1,721,292 research outputs found
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. B UMUR 28 TAHUN DI PUSKESMAS SUMBANG I KABUPATEN BANYUMAS
Poltekkes Kemenkes SemarangProgram Studi Diploma III Kebidanan Purwokerto2020ABSTRAKAprilia Wahyu Utami Dewi1, Diki Retno Yuliani2Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. B umur 28 tahun di Puskesmas Sumbang I Kabupaten Banyumas143 hal+37 tabel+13 lampiranAngka kematian ibu (AKI) merupakan kesehatan kesejahteraan perempuan, kesehatan kesejahteraan suatu bangsa sekaligus menggambarkan hasil capaian pembangunan suatu negara. Informasi mengenai AKI akan sangat bermanfaat untuk pengembangan program-program peningkatan kesehatan ibu, terutama pelayanan kehamilan dan persalinan yang aman. Penulisan laporan tugas akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan proses kebidanan 7 langkah varney dan dokumentasi dalam bentuk SOAP.Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini dilakukan dengan memberikan asuhan komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB pada ibu. Hasil Laporan Tugas Akhir dengan diagnosa awal Ny. B umur 28 tahun G2P1A0 usia kehamilan 38+5 minggu.Ditemukan beberapa kesenjangan dan inovasi baru di lahan. Pada kehamilan yaitu adanya pemberian vitamin B12 pada trimester III untuk mencegah terjadinya anemia. Pada persalinan yaitu penolong tidak menggunakan APD lengkap hanya menggunakan celemek, sarung tangan dan pengukuran DJJ hanya pada saat pembukaan lengkap. Penggunaan underpad untuk estimasi perdarahan, penggunaan umbilical cord untuk penjepitan tali pusat agar mengurangi resiko infeksi. Pada masa nifas yaitu adanya pemberian terapi obat asam mefenamat dan amoxicillin yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri pada luka perineum dan mengurangi resiko infeksi bakteri pada luka perineum. Pada bayi baru lahir tidak ada kesenjangan. Kesimpulan dari penulisan LTA ini adalah terdapat kesenjangan antara teori dan praktik asuhan yang ada di lahan. Saran untuk bidan diharapkan memberikan asuhan sesuai dengan SOP
PERAN SEKOLAH TANI MUDA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN GENERASI MUDA TERHADAP PERTANIAN ORGANIK
Mukholifah Wahyu Utami, Peran Sekolah Tani Muda Dalam Meningkatkan Kesadaran Generasi Muda Terhadap Pertanian Organik. Skripsi, Yogyakarta : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kegiatan Sekolah Tani Muda, peran Sekolah Tani Muda dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pertanian organik dan hasil peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pertanian organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik penentuan informan berdasarkan kriteria dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Data yang ada dilihat validitasnya kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) Kegiatan yang ada di Sekolah Tani Muda yaitu berupa kegiatan kelas tani, live in, kunjungan, dan kemah tani. 2) Peran Sekolah Tani Muda dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pertanian organik berupa peran fasilitatif, peran pendidikan, peran perwakilan, peran ketrampilan teknik. 3) Hasil peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pertanian organik ialah : pertama, tahu dan mengerti dengan apa yang diucapkan dan dilakukan. Kedua, memiliki tanggung jawab
IMPLEMENTASI KAWASAN TANPA ROKOK DI KAMPUNG BEBAS ASAP ROKOK DUSUN PENGKOL,GULUREJO,LENDAH, KULON PROGO
Ngesti Wahyu Utami 14250047, Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Di Kampung Bebas Asap Rokok Dusun Pengkol, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo. Skripsi: Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2018.
Skripsi ini membahas implementasi kawasan tanpa rokok di kampung bebas asap rokok dusun Pengkol, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo. Implementasi adalah proses kebijakan setelah penetapan undang-undang. Penelitian ini didasari oleh adanya pedoman pengembangan kawasan tanpa rokok.Adanya kampung bebas asap rokok tersebut bertujuan mengatur kawasan-kawasan untuk merokok dan mengatur pengendalian produk tembakau. Berangkat dari hal tersebut penulis mencoba melihat dan mengkaji bagaimana implementasi kawasan tanpa rokok di kampung bebas asap rokok Dusun Pengkol, Lendah, Kulon Progo.
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian deksriptif kualitatif atau penelitian lapangan yaitu data yang dijadikan rujukan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.Selanjutnya, menganalisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Teknik validitas data, penulis menggunakan triangulasi data dengan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dusun Pengkol sudah menerapkan dan masih mempertahankan kampung bebas asap rokok yang sudah berdiri sejak 16 September 2014. Dari penelitian diketahui bahwa ada beberapa faktor pendukung serta faktor penghambat yang saat ini masih dialami masyarakat dusun Pengkol dalam menegakkan kampung bebas asap rokok. Faktor pendukung antara lain: tingginya antusias masyarakat untuk membentuk kampung besarok, kepedulian masyrakat untuk menjaga kampung besarok. Selain itu, faktor penghambat kampung besarok di dusun Pengkol antara lain: kurangnya pemantauan dan evaluasi setelah terbentuknya kampung besarok di dusun Pengkol, sarana dan prasarana penunjang kampung besarok sudah banyak yang rusak, dan tidak adanya sanksi yang tegas.
Kata kunci: kawasan tanpa rokok, kampung bebas asap rokok, faktor pendorong dan faktor penghambat
ANALISIS PENYEBAB PERUBAHAN DARI PERAJIN GENTENG MENJADI PERAJIN BATU BATA (STUDI KASUS MASYARAKAT KELURAHAN KAWEDANAN KECAMATAN KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN)
ANALISIS PENYEBAB PERUBAHAN DARI PERAJIN GENTENG MENJADI PERAJIN BATU BATA (STUDI KASUS MASYARAKAT KELURAHAN KAWEDANAN KECAMATAN KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN)
Charisma Wahyu Utami
Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya, [email protected]
Dr. Bambang Sigit Widodo, M. Pd
Dosen Pembimbing Mahasiswa
Abstrak
Kelurahan Kawedanan merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Magetan yang masyarakatnya secara umum merupakan perajin genteng. Namun, masyarakat yang awalnya merupakan perajin genteng mulai beralih menjadi perajin batu bata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan beralihnya minat masyarakat yang awalnya merupakan perajin genteng mulai beralih menjadi perajin batu bata.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek dari penelitian ini adalah perajin batu bata di Kelurahan Kawedanan yang sebelumnya merupakan perajin genteng, perajin genteng, dan penyedia bahan baku. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan.
Hasil dari penelitian menunjukkan. Perajin genteng di Kelurahan Kawedanan sangat awam tentang karakteristik lempung yang digunakan sebagai bahan baku genteng, hal ini kemudian seringkali menimbulkan resiko kerugian yang cukup besar, resiko inilah yang kemudian menjadikan perajin memilih beralih pada batu bata dengan resiko gagal produksi yang lebih rendah. Proses produksi genteng yang lebih rumit dibandingkan dengan proses produksi batu bata menjadikan perajin memilih untuk membuat batu bata. Proses produksi genteng yang rumit kemudian diikuti modal yang diperlukan dalam industri genteng tidaklah sedikit, hal ini menyebabkan adanya keengganan karena takut dengan resiko yang dihadapi. Selain faktor tersebut, pemasaran genteng mengalami penurunan permintaan dari konsumen, sebaliknya penjualan batu bata tetap bisa berjalan sehingga lebih bisa diandalkan oleh perajin. Dukungan pemerintah tidak dapat dirasakan oleh perajin di Kelurahan Kawedanan karena tidak adanya KUB yang terstruktur di Kelurahan Kawedanan dan KUB ini hanya mencakup perajin – perajin besar dan perajin – perajin kecil tidak bisa ikut dalam KUB dikarenakan persyaratan yang diajukan oleh pengelola KUB yang dirasakan memberatkan perajin kecil.
Kata kunci : perajin, genteng, batu bat
Pengaruh Umur Ibu, Paritas, Usia Kehamilan dan Berat Lahir Bayi Terhadap Asfiksia Bayi Pada Ibu Preeklamsia Berat
ABSTRAK Wahyu Utami Ekasari. S021308091. 2015. Pengaruh Umur Ibu, Paritas, Usia Kehamilan, dan Berat Lahir Bayi terhadap Asfiksia Bayi pada Ibu Dengan Pre Eklamsia. TESIS. Pembimbing I : Dr. Uki Retno Budihastuti, dr. SpOG (K). Pembimbing II : Dr. Adi Prayitno, drg., M.Kes Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Sebelas Maret. Latar Belakang : Asfiksia merupakan suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Gangguan yang terjadi pada bayi baru lahir dari ibu yang menderita pre eklamsia disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah umur ibu, paritas, usia kehamilan, dan berat badan lahir bayi. Asfiksia neonatorum bisa juga disebabkan oleh ibu yang melahirkan dengan resiko pada usia 35 tahun. Penyebab kematian bayi tersebar di Kabupaten Grobogan yaitu BBLR (55%), asfiksia (19%), kelainan congenital (10%) dan sepsis (4,5%). Subjek dan Metode Penelitian: Jenis penelitian penelitian adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian kasus control (case control) dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RS Permata Bunda Purwodadi. Sampel penelitian in yaitu kelompok kasus yaitu ibu dengan pre eklamsia yang bayinya didiagnosis asfiksia berjumlah 32 sampel, dan kelompok kontrol yaitu ibu pre eklamsia berat dan bayinya tidak didiagnosa asfiksia berjumlah 48 sampel. Teknik analisa data dengan uji Mann Whitney dan analisis regresi linear ganda. Hasil : Terdapat pengaruh yang kurang bermakna antara umur ibu (p=0,015) dan paritas (p=0,149) terhadap asfiksia, dan terdapat pengaruh yang bermakna antara usia kehamian (p=0,001) dan berat lahir bayi (p=0,001) terhadap asfiksia pada ibu dengan pre eklamsia berat. Variabel bebas usia kehamilan dan berat lahir bayi mempunyai pengaruh yang bermakna secara bersama – sama terhadap variabel terikat asfiksia (Adjusted R2 = 53,5%). Kesimpulan : Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin muda usia kehamilan (prematur atau usia kehamilan kurang dari 37 minggu) dan semakin rendah berat lahir bayi (bayi berat lahir rendah atau berat kurang dari 2500 gram) maka semakin tinggi terjadinya risiko asfiksia. Kata kunci :umur ibu, paritas, usia kehamilan, berat lahir bayi, asfiksia, pre eklamsi berat. ABSTRACT Wahyu Utami Ekasari. S021308091. 2015. The Effect Of Maternal Age, Parity, Gestational Age, And Newborn Weight Infants To Neonatal Asphyxia On Mother With Severe Pre Eclampsia. THESIS. First Supervisor: Dr. Uki Retno Budihastuti, dr. Sp.OG (K). Second Supervisor : Dr. Adi Prayitno, drg., M.Kes. Public Health Study Program, Post Graduate Program, University of Sebelas Maret. Background: asphyxia is a condition in newborn which failure to breathe spontaneously and regularly soon after birth. A disruption that occurs in newborns of mothers who suffer from pre eclampsia is caused by several factors such as maternal age, parity, gestational age, and newborn weight. Neonatal asphyxia may also be caused by a mother who gave birth to risk at age 35 years. The cause of deadh infant that spread in Grobogan regency are BBLR 55%, asphyxia 19%, congenital abnormalities 10%, and sepsis 4,5%. Subject and Method of the Research: The study of the research was observatioal analytic study with case control study design with cross sectional approach. This study was condudted at Permata Bunda Hospital. The research sample is the group of cases that mother with pre eclampsia that her baby is diagnosed by asphyxiamand 32 samples and the control group is mother who gave pre eclampsia and baby is normal 48 samples. Technique of data analysis used test by Mann Whitney and multiple linear regression analysis. Result: The were less significant effect between maternal age (p = 0.015) and parity (p = 0.149) to asphyxia and there was a significant effect between gestational age(p=0,001) and newborn weight (p=0,001) to asphyxia. The independent variabel there is a significant effect between kehamian age and birth weight babies together - equal to asphyxia (Adjusted R2 = 53.5%). Conclusion:. The conclusion of this study was the young age of pregnancy (premature or gestational age less than 37 weeks) and the lower the birth weight (low birth weight babies or weighing less than 2500 grams), the higher the risk of asphyxia. Keyword: maternal age, parity, gestational age, newborn weight, asphyxi, severe pre eclampsia
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
