Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus (JPKK)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Profil Pelajar Pancasila (P5) terhadap Kemandirian dan Kemampuan Komunikasi Peserta Didik Disabilitas Rungu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Profil Pelajar Pancasila terhadap kemandirian dan kemampuan komunikasi peserta didik tunarungu di SLBN 2 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan wawancara semi-terstruktur dan observasi. Data dikumpulkan dari wawancara dengan kepala sekolah, guru, peserta didik tunarungu, dan orang tua, serta observasi kegiatan pembelajaran peserta didik tunarungu. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penerapan PBP dalam P5 meningkatkan kemandirian peserta didik, meskipun masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran. Guru di tingkat SD, SMP, dan SMA menerapkan P5 dengan struktur yang konsisten dan menyesuaikan proyek sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Kesulitan utama yang dihadapi peserta didik adalah masalah komunikasi bahasa yang menjadi penghalang dalam pemahaman pembelajaran, baik secara verbal maupun bahasa isyarat. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan pendekatan komunikasi total yang menggabungkan komunikasi verbal dan non-verbal. Pembelajaran berbasis proyek dalam P5 sangat bergantung pada partisipasi aktif peserta didik, orang tua, pendidik, dan pihak sekolah. Penelitian ini menemukan bahwa optimalisasi kemampuan komunikasi dan bahasa peserta didik tunarungu berpengaruh terhadap pelaksanaan PBP dalam P5, yang pada gilirannya memengaruhi kemandirian dan kemampuan komunikasi peserta didik tunarungu. Penguasaan bahasa yang dimiliki peserta didik tunarungu berdampak signifikan terhadap pemahaman materi pembelajaran
Pengelolaan Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Tunanetra Tingkat SMALB
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tiga aspek utama dalam pengelolaan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus tunanetra di tingkat SMALB di SLB Negeri Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, S.H., Kota Jambi, yaitu: perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru yang mengajar siswa tunanetra di sekolah tersebut. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun RPP, namun materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa, termasuk mengurangi tingkat kesulitan materi yang sulit diterima oleh peserta didik tunanetra; (2) Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan asesmen untuk memahami kebutuhan siswa, sehingga guru dapat menentukan alat braille, metode pembelajaran, dan media pembelajaran yang tepat demi tercapainya tujuan pembelajaran; (3) Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui pemberian tes yang disesuaikan dengan kemampuan siswa serta pencatatan perkembangan mereka selama proses pembelajaran berlangsung
Ruang Inklusif Terbatas?: Vinautism Art Galllery dan Dinamikanya dalam Mengakomodasi Ekspresi Individu Autis
Studi ini mengeksplorasi peran Galeri Seni Vinautism (VAG) sebagai ruang inklusif yang mendukung ekspresi artistik individu penyandang autisme. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan, observasi langsung, dan dokumentasi kegiatan operasional galeri selama tiga bulan penelitian yang berlangsung di Surabaya, Indonesia, pada Maret hingga Mei 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa VAG tidak hanya berfungsi sebagai wadah kreatif, tetapi juga sebagai ruang terapi non-medis, pusat pembelajaran, dan platform pemberdayaan sosial serta ekonomi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Metode pengajaran yang bersifat personal dan adaptif memungkinkan setiap peserta untuk menyalurkan emosi dan mengembangkan potensi artistiknya. Keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat juga memperkuat dukungan sosial yang berkelanjutan dalam ekosistem galeri. VAG berhasil membangun persepsi positif publik terhadap individu autis melalui pameran dan program edukasi rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menciptakan ruang seni inklusif bagi individu autis dan memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan praktik ruang seni inklusif di Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya ruang seni inklusif sebagai bagian integral dari sistem pendukung bagi individu penyandang autisme dan memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi inklusi sosial yang lebih manusiawi dan berkelanjutan melalui seni.Studi ini mengeksplorasi peran Galeri Seni Vinautism (VAG) sebagai ruang inklusif yang mendukung ekspresi artistik individu penyandang autisme. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan, observasi langsung, dan dokumentasi kegiatan operasional galeri selama tiga bulan penelitian yang berlangsung di Surabaya, Indonesia, pada Maret hingga Mei 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa VAG tidak hanya berfungsi sebagai wadah kreatif, tetapi juga sebagai ruang terapi non-medis, pusat pembelajaran, dan platform pemberdayaan sosial serta ekonomi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Metode pengajaran yang bersifat personal dan adaptif memungkinkan setiap peserta untuk menyalurkan emosi dan mengembangkan potensi artistiknya. Keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat juga memperkuat dukungan sosial yang berkelanjutan dalam ekosistem galeri. VAG berhasil membangun persepsi positif publik terhadap individu autis melalui pameran dan program edukasi rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menciptakan ruang seni inklusif bagi individu autis dan memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan praktik ruang seni inklusif di Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya ruang seni inklusif sebagai bagian integral dari sistem pendukung bagi individu penyandang autisme dan memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi inklusi sosial yang lebih manusiawi dan berkelanjutan melalui seni
Optimalisasi Pembelajaran melalui E-Modul untuk Mata Kuliah Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus pada Mahasiswa Pendidikan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas suatu intervensi pembelajaran melalui E-Modul dengan mengukur perbedaan hasil pretest dan posttest mahasiswa dalam memahami mata kuliah perkembangan anak berkebutuhan khusus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest (p= 0,0762) dan posttest (p=0,3702) berdistribusi normal. Kemudian nilai rata-rata pretest 58.98 dan posttest 90.83. Hasil uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (t = -18,9580, p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mahasiswa setelah diberikan intervensi E-Modul pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan anak berkebutuhan khusus secara signifikan
Dinamika Kolaborasi Guru Reguler dan Guru Pembimbing Khusus dalam Pendidikan Inklusi: Studi Kualitatif di SMP Kota Yogyakarta
Although inclusive education in Indonesia continues to progress, studies on the dynamics of collaboration between general education teachers and special education teachers (GPK) remain limited, particularly at the secondary level. This study explores interaction patterns, role distribution, and challenges in teacher collaboration within inclusive junior high schools in Yogyakarta City. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and document analysis, the findings reveal that collaboration is still at an early stage, characterized by limited communication, minimal joint planning, and the absence of school policies regulating collaborative roles. Key barriers include time constraints, lack of training, and weak institutional support. The findings highlight the need to strengthen structural and cultural foundations of collaboration in inclusive schools. Theoretically, this study expands understanding of the social dimensions of teacher collaboration, while practically recommending integrated training and the development of school-based collaborative policies.Meskipun pendidikan inklusi di Indonesia terus berkembang, kajian tentang dinamika kolaborasi antara guru reguler dan guru pembimbing khusus (GPK) masih terbatas, terutama di jenjang sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pola interaksi, pembagian peran, dan hambatan kolaborasi keduanya di SMP inklusi di Kota Yogyakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru masih pada tahap awal, ditandai dengan komunikasi terbatas, minimnya perencanaan bersama, serta ketiadaan kebijakan sekolah yang mengatur peran kolaboratif. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan, dan dukungan institusional yang lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan struktur dan budaya kolaboratif di sekolah inklusi. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang dimensi sosial kolaborasi guru, sementara secara praktis merekomendasikan pelatihan terpadu dan kebijakan kolaboratif berbasis sekolah
Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard dan Papan Braille untuk Mengenalkan Konsep Huruf Hijaiyah pada Disabilitas Netra di Kediri
This study develops innovative learning media to introduce Hijaiyah letters to visually impaired students, addressing the lack of practical tools. The research aims to design and assess the feasibility of flashcards and a Braille board as instructional media. The study employs Research and Development (RnD) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data collection methods include validation questionnaires, response questionnaires, interviews, observations, and documentation. The findings reveal that: (1) The Braille Hijaiyah flashcards are designed using small impraboard cards, while the Braille board is made from plywood, with raised Braille text created using thumbtacks to suit students' needs. (2) Feasibility tests by media and subject matter experts confirm its high validity. The media expert's validation score is 3.8, and the subject matter expert's score is 3.87, both categorized as highly feasible. In conclusion, the Hijaiyah flashcard and Braille board learning media are highly valid and ready for use without revisions, offering an effective solution for visually impaired students to recognize Hijaiyah letters.Pengembangan media pembelajaran ini dilatarbelakangi tidak tersedianya media belajar yang praktis dan inovatif yang dapat digunakan untuk mengenal huruf hijaiyah pada siswa disabilitas netra. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan dan menganalisis kelayakan media pembelajaran flashcard dan papan braille dalam mengenalkan konsep huruf hijaiyah pada disabilitas netra di Kediri. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research And Development (RnD) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi, angket respon, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa: (1) Proses pengembangan media pembelajaran flashcard braille hijaiyah untuk disabilitas netra didesain sesuai dengan kebutuhan, yakni media berbentuk kartu kecil terbuat dari impraboard dan papan braille terbuat dari triplek dengan desain tulisan braille timbul menggunakan paku payung. (2) Media pembelajaran flashcard dan papan braille hijaiyah telah diuji kelayakannya oleh 2 orang ahli. Hasil validasi ahli media menyatakan sangat layak dengan rerata skor 3,8, validasi materi menyatakan sangat layak dengan rerata skor 3,87. Dengan demikian, media pembelajaran flashcard dan papan braille hijaiyah yang dikembangkan dapat dikategorikan sangat valid dan layak digunakan tanpa perbaikan
Pengaruh Metode Modelling Terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Pada Anak Autism Spectrum Disorder
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian metode modelling terhadap kemampuan bahasa ekspresif pada anak autism spectrum disorder di UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif Kota Surakarta, dengan jenis penelitian yang digunakan merupakan kuantitatif dengan desain One-Grup Pre-Test and Post-Test Desain, dengan cara pengambilan data dengan purposive sampling yang menjadi kriteria anak autism spectrum disorder, sampel yang digunakan sebanyak 15 responden. Hasil uji pair t-test diperoleh signifikansi 0,000 yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh metode modelling dalam peningkatan bahasa ekspresif pada anak autism spectrum disorder di UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif Kota Surakarta. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa metode modelling dapat digunakan untuk meningkatkan bahasa ekspresif. Sehingga harapannya terapis maupun orangtua dapat menggunakan metode modelling pada proses terapi berlangsung dan saat dilakukan secara mandiri dirumah untuk meningkatkan bahasa ekspresif anak
Needs Analysis of AI-based Smart English Conversation Application for EFL and Students with Disabilities
This study aimed to analyze the needs of EFL students and students with disabilities for the development of a Smart English Conversation application based on AI. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews with three English lecturers teaching inclusive classes and 60 of EFL students and 20 students of disabilities. he results revealed that lecturers acknowledged the potential of AI-based media to enhance speaking skills but had limited experience integrating them due to access restrictions and reliance on conventional materials such as textbooks and slides. Students reported several challenges in conventional learning, including lack of confidence, limited practice opportunities, insufficient disability-friendly media, and restricted lecturer time for individual feedback. Needs analysis indicated a very high demand for AI-based applications supporting speaking skills. Key features identified included adaptive speech recognition, real-time automatic feedback, inclusive accessibility features, real-life conversational simulations, and personalized learning materials. The findings highlight the urgency of developing an AI-based Smart English Conversation application that prioritizes inclusivity, interactivity, adaptability, and real-time feedback, while also integrating gamification and compatibility with existing online learning platforms.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan mahasiswa EFL dan mahasiswa disabilitas terhadap pengembangan aplikasi Smart English Conversation berbasis AI. Dengan menggunakan pendekatan metode diskriptif qualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan tiga dosen bahasa Inggris yang mengajar di kelas inklusif serta mahasiswa EFL 60 mahasiwa dan 20 mahasiswa disabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen mengakui potensi media berbasis AI dalam meningkatkan keterampilan berbicara, namun mereka memiliki pengalaman yang terbatas dalam mengintegrasikannya karena adanya keterbatasan akses dan masih bergantung pada bahan ajar konvensional seperti buku teks dan slide. Mahasiswa melaporkan beberapa kendala dalam pembelajaran konvensional, termasuk kurangnya rasa percaya diri, terbatasnya kesempatan praktik, minimnya media pembelajaran yang ramah disabilitas, serta keterbatasan waktu dosen untuk memberikan umpan balik individual. Analisis kebutuhan menunjukkan adanya permintaan yang sangat tinggi terhadap aplikasi berbasis AI yang mendukung keterampilan berbicara. Fitur utama yang di identifikasi meliputi adaptive speech recognition, umpan balik otomatis secara real-time, fitur aksesibilitas inklusif, simulasi percakapan nyata, serta materi pembelajaran yang dipersonalisasi. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan aplikasi Smart English Conversation berbasis AI yang mengutamakan inklusivitas, interaktivitas, adaptabilitas, dan umpan balik real-time, serta dilengkapi dengan gamifikasi dan kompatibilitas dengan platform pembelajaran daring yang sudah ada
Implementasi Metode Applied Behavior Analysis dalam Mengembangkan Perilaku Belajar Siswa dengan Autism Spectrum Disorder
This study aims to explore the implementation of the Applied Behavior Analysis (ABA) method in enhancing the learning behaviors of students with Autism Spectrum Disorder (ASD) at SDS Pioneer Global Islamic School, an inclusive Islamic elementary school. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through semi-structured interviews and document analysis. The findings indicate that the application of ABA methods, which includes techniques such as prompting, modeling, reinforcement, and support from a shadow teacher, has a positive impact on students with ASD. The subjects of the study demonstrated improvements in concentration, the ability to follow instructions, independence in daily activities, as well as participation in religious activities and social interactions. These significant behavioral changes suggest that the ABA method can be contextually adapted within inclusive Islamic education. The success of the intervention is also influenced by supportive learning environments, collaboration among teachers, and the emotional readiness of students. Although this study is limited to a single subject and its results cannot be generalized, the findings provide important contributions to the development of more responsive learning strategies for children with ASD in faith-based inclusive schoolsPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA) dalam meningkatkan perilaku belajar siswa dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di SDS Pioneer Global Islamic School, sebuah sekolah dasar Islam inklusif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ABA, yang mencakup teknik prompting, modeling, reinforcement, dan dukungan dari shadow teacher, memberikan dampak positif terhadap siswa ASD. Subjek penelitian menunjukkan peningkatan dalam konsentrasi, kemampuan mengikuti instruksi, kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, serta partisipasi dalam kegiatan keagamaan dan interaksi sosial. Perubahan perilaku yang signifikan ini mengindikasikan bahwa metode ABA dapat diadaptasi secara kontekstual dalam pendidikan Islam yang inklusif. Keberhasilan intervensi ini juga dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang mendukung, kolaborasi antar guru, dan kesiapan emosional siswa. Meskipun penelitian ini terbatas pada satu subjek dan hasilnya belum dapat digeneralisasi, temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak dengan ASD di sekolah inklusif berbasis agama
Understanding Teachers’ Attitudes Toward Inclusive Education Through Sentiment Analysis: A Case Study in Malang, Indonesia
While teachers’ roles in inclusive education are critical, research employing sentiment analysis to understand their experiences remains underexplored. This study investigates teachers’ attitudes and practices in managing inclusive classrooms at SMP Muhammadiyah 2 Malang. A qualitative case study was conducted using secondary data derived from previous semi-structured interview research, providing contextual insight without additional data collection. Thematic analysis was applied to identify recurring patterns of inclusive practices, complemented by automated sentiment analysis using a zero-shot BART-MNLI model to capture teachers’ evaluative tone. The findings reveal generally positive attitudes toward inclusion, reflecting empathy, flexibility, and commitment, though negative sentiments were also expressed in relation to systemic limitations. The study offers practical implications for teachers and policymakers, while also contributing methodologically through the integration of thematic and sentiment analysis.Meskipun peran guru dalam pendidikan inklusif sangat krusial, penelitian yang menggunakan analisis sentimen untuk memahami pengalaman mereka masih jarang dilakukan. Penelitian ini meneliti sikap dan praktik guru dalam mengelola kelas inklusif di SMP Muhammadiyah 2 Malang. Studi kasus kualitatif dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari hasil wawancara semi-terstruktur dalam penelitian sebelumnya, sehingga memberikan konteks tambahan tanpa perlu pengumpulan data baru. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola praktik inklusif, yang kemudian dilengkapi dengan analisis sentimen otomatis berbasis model zero-shot BART-MNLI untuk menelaah nada evaluatif guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru umumnya memiliki sikap positif terhadap pendidikan inklusif, mencerminkan empati, fleksibilitas, dan komitmen, meskipun terdapat pula sentimen negatif yang terkait dengan keterbatasan sistemik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru dan pembuat kebijakan, serta kontribusi metodologis melalui integrasi analisis tematik dan analisis sentimen