25 research outputs found
The Effectiveness of Blended Learning as an Instructional Model in Vocational High School
The purpose of this research was to evaluate the effectiveness of blended learning as an instructional model in vocational high school. The method used was a Quasy Experimental with Nonequivalent Control Group Design. Students are divided into two groups: an experimental group is a group of students that use blended learning model and control group with conventional learning models. Data were collected by achievement test in the form of an objective matter than do the test requirements analysis in the form of normality test, homogeneity test, and t-test. The results showed that 1) the results of student learning experimental group was higher than the results of student learning control group, 2) improving student learning outcomes in the experimental group was higher than the control group, 3) The completeness of student learning outcomes after using blended learning models reach the set limit. Based on the findings of the study, concluded that the blended learning model is effective to be used as an instructional mode
The effect of blended learning model on senior high school students’ achievement
The purpose of this research was to determine the effect of blended learning model on senior high school students’ achievement. This study used experimental research method with randomized control group pretest-posttest design. The study was carried out with 63 students attending information and communication technology course, where 31 of whom were in the experimental group and 32 of whom were in the control group. In the experimental group, teacher used blended learning as instructional model, while in the control group, the course was taught based on traditional teaching model. Data collected from the result of learning objective test with 35 questions. The research showed that the learning result of experimental group is higher than the learning result of control group. Based on the result of this research, it can be concluded that the blended learning model contributed more to the students’ achievement
Implementasi E-Learning Menggunakan CMS Moodle untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam dunia pendidikan membuka peluang bagi pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Berbagai produk pembelajaran berbasis teknolgi informasi diciptakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, salah satunya yaitu media pembelajaran online yang dikenal dengan e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran pada mata diklat aplikasi basis data di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin. Penelitian terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen pembelajaran berupa RPP, pedoman penggunaan e-learning serta web e-learning, dan instrumen pengumpulan data berupa tes tatap muka, tes online dan lembar observasi. Mengukur aktivitas siswa diamati menggunakan lembar observasi pada setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media e-learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa
Praktikalitas Model Blended Learning pada Pembelajaran Jaringan Dasar di SMK
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur praktikalitas model <em>blended learning </em>pada pembelajaran Jaringan Dasar di SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development </em>(<em>R and D</em>). Pengambilan data praktkalitas menggunakan lembar praktikalitas yang di isi oleh guru mata pelajaran dan siswa. Hasil penilaian praktikalitas model <em>blended learning </em>berdasarkan respon guru adalah 81.66 % (praktis) dan berdasarkan respon siswa adalah 82.75% (praktis). Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa model <em>blended learning</em> praktis digunakan sebagai model pembelajaran Jaringan Dasar.</p></jats:p
Pengujian Validitas Model Blended Learning di Sekolah Menengah Kejuruan
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam dunia pendidikan memberikan peluang untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student centered learning). Hal ini, salah satunya dapat diwujudkan melalui pengembangan model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model blended learning untuk mata pelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 1 Lintau Buo serta mengukur validitas model pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R and D) dengan model pengembangan IDI (Instructional Development Institute) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: define, develop dan evaluate. Pengambilan data validitas menggunakan lembar validasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini sebagai berikut: 1)Validitas model blended learning dinyatakan valid pada aspek model pembelajaran, 2)Validitas model blended learning dinyatakan valid pada aspek materi, 3)Validitas model blended learning dinyatakan sangat valid pada aspek perancangan online learning. Berdasarkan temuan penelitian disimpulkan bahwa model blended learning ini valid untuk dimanfaatkan sebagai model pembelajaran pada mata pelajaran Jaringan Dasar
A Need Analysis of Blended Learning Model for Deaf Students in Higher Education
Student diversity is one of the demographic advantages of education. One type of diversity is the registration in higher education students with special needs. For this purpose, teachers as educators are expected to be able to provide all students with adaptive teaching. Although the number of students with special needs is still a minority, educators still need to provide full education for them. Appropriate teaching can be achieved with the use of information technology, in particular the Internet. The use of the Internet as a support for classroom activities can be realized in a blended learning model. However, for each model to be used, an analysis study needs to be performed in order to have optimum results. The purpose of this study is to recognize needs and to obtain information on a blended learning model for deaf students in higher education. Needs analysis is carried out by means of a survey approach using a questionnaire provided to deaf students. The data were analyzed descriptively. The results have shown that deaf students meet the criteria for the development of a mixed learning model. Based on the study, it was concluded that the blended learning model can be applied to deaf students
The Potential of Universal Design for Learning to Enhance Academic Engagement of Students with Disabilities
Siswa difabel yang belajar di kelas reguler umumnya mengalami kesulitan dalam mengakses kurikulum umum. Akibatnya, mereka harus berjuang untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan akademik siswa penyandang disabilitas terdiri dari keterlibatan kognitif, keterlibatan perilaku, dan keterlibatan emosional. Keterlibatan akademik yang rendah akan berdampak pada prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, academic engagement menjadi salah satu indikator keberhasilan siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler. UDL adalah kerangka desain pengajaran yang menekankan keberhasilan belajar untuk semua siswa dengan atau tanpa kebutuhan khusus. Salah satu prinsip utama UDL adalah mengembangkan berbagai cara agar siswa dapat mengakses pembelajaran. Berdasarkan konsep tersebut, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode literature review. Tujuannya untuk mengetahui potensi UDL dalam meningkatkan keterlibatan siswa berkebutuhan khusus di kelas reguler, kemudian mencoba mengembangkan ilustrasi desain pengajaran sederhana berbasis UDL
Edukasi Mencuci Tangan Dalam Upaya Pencegahan Virus Corona Melalui Video Tutorial Pada Mahasiswa berkebutuhan Khusus Di Pendidikan Tinggi
ABSTRACTCorona virus is a virus transmitted by animals and humans that has been declared a world pandemic by WHO. Washing hands is the most common practice as a form of early prevention of transmission of the corona virus. Children with special needs are children who have abnormalities / deviations from the average condition of normal children, generally in terms of physical, mental and social behavior characteristics. The purpose of this study was to increase the knowledge and ability to wash hands in students with special needs. The activity was carried out on November 22, 2020. The method used in this study is lectures and discussions as well as the practice of washing hands through video conferencing accompanied by special delivery by a sign language interpreter. Participants in this activity totaled 14 Students with Special Needs. The results obtained were increased knowledge of students with special needs and the ability to practice washing hands properly.ABSTRAKVirus Corona adalah virus yang ditularkan oleh hewan dan manusia yang telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO. Cuci tangan merupakan tindakan yang paling umum dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini penularan virus corona. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki kelainan / penyimpangan dari kondisi rata-rata anak normal, umumnya ditinjau dari sifat fisik, mental, dan perilaku sosialnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan cuci tangan pada siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan dilakukan pada 22 November 2020. Metode yang digunakan dalam adalah ceramah dan diskusi serta praktek cuci tangan melalui video tutorial disertai penyampaian khusus oleh penerjemah bahasa isyarat. Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 14 Mahasiswa Berkebutuhan Khusus. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pengetahuan siswa berkebutuhan khusus dan kemampuan praktik cuci tangan dengan baik
Pengaruh Pemanfaatan Jurnal Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Anatomi Fisiologi Genetika dan Neurologi Mahasiswa Semester 1 Jurusan PLB FIP Universitas Negeri Padang
Jurnal merupakan salah satu sumber belajar yang menjadi referensi wajib bagi mahasiswa ditingkat perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan jurnal terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah anatomi fisiologi genetika dan neurologi pada mahasiswa semester 1 jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang. Jenis penelitian ini pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah Mahasiswa Semester 1 Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Tahun Akademik 2019/2020 sebanyak 104 orang yang mengikuti mata kuliah Anatomi Fisiologi Genetika dan Neurologi. Hasil uji kolmogorov-smirnov menunjukkan data berdistribusi normal 0,255 (>0,05) sehingga uji bivariat yang digunakan yaitu Paired T Test. Hasil Paired T Test diperoleh nilai rata-rata pretest, yaitu 68,83 sedangkan pada posttest, terjadi peningkatan rerata hasil belajar 92,84. Selanjutnya, diperoleh hasil p value = 0,000 (p value = <0,05); hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan jurnal dalam belajar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa. Melalui pengoptimalan pemanfaatan jurnal dalam kegiatan pembelajaran, hal itu sangat signifikan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Melalui Metode Fernald Pada Anak Disleksia
Anak disleksia merupakan salah satu anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf vokal, maka untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf vokal anak dingunakanlah metode fernald sebagai treatment membantu anak disleksia kelas III SD Negeri 30 Kubu Dalam Prak Karakah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode single subject research dengan desain A-B-A. pengumpulan data menggunakan tes dan smeua data yang diperoleh salama 15 pertemuan dianalisis visual grafik. Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil setiap pertemuan dalam pengenalan huruf vokal diperoleh data yang meningkat. Pada baseline 1 (A1) dengan presentase stabil 15%, sementara intervensi ppersentasi stabilnya ialah 85%, dan untuk baseline 2 (A2) data stabil pada presentase 90%
