Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus (JPKK)
Not a member yet
166 research outputs found
Sort by
Analisis Indeks Aiken pada Uji Validitas Isi Instrumen Validasi Emotion Detection Tool bagi Anak Gangguan Spektrum Autisme
Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas isi dari sebuah instrumen. Instrumen yang dimaksud ialah instrumen validasi ahli terkait keberfungsian sebuah prototype untuk mendeteksi emosi anak gangguan spektrum autisme (GSA). Desain prototype ini disebut emotion detection tool (EDT). Validitas isi merupakan aspek penting dalam memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat secara akurat dan tepat mengukur indikator yang seharusnya ada dalam instrumen terkait. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, yang melibatkan empat orang ahli yaitu ahli elektronika, ahli informatika, ahli pendidikan luar biasa dan ahli sekolah luar biasa. Validitas isi instrumen ini dilakukan dengan memberikan penilaian pada 11 indikator utama yang dianalisis menggunakan Indeks Aiken untuk menentukan sejauh mana item-item dalam instrumen tersebut memenuhi kriteria validitas isi. Hasil analisis menunjukkan total penilaian indikator instrumen ini menunjukkan koefesien Indeks Aiken 0.78, yang menunjukkan bahwa instrumen tersebut berada dalam kategori valid secara isi. Namun, masih memerlukan adanya perbaikan pada beberapa item untuk meningkatkan akurasi dan keandalan instrumen tersebut. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan proses pengembangan instrumen validasi dibidang pendidikan khusus, serta mendukung penggunaan alat bantu berbasis teknologi sebagai pendekatan preventif dalam penanganan perilaku tantrum anak GSA
Strategi Manajemen Pendidikan Inklusif Berbasis Nilai Hibualamo dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Halmahera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan strategi manajemen pendidikan inklusif berbasis nilai Hibualamo dalam meningkatkan akses dan partisipasi Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Halmahera Utara yang dapat dijadikan dasar pijakan pengambilan kebijakan pendidikan didaerah. Secara faktual, jumlah Anak Berkebutuhan Khusus di daerah ini belum sebanding dengan ketersediaan layanan pendidikan, misalnya hanya terdapat satu Sekolah Luar Biasa Negeri Tobelo yang melayani seluruh Kota Tobelo. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan pendidik berkualifikasi pendidikan khusus, minimnya fasilitas ramah Anak Berkebutuhan Khusus, serta stigma sosial masyarakat yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang analisis datanya dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pendidikan inklusif di Tobelo bersifat struktural dan kultural. Dalam konteks tersebut, nilai Hibualamo seperti egalitarianisme, demokrasi, gotong royong, dan spiritualitas memiliki urgensi sebagai landasan strategis. Integrasi nilai Hibualamo diaplikasikan melalui kepemimpinan visioner kepala sekolah, perencanaan partisipatif, pengorganisasian kolaboratif, pembelajaran adaptif, pengawasan humanis, serta jejaring kemitraan. Strategi ini memposisikan sekolah sebagai “Rumah Besar” bagi semua anak, memperkuat kesadaran kolektif, dan menumbuhkan penerimaan sosial terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Dengan demikian, pendidikan inklusif berbasis Hibualamo tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan pembangunan ekosistem sosial berkeadilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan strategi manajemen pendidikan inklusif berbasis nilai Hibualamo dalam meningkatkan akses dan partisipasi Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Halmahera Utara yang dapat dijadikan dasar pijakan pengambilan kebijakan pendidikan didaerah. Secara faktual, jumlah Anak Berkebutuhan Khusus di daerah ini belum sebanding dengan ketersediaan layanan pendidikan, misalnya hanya terdapat satu Sekolah Luar Biasa Negeri Tobelo yang melayani seluruh Kota Tobelo. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan pendidik berkualifikasi pendidikan khusus, minimnya fasilitas ramah Anak Berkebutuhan Khusus, serta stigma sosial masyarakat yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang analisis datanya dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pendidikan inklusif di Tobelo bersifat struktural dan kultural. Dalam konteks tersebut, nilai Hibualamo seperti egalitarianisme, demokrasi, gotong royong, dan spiritualitas memiliki urgensi sebagai landasan strategis. Integrasi nilai Hibualamo diaplikasikan melalui kepemimpinan visioner kepala sekolah, perencanaan partisipatif, pengorganisasian kolaboratif, pembelajaran adaptif, pengawasan humanis, serta jejaring kemitraan. Strategi ini memposisikan sekolah sebagai “Rumah Besar” bagi semua anak, memperkuat kesadaran kolektif, dan menumbuhkan penerimaan sosial terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. Dengan demikian, pendidikan inklusif berbasis Hibualamo tidak hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan pembangunan ekosistem sosial berkeadilan
Pengaruh Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Tuna Netra di Universitas Islam Negeri Salatiga
This study analyzes the impact of learning facilities on the academic performance of visually impaired students at the State Islamic University of Salatiga. Using a mixed-methods approach, data were collected through interviews, questionnaires, and literature studies. The sample included university students, with two visually impaired students as the primary respondents. The findings indicate that learning facilities are generally adequate but still present challenges, particularly in accessing assistive technology and curriculum support. Respondents utilize screen readers to access learning materials and develop adaptive learning strategies, such as discussions with lecturers and audio recordings. Inclusive learning facilities significantly contribute to increasing motivation and academic performance among visually impaired students. This study recommends improving both physical and non-physical facilities and providing special training for educators to create a more inclusive academic environment. These findings support inclusive education policies at the State Islamic University of Salatiga.Penelitian ini menganalisis pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar mahasiswa dengan disabilitas netra di Universitas Islam Negeri Salatiga. Menggunakan pendekatan mixed methods, data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Sampel mencakup mahasiswa Universitas Islam Negeri Salatiga, termasuk dua mahasiswa dengan disabilitas netra sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas belajar tergolong baik, tetapi masih terdapat kendala, terutama dalam akses teknologi asistif dan dukungan kurikulum. Responden memanfaatkan pembaca layar (screen reader) untuk mengakses bahan ajar serta mengembangkan strategi belajar adaptif, seperti diskusi dengan dosen dan penggunaan rekaman audio. Fasilitas belajar yang inklusif berkontribusi signifikan dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa dengan disabilitas netra. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan fasilitas fisik dan non-fisik serta pelatihan bagi tenaga pendidik guna menciptakan lingkungan akademik yang lebih inklusif. Temuan ini mendukung kebijakan pendidikan inklusif di Universitas Islam Negeri Salatiga
Strategi Coping Guru SLB dalam Menghadapi Tantangan Mengajar Anak Berkebutuhan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi coping yang digunakan oleh guru Sekolah Luar Biasa dalam menghadapi berbagai tantangan saat mengajar anak berkebutuhan khusus. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain fenomenologis yang menekankan pemahaman mendalam terhadap pengalaman subjektif guru dalam konteks nyata dan keseharian profesional mereka. Partisipan penelitian terdiri atas lima guru dari SLB Anugerah Colomadu, yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman mengajar, keterlibatan aktif di sekolah, serta kesediaan berbagi pengalaman secara terbuka dan reflektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk menemukan pola-pola makna dalam pengalaman guru. Hasil menunjukkan guru menerapkan dua bentuk utama strategi coping, yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Bentuk coping diwujudkan melalui diskusi dengan rekan sejawat, penguatan hubungan positif dengan orang tua peserta didik, refleksi diri, aktivitas spiritual, serta penerimaan terhadap kondisi kerja sebagai bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral. Strategi ini terbukti membantu guru dalam mengelola tekanan emosional, menyeimbangkan tuntutan profesional dan personal, serta meningkatkan ketahanan psikologis dalam menjalankan peran mereka. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan sosial, baik internal maupun eksternal sangat penting sebagai fondasi bagi penguatan kapasitas guru menghadapi kompleksitas pembelajaran, dinamika emosional, dan tuntutan profesional di lingkungan SLB
Synchronous and Asynchronous Learning for Students with Disability at Universitas PGRI Yogyakarta: Challenges and Implementation.
This study aims to investigate the implementation of synchronous and asynchronous learning for students with disabilities at Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Employing a qualitative approach with a descriptive method through a case study design, the data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification, with research participants being students with disabilities at UPY. The implementation of synchronous and asynchronous learning at UPY for students with disabilities received special attention due to their distinct learning conditions, utilizing various platforms such as Zoom, Google Meet, WhatsApp Group, UPY E-learning, YouTube, and Google Classroom. Each platform has its strengths and weaknesses. Conference-based platforms enable direct learning akin to face-to-face instruction but require stable internet connections and adequate devices. This study reveals that students with special learning needs at UPY utilize various online platforms, with Google Classroom and Zoom being the dominant media. Although these platforms are beneficial, most respondents still face technical and accessibility challenges. Proposed solutions emphasize the provision of accessible learning materials, network improvements, and greater learning flexibility
Implementasi Program Mindful Parenting sebagai Upaya Pendampingan Perkembangan Bahasa pada Anak Speech Delay
This study aims to describe parents' understanding of the concept of mindful parenting in parenting, program implementation, its impact on interactions with children, to obstacles and supporting factors in its implementation. This study uses a qualitative method with a single case study type. The research participants consisted of 3 parents, 3 speech delay students, the principal and teachers. Data collection by observation, interviews, and document studies. After participating in the mindful parenting program, parents recognized that full presence, patience, and emotional regulation are essential in supporting children's communication development. The parents’ level of understanding of the program reached an average score of 80%, categorized as “Good”, obtained through the analysis of observation results using a 1-5 rating scale instrument. The program was implemented through: (a) parenting seminars, (b) haflah akhirussanah, (c) psychological tests, (d) home visits, and (e) additional study hours after school for students with speech delay. The findings indicate that the mindful parenting program has a positive impact on parental involvement and the development of communication in children with speech delay. The implication is that early childhood teachers and family counselors are encouraged to apply mindfulness-based interventions to strengthen collaboration with parents in supporting children’s language development.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman orang tua terhadap konsep mindful parenting dalam pengasuhan, pelaksanaan program, dampaknya terhadap interaksi dengan anak, hingga kendala dan faktor pendukung dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal (individual case study). Partisipan penelitian terdiri atas 3 orang tua, 3 siswa speech delay, kepala sekolah dan guru. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Setelah mengikuti program mindful parenting, orang tua mulai memahami bahwa kehadiran penuh (presence), kesabaran, dan regulasi emosi adalah aspek penting dalam mendukung perkembangan komunikasi anak. Tingkat pemahaman orang tua terhadap program mencapai rata-rata skor 80% atau berkriteria Baik, diperoleh melalui analisis hasil observasi menggunakan instrumen berskala 1-5. Program mindful parenting dilaksanakan melalui: (a) seminar parenting, (b) haflah akhirussanah, (c) tes psikologi, (d) kunjungan rumah, dan (e) tambahan jam belajar sepulang sekolah untuk siswa speech delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mindful parenting berdampak positif terhadap keterlibatan orang tua dan perkembangan komunikasi anak dengan speech delay. Implikasi dari penelitian ini adalah guru PAUD dan konselor keluarga diharapkan dapat menerapkan intervensi berbasis mindfulness untuk memperkuat kolaborasi dengan orang tua dalam mendukung perkembangan bahasa anak
Pengelolaan Kelas Inklusif dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus
Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara pengelolaan kelas inklusif dan motivasi belajar PDBK dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan teknik analisis tematik. Sebanyak 30 sumber dianalisis, terdiri atas artikel jurnal bereputasi, buku akademik, dan dokumen kebijakan resmi yang relevan dengan topik. Kriteria seleksi literatur didasarkan pada keterbaruan (5–10 tahun terakhir), relevansi dengan pendidikan inklusif, serta keterhubungan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil analisis mengidentifikasi lima tema utama: (1) prinsip pengelolaan kelas inklusif, (2) strategi pengelolaan untuk meningkatkan motivasi PDBK, (3) faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar, (4) relevansi pengelolaan kelas dengan prinsip Kurikulum Merdeka, dan (5) tantangan implementasi. Temuan menegaskan bahwa pengelolaan kelas yang adaptif, berbasis diferensiasi, dan ditopang asesmen formatif berkontribusi positif terhadap motivasi belajar PDBK. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas bukan hanya aspek teknis, melainkan komponen inti dari implementasi Kurikulum Merdeka dalam pendidikan inklusif. Implikasi praktis menekankan perlunya peningkatan kapasitas guru, penyediaan sarana prasarana inklusif, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Penelitian lanjutan disarankan berbentuk studi empiris, baik melalui penelitian tindakan kelas maupun studi longitudinal, untuk menguji efektivitas strategi pengelolaan kelas dalam meningkatkan motivasi belajar PDB
Pengaruh Kompetensi Pedagogi dan Motivasi Diri Terhadap Efikasi Diri Guru Pendamping Khusus Sekolah Inklusi di Kota Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi pedagogi, motivasi diri, dan efikasi diri Guru Pendamping Khusus (GPK) sekolah inklusi di Kota Yogyakarta. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogi dan motivasi diri terhadap efikasi diri GPK di sekolah inklusi di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan model korelasional. Sampel terdiri dari 103 GPK pada tingkat TK, SD, dan SMP sekolah inklusi di Kota Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Pedagogi GPK di sekolah inklusif Kota Yogyakarta berada pada kategori tinggi, motivasi diri berada pada kategori sedang, dan efikasi diri berada pada kategori tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kompetensi pedagogi dengan self-eficacy sebesar 71,1%. Diidentifikasi juga adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel motivasi diri dengan efikasi diri sebesar 17,2%, serta hubungan positif dan signifikan antara variabel kompetensi pedagogi dan motivasi diri GPK terhadap efikasi diri sebesar 71,6%. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa peningkatan efikasi diri GPK dapat dilakukan melalui penguatan kompetensi pedagogi dan motivasi diri. Temuan ini juga menjadi dasar penting bagi pengembangan kebijakan pembinaan profesional GPK di sekolah inklusi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi pedagogi, motivasi diri, dan efikasi diri Guru Pendamping Khusus (GPK) sekolah inklusi di Kota Yogyakarta. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogi dan motivasi diri terhadap efikasi diri GPK di sekolah inklusi di Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan model korelasional. Sampel terdiri dari 103 GPK pada tingkat TK, SD, dan SMP sekolah inklusi di Kota Yogyakarta. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Pedagogi GPK di sekolah inklusif Kota Yogyakarta berada pada kategori tinggi, motivasi diri berada pada kategori sedang, dan efikasi diri berada pada kategori tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kompetensi pedagogi dengan self-eficacy sebesar 71,1%. Diidentifikasi juga adanya hubungan yang positif dan signifikan antara variabel motivasi diri dengan efikasi diri sebesar 17,2%, serta hubungan positif dan signifikan antara variabel kompetensi pedagogi dan motivasi diri GPK terhadap efikasi diri sebesar 71,6%. Hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa peningkatan efikasi diri GPK dapat dilakukan melalui penguatan kompetensi pedagogi dan motivasi diri. Temuan ini juga menjadi dasar penting bagi pengembangan kebijakan pembinaan profesional GPK di sekolah inklusi
Bahasa Isyarat Sebagai Cermin Karakter Anak Tunarungu di Sekolah SLB ABC Argasari Lestari
This study examines the role of sign language as the main means of communication and reflection of the character of deaf children in SLB ABC Argasari Lestari. The main problem faced is children's limitations in conveying emotions and needs verbally, so the research aims to understand how sign language supports the development of children's confidence, social interaction, and character. This study uses a qualitative approach using the case study method, involving direct observation, semi-structured interviews, and documentation. The results of the study show that sign language is not only a communication tool but also reflects the unique personality of each child. Children who actively use sign language show increased confidence and the ability to interact with the environment. In addition, values such as empathy, responsibility, and courage develop through teacher guidance. Teachers play an important role in guiding the effective and ethical use of sign language. This finding confirms that sign language is a medium that supports character development and social integration of deaf children, as well as showing their uniqueness to the communityPenelitian ini mengkaji peran bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi utama dan refleksi karakter anak tunarungu di SLB ABC Argasari Lestari. Masalah utama yang dihadapi adalah keterbatasan anak dalam menyampaikan emosi dan kebutuhan secara verbal, sehingga penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa isyarat mendukung pengembangan kepercayaan diri, interaksi sosial, dan karakter anak. Penelitian ini mengguanakan pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus, melibatkan observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa isyarat tidak hanya menjadi alat komunikasi tetapi juga mencerminkan kepribadian unik setiap anak. Anak-anak yang aktif menggunakan bahasa isyarat menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, nilai-nilai seperti empati, tanggung jawab, dan keberanian berkembang melalui bimbingan guru. Guru memainkan peran penting dalam membimbing penggunaan bahasa isyarat secara efektif dan etis. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa isyarat merupakan medium yang mendukung pengembangan karakter dan integrasi sosial anak tunarungu, sekaligus memperlihatkan keunikan mereka kepada masyarakat
Identifikasi Kebutuhan dan Strategi Intervensi dengan Media Virtual Reality pada Anak dengan Cerebral Palsy Ringan
This study aims to identify the specific needs of children with mild cerebral palsy (CP) and to explore the potential use of Virtual Reality (VR) technology as an educational and rehabilitative intervention medium within the context of special education. Employing an exploratory qualitative approach, the research was conducted at SLBN YPAC Jakarta through participatory observation, interviews with teachers, therapists, and parents, as well as document analysis. The findings indicate that children with mild CP require intensive support in both fine and gross motor coordination, yet they demonstrate adequate cognitive capacity and a positive response to visual and interactive learning. Teachers and parents showed strong acceptance toward the use of VR, although technical readiness, teacher training, and limited device availability remain key challenges. VR media has significant potential to enhance children’s motor and cognitive skills through activity simulations, real-time feedback, and multisensory stimulation that supports neuroplasticity processes. These findings highlight the importance of contextual needs assessment as the foundation for developing VR-based intervention models and media that are adaptive, applicable, and inclusive, enabling their practical implementation in special education settings in Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik anak dengan cerebral palsy (CP) ringan serta mengeksplorasi peluang pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media intervensi edukatif dan rehabilitatif dalam konteks pendidikan khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif yang dilaksanakan di SLBN YPAC Jakarta melalui observasi partisipatif, wawancara dengan guru, terapis, dan orang tua, serta analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak CP ringan membutuhkan dukungan intensif pada koordinasi motorik halus dan kasar, namun memiliki kapasitas kognitif yang baik serta respons positif terhadap pembelajaran visual dan interaktif. Guru dan orang tua menunjukkan penerimaan yang tinggi terhadap penggunaan VR, meskipun masih terdapat kendala pada kesiapan teknis, pelatihan tenaga pendidik, serta ketersediaan perangkat. Media VR memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif anak melalui simulasi aktivitas, umpan balik langsung, dan stimulasi multisensorik yang mendukung proses neuroplastisitas. Temuan ini menegaskan pentingnya asesmen kebutuhan kontekstual sebagai dasar pengembangan model dan media intervensi berbasis VR yang adaptif, aplikatif, dan inklusif agar dapat direalisasikan secara efektif di lingkungan pendidikan khusus di Indonesia