993 research outputs found
APLIKASI TEKNIK KENDALI GAIN SCHEDULING PADA SISTEM KONTROL VALVE UNTUK PENGENDALIAN TINGGI MUKA CAIRAN PADA LIMAS TERPANCUNG
Teknik kendali Gain Scheduling merupakan
salah satu teknik kendali yang digunakan untuk
mendapatkan respon sistem yang diinginkan dengan
cara melakukan perubahan nilai penguatan (gain) pada
titik – titk respon sistem yang telah ditentukan. Tujuan
dari tugas akhir ini adalah membuat sebuah aplikasi
sistem kendali Gain Scheduling dan mengamati respon
sistem yang dihasilkan.
Pada tugas akhir ini dilakukan pengujian
terhadap unjuk kerja kendali Gain Scheduling dalam
mengendalikan sistem kontrol valve untuk mengatur
tinggi muka cairan secara on-line pada wadah
penampung yang berbentuk limas terpancung dengan
sisi atas yang lebih besar dari sisi bawahnya.
Pengendalian dilakukan dengan mengatur pembukaan
valve pengisian pada wadah penampung. Teknik
pengendalian Gain Scheduling diimplementasikan pada
sistem mikrokontroler ATMEGA8535 dan dapat
dimonitoring melalui LCD dan komputer.
Dari hasil pengujian yang dilakukan dapat
diketahui teknik kendali Gain Scheduling menghasilkan
respon sistem yang cukup baik dalam menuju nilai
referensi yang diberikan. Semakin besar referensi yang
diberikan, waktu respon sistem untuk mencapai
keadaan steadynya menjadi lebih lama, hal ini
diakibatkan semakin besarnya luasan wadah
penampung plant yang mengakibatkan semakin
besarnya beban sistem. Pada pengujian dengan
gangguan berupa penambahan bukaan valve outlet
menunjukan semakin besar gangguan yang diberikan,
offset yang dihasilkan juga akan semakin besar.
Kata kunci : Gain Scheduling, Kontrol Valve, Tinggi
Muka Cairan, Limas Terpancung
Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama dalam Novel Trauma Karya Boy Candra
Kesehatan mental berpengaruh besar terhadap kesuksesan diri seseorang, melalu novel Trauma karya Boy Candra menunjukkan bahwa kesehatan mental menjadi hal yang paling utama di dalam proses aktualisasi diri. Rumusan masalah yang terdapat pada skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah kebutuhan dasar tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra? (2) Bagaimanakah proses aktualisasi diri pada tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses aktualisasi diri tokoh utama dalam menggunakan teori kebutuhan dasar Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan teori psikologi sastra, yaitu kebutuhan dasar Abraham Maslow. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga, yaitu (1) Mengidentifikasi teori kebutuhan dasar dalam tokoh utama novel Trauma karya Boy Candra. (2) Mengidentifikasi proses aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra. (3) Menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian dalam skripsi ini, yaitu tokoh utama berhasil memenuhi lima kebutuhan dasar dengan baik seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa memiliki dan mencintai, kebutuhan rasa penghargaan, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Selain itu juga, ditemukannya 15 karakteristik ciri-ciri orang yang sedang mengaktualisasikan diri pada tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra
HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SENJA, HUJAN DAN CERITA YANG TELAH USAI KARYA BOY CANDRA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hierarki kebutuhan tokoh utama yang ada dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra menggunakan teori psikologi humanistik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan psikologi secara tekstual. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah hierarki kebutuhan tokoh utama dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra. Hasil pada penelitian ini, tokoh utama yang terdapat dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra yaitu tokoh utama yang memiliki sifat penyayang dan rela berjuang. Unsur psikologi dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra yang telah peneliti analisis terdapat lima jenis, yakni; kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan rasa cinta dan memiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Hubungan analisis psikologi berupa hierarki kebutuhan tokoh utama dengan pembelajaran di sekolah maka hasil analisis dalam novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dapat diterapkan berdasarkan kurikulum 2013 pada pembelajaran ditingkat SMA kelas XII semester ganjil dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 Menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca dan 4.8 Menyajikan hasil interpretasi terhadap pandangan pengarang baik secara lisan maupun tulis. Dengan demikian, novel Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai karya Boy Candra dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Kata kunci: Novel, Hierarki Kebutuhan, Psikologi Humanistik
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL INGKAR KARYA BOY CANDRA (Kajian Psikologi Sastra)
Candra, Nadia. 2022. “The Inner Conflict in the Novel Ingkar by Boy Candra
(Study of Literary Psychology)”. Thesis. Indonesian Literature Undergraduate
Program. Faculty of Humanities, Diponegoro University, Semarang. Advisor one
Dr. M. Abdullah, M. Hum. and two Advisors Dra. Rukiyah, M. Hum.
This study aims to reveal the structural elements that make up the novel
and what inner conflicts are experienced by the main characters, namely Livka
and Agung in Boy Candra’s novel Ingkar. The method in this study uses a
structural approach to describe the structural aspects (characters an
characterizations, plot, place setting, time setting, socio-cultural setting and
psychological background) that builds the novel and a literary psychology
approach as the basis for analysing the inner conflicts experienced by the
characters main.
The result of structural analysis of the novel Ingkar by Boy Candra is the
discovery of twelve characters in the novel Ingkar which are divided into two
main characters and ten additional characters. The characterizations in the novel
use expository and dramatic techniques. The novel Ingkar by Boy Candra is set in
Solok, West Sumatra. The time setting in the novel is morning, afternoon, and
night. The psychological background in the novel is in the form of an atmosphere
related to attitudes, ways of thinking, prejudice and the lifestyle of a particular
society. Meanwhile, the social background consist of the unequal lives of Livka
and Agung’s parents, Agung’s parents are upper middle class people while
Livka’s parents are lower middle class people. In addition, there is also a
2
cultural background, namely the baralek event which is one of the traditional
wedding parties in the Solok area, West Sumatra. The plot in the novel Ingkar
uses a forward plot. The result of literary psychology analysis is that the main
characters Livka and Agung have an imbalance between the Id, Ego and
Superego. There is an ego conflict between Livka and Agung and Agung and the
mother. This was caused by the relationship between Agung and Livka which was
not approved by their parents. In addition, the more obstacles when they are in a
long distance relationship. One of them is Agung and Alisa’s affair which causes
Alisa to become pregnant. This causes an inner conflict experienced by Livka and
Agung.
Keywords: Denial Structural, Literary Psychology, and Inner Confli
Konflik batin tokoh utama dalam novel Trauma karya Boy Candra
Literary work is a creative or innovative world created by the author after contemplating the social environment of his life. The purpose of this study is to describe the form of inner conflict in Boy Candra\u27s novel Trauma. This research is aqualitative research with content analysis method. The data collection technique uses literature study techniques, namely reading repeatedly and carefully in order to fully understand the meaning. The results of this study describe the forms of conflict in Boy Candra\u27s novel Trauma, showing several kinds of inner conflict which include sadness, worry, fear, and disappointment
Psikologi Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu karya Boy Candra menggunakan Psikologi Behaviorisme Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui psikologi kepribadian tokoh utama dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Betemu karya Boy Candra dan implikasinya terhadap pembelajaran di SMP. Serta Mendeskripsikan kepribadian yang dialami tokoh Boy dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Betemu karya Boy Candra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data primer penelitian ini adalah novel Sepasang Kekasih yang Belum Betemu karya Boy Candra, dan sumber data sekunder penelitian ini adalah buku-buku sebagai acuan penelitian dan internet. Objek penelitian ini adalah psikologi kepribadian tokoh uatama, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMP. Fokus penelitian ini, yaitu: difokuskan pada deskripsi kepribadian Boy dan psikologi kepribadian berdasarkan teori Skinner, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, baca, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: psikologi kepribadian berdasarkan teori skinner meliputi (1) sikap meliputi kepribadian Boy tidak terlepas dari pengalaman di masa lalunya. Bahwa sosok Boy merupakan sosok yang mencoba membuka hatinya untuk Wulan Sari, (2) stimulus meliputi kondisi psikologis tokoh utama yang di pengaruhi stimulus terkondisi dan (3) respon berdasarkan atas analisis peneliti pada novel sepasang kekasih yang belum bertemu karya Boy Candra yaitu: pertama respon tak terkondisi yang muncul secara alami.
Berdasarkan hasil analisis psikologi tokoh utama pada penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar sastra di sekolah menegah pertama (SMP) di kelas VIII. Pada Kurikulum K13, dapat dilihat dari standar kompetensi yang ingin dicapai seperti “Menganalisis ekstrinsik novel Indonesia atau terjemahan”. Metode yang digunakan dalam pembelajaran sastra untuk siswa SMP kelas VIII adalah metode kooperatif, analisis psikologi yang terjadi pada tokoh utama dalam novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu karya Boy Candra berdasarkan teori behaviorisme dalam penelitian ini memiliki kaitan dengan SK atau KD yang telah dtetapkan dalam kurikulum K13
Analisis karakter tokoh utama dan nilai religius dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahman El Shirazy
ANALISIS KARAKTER TOKOH UTAMA DAN NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL BIDADARI BERMATA BENING KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Marisa Wahyu Candra Wulan(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unisma)Email: [email protected]:Tujuan penelitian ini adalahmendeskripsikan karakter tokoh utama dan nilai-nilai religius dalam novel Bidadari Bermata Bening karya Habiburrahamn El Shirazy.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian analisis ini adalahteknik membaca dan catat. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan membaca novel terlebih dahulu, kemudian mencatat poin-poin yang penting sesuai dengan kebutuhan penelitian. Selanjutnya, data dikumpulkan dan diklasifikasi untuk dianalisis menurut kriteria yang telah ditetapkan.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa novel BidadariBermataBeningmengandungkarakter yang positifdannilaireligiuspadadiritokohutama.Karakterpadakeduatokohutamamemilikibanyakpersamaan.Seperti, karaktertegardalammenghadapiapapun.TerbuktiketikaAynadan Gus Afif, mendapatkancobaandari Allah dankeluarganya.Merekatetapsabardantidakmelakukanpemberontakan, meskipunmerekasalingmencintai, tetapimerekatidakegoisdalammengambilkeputusan.Selainitu, keduatokohutamajugamemilikipersamaankarakter yang positife.Sepertipintardancerdas, terbuktiketikamerekamendapatkannilaitertinggi di PesantrenKandzulUlum, padamasing-masingjurusannya, danitumembuat orang disekelilingmerekaikutbanggaakankecerdasannya.Kata kunci:analisis, karakter, tokohutama, nilaireligius, novel BidadariBermataBenin
Perancangan Identitas Visual Candra Naya sebagai Cagar Budaya Tionghoa
Cagar Budaya merupakan warisan budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang dan wajib dilestarikan. Candra Naya, salah satu cagar budaya Tionghoa di Jakarta, terletak di kawasan kompleks apartemen Green Central City, Glodok, Jakarta Barat. Bangunan ini merupakan warisan kebudayaan Tionghoa yang menjadi bukti perkembangan serta integrasi komunitas Tionghoa di Jakarta. Namun, sebagai cagar budaya, Candra Naya belum memiliki identitas visual yang melambangkan dirinya sebagai entitas kebudayaan yang menjadi kebanggaan masyarakat Tionghoa di Jakarta. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, studi eksisting, studi referensi, wawancara, dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menghasilkan rancangan identitas visual Candra Naya yang dilakukan berdasarkan metode perancangan identitas visual menurut David Airey yang mencakup empat tahapan utama yaitu research, strategy, design, dan implementation. Identitas visual ini dirancang untuk merepresentasikan Candra Naya sebagai kebanggaan dan kebudayaan masyarakat Tionghoa di Jakarta. Identitas visual ini dapat membantu Candra Naya dalam memperkuat citra dan posisinya sebagai cagar budaya yang dikenal serta diapresiasi oleh masyarakat
PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL TRAUMA KARYA BOY CANDRA
This study aims to describe the results of the analysis of the psychology of the main character in the novel Trauma by Boy Candra. The research method used is descriptive in the form of qualitative research. The data source of this research is the novel Trauma by Boy Candra and the data is the psychology of the main character related to the id, ego, and superego in the form of words, phrases, sentences that lead to the object of analysis. Data collection techniques using documentary study techniques. The technique of testing the validity of the data is done by observing persistence, triangulation, and referential coverage. The results showed that the psychology of the main character from the id aspect includes smiling reflexes, imagining or imagining, seeking justification, ignoring prohibitions, leaving without permission, waking reflexes, crying sadly, damaging facilities, obeying invitations, saving oneself, falling asleep, daring to face problems, avoiding reality . The psychology of the main character from the ego aspect includes sublimation, thinking before acting, asking out of curiosity, diversion, giving explanations, unselfishness, repression, and being able to accept reality. The psychology of the main character from the aspect of the superego includes accepting punishment, apologizing, listening to parents' advice, saying goodbye, and being grateful. The materials researcher designed a lesson plan that used the novels Trauma by Boy Candra as a special lesson to achieve KD 3.9 and 4.9 for grade XII SMA
ANALISIS TOKOH UTAMA PADA CERPEN “ SATU HARI DI 2018 †KARYA BOY CANDRA DENGAN PENDEKATAN DEKONSTRUKSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter tokoh utama pada cerpen Satu Hari Di 2018 karya Boy Candra dengan Pendekatan Dekonstruksi. Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif Deskriptif. Data yang di deskripsikan dari penelitian ini adalah karakter tokoh utama Irvan pada cerpen Satu Hari Di 2018 karya Boy Candra dengan pendekatan dekonstruksi. Data penelitian diperoleh dalam bentuk tulisan, maka harus dibaca, disimak, hal-hal yang penting dicatat kemudian disimpulkan dan mempelajari sumber tulisan yang dapat dijadikan sebagai landasan teori dan acuan dalam hubungan dengan objek yang akan diteliti. Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan analisis menggunakan teori pendekatan dekonstruksi untuk menganalis karakter tokoh utama cerpen Satu Hari di 2018 karya Boy Chandra, Setelah didekonstruksi maka adanya perubahan karakter pada tokoh utama dalam cerpen Satu Hari di 2018 karya Boy Chandra. Semua hierarki oposisi atau teks dominan yang ditemukan dilakukan pembalikan hierarki oposisi untuk menemukan makna lain yang dapat ditonjolkan dalam cerita yaitu Irvan sosok laki-laki yang suka mengeluh, patah hati, pendiam dan pembual diruntuhkan oleh oposisi kedua menjadi Irvan sosok yang tidak suka mengeluh, tidak patah hati, periang, dan tidak pembual
- …
