Jurnal Komputer Terapan
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN BEASISWA POLITEKNIK CALTEX RIAU
Politeknik Caltex Riau manages several scholarships whose funding sources can come from the government or private sector. The management of this scholarship scheme is done manually in the form of collecting files and recaps via Ms. Excel. In addition, the scholarship management process is carried out by an operator, namely the Head of Student Affairs, so it takes a long time to carry out the selection process until the announcement of scholarship recipients and has the potential for errors. The errors that occur include duplication of scholarship recipients, miscalculation of the scholarship funds submitted and inconsistency in writing data related to scholarship recipients. In fact, the presentation of information on scholarship recipients is absolutely needed as reporting material to related parties, such as reporting Scholarships to the Riau Provincial Government. Therefore, to assist the operator in managing scholarships, an information system was developed to manage Scholarships at Politeknik Caltex Riau. In the development of this information system, it was built based on software development standards, namely the Software Development Life Cycle (SDLC) with Waterfall Methodology. The scholarship management system was tested on the head of student affairs, executives and scholarship recipients. From the results of testing this information system, there were no errors and it could run well. In addition, in terms of system acceptance by users, it can be concluded that this system is acceptable and makes it easier to manage scholarshipsPoliteknik Caltex Riau mengelola beberapa beasiswa yang sumber pendanaannya bisa berasal dari pemerintah maupun swasta. Pengelolaan skema beasiswa ini dilakukan secara manual berupa pengumpulan berkas dan rekap melalui Ms. Excel. Selain itu, proses pengelolaan beasiswa dikerjakan oleh seorang operator yaitu Kepala Bagian Kemahasiswaan, sehingga memakan waktu yang lama dalam melakukan proses seleksi hingga pengumuman penerima beasiswa dan berpotensi terjadinya kesalahan. Kesalahan yang terjadi diantaranya adalah adanya duplikasi penerima beasiswa, kesalahan perhitungan dana beasiswa yang diajukan dan ketidakkonsistenan dalam penulisan data-data terkait penerima beasiswa. Padahal, sajian informasi penerima beasiswa ini mutlak dibutuhkan sebagai bahan pelaporan ke pihak-pihak terkait, seperti pelaporan Beasiswa ke Pemrov Riau. Oleh karena itu, untuk membantu kerja operator dalam melakukan pengelolaan beasiswa, maka dikembangkanlah sistem informasi untuk melakukan pengelolaan Beasiswa di Politeknik Caltex Riau. Dalam pengembangan sistem informasi ini dibangun berdasarkan standar pengembangan perangkat lunak, yaitu Software Development Life Cycle (SDLC) dengan metodologi Waterfall. Sistem pengelolaan beasiswa diujikan kepada kepala bagian kemahasiswaan, eksekutif dan beberapa mahasiswa penerima beasiswa. Dari hasil pengujian sistem informasi ini tidak ada kesalahan dan dapat berjalan dengan baik. Selain itu dari segi penerimaan sistem oleh pengguna, dapat disimpulkan sistem ini dapat diterima dan memudahkan dalam pengelolaan beasiswa
RANCANG BANGUN SISTEM PENJUALAN DAN PEMESANAN PADA APOTEK ALFARIZI BERBASIS WEB
Apotek Alfarizi serves more than 10,000 customers annually but continues to face operational challenges due to fully manual processes in inventory management and transaction recording, resulting in data inconsistencies, delayed transaction tracking, and reduced service efficiency. This study introduces a novel fully integrated web based system that combines online sales, real time inventory management, and digital prescription verification into a single platform, which has not been previously implemented in small–medium pharmacy operations. The system was developed using the Extreme Programming (XP) methodology, featuring product management, online transactions, prescription uploads, order processing, and real time stock monitoring. System performance was evaluated using the System Usability Scale (SUS) and an operational efficiency assessment. Results show that the system reduces stock checking time by 63% and decreases stock recording errors by 42% compared to manual procedures, while achieving a SUS score of 79.71, categorized as Good and well accepted by users. The system enhances stock accuracy, accelerates transaction processing, and supports data driven decision making. Overall, the proposed platform significantly improves operational productivity and strengthens the pharmacy’s competitiveness in the digital era.Apotek Alfarizi didirikan pada tahun 2020 dan melayani lebih dari 10.000 pelanggan setiap tahunnya. Meskipun demikian, semua proses operasional, termasuk pengelolaan stok obat, pencatatan transaksi penjualan dan penyusunan laporan masih dikerjakan secara manual. Ketiadaan sistem yang terintegrasi secara Real-time, ketidaksesuaian data stok, dan keterlambatan pelacakan transaksi adalah masalah yang muncul, yang mempengaruhi efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.
Penelitian ini bermaksud untuk merancang dan mengembangkan sistem informasi penjualan yang berbasis web dan mampu dimanfaatkan di apotek Alfarizi. Sistem ini harus terintegrasi dengan sistem manajemen inventori. Metode pemrograman ekstrim (XP) dipakai untuk merancang sistem ini, yang meliputi tahap perencanaan, desain, pemrograman, pengujian, dan umpan balik. Manajemen produk, transaksi Online, unggah resep, laporan penjualan, dan informasi stok obat saat ini adalah fitur utama sistem. Observasi, wawancara, dan penelitian literatur digunakan untuk menganalisis kebutuhan.
Hasil mengindikasikan bahwa sistem yang dibuat mampu mempercepat penginputan, meningkatkan efektivitas layanan, dan meningkatkan akurasi data stok. Selain itu, sistem memudahkan pelanggan memesan obat secara daring dan membantu pemilik apotek membuat keputusan berbasis data. Apotek Alfarizi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di era digital melalui sistem ini
Transformasi Digital Manajemen Pelatihan Internal Staf dengan Pendekatan Extreme Programming
Internal training activities at the Information Technology Department of Politeknik Caltex Riau were previously managed in a semi-manual manner without an integrated database, leading to inefficiencies in administrative processes such as identifying potential trainers, participant registration, material documentation, and reporting. These issues resulted in disorganized data management and the risk of losing important information. This study aims to develop a web-based Training Management Information System using the Extreme Programming (XP) method as a solution to improve efficiency and service quality. The development process follows the XP stages: exploration (identifying user needs), planning (scheduling and estimating resources), development iterations (analysis, design, incremental releases, and feedback), and final production (system release and refinement). System evaluation was conducted through usability testing using questionnaires for organizers and lecturers, as well as in-depth interviews with the Head of Department as a strategic user. The results show that 79% of respondents found the system easy to use, relevant to their needs, and functionally adequate. Interviews also confirmed that the system met expectations in terms of features and interface design. These findings indicate that the XP approach is effective in developing user-centered web-based systems and improving the operational efficiency of internal training activities.Kegiatan pelatihan internal di Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Caltex Riau sebelumnya dikelola secara semi-manual tanpa integrasi basis data, sehingga data dan dokumen pelatihan tidak terekam dengan baik dan menimbulkan ketidakefisienan dalam proses administrasi seperti penulusaran calon pengisi pelatihan, pendaftaran, rekap peserta, dokumentasi materi, dan pelaporan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan sistem manajemen pelatihan dengan teknologi web menggunakan metode Extreme Programming (XP), serta mengevaluasi kepuasan pengguna dan efisiensi kerja panitia. Pengembangan sistem mengikuti tahapan XP, yaitu eksplorasi (identifikasi user stories dan ruang lingkup), perencanaan (estimasi kebutuhan), iterasi pengembangan (analisis, desain, rilis, dan umpan balik berulang), serta produksi akhir (perilisan dan penyempurnaan sistem). Pengujian dilakukan melalui usability testing menggunakan kuesioner kepada semua tipe pengguna (panitia, dosen), serta wawancara dengan Ketua Jurusan sebagai pengguna strategis. Hasil menunjukkan bahwa 79% responden merasa sistem memadai, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan. Wawancara juga menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi ekspektasi dari segi fitur dan tampilan. Temuan ini mendukung efektivitas metode XP dalam membangun sistem berbasis web yang berpusat pada pengguna dan mampu meningkatkan efisiensi operasional
OPTIMASI SISTEM INFERENSI FUZZY DENGAN ALGORITMA GENETIKA UNTUK PERSONALISASI REKOMENDASI BEBAN AWAL LATIHAN DEADLIFT
The risk of injury in weightlifting, particularly in the deadlift movement, is often caused by subjective initial load determination and exacerbated by the egolifting phenomenon. To mitigate this risk, this research proposes an intelligent hybrid model for personalized load recommendation. This model integrates a Fuzzy Inference System (FIS) with a Genetic Algorithm (GA) to perform end-to-end parameter optimization. The fuzzy system utilizes four inputs (BMI, WHtR, RHR, Experience) to represent the user\u27s condition. The Genetic Algorithm then automatically tunes 18 crucial system parameters, including membership functions and adjustment factors, using 20 real data points from an expert as the ground truth. The research results show that optimization using GA successfully reduced the Mean Absolute Error (MAE) significantly. The validated final model achieved an accuracy of 74.78% and an MAE of 6.37 kg, confirming that the hybrid Fuzzy-Genetic approach is a superior method for tuning quantitative recommendation systems, resulting in more precise and reliable decisions.Risiko cedera pada latihan angkat beban, khususnya pada gerakan deadlift, seringkali disebabkan oleh penentuan beban awal yang subjektif dan diperparah oleh fenomena egolifting. Untuk memitigasi risiko ini, penelitian ini mengusulkan sebuah model hibrida cerdas untuk personalisasi rekomendasi beban. Model ini mengintegrasikan Sistem Inferensi Fuzzy (FIS) dengan Algoritma Genetika (AG) untuk melakukan optimasi parameter secara end-to-end. Sistem fuzzy memanfaatkan empat input (IMT, WHtR, RHR, Pengalaman) untuk merepresentasikan kondisi pengguna. Algoritma Genetika kemudian secara otomatis menyetel 18 parameter krusial dari sistem, termasuk fungsi keanggotaan dan faktor-faktor penyesuaian, dengan 20 data riil dari pakar sebagai ground truth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi menggunakan AG berhasil menekan Mean Absolute Error (MAE) secara signifikan. Model final yang divalidasi mencapai akurasi 74.78% dan MAE 6.37 kg, yang mengonfirmasi bahwa pendekatan hibrida Fuzzy-Genetika merupakan metode yang superior untuk tuning sistem rekomendasi kuantitatif, menghasilkan keputusan yang lebih presisi dan dapat diandalkan
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET TRAVEL BERBASIS WEB DENGAN METODE WATERFALL
PT Randu Delia Wisata is a transportation service company that still manages its business processes, such as ticket booking, fleet management, and transaction reporting, manually, leading to recording errors, data redundancy, and service delays. This study aims to design a web-based travel ticket booking information system to improve operational efficiency and service quality. The development process uses the Waterfall model, which includes stages of requirements analysis, system design using UML and ERD, implementation with PHP and MySQL, and functional testing using Blackbox Testing. The results produce a web-based application design that integrates customer data management, ticket booking, departure scheduling, and automated transaction reporting. The system is designed with an interface that is easy to use by customers, administrators, and company owners. Based on implementation and testing results, the system improves data accuracy, accelerates service processes, and supports faster and more reliable managerial information delivery. The implementation of this system is expected to optimize PT Randu Delia Wisata’s services and serve as an initial step toward the digitalization of business processes in the transportation sector.PT Randu Delia Wisata merupakan perusahaan jasa transportasi yang masih mengelola proses bisnis seperti pemesanan, pengelolaan armada, dan pelaporan transaksi secara manual, sehingga menimbulkan kesalahan pencatatan, redundansi data, dan keterlambatan pelayanan. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi pemesanan tiket travel berbasis web untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Metode pengembangan menggunakan model Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem dengan UML dan ERD, implementasi menggunakan PHP dan MySQL, serta pengujian fungsional dengan Blackbox Testing. Hasil penelitian menghasilkan rancangan aplikasi web yang mampu mengintegrasikan pengelolaan data pelanggan, pemesanan tiket, jadwal keberangkatan, dan pelaporan transaksi secara otomatis. Sistem dirancang dengan antarmuka yang mudah digunakan oleh pelanggan, administrator, dan pemilik perusahaan. Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian, sistem terbukti meningkatkan akurasi data, mempercepat proses layanan, serta mendukung penyediaan informasi manajerial yang lebih cepat dan andal. Penerapan sistem ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan PT Randu Delia Wisata serta menjadi langkah awal digitalisasi proses bisnis transportasi
ANALISIS FAKTOR DOMINAN KEBERHASILAN AKADEMIK MAHASISWA PENERIMA BEASISWA MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS
The academic success of scholarship recipients is not only determined by their academic abilities but also by various non-academic factors that are often difficult to measure objectively. The large number of interrelated indicators presents a challenge in identifying the most dominant factors, especially when these variables exhibit high correlations and lead to data redundancy. This study aims to identify the dominant non-academic factors influencing the academic success of scholarship recipients using Principal Component Analysis (PCA). A total of 262 students completed a questionnaire consisting of 54 non-academic items that had previously undergone validity and reliability testing. PCA was employed to reduce data dimensionality and produced 38 principal components with a cumulative explained variance of 95.08%, indicating effective dimensionality reduction without significant loss of information. The loading matrix analysis revealed that psychological conditions, learning methods, major suitability, learning motivation, and financial conditions were the most dominant contributors to the principal components. These findings provide a more structured understanding of the non-academic factors that should be considered in the development and monitoring of scholarship programs.Keberhasilan akademik mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh berbagai faktor non-akademik yang sering kali sulit diukur secara objektif. Banyaknya indikator yang saling berkaitan membuat identifikasi faktor dominan menjadi sebuah tantangan, terutama ketika variabel-variabel tersebut menunjukkan korelasi tinggi dan menyebabkan redundansi data. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa penerima beasiswa menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Sebanyak 262 mahasiswa mengisi kuesioner yang terdiri dari 54 item non-akademik yang sebelumnya telah divalidasi melalui uji validitas dan reliabilitas. PCA digunakan untuk mereduksi dimensi data dan menghasilkan 38 komponen utama dengan total variansi yang dijelaskan sebesar 95,08%, menunjukkan efektivitas reduksi tanpa kehilangan informasi penting. Analisis loading matrix mengungkapkan bahwa kondisi psikologis, metode pembelajaran, kesesuaian jurusan, motivasi belajar, dan kondisi keuangan merupakan faktor yang paling dominan dalam membentuk komponen utama. Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang lebih terstruktur mengenai faktor-faktor non-akademik yang perlu diperhatikan dalam pembinaan dan monitoring penerima beasiswa
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI CAGAR BUDAYA (SITARI) SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DI PROVINSI RIAU
Awareness of the importance of cultural preservation should be a fundamental concern for every Indonesian citizen, particularly in the face of the rapid cultural influences brought about by globalization and advancements in internet technology. This is especially relevant for the people of Riau Province, which is rich in historical heritage and cultural diversity. The development of SITARI (Sistem Informasi Cagar Budaya Riau) represents a strategic initiative aimed at preserving the cultural assets of Riau Province through the facilitation of cultural heritage reporting, heritage data collection, and 360-degree virtual tours.During the development process, a Focus Group Discussion (FGD) was conducted involving representatives from relevant government agencies across the 12 regencies and municipalities in Riau Province. The objective was to identify existing challenges and gather input regarding system development needs. In parallel, a public survey was carried out to capture community perspectives on the difficulties faced in reporting suspected cultural heritage objects. The system was developed using the waterfall model approach. Evaluation results indicate that the SITARI application operates effectively and performs optimally without errors. It is deemed relevant in supporting cultural literacy, heritage preservation, and the promotion of tourism in Riau. The user interface and layout received positive feedback, indicating potential for further development. Notably, the 360-degree Virtual Tour feature was highly appreciated. The application also adheres to OWASP security standards, with minor low-risk vulnerabilities identified for future improvement.Kesadaran akan pentingnya pelestarian kebudayan seharusnya menjadi perhatian bagi setiap warga negara Indonesia di tengah pesatnya pengaruh kebudayaan melalui era globalisasi dan perkembangan teknologi internet saat ini. Terutama pada masyarakat di Provinsi Riau yang memiliki sejarah lama serta kebudayaan yang majemuk. Pengembangan SITARI merupakan upaya dalam pelestarian kebudayaan yang ada di Provinsi Riau yang bertujuan untuk melakukan pelaporan objek yang diduga sebagai cagar budaya, pendataan cagar budaya serta virtual tour 360. Pada tahapan pengembangan SITARI dilakukan focus group discussion (FGD) dengan perwakilan setiap dinas di 12 kabupaten kota yang ada di Provinsi Riau untuk menggali permasalahan serta kebutuhan pengembangan SITARI dan juga dilakukan survey kepada Masyarakat terkait permasalahan pelaporan objek diduga cagar budaya. Selanjutnya dilakukan pengembangan sistem dengan menggunakan pendekatan waterfall model. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi SITARI dapat berjalan sebagaimana mestinya dan berfungsi optimal tanpa error, relevan mendukung literasi, pelestarian, dan promosi pariwisata Riau. Tampilan dan tata letak dinilai baik, dengan potensi pengembangan. Fitur Virtual Tour 360 mendapat apresiasi tinggi. Keamanan aplikasi sesuai standar OWASP, dengan rekomendasi perbaikan risiko rendah untuk peningkatan lebih lanjut
ANALISIS IMPLEMENTASI NUCKLEI VULNERABILITY DAN OWASP-ZAP SCANNER UNTUK DETEKSI KERENTANAN KEAMANAN (SECURE SYSTEM) PADA PLATFORM WEB BASED
Web-based platform security is an important aspect that developers must consider. However, numerous developer still exhibit insufficient attention to enhancing the security level of their websites, thereby increasing the likelihood of these platforms becoming targets of cyber attacks. To address this challenge, the utilization of tools such as Nuclei Vulnerability Scnner and Owasp Zap presents an effective solution for the rapid detection of potential vulnerabilities in web-based platforms. This research involved testing a locally developed dummy web application , with scanning processes conducted using the Nuclei Vulnerability Scanner and Owasp Zap tools. The findings reveal that Nuclei Vulnerability Scanner proves effective in identifying vulnerabilities at the network layer, particularly in relation to SSL/TLS protocols and proxy configurations. In contrast, Owasp Zap is more focused on detecting vulnerabilities within the web application layer, especially concerning security header configurations that may be exploited through browser-based attacks such as XSS and clickjacking. Mitigation of the identified vulnerabilities resulted in a substantial reduction in their severity, with a 90% decrease in Nuclei and an 80% reduction in Owasp Zap. Both tools demonstrated high accuracy and efficient scanning times, establishing them as effective solutions for enhancing security across both network and application layers. This study recommends the integration of these tools into a comprehensive cyber security strategy to safeguard system integrity and availability while addressing the continuously evolving threat landscape, in alignment with the layered security principle advocated in contemporary literature.Keamanan platform berbasis web merupakan aspek fundamental yang harus dipertimbangkan oleh pengembang web. Namun, masih banyak ditemukan pengembang yang kurang cermat dalam meningkatkan tingkat keamanan situs mereka, sehingga meningkatkan risiko situs tersebut menjadi sasaran peretas. Untuk mengatasi masalah ini, pemanfaatan tools seperti Nuclei Vulnerability Scanner dan Owasp Zap dapat menjadi solusi efektif untuk mendeteksi potensi peretasan pada platform berbasis web dengan cepat. Penelitian ini melakukan pengujian terhadap aplikasi web dummy yang dikembangkan secara lokal dan pemindaian dilakukan menggunakan tools Nuclei Vulnerability Scanner dan Owasp Zap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nuclei Vulnerability Scanner efektif dalam mendeteksi kerentanan pada layer jaringan, terutama pada protokol SSL/TLS dan konfigurasi proxy. Sebaliknya, Owasp Zap lebih terfokus pada kerentanan yang terdapat pada layer aplikasi web, terutama terkait konfigurasi header keamanan yang dapat dieksploitasi melalui serangan berbasis browser seperti XSS dan clickjacking. Mitigasi terhadap kerentanan yang ditemukan mampu mengurangi tingkat kerentanannya secara signifikan, dengan pengurangan sebesar 90% pada Nuclei dan 80% pada Owasp Zap. Kedua tools ini menunjukkan akurasi yamg tinggi serta waktu pemindaian yang efisien, menjadikannya sebagai solusi efektif dalam meningkatkan keamanan baik pada jaringan maupun aplikasi. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kedua tools tersebut dalam strategi keamanan siber yang menyeluruh untuk melindungi integritas dan ketersediaan sistem, serta untuk merespons ancaman yang terus berkembang, sesuai dengan prinsip keamanan berlapis yang dianjurkan dalam literature terkini
SISTEM DETEKSI AKTIVITAS BERBAHAYA PADA SERVER MENGGUNAKAN CROWDSEC
The rapid development of technology has driven almost all business sectors to adopt digital operations, but this shift has also increased the risk of cybercrime, targeting systems and data. Cyber Threat Intelligence (CTI) is a cybersecurity approach that involves collecting, analyzing, and understanding data to identify the motives, targets, and attack patterns of cybercriminals. One solution to address these threats is CrowdSec, an open-source software designed to detect and prevent cyber-attacks in various environments, including servers. Testing results demonstrate that CrowdSec is effective in detecting SSH brute-force, port scanning, and SQL injection attacks. By identifying suspicious attack patterns and blocking attackers\u27 IPs, CrowdSec significantly reduces the risk of server damage. Its response times are fast: 23 seconds for SSH brute-force, 10 seconds for port scanning, and 6 seconds for SQL injection. Compared to Fail2Ban, CrowdSec offers greater configuration flexibility and broader attack detection capabilities, supported by the CrowdSec Hub, which provides a variety of attack scenarios. With its simple installation and configuration process, CrowdSec is an ideal choice for enhancing server security.Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong hampir semua sektor bisnis untuk beralih ke dunia digital, namun hal ini juga memicu meningkatnya ancaman cybercrime yang menargetkan sistem dan data. Cyber Threat Intelligence (CTI) adalah pendekatan keamanan siber yang melibatkan pengumpulan, analisis, dan pemahaman data untuk mengidentifikasi motif, target, serta pola serangan pelaku kejahatan siber. Salah satu solusi untuk mengatasi ancaman ini adalah dengan menggunakan perangkat lunak CrowdSec, sebuah proyek sumber terbuka yang dirancang untuk mendeteksi dan mencegah serangan keamanan siber di berbagai lingkungan, termasuk server. Hasil pengujian menunjukkan bahwa CrowdSec efektif dalam mendeteksi serangan SSH brute-force, port scanning, dan SQL injection. Dengan mengenali pola serangan mencurigakan dan memblokir IP penyerang, CrowdSec dapat mengurangi risiko kerusakan pada server. Waktu responnya juga cepat: 23 detik untuk SSH brute-force, 10 detik untuk port scanning, dan 6 detik untuk SQL injection. Keunggulannya dibandingkan Fail2Ban terletak pada fleksibilitas konfigurasi dan kemampuan deteksi yang lebih luas, didukung oleh CrowdSec Hub. Proses instalasi dan konfigurasi yang sederhana menjadikan CrowdSec pilihan ideal untuk meningkatkan keamanan server di berbagai infrastruktur
INTEGRASI NAIVE BAYES DAN ITEM-BASED COLLABORATIVE FILTERING DALAM SISTEM PEMETAAN KOMPETENSI MAHASISWA
Preparing a strong portfolio is a crucial aspect for students in entering the workforce, one of which can be achieved through participation in various competitions. However, selecting competitions that align with student competencies remains a challenge due to the abundance of competition information, diversity in student interests and abilities, and limitations in budget, time, and resources. This study develops a recommendation system based on a Hybrid Recommendation System designed to map student competencies to relevant competition types. The system integrates the Naive Bayes method to classify student competencies and Item-Based Collaborative Filtering to calculate similarities between competition types based on other users’ preferences. The system is developed incrementally using the waterfall approach, including the stages of planning, analysis, design, implementation, and testing. The model follows standard machine learning workflows, comprising data collection, exploration and preprocessing, model building, performance evaluation, and method integration. The research data includes student profiles, competencies, and competition preferences collected through surveys and internal databases. Evaluation results indicate that the system successfully provides relevant competition recommendations with an accuracy rate of 70%. These results demonstrate the system’s contribution in assisting students to select competitions that match their competencies, presented in a user-friendly web-based application.Persiapan portofolio yang unggul menjadi aspek krusial bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, salah satunya melalui partisipasi dalam kompetisi. Namun, proses pemilihan lomba yang sesuai dengan kompetensi mahasiswa masih menjadi tantangan, mengingat banyaknya informasi lomba, keragaman minat dan kemampuan mahasiswa, serta keterbatasan dalam alokasi biaya, waktu, dan sumber daya. Penelitian ini membangun sistem rekomendasi berbasis Hybrid Recommendation System yang dirancang untuk memetakan kompetensi mahasiswa terhadap jenis lomba yang relevan. Sistem ini menggabungkan metode Naive Bayes untuk mengklasifikasikan kompetensi mahasiswa dan Item-Based Collaborative Filtering untuk menghitung kemiripan antar jenis lomba berdasarkan preferensi pengguna lain. Pengembangan sistem dilakukan secara bertahap menggunakan pendekatan waterfall, mulai dari perencanaan, analisis, desain, implementasi, hingga pengujian. Model dibangun mengikuti alur standar machine learning, meliputi pengumpulan data, eksplorasi dan pra-pemrosesan data, pembangunan model, evaluasi performa, serta integrasi metode. Data penelitian diperoleh dari profil mahasiswa, kompetensi, dan preferensi lomba yang dikumpulkan melalui survei dan database internal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan rekomendasi lomba yang relevan dengan tingkat akurasi mencapai 70%. Hasil pengujian ini menunjukkan adanya kontribusi sistem dalam membantu mahasiswa memilih lomba yang sesuai dengan kompetensinya, dengan penyajian yang mudah digunakan dalam bentuk sistem berbasis web. Selain itu hasil penelitian ini memberikan kontribusi berupa kemampuan sistem dalam menyederhanakan proses pencocokan kompetensi dan preferensi terhadap peluang lomba secara otomatis, sehingga dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan yang mendukung pengembangan portofolio unggul secara lebih terarah dan efisien