Home Base 2 Sewon-Pleret Kabupaten Bantul. Pengambilan data dilakukan melalui angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara skor, dan analisis kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks dalam program lesson study termasuk dalam kategori baik, dilihat dari program disesuaikan dengan tuntutan sekolah dan siswa akan guru yang memiliki kompetensi dan profesionalisme yang tinggi, visi dan misi sekolah, dan kurikulum sekolah. Input dalam program lesson study termasuk dalam kategori baik, dilihat dari sumber daya manusia yang memadai, sarana dan prasarana, visi dan misi sekolah yang jelas, kurikulum yang disusun, tujuan serta sasaran yang jelas. Hal yang masih kurang adalah sarana dan prasarana belum sepenuhnya memadai dan keterbatasan dana. Proses dalam program lesson study termasuk dalam kategori baik, dilihat dari keterlibatan/partisipasi guru yang tinggi, kerjasama guru, kemampuan menerima perbedaan, pelaksanaan kegiatan, kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan, dan respons siswa yang baik. Hal yang kurang yakni belum semua guru ikut aktif, serta penggunaan waktu belum baik. Produk dalam program lesson study termasuk dalam kategori baik, dilihat dari kemajuan sekolah, meningkatnya kompetensi guru, dan kemajuan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Kendala dalam pelaksanaan kegiatan lesson study yakni: (a) adanya perasaan terbebani bagi guru, (b) keterbatasan waktu, (c) keterbatasan sarana dan prasarana, (d) keterbatasan dana, dan (e) rendahnya kesadaran untuk terlibat

    Perencanaan Hidrolis Embung Janjing Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Untuk Penyediaan Air Irigasi

    No full text
    Desa Seloliman Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur merupakan kawasan dataran tinggi dan kawasan pertanian yang kurang air. Desa Seloliman juga terletak pada wilayah tropis sehingga terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Selain itu Desa Seloliman juga merupakan dusun yang krisis di bidang pertanian. Hal ini mengakibatkan kebutuhan air irigasi sebagai kebutuhan penting bagi masyarakat Desa Seloliman juga meningkat panen dibidang pertanian. Dari permasalahan tersebut sebagai alternatif pemecahan masalahnya adalah dengan membangun embung yang dimanfaatkan untuk menyimpan air di musim penghujan dan digunakan dimusim kemarau. Pembangunan kontruksi embung tersebut perlu adanya suatu perencanaan yang matang. Dalam tugas akhir ini akan membahas metode – metode untuk perhitungan dari beberapa analisa – analisa perencanaan meliputi; analisa hidrologi, kapasitas tampungan, kebutuhan air irigasi, bangunan pengambilan (Intake) dan pelimpah (Spillway). Untuk analisa konstruksi bangunan meliputi bangunan pengambilan (Intake), bangunan pelimpah (Spillway). Dalam kajian ini kebutuhan air irigasi dioptimalkan dengan memperhatikan debit andalan. Dari perencanaan embung ini didapatkan elevasi pelimpah +355. Dari elevasi pelimpah tersebut didapatkan volume tampungan sebesar 248.688,89m3 dan luas genangan 50000 m2. Dengan volume tampungan yang ada dapat mencukupi kebutuhan air irigasi sebesar 0,1316 m3/detik ========================================================== =================Seloliman Village Trawas Subdistrict Mojokerto Regency East Java Province is a highland area and an underwater agricultural area. Dusun Seloliman also lies in the tropics so there are two seasons, the rainy season and the dry season. Besides Hamlet Seloliman is also a hamlet that crisis in agriculture. This resulted in the need for irrigation water as an important necessity for the people of Seloliman Village also increased crops in agriculture. From these problems as an alternative problem solving is to build small dam that are used to store water in the rainy season and used in dry season. Construction of small dam construction needs a good planning. In this thesis will discuss the methods for the calculation of some planning analyzes include; hydrological, capacity, irrigation water demand, intake building and spillway analysis. For the analysis of building construction include intake building, spillway buildings. In this study, the irrigation water needs are optimized by taking into account the reliable discharge. From the planning of this small dam obtained elevation overflow +355. From the abundant elevation obtained the volume of storage for 248.688,89 m3 and the puddle area 50000 m2. With the volume of existing containers can meet the need for irrigation water of 0,1316 m3 / sec
    corecore