1,722,306 research outputs found

    Poligami dalam Perspektif Kader Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar: Polygamy from Muslimah Wahdah Islamiyah in Makassar's Cadres' Perspective

    Full text link
    This study aimed to determine the concept of polygamy in Islam and to identify polygamy from the perspective of the Muslimah Wahdah Islamiyah's cadres in Makassar. The problems that the authors raise in this study are; First, what is the concept of polygamy in Islam. Second, what is the perspective of Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar's cadres on polygamy. To find answers to these problems, the author employed a quantitative approach which is designed as survey research using a questionnaire for data collection. Then the understanding of the results of the analysis is interpreted descriptively. The results of the study found that the perspective of Muslimah Wahdah Islamiyah's cadres in Makassar on polygamy can be seen based on two things, namely the level of knowledge and understanding of the Muslimah Wahdah Islamiyah's cadres in Makassar towards polygamy which is in the medium category and the level of agreement of statements regarding the perceptions and attitudes of Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar's cadres against polygamy which is classified as positive and falls into the "approved" categor

    PERKAWINAN DI KALANGAN WAHDAH ISLAMIYAH (Studi terhadap Anggota Organisasi Massa Wahdah Islamiyah di Manado

    Full text link
    Organisasi massa Wahdah Islamiyah memiliki konsep tersendiri dalam melaksanakan perkawinan, khususnya mengenai pemilihan calon pasangan. Umumnya, seseorang yang akan melaksanakan perkawinan mencari dan memilih pasangannya sendiri, tetapi bagi kader Wahdah Islamiyah, untuk memilih pasangan hidup baiknya melalui petunjuk Murabbi/Pembimbing. Pada tahapan praktiknya, petunjuk Murabbi tersebut selalu mengarah kepada sesama anggota organisasi. Dengan demikian, mayoritas kader Wahdah Islamiyah dikawinkan dengan anggota organisasinya. Jika terdapat kader yang akan menikah dengan seseorang di luar anggota organisasinya, maka calon pasangannya tersebut diharuskan untuk mengikuti program tarbiah. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji motif-motif yang mendasari dan orientasi hukum yang hendak dicapai dalam pelaksanaan perkawinan pada kalangan anggota Wahdah Islamiyah di Manado. Selain itu, penulis juga menganalisis makna perkawinan di kalangan anggota Wahdah Islamiyah di Manado. Penelitian tesis ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Adapun sifat penelitian tesis ini adalah deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengkajian penulis menemukan bahwa motif-motif yang mendasari pelaksanaan perkawinan pada kalangan anggota Wahdah Islamiyah di Manado ada tiga, yaitu para kader bermaksud: merealisasikan ajaran Islam yang sesuai dengan syari’at, memperkokoh perjuangan dakwah, serta melahirkan generasi rabbani. Sementara orientasi hukum dalam perkawinan yang hendak dicapai dalam perkawinan sesama kader Wahdah Islamiyah adalah melestarikan kehidupan berumah tangga yang ideal dan harmonis. Adapun analisis makna perkawinan di kalangan Wahdah Islamiyah terdapat lima lingkup dari makna perkawinan tersebut, yaitu: makna keagamaan sebagai upaya untuk menyelaraskan keyakinan dan pemahaman mengenai perjuangan dakwah, makna keluarga sebagai upaya untuk melanjutkan generasi yang lebih baik, makna sosial sebagai upaya untuk mengasimilasikan budaya yang berasal dari dua keluarga yang berbeda, makna tarbiah atau pendidikan sebagai upaya untuk menjaga konsep perkawinan dengan baik, serta makna organisasi sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi Wahdah Islamiyah

    METODE HALAQAH DI WAHDAH ISLAMIYAH YOGYAKARTA

    Full text link
    Latar belakang yang diangkat oleh penulis pada penelitian ini, pandangan penulis terhadap Wahdah Islamiyah Yogyakarta sebagai sebuah cabang dari ormas Islam Wahdah Islamiyah Makassar cukup berhasil dalam mengembangkan metode pembelajaran agama Islam dengan metode halaqah di era globalisasi. Era globalisasi selain memiliki dampak positif dengan majunya IPTEK juga memiliki dampak negatif yang di antaranya, ketidakpedulian masyarakat terhadap ajaran agamanya, merosotnya akhlaq dan moral masyarakat, serta lunturnya karakter bangsa terutama generasi muda. Metode halaqah di Wahdah Islamiyah Yogyakarta memiliki karakteristik: 1. Pendidikan (tarbiyah) yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah Yogyakarta memberikan perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda. 2. Pendidikan (tarbiyah) yang dilakukan oleh Wahdah Islamiyah Yogyakarta identik dengan pembinaan Akidah Islam/Tauhid, Iman, Akhlaq dan Amal Shaleh. 3. Metode pembelajaran halaqah cukup efektif sebagai sarana dalam mengajarkan ajaran agama Islam dan pembentukan Akhlaqul karimah di tengah masyarakat di era globalisasi sekarang ini , 4. Sistem pembelajaran dengan metode halaqah yang dikembangkan oleh Wahdah Islamiyah merupakan sistem pembelajaran dengan sistem marhalah/tingkatan yang dirancang sebagai sarana pembelajaran seumur hidup dalam rangka membentuk muslim yang paripurna. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan interview, observasi dan dokumentasi, di dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan filsafat pendidikan Islam untuk melakukan analisis data yang didapat dari pelaku pendidikan yang sedang terlibat dalam pembelajaran agama Islam dengan metode halaqah di Wahdah Islamiyah Yogyakarta. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Trianggulasi yaitu dengan menggunakan sumber ganda dan metode ganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan metode pembelajaran halaqah yang dikembangkan oleh Wahdah Islamiyah Yogyakarta memperhatikan tingkatan kompetensi dari peserta didiknya sehingga pembelajaran disusun dengan jenjang tingkatan, selain itu pembelajaran halaqah di Wahdah Islamiyah sesuai dengan sistem pendidikan Islam sehingga dapat dijadikan alternatif pembelajaran agama Islam. Tetapi masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Wahdah Islamiyah Yogyakarta dalam pembinaan berkelanjutan kepada peserta didiknya. Harus ada upaya-upaya yang dilakukan supaya peserta didik tidak jenuh dan mengakibatkan berhenti dari aktivitas Tarbiyah Islamiyah ini. Namun, dari upaya yang telah dilakukan Wahdah Islamiyah Yogyakarta dalam mempertahankan dan membina peserta didik sudah mampu menunjukan eksistensi metode pembelajaran halaqah dalam pengembangan pembelajaran Agama Islam

    Implementasi Islam Wasathiyah dalam Praktik Keagamaan Wahdah Islamiyah Kota Makassar

    Full text link
    The implementation of Wasathiyah Islam in religious practice has various styles, as does Wahdah Islamiyah. The main topic of discussion in this research is how Wasathiyah Islam is implemented in Wahdah Islamiyah religious practices. The research method used in this panel research is. The qualitative method aims to reveal the various uniqueness found in individuals, groups, communities and/or organizations in daily life in a comprehensive, detailed, deep and scientifically justifiable manner. The results of this research show that Wahdah Islamiyah's idea regarding Wasathiyah Islam is that Wahdah Islamiyah will always strive for unity without having to sacrifice the initial principles that have been established by religions and mass organizations, both in terms of aqidah, worship and muamalah and there are still many who think that Wahdah Islamiyah is a terrorist organization, extreme and exclusive because there are still many cadres and administrators of Wahdah Islamiyah who have not implemented the Islamic concept of wasathiyah as desired by Islam.Implementasi Islam wasathiyah dalam praktik keberagamaan memiliki berbagai macam corak, begitupun dengan Wahdah Islamiyah. Adapun pokok pembahasan pada penelitian ini adalah bagaimana pengimplementasian Islam Wasathiyah dalam praktik keagamaan Wahdah Islamiyah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah. Metode kualitatif bertujuan untuk mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gagasan Wahdah Islamiyah terkait Islam wasathiyah bahwa wahdah Islamiyah akan selalu mengupayakan persatuan tampa harus mengorbankan prinsip-prinsip awal yang telah di bangun oleh agama maupun ormas, baik dalam hal aqidah, ibadah mau pun muamalah dan Masih banyak yang menganggap bahwa Wahdah Islamiyah adalah ormas teroris, ekstrim dan eksklusif karena masih banyak nya kader dan pengurus Wahdah Islamiyah yang belum menerapkan konsep Islam wasathiyah seperti yang di inginkan oleh Islam

    Partisipasi Pendidikan Wahdah Islamiyah Dalam Sistem Demokratisasi Masyarakat Muslim Indonesia

    Full text link
    Artikel ini membahas salah satu fenomena revivalisme Islam di Indonesia  yang ditandai dengan kehadiran organisasi Wahdah Islamiyah (WI). Dengan menggunakan studi kepustakaan berdasarkan analisis wacana kritis dan analisis gerakan sosial, maka kajian ini ingin menunjukkan tiga temuan penting. Pertama, Wahdah Islamiyah  resmi berdiri pada 19 Februari 1998 di Makassar, Sulawesi Selatan yang mendasarkan pemahaman dan amaliyahnya pada Al Qur’an dan As Sunnah serta As Salaf Ash-Shalih. Kedua, Wahdah Islamiyah mengembangkan teknik digital Salafism (salafisme digital) untuk menciptakan, mengatur sekaligus menyebarluaskan pendidikan revivalisme Islam di seluruh daerah di Indonesia. Mereka juga bekerjasama dengan Stasiun Radio dan Televisi Rodja yang berdiri sejak 2005. Ketiga, strategi pendidikan Wahdah Islamiyah berhasil melakukan migrasi busana dari masker menjadi cadar dikalangan Muslimah lokal di Sulawesi Utara saat masa covid-19. Sebagai kesimpulan, Wahdah Islamiyah sedang memanfaatkan konstitusi untuk memasukkan sistem syariat Islam ke dalam sistem Pendidikan lokal maupun nasional secara demokratis.Kata Kunci : Wahdah Islamiyah, Salafisme, Pendidikan, Negara, Demokras

    Hegemoni Pemikiran Keagamaan: Etika Politik dalam Perspektif Wahdah Islamiyah

    Full text link
    This paper attempts to describe the typology model of the Islamic movement that develops in Indonesia which is often classified by the observer, as the typology of moderate Islamic movements, critical idealists, accusatives, Islamic leftists, puritanical Islam, etc. So available typology classifications can help understand the existence of Wahdah Islamiyah’s hegemony of thought. In this case, Wahdah Islamiyah is included in a Puritanism movement, in its development, Wahdah Islamiyah seeks to transform the teachings of purification of Islamic Shariah into socio-political life. Next, to see how Wahdah Islamiyah is with the ideology of revivalism which at first refused to implement the single principle of Pancasila then adapted to the cycle of the political world in Indonesia which applies the single principle of Pancasila. Although it is stated that Wahdah Islamiyah is no longer an exclusive movement, its influence on exclusivity that is still very visible. In this context, Wahdah Islamiyah prefers to be a rational movement

    Pendidikan kader da'i ormas Wahdah Islamiyah melalui halaqah tarbiyah

    Full text link
    This study aims to analyze the concept of education for the regeneration of da'i through halaqah tarbiyah in the Wahdah Islamiyah Islamic organization. This research is a qualitative research with a descriptive approach, where the research seeks to analyze the concept and implementation of the education for regeneration of dai through halaqah tarbiyah which is carried out by the Wahdah Islamiyah organization. Findings and conclusions from the research, First, the education of da'i regeneration through halaqah tarbiyah in Wahdah is carried out in a structured manner with a directed and gradual curriculum (marhalah) which aims to create an ideal Muslim personality (tawkin syakshiyah al-muslimah al-mutamayyizah) which has the characters of a believer, mushlih, mujahid, muta'awin, and mutqin; Third, the concept of a da'i cadre education curriculum through halaqah tarbiyah in Wahdah Islamiyah originates from the Al-Qur'an and As-Sunnah with an emphasis on three aspects of education; tsaqafiyah, ruhiyah, and jasadiyah. Fourth, the concept of the education evaluation of the da'i Wahdah Islamiyah regeneration includes evaluation of the objectives, input, process, and output as well as educators. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis konsep pendidikan kaderisasi da'i melalui halaqah tarbiyah di ormas Islam Wahdah Islamiyah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana penelitian berupaya menganalisis konsep dan pelaksanaan pendidikan kaderisasi da'i melalui halaqah tarbiyah yang dilaksanakan di ormas Wahdah Islamiyah. Temuan dan simpulan dari penelitian, Pertama, Pendidikan kaderisasi da'i melalui halaqah tarbiyah di Wahdah dilakukan secara terstruktur dengan kurikulum yang terarah dan bertahap (ber-marhalah). Kedua, tujuannya melahirkan pribadi muslim ideal (tawkin syakshiyah al-muslim al-mutamayyizah) yang memiliki karakter Mukmin, Mushlih, Mujahid, Muta'awin, dan Mutqin; Ketiga, Konsep kurikulum pendidikan kaderisasi da'i melalui halaqah tarbiyah di Wahdah Islamiyah bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan penekanan pada tiga aspek pendidikan; tsaqafiyah, ruhiyah, dan jasadiyah. Keempat, konsep evaluasi pendidikan kaderisasi da'i Wahdah Islamiyah mencakup evaluasi terhadap tujuan, input, proses, dan output serta tenaga pendidik

    Wahdah Al-Adyan Perspektif Filsafat Perenial Dan Tasawuf

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi keberagaman agama manusia yang menjadi fenomena yang niscaya yang sering kali mendatangkan tantangan berupa konflik dan perpecahan antar umat beragama. Untuk menghindari perpecahan dibutuhkan gagasan mengenai titik temu agama-agama yang dalam hal ini sering disebut Wahdah Al-Adyan. Wahdah Al-Adyan adalah konsep mengenai persatuan agama yang dalam filsafat dibahas dalam filsafat perennial dan dalam ilmu keislaman dibahas dalam tasawuf. Melalui kacamata tasawuf dan filsafat, penulis berusaha menguraikan konsep Wahdah Al-Adyan yang kemudian penulis membuat penelitian dengan judul “Wahdah Al-Adyan Perspektif Filsafat Perenial dan Tasawuf” yang membahas pengertian filsafat perenial dan tasawuf, pengertian Wahdah Al-Wujud, dan konsep Wahdah Al-Wujud perspektif filsafat perenial dan tasawuf. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa filsafat perenial dan tasawuf sepakat bahwa kesatuan agama atau titik temu agama terletak pada sisi esoterik agama yang sama-sama bertujuan menuju, menyembah, dan mengabdi kepada Tuhan. Perbedaan dalam agama hanya terletak pada kulit luar atau sisi eksoterik agama. Wahdah Al-Adyan bertujuan untuk mengembangkan sikap toleran, saling menghargai, dan saling menghormati antar pemeluk agama. Bukan bertujuan menyatukan agama atau membenarkan semua agama yang ada tanpa pandang bulu. Wahdah Al-Adyan memandang sebuah agama benar adalah agama yang sesuai dengan perintah penciptaan dan perintah kewajiban yang merupakan wahyu dari Tuhan yang disampaikan oleh para Nabi yang menjamin keselamatan dan kebahagiaan para pemeluknya

    EKSISTENSI GERAKAN WAHDAH ISLAMIYAH SEBAGAI GERAKAN PURITANISME ISLAM DI KOTA MAKASSAR

    Full text link
    Tulisan ini membahas tentang eksistensi gerakan Wahdah Islamiyah sebagai gerakan puritanisme Islam di Kota Makassar. Adapun problem riset seputar; dinamika perkembangan Wahdah Islamiyah sebagai gerakan puritanisme Islam di kota Makassar, Implementasi ajaran Islam Wahdah Islamiyah di Kota Makassar. Penelitian ini termasuk kategori penelitian lapangan yang bersifat  kualitatif-deskriptif, dengan menggunakan pendekatan filosofis, teologis, dan sosio-kultural, dengan metode analisis bersifat deskriptif-kritis. Wahdah Islamiyah adalah gerakan dakwah purifikasi atau pemurnian dan penyucian sifat Tauhid dan akidah umat Islam dari segala kemusyrikan. Gerakan tersebut berbentuk seruan kepada segenap lapisan masyarakat agar menjalankan kalimat syahadat yang telah mereka ikrarkan secara konsisten, Wahdah Islamiyah menjadikan akidah Ahlussunnah wal Jamaah sebagai manhaj dan dasar bagi pandangan dan gerakan purifikasinya. Meski Wahdah Islamiyah mengakui bahwa mereka adalah organisasi yang mengusung misi purifikasi Islam, bukan berarti Wahdah Islamiyah dapat dikategorikan sebagai kelompok takfiri. Wahdah Islamiyah adalah organisasi dan gerakan Islam yang memilih jalan wasathiyah (tengah/moderat) sebagai frame gerakannya. Wahdah Islamiyah bertransformasi menjadi gerakan yang lebih kontekstual dalam beradaptasi dengan kondisi dan kultur masyarakat. Gerakan dakwah dan tarbiyah menjadi model strategis bagi Wahdah Islamiyah dalam menjalankan misinya sebagai organisasi Islam yang puritan. Dakwah yang dilakukan tidak hanya bersifat formal namun juga fokus pada dakwah yang bersifat bil hal. Wahdah Islamiyah senantiasa mengedepankan cara-cara persuaif dan dialogis dalam mengembangkan metode dakwahnya di tengah masyarakat. Sebagai organisasi yang concern pada gerakan dakwah puritanisme Islam, Wahdah Islamiyah bertransformasi menjadi sebuah organisasi modern yang tidak hanya berkutat pada pendekatan dakwah yang bersifat klasikal saja. Wahdah Islamiyah melebarkan sayap gerakannya pada gerakan sosio-kultural, ekonomi, politik, hingga gerakan keperempuanan. Pilihan pada model Islam wasathiyah membuat Wahdah Islamiyah kemudian hadir dalam wajah yang moderat, sehingga puritanisme Islam Wahdah Islamiyah terartikulasi dalam wajah yang khas Salafi Islahi, yaitu kelompok Islam yang sejatinya bercorak Salafi namun menghadirkan artikulasi yang moderat dan inklusif serta cenderung menempuh cara-cara modern dalam dakwahnya, Meski puritanis tapi Wahdah menampilkan wajah yang persuasif, meski sangat militan dalam prinsip namun Wahdah Islamiyah tetap tampil sebagai gerakan yang inklusif, meski revivalis tapi Wahdah Islamiyah tidak menggunakan cara dan pendekatan politik dalam gerakannya melainkan menempuh cara-cara kultural. Oleh karena itu, paradigmatik Wahdah Islamiyah dapat dikategorikan sebagai kelompok puritan/pemurnian tetapi berwajah moderat Wahdah Islamiyah

    Fikrat al-wahdah al-Arabiyah

    No full text
    Six pages handwritten in Arabic. Actual title not indicated, but probably a continuation of previous items, "Fikrat al-wahdah al-Arabiyah.
    corecore