862 research outputs found
REPRESENTASI PERAN IBU SINGLE PARENT DALAM AKUN INSTAGRAM AYU TINGTING (@ayutingting92)
Instagram is one social media to express themselves as well as the media for the exchange of information. With Instagram, single parent mother can freely express her activities with her child. It is seen from celebrity Ayu TingTing (@ayutingting92) who participate and share their daily activities so that she has the most followers all over Indonesia. By making herself have the most followers make writers want to know how Ayu represents the role of single parent mother in educating and protecting her child. The author analyzes through candid photographs of Ayu TingTing with her daughter who goes into educational and protective classification using Charles Sanders Pierce's semiotics and divides them into icons, indexes, symbols. To strengthen photo analysis the author uses non verbal communication theory and interpersonal. The results showed that Ayu TingTing represented the educating role with the fun of playing while learning where she was the teacher for her daughter. While in the role of protecting, Ayu represent it with a touch to keep her child's health and keep from accident
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT CALON PENGANTIN MENGGUNAKAN KONTAK LENSA (SOFTLENS) PADA TATA RIAS PENGANTIN DI AYU MAHARDIKA WEDDING
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena yaitu banyaknya para calon
pengantin di Ayu Mahardika Wedding yang menggunakan kontak lensa (softlens)
pada tata rias pengatinnya sedangan jika dilihat dari segi kesehatan kontak lensa
(softlens) dapat beresiko terhadap mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran minat dan seberapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi minat calon
pengantin menggunakan kontak lensa (softlens) pada tata rias pengantin di Ayu
Mahardika Wedding.
Populasi dalam penelitian ini adalah calon pengantin yang telah mendaftar di
Ayu Mahardika Wedding, dengan jumlah keseluruhan 57 calon pengantin. Sampel
dalam penelitian sebanyak 57 calon pengantin dengan teknik Total Sampling.
Variabel yang diteliti meliputi minat calon pengantin menggunakan kontak lensa
(softlens) pada tata rias pengantin sebagai variabel tunggal. Data diperoleh dari
kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif
persentase
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata- rata minat calon pengantin
menggunakan kontak lensa (softlens) pada tata rias pengantin di Ayu Mahardika
Wedding berada pada kategori sangat tinggi, dengan Faktor yang paling dominan
dalam mempengaruhi minat calon pengantin menggunakan kontak lemsa (softlens
adalah faktor internal berada pada kriteria sangat tinggi, dan Faktor eksternal yang
mempengaruhi minat calon pengantin menggunakan kontak lensa (softlens)
berada pada kriteria tinggi
R E L I G I U S I T A S W A N I T A S A L E H A H D A L A M NOVEL BIDADARI BUMI: 9 KISAH WANITA SALEHAH KARYA USTADZAH HALIMAH ALAYDRUS
ABSTRAK
R E L I G I U S I T A S W A N I T A S A L E H A H D A L A M
NOVEL BIDADARI BUMI: 9 KISAH WANITA
SALEHAH KARYA USTADZAH
HALIMAH ALAYDRUS
Oleh:
WANDA AYU ELPANDARI
Diskusi tentang wacana keagamaan (religiosity) dalam
sebuah karya sastra hingga saat ini cukup menarik untuk
diperbincangkan. Hal ini terkait dengan karya sastra yang dianggap
sebagai karya imaginer dari pengarangnya sehingga tidak memiliki
otoritas dalam membincang persoalan keagamaan. Karya sastra
seolah-olah hanya menjadi bahan bacaan yang bernilai rekreatif
(hiburan) dan estetik saja. Sebagaimana banyak dijumpai pada
karya sastra seperti novel, puisi, cerpen dan pantun. Padahal, selain
fungsi rekreatif dan estetik karya sastra juga mempunyai fungsi
moralitas, artinya sastra juga memberikan pengetahuan terhadap
pembaca mengenai tentang moral baik atau pun buruk, demikian
karya sastra juga mempunyai nilai-nilai keagamaan (religiosity).
Salah satunya adalah novel yang didalam nya banyak memuat
nilai-nilai religius. Novel bisa memberikan inspirasi kepada
pembaca untuk lebih memperhatikan sisi religi bagi kehidupan.
Hal ini menunjukan bahwa aspek religi yang terdapat dalam novel
merupakan ajaran agama Islam. Novel Bidadari Bumi; 9 Kisah
Wanita Salehah, merupakan novel yang berkisah tentang wanita
panutan yang berada di Tarim, Hadramaut, Yaman. Novel ini
sangat patut untuk dijadikan sebagai teladan dalam kehidupan.
Terutama bagi wanita-wanita muslimah diabad ini yang mengalami
krisis nilai-nilai religiusi, keteladanan dan panutan wanita-wanita
salehah. Novel Bidadari Bumi: 9 Kisah Wanita Salehah, bukan
hanya sekedar novel bacaan, novel ini penuh teladan tentang
kehidupan, dan juga tulisan dalam novel ini disajikan dengan bahasa yang sangat baik, dan mudah untuk di pahami. Sehingga
menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian
kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research) yaitu
mengkaji religiusitas wanita salehah dalam novel Bidadari Bumi: 9
Kisah Wanita Salehah karya ustadzah Halimah Alaydrus. Adapun
sumber data penelitian ini yaitu novel Bidadari Bumi: 9 Kisah
Wanita Salehah sebagai sumber data primer yang akan menjadi
objek penelitian ini, sedangkan buku-buku, jurnal dan artiekl yang
relevan dengan penelitiannya digunakan sebagai sumber data
sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian, setelah di kaji dan analisis
terdapat lima dimensi religiusitas wanita salehah dalam novel
Bidadari Bumi: 9 Kisah Wanita Salehah yaitu sebagai berikut:
pertama dimensi ibadah meliputi, iman kepada Allah, iman kepada
Malaikat-malaikat Allah, iman kepada Rasul-rasul Allah, iman
kepada hari Akhir, iman kepada Qadha dan Qadhar. Kedua
dimensi praktik ibadah yaitu meliputi, ibadah shalat, haji,
dzikrullah. Ketiga dimensi penghayatan yaitu meliputi,
mentauhidkan Allah, sabar, syukur, tawakal, takwa, dan berdoa.
Keempat dimensi pengamalan yaitu meliputi, ta‟awwun (tolong
menolong), silaturahmi, amanah atau jujur, menjenguk orang sakit,
dan sedekah. Kelima dimensi pengetahuan yaitu meliputi,
pengetahuan Al-Qur‟an dan pengetahuan Agama Islam.
Kata Kunci: Religiusitas, Wanita, Novel.
ABSTRAC
R E L I G I U S I T A S W A N I T A S A L E H A H D A L A M
NOVEL BIDADARI BUMI: 9 KISAH WANITA
SALEHAH KARYA USTADZAH
HALIMAH ALAYDRUS
Oleh:
WANDA AYU ELPANDARI
The discussion about religious discourse (religiosity) in a
literary work is currently quite interesting to discuss. This is related
to literary works which are considered imaginary works of their
authors so they do not have authority in discussing religious issues.
Literary works seem to only be reading material that has
recreational (entertainment) and aesthetic value. As is often found
in literary works such as novels, poetry, short stories and pantuns.
In fact, apart from the recreational and aesthetic function, literary
works also have a moral function, meaning that literature also
provides readers with knowledge about good or bad morals, thus
literary works also have religious values (religiosity). One of them
is a novel which contains many religious values. Novels can
inspire readers to pay more attention to the religious side of life.
This shows that the religious aspects contained in the novel are
Islamic teachings. Novel Angel of the Earth: 9 Stories of Salehah
Women, is a novel that tells the story of a role model woman in
Tarim, Hadramaut, Yemen. This novel is very worthy of being
used as an example in life. Especially a criss of religious values,
role models and role models for pious women. The novel Bidadari
Bumi: 9 Stories of Salehah Women, is novel is full of examples
about life, and also the writing in this novel is presented in very
good language. So it becomes a special attraction for readers.
In this research, the author used a type of qualiitative
research that is library research, namely examining the religiosity
of pious women in the novel Bidadari Bumi: 9 Stories of Pious
Women by Ustadzah Halimah Alaldrus. The data source for this research is the novel Bidadari Bumi: 9 Stories of Women Salehah
as the primary data source which will be the object of this research,
while books, journals and articles relevant to the research are used
as secondary data sources.
Based on the research results, after study and analysis there
are five dimensions of religiosity of pious women in the novel
Bidadari Bumi: 9 Stories of Pious Women, namely as follows: the
first dimension of worship includes, faith in Allah, faith in Allah's
Angels, faith in Allah's Messengers, faith in the Last Day, faith in
Qadha and Qadhar. The two dimensions of worship practices
include prayer, hajj, dhikrullah. The three dimensions of
appreciation include monotheism of Allah, patience, gratitude,
trust, piety and prayer. The four dimensions of practice include,
ta'awwun (helping each other), friendship, trustworthiness or
honesty, visiting sick people, and almsgiving. The five dimensions
of knowledge include, knowledge of the Islamic Religion.
Keywords: Religiosity, Women, Novel
SUBALTERNITAS TOKOH DIAH AYU DAN MAHARANI: ANTARA KUTUKAN DAN SENJATA
The story of “Kutukan Dapur” by Eka Kurniawan presents a colonial setting: Dutch colonialism and postcolonialism in the image of two characters, Diah Ayu and Maharani. Maharani is in patriarchal shackles, which is ingrained in her family life and social structure. Meanwhile, Diah Ayu is in the bonds of Dutch colonialism, which is brought back by the author. Both are in a subaltern position but in different conditions. Based on this description, this research asks two questions which are analyzed using Gayatri Spivak\u27s subaltern theory, (1) what the position of Diah Ayu and Maharani in "Kutukan Dapur" short story, and (2) how the subaltern is constructed through the efforts of the two characters to get out of that position is. The method used is qualitative. The narratives are classified and analyzed to understand the subaltern\u27s position and construction and its resistance efforts. This research indicates that Maharani and Diah Ayu are subalterns of Maharani dominated by patriarchy, while Diah Ayu is dominated by Dutch colonialism. Maharani fought back, but only with an idea or ideas. Unlike Diah Ayu, she is able to fight in a real form. However, as the author, Eka is trapped in a biased construction in addition to gender bias and representation. In subaltern studies, representation is only a tool towards more real domination. The two figures seem to be fighting against the power structure (colonial and patriarchal) but are still trapped in the dominance of the other.The story of “Kutukan Dapur” by Eka Kurniawan presents a colonial setting: Dutch colonialism and postcolonialism in the image of two characters, Diah Ayu and Maharani. Maharani is in patriarchal shackles, which is ingrained in her family life and social structure. Meanwhile, Diah Ayu is in the bonds of Dutch colonialism, which is brought back by the author. Both are in a subaltern position but in different conditions. Based on this description, this research asks two questions which are analyzed using Gayatri Spivak\u27s subaltern theory, (1) what the position of Diah Ayu and Maharani in "Kutukan Dapur" short story, and (2) how the subaltern is constructed through the efforts of the two characters to get out of that position is. The method used is qualitative. The narratives are classified and analyzed to understand the subaltern\u27s position and construction and its resistance efforts. This research indicates that Maharani and Diah Ayu are subalterns of Maharani dominated by patriarchy, while Diah Ayu is dominated by Dutch colonialism. Maharani fought back, but only with an idea or ideas. Unlike Diah Ayu, she is able to fight in a real form. However, as the author, Eka is trapped in a biased construction in addition to gender bias and representation. In subaltern studies, representation is only a tool towards more real domination. The two figures seem to be fighting against the power structure (colonial and patriarchal) but are still trapped in the dominance of the other
PENGARUH PRODUCT, PRICE, PLACE, PROMOTION, PHYSICAL EVIDENCE, PEOPLE, DAN PROCESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA SHOWROOM RIZKI MOBIL TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul ”Pengaruh Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, People dan Process Terhadap Keputusan pembelian Konsumen pada Showroom Rizki Mobil Tulungagung” ditulis oleh Ayu Wanda Mentari, NIM. 1742143045 dibimbing oleh Ibu Lantip Susilowati, S.Pd., M.M.
Keputusan pembelian menjadi prioritas utama pada penelitian ini karena tingkat persaingan yang semakin ketat mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan yang sejenis. Salah satu cara untuk menarik keinginan konsumen untuk melakukan pembelian adalah dengan penerapan strategi marketing mix 7P. Apabila suatu perusahaan dapat menerapkan strategi tersebut dengan baik maka akan mempengaruhi keputusan pembelian terhadap konsumen.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah product berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian? (2) Apakah price berpengaruh parsial terhadap keputusan pembelian? (3) Apakah place berpengaruh parsial terhadap keputusan pembelian? (4) Apakah promotion berpengaruh parsial terhadap keputusan pembelian? (5) Apakah physical evidence berpengaruh parsial terhadap keputusan pembelian? (6) Apakah people berpengaruh parsial terhadap keputusan pembelian? (7) Apakah process berpengaruh parsial terhadap keputusan pembelian? (8) Apakah product, price, place, promotion, physical evidence, people dan process berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran meliputi product, price, place, promotion, physical evidence, people dan process, baik secara simultan maupun parsial terhadap keputusan pembelian konsumen di showroom Rizki Mobil Tulungagung.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif jenis asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling incidental, dan dengan teknik tersebut diperoleh 80 responden sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial: product berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, price berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, place berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, physical evidence berpengaruh positif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, people berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, process berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Secara simultan product, price, place, promotion, physical evidence, people dan process berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Kata Kunci: Bauran Pemasaran 7P, Keputusan Pembelian Konsume
KINERJA BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) KOTA PADANG
ABSTRAK
Wanda Ayu Lestari. No. BP :1110841008. Kinerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Andalas. Padang. 2018. Dibimbing oleh Drs. Yoserizal, M.Si dan Dr. Ria Ariany, M.Si. Skripsi ini terdiri dari 163 halaman dengan referensi 11buku teori, 7 buku metode, 5 Dasar Hukum, 4 Jurnal dan Skripsi dan 6 website internet.
Penelitian ini mendeskripsikan tentang Kinerja Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Padang. Kajian ini dilator belakangi oleh keadaan dimana adanya fenomena konsumen yang cenderung menjadi objekaktivitas bisnis dari pelaku usaha untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya terhadap penggunaan dan pemanfaatanbarang dan/ ataujasa yang telah mereka sediakan.Sehingga menyebabkan kedudukan antara konsumen dengan pelaku usaha menjadi tidak seimbang.Situasi demikian mengakibatkan munculnya perselisihan atau sengketa antara konsumen dengan pelaku usaha. Makap emerintah memberikan alternative metode penyelesaian sengketa konsumen diluar pengadilan yang dapat ditempuh melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kinerja BPSK Kota Padang dalam melaksanakan penanganandaan penyelesaian sengketa konsumen melalui konsiliasi, mediasi dan arbitrase.
Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif denganti pedeskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Unit analisisnya adalah lembaga, BPSK Kota Padang. Teknik keabsahan data yang peneliti gunakan adalah triangulasi sumber. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan Teori Sistem yang dikemukakan oleh Tri Kadarwati dalam Graldino A. Sayd.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja BPSK Kota Padang dalam melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa onsumen melalui konsiliasi, mediasi dan arbitrase telah berjalan cukup baik. Karena masih adanya kendala-kendala dari segi sediaan sumber daya pada masukan (input) masih belum memadai. Ketersediaan sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan lagi; jumlah anggaran yang tersedia saat ini belum mencukupi dan jauh dari yang diharapkan; serta masih minimnya ketersediaan sarana dan prasarana. Pada aktivitas (proses) masih terkendala dalam pelaksanaan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen melalui konsiliasi, mediasi dan arbitrase. Meskipun sudah bekerja sesuai dengan SOP tetapi anggota majelis BPSK Kota Padang tidak mampu menyelesaikan sengketa konsumen dalam jangka waktu 21 Hari Kerja. Pada variable keluaran (output) dikarenakan terjadinya penunggakan kasus sengketa konsumen dari tahun sebelumnya alhasil target yang sudah ditetapkan oleh BPSK Kota Padang setiap tahunnya tidak tercapai.
Kata Kunci :Kinerja, Badan Penyelesaian Sengketa Konsume
Analisis Tokoh Sri Ayu dalam Naskah “Bung Besar” Misbach Yusa Biran Menggunakan Pendekatan Feminisme (Representasi)
Penelitian ini menganalisis representasi tokoh perempuan, Sri Ayu, dalam naskah drama “Bung Besar” karya Misbach Yusa Biran melalui pendekatan feminisme representasi dan metode analisis wacana. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana dialog-dialog Sri Ayu merefleksikan kompleksitas peran perempuan pasca-kemerdekaan Indonesia dalam hubungannya dengan kekuasaan, ambisi, dan konstruksi gender. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya ambivalensi dalam representasi Sri Ayu, di mana ia menantang stereotip perempuan pasif melalui agensi verbal dan strategis negosiasi kekuasaan, namun juga menunjukkan pragmatisme ekstrem yang mendekonstruksi nilai-nilai sosial tradisional. Analisis wacana mengungkapkan bagaimana bahasa digunakan Sri Ayu untuk menegosiasikan identitas dan merespons batasan patriarki pada masanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi Sri Ayu yang problematis namun kuat menawarkan perspektif penting tentang dinamika gender dalam drama Indonesia pasca-kemerdekaan, membuka ruang diskusi mengenai kompleksitas identitas perempuan dan perjuangan untuk mendapatkan agensi dalam konteks sosio-historis tertentu
Buku Wisata Kampung Tematik di Kota Malang
RINGKASAN Ayu D.P, Wanda. 2018.Perancangan Buku Wisata Kampung Tematik di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Sarjono M.Sn., (II) Gunawan Susilo S.Sn., M.Sn. Kata Kunci:Perancangan, Buku Wisata, Kampung Tematik, Kota Malang Promosi dan mengenalkan sebuah wisata baru dapat dilakukan lewat media apa saja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya adalah melalui buku wisata. Dalam upaya menginformasikan adanya wisata baru di Kota Malang, sebuah media diperlukan untuk menginformasikan wisata ini melalui sebuah media buku. Melalui media ini didalamnya fotografi maupun deskripsi yang disampaikan. Pembaca juga dapat memahami lokasi wisata mana yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu contohnya adalah wisata kampung tematik yang saat ini sedang menjadi ikon baru di Kota Malang. Kampung tematik ini memiliki berbagai macam jenis wisata baru yang tentunya bermacam-macam mulai dari sejarah, seni, dan sebagainya. Melalui buku wisata ini yang berjudul Buku Wisata Kampung Tematik Kota Malang pembaca dapat mengetahui berbagai macam wisata baru yaitu kampung tematik di Kota Malang. Dalam perancangan buku wisata menggunakan model perancangan yang digambarkan Yongky Safanayong, dengan melalui beberapa tahapan yang terstruktur secara teratur. Beberapa tahap perancangan tersebut adalah sebagai berikut ; (1) riset untuk menentukan masalah dan tujuan perancangan, (2) mengumpulkan data perancangan yang berupa data primer dan sekunder, (3) menganalisis data yang terkumpul, (4) melakukan proses sintesis terhadap hasil analisis data, (5) Menentukan tema, (6) menentukan strategi komunikasi, (7) menentukan value added, (8) melakukan pemilihan media, (9) melakukan visualisasi, (10) melakukan proses produksi. Perancangan ini menghasilkan media utama berupa Buku Wisata Kampung Tematik di Kota Malang yang berisi tentang macam-macam wisata kampung tematik mulai dari sejarah, seni dan sebagainya. Sebuah buku dengan format square berukuran 20x20cm, dengan jumlah halaman 80 lembar. Media pendukung seperti Notebook, Pamflet, X-Banner, dan Poster sebagai media kit dari media utama. Buku Wisata Kampung Tematik di Kota Malang ini merupakan media yang diharapkan dapat memberikan informasi tentang adanya wisata baru kepada wisatawan. Materi dalam buku diambil dari hasil wawancara, dan data pustaka, serta dalam proses visualisasinya menggunakan software pengolah gambar seperti Photoshop dan Corel Draw, hasil dari perancangan digital disebut dengan final design, final design yang ada lalu masuk pada proses produksi, dan jadilah sebuah produk desain
TARI AHLAN WASAHLAN DI SANGGAR WANDA BANTEN
merumuskan beberapa masalah mengenai proses penciptaan tari Ahlan Wasahlan, dan peranan tari Ahlan Wasahlan dalam masyarakat kota Serang Banten. Bertujuan untuk memaparkan serta memahami sejumlah data tentang proses penciptaan tari Ahlan Wasahlan di sanggar tersebut. Lokasi penelitian di kota Serang dengan fokus pada tempat tinggal pencipta tari Ahlan Wasahlan yaitu Wiwin Purwinarti S.Pd. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis untuk menjawab permasalahan penelitian : Bagaimana proses penciptaan tari Ahlan Wasahlan di Sanggar Wanda Banten. teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Keseluruhan data yang diperoleh, baik secara langsung dilapangan maupun berdasarkan telaah kepustakaan selanjutnya disusun secara sistematis berdasarkan kaidah penelitian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tari Ahlan Wasahlan diciptakan pada tahun 2003 dengan tujuan bahwa pencipta tari ingin mengenalkan dan mengembangkan seni budaya Banten khususnya seni tari, didorong pula oleh faktor adanya kebutuhan permintaan pemerintah daerah untuk menciptakan tari penyambutan khas Banten. ragam gerak tari Ahlan Wasahlan cenderung mudah dan sederhana namun terdapat kesan atraktif karena menggambarkan kecerian seorang santriwati yang eberjik tetapi tetap sopan. Busana tari Ahlan Wasahlan memakai warna yang cerah menggambarkan keceriaan perempuan serta pemakaian kerudung yang menjadi ciri Banten yang Agamis. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menjadi pengayaan bahan ajar tari kreasi baru untuk mengenalkan kekayaan budaya Banten sebagai budaya yang tidak diam dan ditinggalkan pendukungnya, namun sebagai budaya yang begerak dan berkembang dengan tari Ahlan Wasahlan sebagai salah satu wujudnya.
Kata kunci: Tari Ahlan Wasahlan, Proses Penciptaan Tari, Peranan Tar
Reconsideration of the Beginning Ayu Culture
In this paper, the author reconsidered when, where, and by whom breeding trials were begun in the latter half of the
Meiji period that resulted in the release of koayu (small sweetfish, Plecoglossus altirelis altivelis) seedlings into rivers. The
results are as follows.
There are four theories regarding the first breeding tests: the tests were conducted by Shirobei Fujino at Sodani-Fujino
f
ish farm in 1908, by Shiga prefectural fishery experiment station at the Sodani-Fujino fish farm in 1908, by Dr. Chiyomatsu
Ishikawa at the fishery experiment station’s Chinai hatchery in 1909, and by the fishery experiment station at the Chinai
hatchery in 1909. Of the four theories, the most plausible is that conducted by Shirobei Fujino in 1908 at the Sodani-Fujino
f
ish farm in Kaminiu, Samegai village; Current Maibara City, Shiga prefecture.
However, the Sodani-fujino fish farm was sold to Shirobei Fujino by Teijiro Nishikawa in 1905, and in “Keisho-chi
Samegai,” it is stated that the Nishikawa fish farm ayu cultivation. Dr. Chiyomatsu Ishikawa also confirmed in 1894 that
ayu were cultured at Nishikawa fish farm.
Therefore, the breeding trials linked to the koayu seedling release project date back to the time when Nishikawa fish
farm started ayu cultivation. Specifically, it can be pointed out that the period is prior to 1894 and up to 1885.departmental bulletin pape
- …
