Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus (JPKK)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Pembelajaran Keterampilan Membuat Ikan Bakar Bagi Anak Hambatan Pendengaran
Penelitian ini didasari dari kurangnya ketersedian lapangan pekerjaan bagi anak dengan hambatan pendengaran. Sementara pemerintah yang tertuang undang-undang sudah berupaya penuh untuk memfasilitasi dalam pengembangan penyandang disabilitas pada umumnya dan anak dengan hambatan pendengaran khususnya. Selain itu kurikulum juga sudah mendukung untuk terlaksananya pembelajaran yang berbasis soft skill dalam bentuk keterampilan vokasional sehingga pengkajian mengenai model untuk pembelajaran dirasa perlu terus dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan model pembelajaran keterampilan membuat ikan bakar yang dilakukan di sekolah sehingga nanti akan menemukan acuan untuk mengembangkan model pembelajaran sesuai kebutuhan anak. Mengingat bahwasanya model merupakan seluruh rangkaian penyajian materi ajar yang meliputi segala aspek sebelum sedang dan sesudah pembelajaran. Sehingga target pembelajaran dapat terlaksana dan tertata dengan jelas. Penelitian ini berangkat dari paradigma post-positivistik dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan dan metode ini dipilih dengan mempertimbangkan bahwa pendekatan dan metode ini lebih membuka peluang untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang proses dan dapat mengembangkan sebuah model pembelajaran
Peningkatan Kemampuan Membedakan Sampah Melalui Media Sampah Berbicara pada Penyandang Tunanetra
This research was motived by problems that found in the field, there were blind people who have problems in differentiating organic and anorganic waste. Based on the previous explanation, this objective of this research was to find out the effectivity of talking tool waste to improve the ability to distinguish organic and anorganic for blind people at the PSBN Tuah Sakato Padang. This type of this research by using quasi experiment with one group pretest-posttest design, the analyzed of the data using by Mann Whitney test. The sample consist of 5 blind people in the preparation class at PSBN Tuah Sakato Padang. The hypothesis of this research using t test, with significant level 5% (0,05)
Efektivitas Metode Maternal Reflektif dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Tunarungu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lima orang siswa tunarungu kelas VIII B di SLB Wacana Asih Padang yang mengalami masalah dalam bahasa ekspresif. Berdasarkan masalah diatas, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan metode maternal reflektif dalam meningkatkan kemampuan mengucapkan kata bagi anak tunarungu kelas VIII di SLB Wacana Asih Padang. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan jenis one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini 5 orang siswa di SLB Wacana Asih Padang. Hasil penelitian ini menunjukkan, kemampuan anak dalam berbahasa ekspresif setelah dianalisis dengan melihat pesentase pada saat pretest yaitu 39% sedangkan untuk posttest terdapat peningkatan yakni menjadi 61%. Data diolah agar lebih ilmiah dengan menggunakan uji Mann Whitney. Diperoleh Uhit = 5 dan Utab = 2 dengan n = 5 pada taraf signifikan 95% dan α = 0,05. Hipotesis alternatif diterima karena Uhit > Utab, jadi disimpulkan bahwa metode maternal reflektif dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif pada anak tunarungu
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Multimedia Interaktif bagi Anak Disleksia
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KVK dengan menggunakan multimedia interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah Single Subject Research (SSR). Penelitian ini menggunakan desain A1-B-A2. Kondisi baseline (A1) untuk meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KVK dengan mean level 5. Pada kondisi intervensi (B) dengan mean level 9,5. Kondisi baseline (A2) dengan mean level 14. Hasil analisis data dalam kondisi dan antar kondisi memiliki estimasi kecendrungan arah, kecendrungan stabilitas, jejak data dan perubahan level yang menunjukan peningkatan kemampuan membaca kata berpola KV-KVK secara positif. Overlap data pada analisis antar kondisi pada kondisi baseline (A1) dan intervensi (B) dalam meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KVK 0% dan overlap data pada kondisi baseline (A2) dan intervensi (B) meningkatkan kemampuan membaca kata berpola KV-KVK 0%. Analisis data menunjukkan bahwa kemampuan membaca kata berpola KV-KVK anak disleksia X dapat meningkat melalui multimedia interaktif
Media Puzzel Kartu Angka Meningkatkan Kemampuan Operasi Pengurangan bagi Anak Diskalkulia
Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di kelas IV di SD N 01 Limau Manis Padang beberapa anak memiliki nilai rendah dalam kemampuan operasi pengurangan. Saat mengerjakan soal pengurangan, anak masih salah dalam mengurangi kecil ke besar. Ketika mengurangi dari kecil ke besar dibalik menjadi besar ke kecil tanpa meminjam.Anak diskalkulia memiliki kelemahan dalam belajar matematika. Kesulitan yang dimiliki anak tentang pengurangan adalah konsep dasar matematika. Penting bagi anak untuk memahami konsep pengurangan. Salah satu komponen penting dalam pembelajaran yaitu media pembelajaran. Saat pembelajaran, guru dapat menggunakan media dalam memberikan materi termasuk belajar matematika. Alternatif yang harus dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan pengurangan anak diskalkulia, salah satunyamedia puzzle kartu angka. Media puzzle kartu angka adalah permainan bongkar padang diadaptasi dari materi pengurangan puluhan dengan teknik meminjam. Hasil penelitian ini menunjukkan media puzzle kartu angka efektif untuk meningkatkan kemampuan pengurangan bagi anak diskalkulia kelas IV SD N 01 Limau Manis Padang
Pemanfaatan Media Realia dengan Program Pembelajaran Individual dalam Mengenal Konsep Bilangan Bagi Anak Tunagrahita
Tulisan ini membahas tentang pemanfaatan media realia dengan penggunaan program pembelajaran individual dalam mengenal konsep bilangan bagi anak tunagrahita.
Data didapatkan dengan pengamatan, wawancara, telah, dan komunikasi. Hasil menunjukkan media realia dapat mengenal konsep bilangan dengan guru sebagai teacher center. Guru mengaplikasikan media realia dengan pendekatan bermain seperti menghitung jumlah permen,pensil,atau apel. Sehingga anak lebih mudah mengenal konsep bilangan. Dari satu sampai lima dari pertanyaan anak dapat membilang atau menyebutkan, menunjukkan, membedakan, mencocokkan, menuliskan bilangan. Kemudian anak dapat menuliskan angka bilangan sesuai banyak benda