38 research outputs found
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Alisya Karya Muhammad Makhdlori Kajian Psikologi Sastra
Wibowo, Bayu Priyo. 2017, "The Inner Conflict of the Primary Figure in Alisya's Novel The work of Muhammad Makhdlori is a literary psychology study". Thesis, Indonesian Literature Study Program, Undergraduate Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang.
Novel Alisya The work of Muhammad Makhdlori recounts the inner conflict of the main character Alisya against herself and her environment. This novel discusses the reality of human life is closely related to the problems of life that affects the development of psychology. The purpose of this study is to describe the intrinsic elements that exist in Alisya's novel and reveal the personality of Alisya as the main character. The author uses a fictional structure to describe the element of the novel builder (figure and characterization, plot, and background). The author also uses the theory of literary psychology that focuses on psychoanalysis Sigmund Freud to examine the personality of the main character through the structure of personality id, ego and superego.
The result of structural analysis of Alisya's novel contains eleven figures consisting of one main character and ten additional characters; The plot of Alisya's novel is an advanced path; The setting contained in this novel is the setting of time, place, and social.
The result of the analysis of personality structure in outline of Alisya figure has no balance between Id, Ego and Superego. Alisya's id and ego are so prominent that she is incapable of controlling her attitude and behavior. Although initially the more dominant Alisya character shows the aspect id and ego, but superego aspects of the morality of her personality can make Alisya back to the right way.
Keywords: Novel, Structure, Psychology, Psychoanalysis
Penambahan Selenium Organik Terhadap Kinerja Pertumbuhan Dan Status Kesehatan Ikan Lele Clarias Sp.
Ikan lele Clarias sp merupakan salah satu jenis ikan air tawar cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, karena kebutuhan konsumsi ikan yang meningkat setiap tahunnya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan melakukan intensifikasi budidaya. Intensifikasi budiaya ikan berkorelasi dengan kebutuhan pakan, karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dari total biaya produksi. Peningkatan efisiensi pakan dalam rangka menekan biaya produksi dapat dilakukan dengan penambahan selenium organik. Selenium organik ditemukan menjadi bagian integral dari enzim antioksidan yakni glutation peroksidase yang dapat menghancurkan peroksida-peroksida yang terbentuk, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan Clarias sp.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan selenium organik terhadap kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan lele. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu dengan dosis 0, 1, 4 dan 8 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 0,30, 0,79, 2,26, dan 5,79 mg Se/kg. Ikan uji yang digunakan dengan bobot rata‒rata 5,97+0,06 g dipelihara dalam 12 bak beton bervolume 300 liter dengan kepadatan 150 ekor per bak selama 56 hari. Ikan diberi pakan 3% dari bobot tubuh sebanyak 3 kali sehari pada pukul 07.00, 14.00 dan 20.00 WIB. Parameter yang diamati terdiri dari biomassa ikan, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, jumlah konsumsi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, retensi lemak, retensi selenium, dan keragaman ukuran ikan. Parameter biokimia darah terdiri dari kolesterol, trigliserida, HDL‒kolesterol dan LDL‒kolesterol, kadar selenium darah, prorein darah dan glukosa darah, serta parameter kesehatan seperti jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, kadar hematokrit dan kadar hemoglobin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selenium organik sebanyak 4 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 2,26 mg Se/kg pakan adalah perlakuan terbaik dengan total biomassa akhir 2569,7 g, efisiensi pakan 69,9%, retensi protein 34,8%, retensi lemak 63,9%, retensi selenium 28,6%, kadar glukosa darah 88 mg/dL, kadar hemoglobin 7,93 g%, dan jumlah sel darah putih 1,60 sel/mm3×105. Parameter yang memberikan hasil yang berbeda nyata adalah parameter kadar selenium darah (0,63 mg/kg) dan kadar protein darah (14,67%) pada perlakuan penambahan selenium organik pada pakan dengan dosis 8 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 5,79 mg Se/kg pakan. Parameter yang tidak berbeda nyata adalah laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, total kolesterol, trigliserida, HDL‒kolesterol dan LDL‒kolesterol, jumlah sel darah merah dan kadar hematokrit. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan selenium organik pada pakan sebanyak 4 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 2,26 mg Se/kg merupakan perlakuan terbaik yang dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan lele Clarias sp
Evaluasi Tepung Bungkil Biji Karet Hevea brasiliensis yang Dihidrolisis Cairan Rumen Domba sebagai Pengganti Bungkil Kedelai dalam Pakan Ikan Patin Pangasius sp.
Penelitian ini mengevaluasi penggunaan tepung bungkil biji karet (TBBK) yang dihidrolisis menggunakan cairan rumen domba sebagai pengganti tepung bungkil kedelai terhadap pertumbuhan ikan patin Pangasius sp. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 40 hari dengan pemberian lima jenis pakan berbeda sesuai dengan tingkat subtitusi tepung bungkil karet dengan tepung bungkil kedelai. Pakan A, semua protein nabati berasal dari bungkil kedelai. Pakan B, C, D dan E penggantian tepung bungkil kedelai terhadap TBBK pada persentase 12%, 23%, 34% dan 44%. Pemberian pakan dilakukan selama tiga kali sehari secara at satiation. Performa pertumbuhan dan jumlah konsumsi pakan dengan TBBK 0% adalah yang terbaik. Retensi protein tertinggi ditunjukkan pada TBBK 23% dan retensi lemak tertinggi pada TBBK 12%. Peningkatan TBBK lebih dari 0% mengakibatkan penurunan performa pertumbuhan
Evaluasi Pemanfaatan Ekstrak Gracilaria verrucosa Terhadap Sistem Imun dan Pertumbuhan Udang Vaname Litopenaeus vannamei.
Indonesia merupakan salah satu pengekspor terbanyak udang di dunia yang
terus melakukan peningkatan produksi udangnya. Namun upaya ini sering
terkendala karena adanya serangan penyakit pada budidaya udang. Peningkatan
imunitas nonspesifik dapat mengurangi kerentanan udang terhadap penyakit.
Imunostimulan yang berasal dari rumput laut merupakan salah satu bahan yang
dapat menimbulkan respons imunitas alami udang sehingga tahan terhadap
penyakit. Rumput laut jenis Gracilaria verrucosa merupakan salah satu alga
merah yang banyak terdapat di perairan Indonesia dan saat ini sudah
dibudidayakan di tambak. Bahan aktif rumput laut dari jenis Gracilaria spp.
adalah sulfat polisakarida yang dapat menstimulasi sistem imun udang. Pemberian
imunostimulan melalui pakan merupakan metode yang umum digunakan untuk
meningkatkan sistem imun maupun mendukung pertumbuhan udang. Selain itu
stimulasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain dosis dan durasi pemberian
pakan imunostimulan serta keamanannya bila diaplikasikan di lapangan. Tujuan
umum penelitian ini untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak G. verrucossa
terhadap sistem imun dan pertumbuhan udang vaname Litopenaeus vannamei.
Penelitian pertama bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia ekstrak
rumput laut G. verrucosa. Rumput laut diekstrak menggunakan pelarut etil asetat
tiga bagian untuk selanjutnya dianalisis. Hasil analisis komposisi kimia ekstrak
etil asetat rumput laut G. verrucosa menunjukkan bahwa ekstrak mengandung
sulfat (24,21 %), karbohidrat (13,41 %), dan galaktosa 0,46 mg L-1. Komposisi
kimia lain dari bahan ekstrak etil asetat adalah kandungan protein sebanyak 3,64%.
Hasil analisis pirolisis GC-MS menunjukkan bahwa ekstrak G verrucosa
mengandung senyawa monosakarida dalam bentuk α-L-galactopyranoside dengan
bobot molekul 178 kDa, methil 3,6-anhydro-α-L-galactopyranoside dengan bobot
molekul 176 kDa, dan 4-O-β-D-galactopyranosyl 342 kDa.
Penelitian tahap kedua bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum ekstrak
yang dapat meningkatkan sistem imun, sintasan dan mendukung pertumbuhan
udang vaname. Penelitian ini menggunakan tiga dosis ekstrak G. verrucosa yaitu
1, 2, dan 3 g kg-1 yang diformulasikan dalam pakan. Sebagai kontrol, udang diberi
pakan tanpa ekstrak G. verrucosa. Udang diberi pakan perlakuan selama enam
minggu. Selama periode pemeliharaan dilakukan pengamatan parameter imun
pada jam ke- 6, 24, 72, 336, dan 1008. Khusus untuk pengamatan parameter imun
secara molekular pada gen lgbp (lipopolysaccharide and -1,3-glucan binding
protein) dan alf1 (anti-lipopolisaccharide faktor 1) dilakukan pada hari kesatu, 14
dan 42. Setelah pemeliharaan selama enam minggu dilakukan penimbangan bobot
akhir udang. Uji tantang dilakukan menggunakan bakteri patogen Vibrio harveyi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak G. verrucosa yang diformulasikan
dalam pakan udang dengan dosis 1, 2, dan 3 g kg-1 dapat memberikan respons
parameter imun (THC, DHC, aktivitas fagositosis, aktivitas fenoloksidase serta
aktivitas bakterisidal) lebih tinggi dibandingkan dengan udang yang diberi pakan
kontrol tanpa ekstrak G. verrucosa. Analisis molekular menunjukkan bahwa
peningkatan induksi kedua gen yang terkait imun mulai terlihat pada hari kesatu
setelah pemberian pakan ekstrak namun terjadi penurunan pada akhir
pemeliharaan. Udang vaname yang diberi pakan mengandung ekstrak G.
verrucosa sebanyak 2 g kg-1 mengalami stimulasi sistem imun yang optimum.
Pemberian pakan mengandung ekstrak G. verrucosa pada dosis 1-3 g kg-1
menimbulkan resistan terhadap infeksi bakteri V. harveyi.
Penelitian tahap ketiga bertujuan untuk mendapatkan durasi pemberian
pakan ekstrak G. verrucosa yang baik. Eksperimen ini menggunakan tiga
perlakuan durasi, yaitu pemberian pakan ekstrak berselang-seling satu minggu,
berselang-seling dua minggu dan hanya sekali pemberian yaitu satu minggu pada
awal pemeliharaan. Kontrol merupakan udang yang diberi pakan tanpa
penambahan ekstrak G. verrucosa. Pengamatan parameter imun berupa THC,
DHC, PO, dan aktivitas fagositik dilakukan pada minggu kesatu, 3, 4 dan 6.
Penimbangan bobot udang dilakukan pada awal dan akhir pemeliharaan. Uji
tantang dengan V. harveyi dilakukan untuk mengevaluasi sintasan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa udang yang diberi pakan ekstrak pada durasi
tertentu memiliki respons imun yang lebih tinggi dibandingkan udang yang diberi
pakan kontrol. Udang yang diberi pakan ekstrak dengan durasi tertentu
mempunyai sintasan yang lebih tinggi dibandingkan udang yang diberi pakan
tanpa durasi pakan ekstrak. Pemberian pakan ekstrak berselang-seling satu
minggu dan satu minggu pemberian dapat mendukung pertumbuhan udang.
Penelitian tahap keempat dilakukan untuk menguji pakan ekstrak dengan
dosis 2 g kg-1 pada udang dengan perlakuan durasi setiap satu minggu dan satu
minggu pemberian terhadap sintasan dan pertumbuhan udang. Penelitian tahap IV
dilakukan di lapangan, pada wadah hapa (2 m2) yang diletakkan dalam satu
petakan tambak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan udang yang diberi
pakan ekstrak satu minggu pada awal pemeliharaan udang lebih tinggi
dibandingkan sintasan udang pada perlakuan lainnya. Pakan mengandung ekstrak
G. verrucosa yang diberikan dengan durasi tertentu belum dapat mendukung
pertumbuhan udang. Walaupun demikian biomassa akhir udang vaname yang
diberi pakan ekstrak pada durasi satu minggu lebih tinggi dibandingkan perlakuan
lainnya, dengan konversi pakan sebesar 1.01.
Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut
G. verrucosa potensial sebagai imunostimulan. Pemanfaatan ekstrak G. verrucosa
pada dosis 2 g kg-1 adalah optimum dalam meningkatkan respons imun udang
vaname sehingga tahan terhadap terhadap infeksi V. harveyi. Pemberian pakan
ekstrak dengan durasi satu minggu sudah dapat meningkatkan respons imun,
sintasan dan pertumbuhan udang vaname. Aplikasi pakan yang mengandung
ekstrak G. verrucosa di lapangan menunjukkan bahwa imunostimulan ini dapat
dimanfaatkan dalam meningkatkan sintasan udang vaname guna mendukung
produktivitas budidaya L. vannamei
Evaluasi Perbedaan Lama Waktu Pengukusan Bahan Baku Pakan terhadap Tingkat Kecernaan dan Pertumbuhan Ikan Nila Oreochromis niloticus.
Pakan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam kegiatan
akuakultur. Terdapat dua macam metode pembuatan pakan yang dapat digunakan,
yaitu metode ekstrusi yang menghasilkan pakan terapung dan metode compression
yang menghasilkan pakan tenggelam. Pada umumnya, pakan terapung dinilai lebih
baik dibandingkan dengan pakan tenggelam. Namun, proses ekstrusi yang terjadi
mengakibatkan tingginya biaya produksi pakan sehingga harga pakan lebih mahal
dibandingkan dengan pakan tenggelam. Maka diperlukan metode pembuatan pakan
yang sederhana dan menghasilkan pakan yang berkualitas.
Pengukusan merupakan proses pemasakan bahan baku yang memanfaatkan
uap air yang dihasilkan dari air yang mendidih dan dapat dilakukan sebelum proses
pencetakan pakan. Panas yang terkandung dalam uap digunakan untuk gelatinasi
pati sehingga pakan menjadi lebih kompak. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui lama waktu pengukusan bahan baku pakan ikan nila yang paling
optimum sehingga dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan dan pengaruhnya
terhadap pertumbuhan ikan.
Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila dengan bobot rata-rata 10.37±0.07
g dan ditebar dengan kepadatan 10 ekor per akuarium. Ikan dipelihara selama 60
hari dalam akuarium berukuran 100 x 45 x 40 cm3 dengan sistem resirkulasi.
Penelitian ini terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang
digunakan adalah A (pengukusan bahan baku selama 0 menit), B (pengukusan
bahan baku selama 5 menit), C (pengukusan bahan baku selama 10 menit), D
(pengukusan bahan baku selama 20 menit), E (pengukusan bahan baku selama 40
menit), F (pakan pembanding (terapung komersil dengan kadar protein dan ukuran
yang sama)). Ikan diberi pakan tiga kali dalam sehari, yaitu pukul 08.00, 12.00 dan
16.00 WIB. Uji kecernaan dilakukan pada hari ke-46 sampai ke-60 masa
pemeliharaan dengan cara ikan diberi pakan yang mengandung Cr2O3.
Parameter uji yang diamati yaitu adalah biomassa ikan, laju pertumbuhan
harian (LPH), jumlah konsumsi pakan (JKP), tingkat kelangsungan hidup (TKH),
efesiensi pakan (EP), retensi protein (RP), retensi lemak (RL), retensi energi (RL),
kecernaan protein (KP), kecernaan total (KT), aktivitas enzim (amilase, lipase,
protease), kandungan eritrosit dan leukosit, kadar glukosa darah, kandungan
amilosa, kandungan amilopektin, kandungan pati, pellet durability index.
Hasil menunjukan bahwa pengukusan dapat meningkatkan nilai pellet
durability index dan meningkatkan kadar amilosa dalam pakan. Nilai kecernaan
protein tertinggi terdapat pada perlakuan E (40 menit) yaitu 60.26±2.85% dan lebih
rendah apabila dibandingkan dengan pakan pembanding yaitu 67.5±1.59%. Nilai
kecernaan protein terbaik terdapat pada pakan yang dikukus selama 40 menit dan
menunjukan nilai yang tidak bebeda nyata (P>0.05) dengan pakan pembanding
yang dibuat dengan metode ekstrusi, yaitu 90.62±1.11% dan 90.53±1.18%.
Perlakuan pengukusan bahan baku pakan juga memberikan pengaruh yang berbeda
nyata (P<0.05) terhadap parameter biomassa akhir (Wt), laju pertumbuhan harian
(LPH), feed conversion ratio (FCR), efesiensi pakan (EP), jumlah konsumsi pakan
(JKP), retensi energi (RE), retensi lemak (RL), retensi protein (RP). Lama waktu
pengukusan bahan baku pakan selama 40 menit juga menunjukan hasil yang lebih
baik dibandingkan pakan komersil pada parameter kecernaan total, laju
pertumbuhan harian, dan nilai efesiensi pakan
ANALISIS PEMANFAATAN SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SEBAGAI MEDIA PROMOSI SITUS P-STORE.NET (STUDI KASUS : PT. TRIJAYA DIGITAL GRUP)
Di area pasar global, tidak hanya konsep pemasaran yang harus kita
lakukan, tetapi juga teknologi pemasaran yang diterapkan. Mendapatkan kualitas
layanan tidak hanya dilakukan dengan cara bertemu secara fisik antara pelanggan
dan penyedia layanan, seperti sistem pasar konvensional. Di masyarakat modern
yang ingin serba cepat dan instan, keterbatasan waktu menjadi alasan pelanggan
untuk berbelanja di sistem saat ini. Dengan sistem pemasaran modern dengan
penerapan teknologi internet yang disebut Internet Marketing, kendala waktu dapat
diminimalisir. Sistem pemasaran modern akan memperpendek jarak antara
pelanggan dan department store, apalagi hanya di home shopping. Pelanggan yang
puas akan merekomendasikan pengalamannya kepada komunitasnya, baik dalam
komunitas online maupun tatap muka. Mempelajari dan menganalisis jaringan toko
online P-store.net yang bergerak dibidang bisnis jasa marketplace dan jasa
pengamanan transaksi online menghasilkan temuan promosi yang dilakukan dengan
menggunakan media sosial facebook dapat meningkatkan jumlah deal atau
transaksinya. Analisis kualitatif terhadap P-Store.net, terdapat faktor-faktor penting
yaitu: teknik promosi, kualitas pelayanan dan penggunaan jaringan media sosial
facebook. Teknik promosi adalah panduan bagi sebuah jaringan toko online untuk
mencari atau menambah sebuah kelompok pelanggan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui kegiatan promosi dengan menggunakan media sosial
Facebook yang dimana kegiatan promosi tersebut bertujuan untuk meningkatkan
jumlah pengguna situs P-Store.net. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan
jumlah pengguna situs P-Store yang fluktuatif pada lima tahun terakhir sejak tahun
2018 sampai tahun 2022.
Kata kunci: promosi, jasa marketplace, jasa pengamanan transaksi online, media
sosial, faceboo
Analisis Kepatuhan Pajak Penghasilan (PPh) 21 Karyawan Yayasan Mesjid Raya Darussalam
Pajak adalah sumber dari penerimaan untuk membiayai pembangunan dan sektor pajak perlu ditingkatkan sebagai penerimaan negara, penulis hanya membuat perhitungan sesuai dengan PTKP terbaru atau yang sudah dibetulkan mengikuti perkembangan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 122/PMK.010/2015, dengan syarat penghasilan bruto di atas Rp. 3.000.000. Yayasan Mesjid Raya Darussalam melaksanakan kegiatan usaha dan usaha lainnya yang sah dalam arti kata yang seluas-luasnya yang bermanfaat bagi kemajuan yayasan, sepanjang tidak bertentangan dengan anggaran dasar yayasan, maksud dan tujuan yayasan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yayasan telah menunjukkan kepatuhan pelaporan PPh 21 sesuai dengan batas waktu peraturan perpajakan yang berlaku, namun perhitungan PPh 21 belum sesuai dengan standar yang di tetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 122/PMK.010/2015. Dari perhitungan terdapat selisih lebih bayar sebesar Rp. 479.718.
DAMPAK KEBERADAAN BADAN USAHA MILIK DESA BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT: STUDI KASUS DESA PAKSEBALI
Penelitian ini mengeksplorasi dampak keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan studi kasus di Desa Paksebali.Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menguji kerangka teoritis danpengetahuan yang sudah ada terkait subjek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwaBUMDes dapat secara signifikan berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi denganmenciptakan peluang kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkankesejahteraan masyarakat. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam meningkatkanekonomi lokal desa mereka yang membuat mereka juga mendapatkan penghasilan dari adanyaprogram tersebut. Pemerintah dalam hal ini juga turut andil sebagai pengawas dalampelaksanaan program BUMDes di Desa Paksebali agar berjalan sesuai dengan tujuan yangdiinginkan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan, masyarakatlokal, dan peneliti yang tertarik dalam memanfaatkan BUMDes untuk pembangunanberkelanjutan.Penelitian ini mengeksplorasi dampak keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan studi kasus di Desa Paksebali. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menguji kerangka teoritis dan pengetahuan yang sudah ada terkait subjek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes dapat secara signifikan berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi dengan menciptakan peluang kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam meningkatkan ekonomi lokal desa mereka yang membuat mereka juga mendapatkan penghasilan dari adanya program tersebut. Pemerintah dalam hal ini juga turut andil sebagai pengawas dalam pelaksanaan program BUMDes di Desa Paksebali agar berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan, masyarakat lokal, dan peneliti yang tertarik dalam memanfaatkan BUMDes untuk pembangunan berkelanjutan
Evaluation of incubated defatted rubber seed meal with sheep rumen liquor for Pangasius diet
ABSTRACT
The research evaluated the use of rubber seed meal (Hevea brasiliensis; RBS) incubated with sheep rumen liquor as a subtitution of soybean meal in catfish Pangasionodon sp. diet. The fish was cultured for 40 days and fed with the experimental diet containing RBS at five different diet compositions regarding to soybean meal substitution level, i.e. 0% (control), 12%, 23%, 34%, and 44%. Feeding was done three times a day to satiation. No significant different was found on fish-protein retention and survival rate in all treatments. Based on the study result, the use of rubber-seed meal (Hevea brasiliensis; RBS) incubated with sheep rumen liquor could substitute soybean meal in catfish Pangasionodon sp. diet.
Keywords: Hevea brasiliensis, Pangasionodon sp., catfish, sheep rumen liquor, rubber seed meal
ABSTRAK
Penelitian ini mengevaluasi penggunaan tepung bungkil biji karet (Hevea brasiliensis; TBBK) yang diinkubasi dengan cairan rumen domba sebagai pengganti tepung bungkil kedelai pada pakan ikan patin Pangasionodon sp. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 40 hari dengan pemberian lima komposisi pakan berbeda sesuai tingkat substitusi tepung bungkil kedelai oleh tepung bungkil karet. TBBK yang ditambahkan untuk mengganti bungkil kedelai adalah sebesar 0%, 12%, 23%, 34% dan 44%. Pemberian pakan dilakukan selama tiga kali sehari secara at satiation. Tidak ditemukan perbedaan signifikan (P>0,05) pada nilai retensi protein dalam tubuh dan kelangsungan hidup ikan uji pada semua perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tepung bungkil biji karet yang diinkubasi dengan cairan rumen domba dapat digunakan sebagai pengganti bungkil kedelai pada pakan ikan patin Pangasionodon sp.
Kata kunci: Hevea brasiliensis, Pangasionodon sp., patin, rumen domba, tepung biji karet
Pengaruh pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI)
Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan property dan real estate. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan laporan keuangan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah 17 perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018, sehingga diperoleh 85 data perusahaan. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Sementara itu, ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal dan profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal
