221 research outputs found
Penerapan Nilai Islam Pada Profesi Fotografer dan Videografer (Studi Kasus Muhammad Wahyu Aulia Ramadhan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan langkahlangkah penerapan nilai-nilai islam serta faktor pendukung dan penghambat yang
dihadapi Muhammad Wahyu Aulia Ramadhan dalam penerapan nilai-nilai Islam
pada fotografer dan videografer prawedding. Penelitian ini menggunakan metode
kualtitatif. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara tahap
orientasi, tahap eksplorasi dan tahap studi terfokus. Teknik analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah teknik penelitian studi tokoh. Keabsahan data
yang dilakukan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa latar belakang Muhammad Wahyu Aulia Ramadhan
menerapkan nilai-nilai Islam pada foto prewedding karena segala pose dan pakaian
yang digunakan harus mengikuti syariat Islammenjaga aurat serta selalu menjaga
jarak pasangan yang belum sah menjadi suami dan istri.
Langkah langkah yang digunakan Muhammad Wahyu Aulia Ramdahan
dalam penerapan nilai-nilai Islam pada foto prewedding ialah dengan penetapan
konsep menjadi poin utama dalam sesi pemotretan, dan membuat kesepakatan
bersama antara fotografer dengan konsumen. Sedangkan pada faktor pendukung
dan penghambat yang dihadapi Muhammad Wahyu Aulia Ramadhan dalam
penerepan nilai-nilai Islam pada foto prewedding yaitu saat melakukan foto
prewedding di outdoor jarak tempuh yang banyak memakan waktu, sewa tempat,
cuaca yang tidak mendukung, serta biaya akomodasi yang cukup besar jika jarak
tempuh jauh, namun jika dilakukan secara indoor, peralatan yang digunakan juga
cukup ekstra, dimana pencahayaan yang kurang, dan juga busana serta pose yang
dilakukan terbatas.
Optimalisasi Pendidikan dengan Konsep Tadabur: Telaah Tafsir Tarbawi atas QS. Muhammad [47]: 24
Al-Qur’an sebagai sumber hukum utama dalam Islam, menjelaskan berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk kehidupan manusia dan harus terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pendidikan melalui penerapan konsep tadabur atas QS. Muhammad [47]: 24 dengan pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode studi kepustakaan berdasarkan tafsir klasik, pertengahan, kontemporer, dan berbagai referensi lain dari buku-buku dan artikel jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tadabur dalam QS. Muhammad [47]: 24 menekankan pentingnya perenungan dengan hati yang terbuka, sehingga memudahkan manusia dalam menerima kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai tekanan dan konsekuensi. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami pelajaran secara mendalam dan mengoptimalkan proses pembelajaran melalui kesiapan hati. Hati yang bersih dan terbuka dapat menumbuhkan sikap positif terhadap proses pembelajaran, seperti semangat, rasa ingin tahu, dan keterbukaan terhadap informasi baru. Dengan demikian, kesiapan hati menjadi fondasi penting untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih efektif, menyeluruh, dan adaptif.Al-Qur’an sebagai sumber hukum utama dalam Islam, menjelaskan berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk kehidupan manusia dan harus terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pendidikan melalui penerapan konsep tadabur atas QS. Muhammad [47]: 24 dengan pendekatan tafsir tarbawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan metode studi kepustakaan berdasarkan tafsir klasik, pertengahan, kontemporer, dan berbagai referensi lain dari buku-buku dan artikel jurnal yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tadabur dalam QS. Muhammad [47]: 24 menekankan pentingnya perenungan dengan hati yang terbuka, sehingga memudahkan manusia dalam menerima kebenaran, meskipun harus menghadapi berbagai tekanan dan konsekuensi. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami pelajaran secara mendalam dan mengoptimalkan proses pembelajaran melalui kesiapan hati. Hati yang bersih dan terbuka dapat menumbuhkan sikap positif terhadap proses pembelajaran, seperti semangat, rasa ingin tahu, dan keterbukaan terhadap informasi baru. Dengan demikian, kesiapan hati menjadi fondasi penting untuk menciptakan proses pendidikan yang lebih efektif, menyeluruh, dan adaptif
Analisa Perhitungan Harga Pokok Produksi Sebagai Dasar Penentuan Harga Jual Produk pada CV AULIA
Analysis of Production Cost Calculation as the Basis for Determining the Selling Price of Products at CV AULIA
Raden Muhammad LazuardiAlamIlmi, 2017 (xvi+59page)
Email: [email protected]
This final report aims to determine the accuracy, classification of costs in the calculation cost of production and the determination of selling price banner products, envelopes, letterhead and yasin on CV AULIA. The author collects data by interview. From the data obtained, author found several problems, such as the company has not done the classification between the cost of raw materials and raw materials indirectly. The Company has not included the cost of electricity and fixed asset depreciation costs in the cost of production and the calculation of the cost of production applied to the company. The authors suggest that companies should classify elements of cost of goods manufactured appropriately primarily for direct material costs and indirect material costs (factory overhead).Companies should also include factory overhead costs such aselectricity costs and fixed asset depreciation costs so that the cost of production is in accordance with cost accounting standards because it can provide benefits for the company in preparing the company's operating budget and can set the price of the right product because it involves the profits to be received by company
Sistem Informasi Akuntansi (Flowchart) dalam Pembangunan Masjid Al-Aulia
Sistem Informasi Akuntani (SIA) merupakan salah satu alat untuk mengambil suatu keputusan dalam perusahaan saat ini. Sebagai seperangkat prosedur sistem informasi memerlukan banyak komponen yang terdiri dari input, proses dan output. Input sistem informasi akuntansi berupa data, dokumen, dan bukti-bukti transaksi. Sedangkan komponen proses meliputi: prosedur dalam bentuk diagram arus data atau flowchart, Standar operational procedure (SOP), program atau software yang berguna untuk pemrosesan data. Masalah utama yang di hadapi Panitia Pembangunan Masjid Al-Aulia antara lain : a. SDM pengurus Masjid Al-Aulia kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman bidang sistem informasi akuntansi yang merupakan dasar untuk perencanaan dan pengendalian, akibatnya pengurus masjid tidak dapat mengetahui perkembangan proses pembangunan masjid. b. Mitra belum memiliki pedoman pelaksana operasional dalam bentuk bentuk diagram arus data atau flowchart sehingga pelaksanaan operasional kegiatan penerimaan dana dan penggunaan dana dalam pembangunan masjid dapat berdampak pada kesalahan dan kelalaian. Berdasarkan permasalahan utama mitra yaitu Minimnya pengetahuan penggunaan flowchart dalam proses administrasi maka solusi yang ditawarkan kepada mitra ialah dengan memberikan materi terkait dengan Sistem Informasi Akuntansi (Flowchart) untuk dapat memudahkan dalam membuat laporan keuangan. Dengan metode yang digunakan adalah ceramah, Tanya jawab, dan simulasi. Adapun target yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan Pengenalan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dengan menggunakan flowchart diharapkan dapat mempermudah mitra dalam menjalankan operasional kegiatan pembangunan masjid Aulia di Pekalongan. Target luaran program ini adalah artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui jurnal berISSN, dan bagan flowchart dalam proses administrasi dalam pembangunan Masjid Al-Aulia di Krapyak, Pekalongan
Perancangan Website dan Media Promosi Website Pembudidayaan anggrek Beauty Garden Orchids Malang
ABSTRAK Aulia, Muhammad Rifani. 2011. Perancangan Website dan Media Promosi Website Pembudidayaan anggrek Beauty Garden Orchids Malang. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Drs. Sarjono, M.Sn. Kata kunci: Perancangan, Media Komunikasi Visual, Media Promosi, Nursery, Anggrek, Beauty Garden Orchids, Website ‘Beauty Garden Orchids’merupakan salah satu tempat pembudidyaan dan penjualan anggrek (Nursery). ‘Beauty Garden Orchids’ kurang melakukan kegiatan promosi yang mampu menarik konsumen. Perancangan ini bertujuan menciptakan media promosi ‘Beauty Garden Orchids’ melalui website beserta media promosinya. Metode perancangan diawali dengan perumusan latar belakang masalah, metode pengumpulan data, metode analisis data, metode konsep perancangan, dan metode visualisasi desain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan pustaka. Hasil perancangan berbentuk Website dan media komunikasi visual untuk mempromosikan Website ’Beauty Garden Orchids’ tersebut, yang terdiri dari: Iklan Surat Kabar, Poster, Leaflet, dan X-Banner. Pengembangan ragam dan alternatif pelayanan bagi konsumen tetap dan calon konsumen diharapkan menjadi perhatian utama bagi ‘Beauty Garden Orchids’. Perancangan ini juga diharapkan dapat menjadi acuan untuk perancangan media promosi lain, khususnya yang berhubungan dengan website. ABSTRACT Aulia, Muhammad Rifani. 2011.The Website Design and its Promotion Media to Beauty Garden Orchids Nursery Malang. Thesis, Visual Communication Design, Art and Design Department, Faculty of Letter. State University of Malang. Advisor (I): Drs. Sumarwahyudi, M.Sn, (II) Drs. Sarjono, M.Sn. Keywords: Design, Visual Communication Media, Promotion Media, Nursery, Beauty Garden Orchids, Website ‘Beauty Garden Orchids’ is an orchid plantation method, but ‘Beauty Garden Orchids’ is less in doing for its promotion to attract costumers.The purpose of this design is to create Beauty Garden Orchids’s promotion media via website include its promotion. The design method begins with background of the study, collecting the data, analyzing the data, design conception, and design visualization. The method of collecting the data used are observation, interviewing, and literature. The result in this design is website and visual communication design wich promote website itself. It consists of: newspaper advertisement, poster, leaflet, and x-banner. The suggestion which could give to ‘Beauty Garden Orchids’ is able to grow alternative type in case of the good costumer’s service, including the future costumer and loyal costumer. Hopefully, this design could be used as a reference to another promotion media design, especially in correlation to website.
Perkembangan kognitif Nabi Muhammad perspektif Jean Piaget
ABSTRAK
Mencerdaskan anak bangsa merupakan semangat pendidikan nasional yang telah diamanahkan dalam pembukaan Undang-Undang 45. Makna kecerdasan dalam pendidikan ini menyentuh beberapa ranah kecerdasan. Benjamin S Bloom (1956) mencoba merumuskan tujuan pendidikan dalam tiga ranah yaitu, ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Pada dasarnya ketiga ranah kecerdasan itu adalah saling mempengaruhi satu sama lain. Kecerdasan kognitif seseorang akan sangat besar implikasinya dalam pengambilan sikap yang menjadi wilayah kecerdasan afektif, yang kemudian mendorong individu untuk berani menciptakan sesuatu (ranah psikomotor). Pentingnya kecerdasan kognitif dalam wujudnya juga telah disampaikan dalam setiap ayat-ayat Al-qur’an sebagai kitab panduan umat muslim sedunia, yang disampaikan oleh Allah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Ayat-ayat al-Qur’an yang sarat akan pesan-pesan bermakna bagi manusia sedunia, bahkan dianggap wahyu terbesar sepanjang masa tidaklah mungkin diamanahkan oleh Allah kepada manusia biasa. Maka penunjukan Allah atas Nabi Muhammad menjadi satu misteri tersendiri tentang seberapa tingginya kecerdasan Kognitif Nabi Muhammad, sehingga mampu menerima ribuan ayat lalu menyampaikannya kepada orang lain dan berujung dengan pengaplikasian sempurna atas tiap ayat yang diterimanya. Disisi lain berbagai kesulitan dan keadaan menyedihkan telah dirasakannya sejak dilahirkan.
Seorang tokoh Perkembangan Kognitif dari Swiss Jean Piaget, memberi sumbangan yang luar biasa terhadap dunia pendidikan, melalui teori perkembangan kognitif yang ditemukannya, dunia pendidikan akhirnya memperoleh cara yang tepat untuk mencerdaskan setiap generasi bangsa, dengan melakukan telaah dari tiap perkembangan usia tiap individu. Seperti yang disampaikan Jean Piaget dalam teorinya.
Berangkat dari latar belakang itulah, penulis ingin meneliti lebih lanjut tentang “kecerdasan kognitif Nabi Muhammad menurut perspektif Jean Piaget”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan kognitif Nabi Muhammad menurut teori perkembangan kognitif Jean Piaget sehingga mampu menjadi Rasulullah atau manusia pilihan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah fase perkembangan kognitif Nabi Muhammad menurut teori Jean Piaget, mencakup: Dasar awal kognitif; penginderaan, persepsi dan belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif Nabi Muhammad.”
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah menganalisis perkembangan kognitif Nabi Muhammad pada usia 6-20 tahun (usia sebelum kenabian), serta menggali informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Nabi Muhammad jauh sebelum risalah kenabian diterimanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, hal ini dilakukan karena penelitian ini dekat hubungannya dengan nilai-nilai sejarah. Maka tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan dokumen-dokumen yang menunjang dalam penulisan karya ilmiah ini. Kemudian dari dokumentasi tersebut dilakukan analisis dengan menggunakan content analysis.
Dengan kerangka itu, dapat diketahui bahwa perkembangan kognitif Nabi Muhammad dalam teori Jean Piaget tetap melalui fase-fase sesuai usia perkembangannya. Mengingat fokus penelitian ini adalah perkembangan kognitif Nabi Muhammad di usia 6-20 tahun, maka dalam perspektif Jean Piaget, ada dua fase yang akan berlaku yaitu fase operasional konkrit dan fase operasional formal. Sama halnya dalam perspektif Islam, dalam hal ini penulis meminjam pemikiran dari Ibnu Jauzi, menurut penuturannya berdasarkan tafsir dari berbagai ayat al-qur’an seperti diantaranya surat Al-Baqarah 132-133, QS al-An’am ayat 73 dan beberapa ayat lainnya, juga menyebutkan beberapa fase perkembangan yang mutlak dilalui tiap anak manusia termasuk Nabi Muhammad sesuai usia perkembangannya. Tingginya kecerdasan kognitif Nabi Muhammad, pasti dipengaruhi oleh beberapa faktor, dan dari hasil analisis yang dilakukan menyatakan bahwa ada 3 faktor yang mempengaruhi perkembangan Nabi Muhammad yaitu faktor hereditas (genetik), faktor lingkungan (meliputi keadaan geografis, dan nilai adat dan budaya yang berlaku di masyarakat tempat tinggal Nabi Muhammad), faktor ketentuan Allah SWT.
Penulis berharap ada penelitian lanjutan sebagai respon positif atas penelitian ini, mengingat masih banyaknya permasalahan seputar pendidikan yang menyentuh berbagai wilayah penting pembangunan pendidikan. Kecerdasan kognitif tiap individu menjadi berbeda-beda tingkatannya mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perkembangannya, maka tidak boleh ada penyetaraan sikap ataupun pendiskriminasian sikap yang akhirnya berdampak pada kemandekan atau lebih parah lagi trauma berkepanjangan terhadap kegiatan belajar bagi diri individu-individu generasi bangsa.
ABSTRACT
Educational nation’s children is a spirit of national education has been mandated in preamble of constitution 45. The meaning of intelligence is an effort to improve education authentic touches on some aspects of intelligence. Benjamin S Bloom (1956) formulate objectives educational in three domains there are, cognitive, affective domain and psychomotor domains. Basically, the third aspects of intelligence that is mutually influence each other. Cognitive intelligence of a person will be huge implications in taking the attitude that became the affective intelligence, which then encourages the individual to dare to create something (psychomotor domain). The importance of cognitive intelligence in his form has also been submitted in each verses the Qur’an as a guidance book of Muslims worldwide, Allah revealed through the Angel Gabriel to the Prophet Muhammad. Verses of the Qur’an are meaningful messages to the human world, even considered the greatest revelation of all time, that it is impossible to Allah’s mandate to a human ordinary. Allah appointed the Prophet Muhammad is a separate mystery about how the high level of his cognitive intelligence. Then he was able to receive thousands of verses and then pass it on to others and apply it perfectly on every verse he had received. besides, he has felt the difficulties and the plight since birth.
A prominent Cognitive Development Swiss Jean Piaget, contributes to the extraordinary world of education, he through the discovery of the theory of cognitive development, finally, education obtain appropriate methods and treatment to educate every generation of the nation, by doing a review of each developmental age of each individual. As stated Jean Piaget in his theory.
Based on the above reasons, the authors examined more about “cognitive intelligence of learners according to Islamic perspective in the case of Prophet Muhammad (analytical studies of Jean Piaget)”. This study aims to determine the cognitive intelligence of the Prophet Muhammad according to Jean Piaget’s cognitive developmental theory so as to be a Prophet or chosen human. The problem formulation in this study is “how cognitive developmental phase of the Prophet Muhammad according to Jean Piaget’s theory, which includes: Basic start cognitive; sensing, perception and learning? What are the factors that influence cognitive development of the Prophet Muhammad?.
The problem focus in this study is to analyze the cognitive development of the Prophet Muhammad at the age of 6-20 years (age before prophethood), as well as collect information on factors that influence the development of the Prophet Muhammad a long time before receipt of the treatise of prophecy. This type of research is the literature research, this approach because the research is related to the values of history. Then the techniques of data collection in this study using the collection of documents that support the writing of this scientific work. Later analysis of the documentation is done by using Conten analysis and interpretation of sources and interpretation of data obtained from several mufassir.
Based on the framework above, it is known that the Prophet Muhammad's cognitive development in Piaget’s theory remains through the phases of age-appropriate development. Given the focus of this study is the cognitive development of the Prophet Muhammad at the age of 6-20 years, then in Jean Piaget’s perspective, there are two phases that will effect the operational phase of concrete and formal operational phase. Similarly, in the perspective of Islam, in this case the author borrows the thought of Ibn Jawzi, according his statement based on interpretations of various verses such as the Qur’an surah Al-Baqarah 132-133, Surah al-An‘am paragraphs 73 and several other verses, also mentions some of the absolute phase of development that children go through each person, including the Prophet Muhammad’s age-appropriate development. The high cognitive intelligence of the Prophet Muhammad, definitely influenced by several factors, and the results of analysis carried out stating that there are three factors that influence the development of the Prophet Muhammad are the factors of heredity (genetic), environmental factors (including geographical, and cultural values and customs applicable in the residence of the Prophet Muhammad), Allah provision factors.
The author hopes that this study, continued by the next research as. Considering the many issues around education that touches many important areas of education development. Cognitive intelligence of each individual into a different level, considering the many factors that influence its development, then there should be no discrimination or affirmative attitude of the attitude which ultimately affects the stagnation or worse prolonged trauma on learning activities for self-generation individuals of the nation.
ABSTRAK ARABI
Pola asuh ayah tunggal (Single Parent) menurut teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam tafsir An-Nuur: Analisis kisah Nabi Ya'qub terhadap Nabi Yusuf
Penelitian ini mengkaji secara mendalam pola asuh ayah tunggal (single parent) menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Tafsir An-Nuur melalui analisis kisah Nabi Ya’qub terhadap Nabi Yusuf. Fokus penelitian ini adalah menggali nilai-nilai pengasuhan yang terkandung dalam penafsiran Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, seperti kasih sayang, kebijaksanaan, keterbukaan, keadilan, dan keimanan yang menjadi teladan dalam membina keluarga, khususnya bagi ayah tunggal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pola asuh ayah tunggal menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir An-Nuur, dengan fokus pada penafsiran kisah Nabi Ya’qub terhadap Nabi Yusuf. Tujuan ini menjadi landasan utama sekaligus memberikan arah dan fokus yang jelas bagi jalannya proses penelitian.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir dengan metode tahlili, yaitu penafsiran ayat secara rinci dan mendalam sesuai urutan ayat, serta bercorak adabi-ijtima‘i yang menekankan nilai-nilai sastra (adab) dan sosial kemasyarakatan. Sumber utama penelitian ini adalah kitab Tafsir An-Nuur karya Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, yang dijadikan rujukan untuk menggali pemahaman tentang pola asuh ayah tunggal melalui penafsiran kisah Nabi Ya’qub terhadap Nabi Yusuf.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam Tafsir An-Nuur, Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy memberikan penjelasan tentang nilai-nilai pola asuh seorang ayah tunggal yang dapat dipetik dari kisah Nabi Ya’qub terhadap Nabi Yusuf. Dalam penafsirannya, Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy menekankan pentingnya kasih sayang yang mendalam dari seorang ayah kepada anaknya, sebagai bentuk perhatian dan pemenuhan kebutuhan emosional, terutama bagi anak yang kehilangan ibu. Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy juga menegaskan bahwa ayah tunggal perlu bersikap hati-hati, mempertimbangkan dampak setiap keputusan, dan bertindak bijaksana demi kebaikan serta keselamatan anak. Beliau menafsirkan sikap Nabi Ya’qub yang hanya mengadu kepada Allah sebagai bentuk keterbukaan spiritual, yang menunjukkan pentingnya hubungan yang jujur dan mendalam tidak hanya antar manusia, tetapi juga dengan Allah sebagai wujud keimanan. Selain itu, Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy menekankan pentingnya sikap adil dalam menghadapi konflik antar saudara, guna mencegah kecemburuan dan menjaga keharmonisan keluarga. Sikap ini mencerminkan pola asuh yang menanamkan nilai keimanan yang kuat kepada anak-anak, menjadikan kepercayaan kepada Allah sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawaiPENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPETENSI DAN REWARD TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA PADA KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN ACEH* Angga Rianda Aulia, Muhammad Adam, Mukhlis Magister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan reward terhadap kepuasan kerja dan dampaknya pada kinerja pegawai Dinas Perhubungan Aceh. Populasinya adalah pegawai Dinas Perhubungan Aceh yang berjumlah 204 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Model penelitian dianalisis menggunakan bantuan peralatan statistic SEM AMOS. Hasil pengujian membuktikan Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Kompetensi, dan Reward pada Dinas Perhubungan Aceh sudah baik, Budaya Organisasi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Kompetensi mempengaruhi Kepuasan Kerja, Reward mempengaruhi Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi tidak mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kompetensi mempengaruhi Kinerja Pegawai, Reward mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja mempengaruhi Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara penuh pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai, Kepuasan Kerja memediasi secara parsial pengaruh Reward terhadap Kinerja Pegawai. Temuan ini bisa menjadi model peningkatan kinerja pegawai secara akademis yang bisa digunakan sebagai referensi pengembangan model penelitian selanjutnya.Keyword : Budaya Organisasi, Kompetensi, reward, kepuasan kerja, kinerja pegawa
PROTOTYPE GAME BERBASIS VIRTUAL REALITY (VR) KARAKTER “JASPER”
Salah satu genre game yang diminati saat ini adalah game endless runner yang bisa dimainkan secara mobile. Untuk memenuhi kebutuhan teknologi dalam rekayasa game, maka kami mengangkat tema game endless runner sebagai salah satu game yang bisa di mainkan menggunakan Virtual Reality (VR) yang bisa mendeteksi gerakan user. Karakter utama berupa seorang laki-laki dengan enemy berupa anjing dan beberapa rintangan. Penelitian ini menggunakan Unity 3D sebagai game engine yaitu membuat game ini dengan tambahan tools tambahan yang berguna mengembangkan game ini
STRATEGI PENGUATAN LITERASI AL-QUR’AN BAGI SANTRIWATI MELALUI PROGRAM TAHSIN DI PONDOK PESANTREN DARUL HIJRAH PUTRI MARTAPURA
Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memiliki peran sentral dalam kehidupan umat Muslim, namun kemampuan literasi Al-Qur’an di kalangan santriwati pesantren masih menghadapi kendala, terutama dalam aspek pelafalan dan pemahaman tajwid. Berdasarkan kondisi tersebut, Fakultas Tarbiyah UINSI Samarinda bersama Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura melaksanakan program “Tahsin Al-Qur’an” sebagai upaya penguatan literasi Al-Qur’an. Tujuan kegiatan ini adalah memperbaiki dan memperindah bacaan santriwati agar sesuai dengan kaidah tajwid serta menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an. Metode pelaksanaan meliputi pengarahan, pembelajaran berbasis metode iqro’, pengajaran tajwid dan imla, evaluasi, serta peninjauan hasil belajar. Pendekatan yang digunakan menekankan praktik langsung, bimbingan intensif, dan pembelajaran interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan membaca Al-Qur’an santriwati, baik dari segi makhraj, tajwid, maupun kelancaran bacaan. Antusiasme peserta, dukungan orang tua, serta suasana belajar yang kondusif turut memperkuat keberhasilan program. Secara keseluruhan, program Tahsin ini efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an sekaligus menjadi model pembelajaran keagamaan yang aplikatif dan menyenangkan di lingkungan pondok pesantren.
 
- …
