15 research outputs found

    PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DISERTAI HIERARKI KONSEP UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA NEGERI 2 SRAGEN TAHUN AJARAN 2012/2013

    Get PDF
    Wahyu Yunitasari. K3309084. PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION DISERTAI HIERARKI KONSEP UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA NEGERI 2 SRAGEN TAHUN AJARAN 2012/2013. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Juli 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ada tidaknya miskonsepsi siswa pada konsep larutan penyangga dengan tes diagnostik disertai wawancara, (2) pembelajaran direct instruction disertai hierarki konsep untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada konsep larutan penyangga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA semester genap SMA Negeri 2 Sragen tahun ajaran 2012/2013. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari satu kelas, yaitu kelas eksperimen XI IPA 5 yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru dengan rata-rata prestasi kimia kelasnya yang tinggi sebagai dasar pemilihan. Teknik pengumpulan data miskonsepsi menggunakan tes diagnostik awal disertai wawancara, sedangkan hasil pereduksian miskonsepsi diukur dari selisih tes diagnostik awal dan akhir. Teknik analisis data untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t pihak kanan. Hipotesis penelitian ini adalah (1) terdapat miskonsepsi siswa pada materi pokok larutan penyangga yang diidentifikasi menggunakan tes diagnostik disertai wawancara, (2) model direct instruction disertai hierarki konsep dapat digunakan untuk mereduksi miskonsepsi siswa pada konsep-konsep materi pokok larutan penyangga. Kata Kunci: Direct Instruction, Hierarki Konsep, Miskonsepsi, Larutan Penyangga

    Tataniaga Perkebunan Tebu Rakyat di Kabupaten Situbondo

    No full text
    Tebu merupakan salah satu dari 15 komoditas unggulan nasional yang difokuskan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan perkebunan 2014-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, fungsi, lembaga, struktur pasar dan perilaku pasar, serta menganalisis efisiensi operasional tataniaga tebu dengan pendekatan marjin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya. Pengamatan dan wawancara langsung dilakukan dengan metode purposive kepada petani di Kabupaten Situbondo, sedangkan metode snowball dilakukan kepada lembaga tataniaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 saluran tataniaga. Berdasarkan marjin tataniaga, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya menunjukkan saluran tataniaga 1 merupakan saluran yang efisien dengan penjualan langusung dari petani ke pabrik gula dan saluran 4 merupakan saluran yang efisien dengan penjualan melalui pedagang perantara

    Ketimpangan Wilayah Antar Kawasan Barat Indonesia Dan Kawasan Timur Indonesia Tahun 2012-2016

    No full text
    National development has main goals to create equitable development of all Indonesian people. But in reality, until now there are still happened regional disparities of inter-regional areas in Indonesia. This research goals are to know the rate of regional disparities between Western Region of Indonesia and Eastern Region of Indonesia in 2012-2016, partially analyze the effect of labor, investment, information and communication technology, and agglomeration on the regional disparities in Western Region of Indonesia in 2012-2016, and partially analyze the effect of labor, investment, information and communication technology, and agglomeration on the regional disparities in Eastern Region of Indonesia in 2012- 2016. This research using secondary data in the form of panel data from Badan Pusat Statistik (BPS). The analysis method used is Williamson index, Theil index, and regression analysis

    Kesalahan Afiksasi Bahasa Jawa dengan Huruf Latin dalam Cerkak Karya Siswa Kelas XII SMKN 3 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Yunitasari, Wahyu Ika. 2016. Kesalahan Afiksasi Bahasa Jawa dengan Huruf Latin dalam Cerkak Karya Siswa Kelas XII SMKN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd, (II) Dr. Sunaryo H.S., S.H, M.Hum.   Kata Kunci : kesalahan afiksasi, afiksasi bahasa Jawadengan huruf latin   Bahasa Jawa merupakan bahasa daerah yang masih digunakan sebagai alat komunikasi lisan maupun tulisan dan merupakan bahasa pertama atau bahasa ibu yang digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa. Ada empat macam afiks dalam bahasa Jawa, yaitu: (1) prefiks atau ater-ater, (2) sufiks atau panambang, (3) infiks atau seselan, dan (4) konfiks. Selain itu, pada bentuk konfiks tertentu ada yang dikatakan sebagai afiks gabung (imbuhan sesarengan). Dikatakan sebagai afiks gabung karena jika salah satu morfem dihilangkan kata tersebut tetap bermakna. Afiksasidalam bahasa Jawa memiliki keanekaragaman dan lebih rumit. Jika penulisannya salah, maka akan menimbulkan perbedaan persepsi makna. Oleh sebab itu, untuk meminimalkan kesalahan tersebut perlu diadakan penelitian kesalahan afiksasi bahasa Jawa melaluitulisan siswa berupa cerkak (cerita cekak) agar tidak terjadi kesalahan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesalahan afiksasi bahasa Jawa dengan huruf latin melalui: (1) prefiks N-; ka-; dan ke-, (2) sufiks -an dan–i, serta (3) konfiks ka-an; ke-en; pa-an; N-ake; N-i;dan di-i pada cerkak karya siswa kelas XII SMKN 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh dari lokasi penelitian. Sumber penelitian ini yaitu cerkak hasil karya siswa kelas XII SMKN 3 Malang dan pengambilan datanya dilakukan pada 2 November-10 Desember 2015. Instrumen untuk pengambilan data yaitu berupa soal perintah untuk memproduksi cerkak, dan tabel analisis yang digunakan untuk mempermudah pengumpulan; pengklasifikasian; dan penganalisisan data. Melalui instrumen tersebut diperoleh data penelitian kesalahan afiksasi bahasa Jawa dengan huruf latin melalui prefiks N-; ka-; dan ke-, sufiks -an dan-i, konfiks ka-an; ke-en;pa-an;N-ake; N-i;dan di-i pada cerkak karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ditemukan 10 data kesalahan afiksasi bahasa Jawa dengan huruf latin melalui prefiks N-; ka-; dan ke-dengan bentuk dasar{rasa}, {amba}, {renggut}, {rangkul}, {trima}, {obong}, {endheg}, dan {liwat}, (2) ditemukan 23 data kesalahan afiksasi bahasa Jawa dengan huruf latin melalui sufiks -an dan-i dengan bentuk dasar {lagu}, {guyu}, {turu}, {kali}, {pangku}, {ronce}, {minggu}, {wedi}, {blanja}, {lucu}, {semaya}, {sinau}, {impi}, {ombe}, {saji}, {tresna}, {iri}, {dadi}, {janji}, {klambi}, {ngerti}, {temu}, dan {melu}, (3) ditemukan 42 data kesalahan afiksasi  bahasa Jawa dengan huruf latin melalui konfiks {ka-/-an}, {ke-/-en}, {pa-/-an}, {N-/-ake}, {N-/-i}, dan {di-/-i} dengan tiga puluh sembilan bentuk dasar {dadi}, {eling}, {temu}, {apus}, {isin}, {rungu}, {angel}, {ilang}, {teka}, {begja}, {awan}, {omah}, {adus}, {rasa}, {raya}, {langkah}, {lali}, {iber}, {eling}, {crita}, {slamet}, {tari}, {ambu}, {lirik}, {iri}, {sapu}, {tuku}, {rewang}, {liwat}, {laku}, {buru}, {tunggu}, {temu}, {lebu}, {lapis}, {racun}, {melu}, {rungu}, dan {isi}. Kesalahan tersebut terjadi karena: (1) kecenderungan siswa menambahkan vokal /e/ antara imbuhan dan bentuk dasar pada awalan N-, (2) kesalahan penggunaan afiks, (3) siswa belum bisa membedakan penggunaan prefiks ka- dan ke-, (4) pada proses pengimbuhan yang dilakukan tidak memperhatikan bentuk dasar, (5) penggunaan bentuk dasar yang mengarah pada kata bahasa Indonesia, (6) proses afiksasi yang kurang tepat, serta (7) pemilihan dan penggunaan bentuk dasar yang salah. Saran bagipenyusunsilabusdanbahan ajar Bahasa Jawa, sebaiknya lebih perhatian dalam menentukan distribusi materi yang seharusnya diajarkan agar susunan materi sesuai dengan tingkatannya. Misalnya pada materi memproduksi cerkak,  seharusnya sebelum memasuki materi itu diberikan sedikit materi tentang bentukan kata. Hal itu dapat digunakan siswa sebagai bekal dalam mengolah kata ketika memproduksi cerkak. Bagi guru Bahasa Jawa sebaiknya lebih menekankan penggunaan bahasa Jawa dalam pembelajaran dengan menggunakan bahasa yang lebih variatif untuk memancing dan menambah perbendaharaan kata bahasa Jawa yang dimiliki siswa. Selain itu juga lebih sering melakukan latihan atau pemberian tugas kepada siswa mengenai kata-kata dalam bahasa Jawa. Bagi peneliti selanjutnya apabila ingin mengadakan penelitian sejenis, sebaiknya penelitian lanjutan dilakukan dengan subjek penelitian siswa kelas X maupun XI, objek penelitian teks-teks lainnya selain cerkak, ataupun juga memperluas fokus penelitian yaitu reduplikasi dan komposisi yang nantinya bermanfaat untuk pengayaan referensi pengajaran Bahasa Jawa di SMKN 3 Malang.

    TINGKAT KEBUGARAN VO2 MAX DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA BARISTA KOPI DI KOTA KLATEN

    Get PDF
    Covid-19 mempengaruhi cara hidup masyarakat dan membatasi berbagai kegiatan di area outdoor. Virus corona (Covid-19) menjadi tantangan khusus bagi kesehatan masyarakat dalam segala aspek. Kebugaran fisik sangat dibutuhkan setiap orang untuk menunjang aktifitas sehari-hari guna meningkatkan produktivitas. Barista merupakan seseorang yang mahir meracik kopi, tapi di balik kemahirannya ternyata ada bahaya yang mengintai bagi barista kopi. Beberapa penelitian menemukan di beberapa kedai kopi, para barista terpapar lebih dari empat atau lima kali diacetyl jumlah ini melebihi tingkat yang disarankan. Diacetyl merupakan suatu senyawa berbahaya yang bisa merusak paru-paru dengan cepat. Perlu adanya pemeriksaan khusus untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik dan kardiovaskuler. Indikator terbaik dalam mengukur kebugaran kardiorespirasi dengan mengukur komsumsi oksigen maksimal atau VO2 Max. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran VO2 Max Pada Barista Dikota Klaten. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah Barista Kopi Di Kota Klaten, yang berjumlah 20 Orang. Pengambilan data dalam penelitian ini dilaksanakan di Ningratan Kopi Klaten dengan menggunakan instrument Harvard step tes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, tingkat kebugaran VO2 Max Barista Kopi Klaten menggunakan Harvard step test tidak ada yang kategori superior dan excellent yaitu nilainya nol, pada kategori good sebanyak 1 orang (5%), pada kategori fair sebanyak 6 orang (30%), pada kategori poor paling besar yaitu sebanyak 12 orang (60%), dan pada kategori very poor sebanyak 2 orang (10%). Sedangkan untuk rata-rata tingkat kebugaran VO2 Max yaitu sebanyak 38,39 termasuk kategori poor dan untuk standar deviasi sebesar 2,828

    Analisis Studi Kelayakan Bisnis pada Usaha Laundry

    Get PDF
    Adanya layanan jasa di sekitar kehidupan masyarakat terutama di daerah perumahan, sudah menjadi gaya hidup masyarakat sekitarnya. Oleh karena itulah, bisnis usaha laundry dapat berkembang dengan pesat karena sangat diminati oleh masyarakat. Dengan alasan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan studi kelayakan bisnis dari Usaha Berkah Laundry yang berjalan di Desa Karang Raharja dalam Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Pemasaran, dan Aspek Operasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca mengenai permasalahan yang terkait dengan aspek operasional, aspek sumber daya manusia, serta aspek operasional terhadap kelayakan bisnis pada pendirian dan pengembangan usaha laundry. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini ialah menggunakan data primer, yang didapatkan dari hasil observasi secara langsung serta melakukan wawancara terhadap pemilik dari usaha laundry. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan Berkah Laundry terletak pada lokasi bisnis yang strategis, harga yang terjangkau, fasilitas yang lengkap, pelayanan yang ramah, dan layanan antar jemput ke rumah yang nyaman. Dengan mempertimbangkan dan menerapkan strategi yang disarankan, Berkah Laundry dapat memperkuat posisi kompetitifnya, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar jasa laundry

    Statistical Process Control (SPC) and Fuzzy-Failure Mode and Effect Analysis (F-FMEA) Approaches to Reduce Reject Products in Wine Bottle Rack Production Process at PT Alis Jaya Ciptatama

    Get PDF
    PT Alis Jaya Ciptatama (AJC) is a company engaged in the furniture industry, where the products are exported. One of the products from PT AJC is a wine bottle rack. In the production of wine bottle racks at PT AJC, many product defects were found. Therefore, it is necessary to conduct further research to determine the quality of the product, so that the correct product quality improvement is obtained. The purpose of this study was to determine the limits of statistical control and the factors causing defects in wine bottle racks so that the quality improvement provided was right on target. The methods used in this research are Statistical Process Control (SPC) and Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (F-FMEA). SPC method is used to determine statistical control limits and factors causing product defects. The F-FMEA method is used to determine the priority of improvement in improving the quality of wine bottle racks. The results of the research related to the statistical control limits of the SPC method were obtained that the defective data were outside the statistical control limits. While the results of research related to the causes of product failure using the SPC method are human, machine, material, environmental, method, and measurement factors. Factors causing product failure were analyzed using the F-FMEA method so that improvement priorities were obtained, namely the lack of experience of workers with an FRPN value of 269.33. Improvements that need to be made by PT AJC include providing training to mill 1 workers and splitting the logs

    Anak Tumbuh Cerdas Dengan Stimulasi Anak Usia Pra Sekolah

    Get PDF
    Children are the next generation of the nation and family, the biggest hope for a family lies in a child. So, it is important for parents to consider their growth and development. Monitoring the growth and development of preschool children is an important phase because it can determine the quality of health, welfare, learning and behaviour in the future. Stimulation is one method for activities to stimulate children's basic abilities so that children grow and develop optimally. This activity aims to overcome the problem of growth and development of preschool children. The method is to provide direct socialization and guidance on stimulating preschool children. Parents, cadres and teachers are expected to be able to apply stimulation of growth and development directly and routinely to children at Taman Merpati IV so that children's growth and development can be more optimal

    Penyuluhan Pijat Bayi untuk Meningkatkan Tumbuh Kembang Bayi di Desa Bero Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten

    Get PDF
    Tumbuh kembang optimal bayi merupakan dambaan setiap orang tua. Pijat bayi dapat menjadi salah satu metode untuk mengoptimalkan tumbuh kembang tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pijat bayi, sehingga dapat menstimulasi tumbuh kembang bayi secara optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa ceramah dan demonstrasi langsung teknik pijat bayi neuro structure (NS) pada ekstremitas superior dan inferior. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada hari Kamis, 21 November 2024, pukul 08.00-12.00 WIB. Peserta terdiri dari 15 orang tua dengan bayi usia 0-36 bulan, dengan rentang usia orang tua 30-40 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan (86,7%) dan keterampilan (100%) orang tua mengenai teknik pijat bayi. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini efektif dan layak untuk dilanjutkan sebagai program peningkatan tumbuh kembang bayi atau kesehatan masyarakat secara umum.Tumbuh kembang optimal bayi merupakan dambaan setiap orang tua. Pijat bayi dapat menjadi salah satu metode untuk mengoptimalkan tumbuh kembang tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam melakukan pijat bayi, sehingga dapat menstimulasi tumbuh kembang bayi secara optimal. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berupa ceramah dan demonstrasi langsung teknik pijat bayi neuro structure (NS) pada ekstremitas superior dan inferior. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten pada hari Kamis, 21 November 2024, pukul 08.00-12.00 WIB. Peserta terdiri dari 15 orang tua dengan bayi usia 0-36 bulan, dengan rentang usia orang tua 30-40 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan (86,7%) dan keterampilan (100%) orang tua mengenai teknik pijat bayi. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan ini efektif dan layak untuk dilanjutkan sebagai program peningkatan tumbuh kembang bayi atau kesehatan masyarakat secara umum
    corecore