85 research outputs found
Meneliti itu seru!!! panduan seru untuk para peneliti muda
Buku ini memuat informasi mengenai penelitian, dimulai dari tokoh-tokoh terkait peneliti dunia, peneliti muda, peneliti jalanan, filosofi "kertas dan pensil" yang sanagat bermanfaat dalam penelitian, berpikir kritis dan kreatif, publikasi, hasil penelitian, serta etika penelitian dan etika menggunakan obyek penelitian. Buku ini juga menyajikan permasalahan dan solusi terhadap materi yang berhubungan dengan penelitian
Ketika perempuan lantang menentang poligami Sebuah analisis wacana kritis tentang wacana antipoligami
Critical discourse analysis (CDA) has become a very influential interdisciplinaryapproach, which views a discourse as a form of social practice. Antipoligamydiscourse, as a social practice persisted for a long time ago in Indonesia, offerschalenging discussions in the perspective of CDA. Teun van Dijk, as one of thepioneers of CDA, articulates ideology as the basis of the social representationsof groups. Furthermore, he advocates a sociocognitive interface between socialstructures and discourse structures. Within these views, whenever social groups,including the producers of antipoligamy texts, voice their ideas and feelings,their ideology come up apparently or, otherwise, lies behind language. Thispaper is an attempt to explain how women formulate their beliefs into a jointstatement: by using what ideological discourse production strategies they sharetheir ideology to public. A Joint Statement issued in December 2006, whichcontains a broad definition of poligamy in negative sense, in fact representsnegative other-representation strategy used by its producer
Ketika perempuan lantang menentang poligami; Sebuah analisis wacana kritis tentang wacana antipoligami
Critical discourse analysis (CDA) has become a very influential interdisciplinary approach, which views a discourse as a form of social practice. Antipoligamy discourse, as a social practice persisted for a long time ago in Indonesia, offers chalenging discussions in the perspective of CDA. Teun van Dijk, as one of the pioneers of CDA, articulates ideology as the basis of the social representations of groups. Furthermore, he advocates a sociocognitive interface between social structures and discourse structures. Within these views, whenever social groups, including the producers of antipoligamy texts, voice their ideas and feelings, their ideology come up apparently or, otherwise, lies behind language. This paper is an attempt to explain how women formulate their beliefs into a joint statement: by using what ideological discourse production strategies they share their ideology to public. A Joint Statement issued in December 2006, which contains a broad definition of poligamy in negative sense, in fact represents negative other-representation strategy used by its producer
Semiotika budaya tahun 2004
Semiotik telah menjadi wilayah lintas disiplin yang menarik untuk dicermati. Berbagai disiplin serta-merta memiliki titik sentuh ketika mengkaji 'realitas' yang dimediasi. Sebut saja, misalnya fakta sosial. Fakta sosial secara teoritis sangat sulit diulang karena dia menghilang dengan waktu. Akan tetapi, kita dapat menagkap "fakta" tersebut dalam bentuk pemberian dengan menggunakan mediasi "tanda", entah itu dalam bentuk visual, verbal, kinestik, maupun proksemik. Proses signifikasi dan komunikasi, seperti disinyalir Umberto Eco, merupakan perhatian semiotik. Semiotik, mengkaji proses signifikasi dan komunikasi yang menggunakan tandaxii, 289 hlm, 21,1 x 14,8 c
PEMAKNAAN RELASI MODA VERBAL DAN MODA VISUAL PADA TEKS YANG DIANGGAP MENGANDUNG TINDAK PENCEMARAN NAMA BAIK DAN PENGUJARAN KEBENCIAN
Kasus pemidanaan terhadap tuturan yang dianggap mencemarkan nama baik dan mengujarkan kebencian melalui media elektronik meningkat dari tahun ke tahun. Kebanyakan kasus di atas menyangkut teks verbal atau hanya tulisan, tanpa foto atau materi visual. Pada perkembangannya, UU ITE Pasal 27 juga beberapa kali dijadikan landasan untuk melaporkan orang yang dianggap melakukan kejahatan berbahasa dengan menggunakan tulisan dan foto. Terus bertambahnya jumlah pemidanaan dengan tuduhan pencemaran nama baik memunculkan sejumlah kritik terhadap penerapan UU ITE, terutama Pasal 27 ayat 3, hingga disebut sebagai “pasal karet”. Sebagai respons atas kondisi tersebut, diperlukan suatu penelitian yang dapat membantu upaya pemeriksaan data kebahasaan secara akademis dalam bidang linguistik. Artikel ini mengulas data kebahasaan yang dijadikan alat bukti tindak ujaran penghinaan dan ujaran kebencian berdasarkan KUHP dan UU ITE. Data berupa paduan moda verbal (kata atau kalimat) dan moda visual (foto atau gambar) yang diperkarakan mencemarkan nama baik sekaligus mengandung ujaran kebencian. Terdapat empat data yang dibahas pada artikel ini. Pada setiap ujaran, moda verbal dan moda visual dianalisis masing-masing, kemudian dipetakan berdasarkan interdependensinya, yakni interdependent atau dependent, untuk menunjukkan sifat ketergantungannya terhadap moda lain untuk dapat disebut sebagai ujaran penghinaan atau kebencian. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif semiotika sosial Halliday dan semiotika multimodal Kress dan Leeuwen. Hasilnya, keempat moda verbal data bersifat dependen (atau tergantung moda visual) untuk disebut ujaran penghinaan. Namun, salah satunya bersifat independen jika disebut ujaran kebencian. Satu moda visual data bersifat independen, tiga moda visual data bersifat dependen; dan keempat data berpotensi dianggap sebagai ujaran penghinaan atau kebencian. Artikel ini diharapkan dapat menjadi pemicu adanya penelitian yang lebih menyeluruh yang dapat dijadikan salah satu contoh analisis data kebahasaan yang dijadikan alat bukti tindak ujaran penghinaan atau kebencia
APPRAISAL ANALYSIS OF ROY SURYO’S DEFAMATION ACCUSATION TO EKO KUNTADHI AND MAZDJO PRAY
In 2021, the former Minister of Youth and Sports, Roy Suryo reported Eko Kuntadhi and Mazdjo Pray for a defamation case regarding the comments in their YouTube video. The former minister reported that the two had falsely accused him and defamed him regarding the hit-and-run case that he faced with the Indonesian actor Lucky Alamsyah in the same year. However, the case still did not reach any conclusions in 2022. This research then aims to investigate whether the video contains defamation to be considered a criminal case as claimed by the former minister. This study would employ the appraisal framework proposed by Martin and White (2005) in order to analyze the contents of the video, including the comments of Eko Kuntadhi and Mazdjo Pray. To help reach a deeper analysis, the study would also use the intertextuality of the Discourse-Historical Approach (DHA) by Reisigl and Wodak (2009). Both the appraisal and the Discourse-Historical Approach were applied to analyze the utterances made by the two in their video entitled EKO KUNTADHI & MAZDJO PRAY: DEWA PANCI BIKIN ULAH LAGI (PRA KONTRO #36). Findings indicate that Mazdjo Pray and Eko Kuntadhi have body-shamed Roy Suryo through mockery, particularly to his mustache through negative judgment. The duo also used mockery to link Roy Suryo’s mustache to his successful appointment as the Minister of Youth and Sports after succeeding both the official minister, Andi Mallarangeng, and his ad interim minister, Agung Laksono, citing that the only reason for his promotion was due to his mustaches’ likeness to that of Andi’s. The duo also made various comments regarding Roy Suryo’s activities on Twitter, citing that he often utilizes his technological skills only to analyze various pornographic contents to verify the actors and actresses portrayed. Meanwhile, the analysis indicates that the claims for defamation regarding the case are not to be found since the literature describing the events matches the statements
Pengukuran dan Perbaikan Produktivitas dengan Menggunakan Metode Oregon Productivity Matrix (OPM) di CV. Sumber Untung Plastik, Sidoarjo
CV. Sumber Untung Plastik (SUP) adalah sebuah perusahaan plastik yang berdiri pada tahun 1978 dan didirikan oleh Bapak Oentoeng Yuwono. Pada awalnya CV. SUP merupakan home industry yang berlokasi di Jalan Wonorejo no 1 Surabaya, hingga akhirnya berpindah tempat beberapa kali, dan sekarang berlokasi di Jalan Raya Sadang 100, Kecamatan Sukodono, Kletek, Sidoarjo. Mesin yang digunakan oleh CV. SUP ada dua jenis yaitu mesin blow dan injection dengan jumlah mesin sebanyak 18 mesin blow dan 13 mesin injection. Jumlah karyawan yang ada di perusahaan sekarang berjumlah sebanyak 90 karyawan pada bagian produksi.
Permasalahan yang ada pada perusahaan adalah rendahnya produktivitas pada saat ini seperti jumlah cacat yang cukup besar, efektivitas penggunaan mesin dan efektivitas penggunaan jam kerja. CV. Sumber Untung Plastik ingin mengetahui bagaimana tingkat produktivitasnya saat ini dan juga faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran produktivitas pada perusahaan adalah metode Oregon Productivity Matrix (OPM). Metode ini merupakan pengembangan dari metode Objective Matrix (OMAX). Kelebihan metode OPM dibandingkan dengan metode OMAX adalah lebih dinamis, fleksibel, dan mudah diterapkan. Pembobotan yang digunakan dalam penulisan adalah Pairwise Comparison.
Berdasarkan hasil pengukuran produktivitas yang dilakukan, terlihat bahwa actual point yang didapatkan selalu berada di bawah goal point yang diharapkan. Tingkat produktivitas terendah didapatkan pada periode 6 dengan nilai 4,139, sedangkan tingkat produktivitas tertinggi didapatkan pada periode 4 dengan nilai 6,387.
Untuk dapat meningkatkan produktivitas pada perusahaan, maka perlu dilakukan perbaikan pada kriteria produktivitas. Penentuan implementasi perbaikan ini menggunakan Diagram Ishikawa sebagai dasarnya. Berdasarkan penetapan posisi kriteria, terdapat 6 kriteria produktivitas yang diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan. Kriteria tersebut antara lain: produk baik pada proses produksi, ketepatan pengiriman pada customer, kepuasan pelanggan terhadap pelayanan perusahaan, retur terhadap jumlah pengiriman, kehadiran karyawan, dan efisiensi penggunaan jam kerja. Perbaikan – perbaikan yang dilakukan untuk keenam kriteria tersebut antara lain: menambah cyclone turbine ventilator, membuat form pencatatan jumlah cacat, melakukan servis berkala untuk kendaraan, membuat form perawatan mesin secara berkala, membuat rak untuk peletakkan produk jadi, merancang sistem bonus untuk karyawan, memberikan sanksi berupa pemotongan gaji untuk karyawan yang sering membolos, dan menambah job description menginspeksi produk jadi pada karyawan bagian packing.
Implementasi perbaikan selama 2 periode yaitu periode 9 pada tanggal 16 Desember 2013 – 21 Desember dan periode 10 pada tanggal 23 Desember 2013 – 28 Desember 2013. Dari implementasi perbaikan yang dilakukan kemudian dilakukan pengukuran produktivitas untuk periode 9 dan 10, didapatkan bahwa produktivitas untuk periode 9 dan 10 mengalami peningkatan yang cukup baik. Pada periode 9 indeks produktivitas actualnya menjadi 6,735 dan pada periode 10 menjadi 7,278. Dengan adanya peningkatan ini, perusahaan dituntut untuk selalu memperbaiki kinerjanya sehingga dapat lebih meningkatkan produktivasnya
- …
