Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
Not a member yet
    927 research outputs found

    Pengalaman Komunikasi Terdiagnosis Bipolar

    Full text link
    Penelitian ini berjudul Pengalaman Komunikasi Terdiagnosis Bipolar. Studi fenomenologi pada mahasiswa di Bandung Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi sebelum terdiagnosis bipolar dan pengalaman komunikasi sesudah terdiagnosis bipolar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi fenomenologi. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang terdiagnosis bipolar yang ditentukan secara purposif berdasarkan komunikasi antarpribadi. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, dan pengamatan terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, studi literatur lainnya, dan wawancara. Hasil penelitian ini menujukan bahwa pengalaman komunikasi sebelum terdiagnosis bipolar yaitu kecemasan parah, selalu kilas balik masa lalu dan ingatan yang terus-menerus pada peristiwa yang membuat trauma dan belum bisa mengikhlaskan kehilangan orang yang dicintai menyebabkan depresi dan gangguan mental. Pengalaman komunikasi sesudah terdiagnosis bipolar meliputi episode manik yaitu eforia yang berlebihan, produktif dan overthinking di malam hari, sedangkan episode depresif yaitu perasaan sedih yang sangat mendalam dan berlarut-larut, berkhayal, halusinasi dan delusi ingin bunuh diri. Orang dengan gangguan bipolar melakukan pengobatan klinis, terapi dan meditasi, bersyukur dan ikhlas, mencintai diri dan kehidupan.   Kata Kunci: pengalaman komunikasi, terdiagnosis, bipolar, mahasisw

    ANALISIS DAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO APLIKASI PEMANTAUAN SERTA SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN

    Full text link
    In the success of the Electronic-Based Government System and Information Security Management System (SMKI), the West Java KPID must participate in it. West Java KPID has a monitoring application that functions to process recorded data and produce findings of violations of broadcast content in television broadcasts. In the monitoring application, there are national TV broadcasts that have networked main stations and local TV broadcasts. The monitoring application can only monitor television because there is a TV tuner that can make a computer capable of processing television signals and then recording them into and into the database and recording 24 hours of television viewing. Given the importance of information and the high risk of interference, the West Java KPID needs to carry out information security governance activities in the environment, especially in monitoring applications because there is data recording the contents of television broadcasts. There are frequent bugs and crashes in monitoring applications due to loss of voltage and not having a temporary power supply. The need for LAN network security to minimize the threat of attacks on monitoring applications. Risk assessment is needed to maintain the aspects of Confidentiality, Integrity, and availability and develop controls to minimize threats. This study carries out risk management monitoring applications using SNI ISO/IEC 27005: 2013 and carries out risk assessment controls based on SNI ISO/IEC 27001: 2013. The steps taken are identification of information assets, threats, vulnerabilities, risks, impacts and clause mapping based on risk assessment. Then do a maturity level analysis, gap analysis, recommendation of control objectives and information security. So that this study resulted in a risk assessment, proposed mapping of control and control objectives based on SNI ISO/IEC 27001: 2013, the level of maturity of information security, findings and recommendations

    MEDIA SOSIAL DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IMPULSE BUYING DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LIFESTYLE (Survei pada konsumen produk perawatan dan kecantikan di www.shopee.co.id)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana media sosial, kepercayaan konsumen dan impulse buying yang diterapkan oleh toko online produk perawatan kecantikan dapat memberikan dampak terhadap lifestyle. Serta untuk mengetahui berapa besar dampak media sosial terhadap impulse buying, dampak kepercayaan konsumen dampak impulse buying, serta dampak impulse buying terhadap lifestyle. Dalam penelitian ini sebagai variabel bebas (X) yaitu media sosial dan kepercayaan konsumen, variabel moderating (Y) yaitu impulse buying sedangkan variabel terikat (Z) yaitu lifestyle. Penelitian ini merupakan penelitian sampel dengan menggunakan konsumen sebagai responden sebanyak 120 orang untuk pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dan analisis verifikatif. Untuk mengolah data, penulis menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2013 dan Smart PLS. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial berada pada kategori baik, kepercayaan konsumen berada pada kategori baik, impulse buying berada pada kategori baik, lifestyle berada pada kategori baik. Hasil Uji-T menunjukkan bahwa media sosial berdampak terhadap impulse buying, kepercayaan konsumen berdampak terhadap impulse buying, dan impulse buying berdampak terhadap lifestyle. &nbsp

    Simbol Komunikasi Perayaan Panen Ladang Huma Seba

    Full text link
    Penelitian ini berjudul Simbol Komunikasi Perayaan Panen Ladang Huma Seba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Simbol Komunikasi verbal dan nonverbal Perayaan Panen Ladang Huma Seba pada Masyarakat Suku Baduy di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi interaksi simbolik. Subyek penelitian adalah masyarakat Suku Baduy Luar yang ditentukan secara purposif berdasarkan makna simbol komunikasi. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, dan pengamatan terhadap informan, sedangkan untuk penunjang diperoleh melalui studi dokumentasi hasil penelitian sebelumnya, studi literatur lainnya, dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol komunikasi perayaan panen ladang huma seba sangat bermakna. Do’a yang dipanjatkan membutuhkan kelapangan serta keikhlasan agar menimbulkan kekhusyukan. Pakaian Adat yang dikenakan pun sangat mengambarkan kebudayaan leluhur. Suku Baduy adalah suku asli Provinsi Banten yang mewarisi kebudayaan leluhur. Seserahan merupakan simbol keikhlasan serta menjadi pengikat tali persaudaraan. Tata krama dan Tata tertib masih sangat dipatuhi dan dijaga oleh Masyarakat Suku Baduy.   Kata Kunci: Simbol komunikasi, Suku Baduy, upacara ladang huma seba

    Komunikasi Persuasif Pegawai dalam Menangani Keluhan Pelanggan

    Full text link
    Komunikasi persuasif memiliki peran penting dalam proses pelayanan terhadap konsumen, khususnya dalam menangani keluhan karena mampu menyampaikan informasi dengan baik yang dibutuhkan pihak pelanggan dari pihak perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui argumentasi dan bukti, daya tarik psikologis, dan daya tarik kredibilitas pegawai dalam menangani keluhan pelanggan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi. Pendekatan yang digunakan dalam menelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis penelitian deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan komunikasi persuasif dalam menangani keluhan pelanggan secara mendalam dan komprehensif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara terhadap lima informan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa argumen dan bukti yang lakukan pegawai sudah baik ditunjang dengan Kecerdasan Komunikator, Informasi yang informatif, Kompetensi pegawai yang mumpuni, dan Kewibawaan yang baik. Daya tarik psikologis pegawai sudah baik dilihat dari kemampuan verbal, Vokal, dan Visual yang ditampilkan. Daya tarik kredibilitas pegawai sudah baik didukung dengan Keahlian (expertise) yang dimiliki, Keterpercayaan (Trustworthiness), Kesukaan atau Daya Tarik (likability) yang baik

    PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN MOTOR MELALUI PENDEKATAN KEADILAN RESTORATIF SEBAGAI PEMBAHARUAN SISTEM PEMIDANAAN DI INDONESIA

    No full text
    The tendency of a person to commit a criminal act of motorcycle theft repeatedly evidenced by the number of recidivists in the crime of motor theft shows that prison is not a good enough solution to overcome crime. Restorative justice is a settlement system created by the Attorney General's Office through Perja Number 15 of 2020 by stopping the prosecution of cases. The problems discussed in this study are 1) How is the application of the concept of restorative justice as the development of the criminal system in Indonesia? 2) How is the settlement of cases at the prosecutorial level against the crime of motor theft by the public prosecutor based on a restorative justice approach? The approach method used is normative juridical and the research specifications are descriptive analytical by analyzing the applicable laws and regulations with facts in the field. Data analysis using qualitative normative methods. The results showed that: 1) The application of the concept of restorative justice, namely prioritizing the return of all circumstances as an alternative to solving criminal cases that are retaliatory (absolute theory) Restorative justice is present as the development of the criminal system in Indonesia, namely a system that emphasizes improvements in losses caused by or related to criminal acts. 2) The settlement of cases at the district attorney's level against the crime of motor theft by the public prosecutor based on the restorative justice approach is carried out by taking into account the general requirements for the application of restorative justice to the prosecutor's environment as Perja No. 15 of 2020. &nbsp

    EVALUASI TATA KELOLA KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 (STUDI KASUS PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI KABUPATEN SUMEDANG)

    No full text
    The Sumedang Regency Communication, Informatics, Statistics and Encoding Service is a regional apparatus that functions as a means of disseminating information to the wider community regarding public information, Service Information and digital services in developing Sumedang Regency based on Smart City. One of the factors that play a very important role in supporting business goals and processes is the existence of Information Technology facilities. Information technology governance is the structure of relationships and processes to direct and control the organization in achieving its objectives, in this case by adding value when balancing risk compared to IT and its processes. Information technology governance recommendations are made to improve performance carried out by Diskominfosandistik. The data collection process is carried out by distributing questionnaires to determine the current maturity level and the expected maturity level. With good information technology management, it is expected to produce good work procedures in supporting the achievement of the objectives of the Sumedang Discominfosandistik. Based on the calculation results, a decision can be made that the capability level at the Sumedang District Discominfodistik is at level 2 and has a gap of 1. After an audit has been carried out by calculating the capability level for the EDM, APO, BAI and DSS domains, the average value is obtained. is at level 2 (managed), with these conditions indicating that the Sumedang Regency Diskominfodistik already has a management information system. However, there are still some regulations regarding the implementation of the process that have not been fully implemented &nbsp

    Strategi Komunikasi dalam Kebijakan Inovasi Daerah

    Full text link
    Dalam era demokratisasi hak untuk berotonomi yang bertanggung jawab merupakan asas desentralisasi yang mutlak diterapkan di tataran pemerintahan daerah atau local government, untuk itu perlu direncanakan suatu strategi pembangunan yang berbasis pada kebijakan inovasi, karena inovasi dikenali sebagai model kebijakan yang dianggap berhasil saat ini. Agar kebijakan inovasi bisa sampai kepada stakeholder pembangunan di daerahnya maka diperlukan komunikasi, yang menurut Edward III Komunikasi adalah salah satu variable keberhasilan implementasi kebijakan, terdapat 3 (tiga) Faktor penentu keberhasilan komunikasi dalam implementasi kebijakan yaitu adanya proses transmisi (trasmission), kejelasan (clarity) dan konsistensi (consistency). Ketiga faktor penentu komunikasi tersebut dapat laksanakan dengan berdasarkan kepada strategi komunikasi dari Quinn (Ruslan 2008) yang menyatakan, agar suatu strategi komunikasi agar dapat efektif dilaksanakan dalam sebauh program, maka ia harus mencakup 7 (tujuh) hal: Mempercepat Tujuan yaitu harus Objektif yang jelas, Memelihara inisiatif yaitu Strategi membuat inisiatif, Konsentrasi yaitu Konsentrasi dengan melemahkan kekuatan yang besar, Fleksibilitas yaitu Strategi persenjataan, Kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang memiliki komitmen dan terkoordinasi, Kejujuran yaitu Strategi itu disiapkan untuk memanfaatkan kerahasiaan dan kecerdasan, Keamanan yaitu Strategi itu harus mengamankan seluruh organisasi. Apabila kebijakan inovasi daerah yang sudah digulirkan oleh pemerintah dapat dilaksanakan dengan strategi komunikasi tersebut maka akan mempercepat tujuan pembangunan di daerah

    KOORDINASI CAMAT DALAM PELAYANAN KARTU KELUARGA DI KECAMATAN IBUN KABUPATEN BANDUNG

    No full text
    Data kependudukan mempunyai peranan penting dalam menentukan kebijakan, perencanaan pembangunan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan, baik bagi pemerintah maupun bagi pihak lain termasuk administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penertiban dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. Pelayanan dalam sektor administrasi kependudukan merupakan salah satu pelayanan yang paling banyak permintaannya. Salah satu rangkaian kegiatan dalam administrasi kependudukan yaitu proses pencatatan sipil. Bentuk-bentuk pelayanan yang diberikan terkait urusan kependudukan, diantaranya adalah pelayanan Kartu Keluarga (KK). Teori yang dijadikan acuan adalah teori tentang Koordinasi dari Hasibuan (2011:88) dengan faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi: kesatuan tindakan, komunikasi, pembagian kerja, dan disiplin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah   kualitatif dengan rumusan masalah deskriptif dimana pendekatan ini digunakan untuk mengetahui secara sistematis fakta atau gambaran mengenai kepemilikan kartu keluarga di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sumber data primer yaitu sumber pertama yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini, sumber data primer yaitu pelaksana pemerintahan tingkat kecamatan Ibun. Dalam penelitian ini terdapat 15 informan yang merupakan Kepala Disdukcapil, Camat Ibun, Kepala KUA Kecamatan Ibun, Kepala Desa yang berada diwilayah Kecamatan Ibun, Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh gambaran bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi koordinasi: kesatuan tindakan, belum terkoordinasinya tindakan-tindakan antar-lembaga pemerintahan; komunikasi,  sudah terjalin namun masih belum mampu menyelesaikan permasalahan pelayanan Kartu Keluarga (KK); pembagian kerja, masih terdapat sebagian kecil pegawai yang belum bekerja secara maksimal sesuai dengan bidang tugasnya; disiplin, masih terdapat pegawai yang belum menaati aturan organisasi yang berlaku. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah terdapat solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam koordinasi yang dilakukan oleh Camat dalam pelayanan Kartu Keluarga (KK) di Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, yaitu: koordinasi dalam kesatuan tindakan, komunukasi, pembagian kerja, dan disiplin antara camat dengan lembaga pemerintahan yang terkait dengan pelayanan KK dari awal ajuan KK hingga terbitnya KK. Dimana keempat faktor yang mempengaruhi korrdinasi tersebut dapat dijadikan acuan bagi Camat dalam pelayanan KK untuk dapat mencapai kinerja yang maksima

    Makna Cyberbullying dalam Media Sosial

    Full text link
    Media baru adalah kemunculannya digital, komputer,jaringan teknologi dan komunikasi abad ke 20. Perundungan siber merupakan perundungan secara daring atau digital dan ini terjadi karena munculnya media baru. Perundungan siber sendiri sudah sering terjadi dalam media sosial dan salah satu contohnya adalah komentar negatif. Komentar negatif biasanya dibelakangi oleh orang-orang yang iri,meluapkan emosinya kepada korban ataupun motif tidak jelas. Dari akun tiktok @hannanajj di sebuah acara Sulli sedang Membaca tentang Komentar negatif tentangnya itu adalah bukti nyata. kasus mendiang Sulli yang bunuh diri karena komentar negatif yang dia dapat tanpa henti. Fitnah yang terus bermunculan yang membuat dia akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Dia sendiri sudah mencoba berbincang dalam media sosialnya untuk tidak menghujatnya karena dia tidak bersalah dan bersikap baik padanya. Namun benci tetap saja akan menjadi benci. Media sosial sangatlah luas dan berbagai macam aplikasinya pun banyak ada tiktok,instagram,facebook,twitter dan youtube. Karena nyatanya perundungan siber masih sering terjadi dan masih banyak orang yang memang tidak bisa berhenti membenci walau sudah ada edukasi tentang ini dan dimanapun itu perundungan siber pasti akan selalu ada dan tidak pernah hilang. Walau begitu jaman yang canggih jejak digital pun bisa jadi bukti agar tidak ada lagi korban yang seperti sulli. Dan semoga saja masyarakat bisa berhati-hati dalam berkomen karena kita tidak tahu apa yang sedang orang-orang itu jalani. Disini saya ada 6 scene yang menunjukan bukti itu sendiri.   Kata kunci: media baru, perundungan siber, media sosial, komentar negati

    384

    full texts

    927

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇