1,720,969 research outputs found

    Studi eksperimen metode what? so what? now what? dengan metode instan assessment terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPS materi kenampakan alam kelas V MI Miftakhul Ulum Jepara

    Full text link
    Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan teknik analisis komparasi menggunakan metode eksperimen. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V MI Miftakhul Ulum Jepara tahun ajaran 2015/2016. Pengumpulan data menggunakan instrumen test dalam bentuk pilihan ganda. Penelitian ini kelas eksperimen I menggunakan What? So what? Now what? (VA) berjumlah 25 siswa, sedangkan siswa kelas eksperimen II menggunakan Instan Assessment (VB) berjumlah 25 siswa. Siswa kelas VI sebagai kelas uji coba soal. Sebelum instrument test digunakan untuk mendapat data yang objektif terlebih dahulu dilakukan uji coba untuk pengujian validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran. Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa dari hasil tes yang telah dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar (post-test) kelompok yang menggunakan What? So what? Now what? adalah 6,72 , sedangkan rata-rata hasil belajar yang menggunakan Instan Assessment adalah 7,33 . berdasarkan hasil uji komparasi (uji t-test) yang diperoleh bahwa t_hitung= 1,779 dan t_tabel = 1,68 dengan taraf nyata sebesar 5% jika t_hitung>t_tabel maka Ha diterima artinya ada perbedaan antara hasil belajar siswa materi pokok Perjuangan Melawan Penjajah Belanda yang pengajarannya menggunakan metode What? So what? Now what? dengan yang menggunakan metode Instan Assessment. Berdasarkan hasil ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi para mahasiswa, para tenaga pengajar mata kuliah jurusan dan Program Studi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang terutama dalam memberi dorongan kepada mahasiswa agar senantiasa meningkatkan motivasi secara mandiri

    Karakterisasi Material Penyerap Gelombang Mikro Berbasis Samarium Stronsium Ferit yang Dibuat Menggunakan Metode Modified Solid State Reaction

    Full text link
    Untuk mengurangi tingkat paparan gelombang elektromagnetik yang dapat merusak berbagai alat elektronik dan menganggu kesehatan manusia, beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuat bahan penyerap paparan gelombang mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi dari material penyerap gelombang mikro dari bahan stronsium ferit dengan doping samarium yang divariasi konsentrasinya dengan x = 0; 0,05; 0,10; 0,15 dalam satuan mol, dan dibuat menggunakan metode modified solid state reaction. Metode modified solid state reaction merupakan gabungan dari metode sol-gel dan solid state reaction. Tahap awal yaitu mengolah pasir besi Fe3O4 menjadi larutan Fe(NO3)3. Kemudian mencampurkannya dengan Sr(NO3)2 dan Sm2O3 yang diolah menjadi Sm(NO3)3. Bahan dibuat menjadi sol dan kemudian dipanaskan menjadi gel. Setelah itu, sampel dikalsinasi hingga menjadi serbuk. Selanjutnya serbuk sampel dikompaksi dan disintering dengan temperatur 1100°C. Sampel tersebut kemudian diuji XRD, VSM, dan VNA. Penambahan doping samarium mempengaruhi perubahan struktur mikro, ukuran partikel dan sifat magnetiknya. Terbentuk empat fasa, yaitu SrFe12O19 (hexagonal), Sr2FeO4 (tetragonal), FeSmO3 (orthohombic) dan Sm2Fe17 (rhombohedral). Serta memiliki ukuran partikel 21-23 nm. Nilai suseptibilitasnya yaitu (3,5-7,3)×10 /kg sehingga termasuk bahan superparamagnetik. Sampel SSF4 dengan konsentrasi doping 0,15 mol memiliki kemampuan menyerap gelombang mikro yang terbaik dengan nilai mencapai -19,523 dB pada frekuensi 10,74 GHz

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PENGURUSAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DI KANTOR BERSAMA SAMSAT KABUPATEN KUDUS

    Full text link
    Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus as public service organization is including various taxes service both individually and organizationally. In order to give satisfaction to community, especially tax payers, there are newly Primary Rule established for service activity in public organization through Keputusan Men.PAN Nomor: 25/KEP/M.PAN/2/2004, that determined 14 service criteria that "relevant, valid, and reliable", as minimum requirement that must be exist as a basic measurement of community satisfaction index. IKM calculation results show that service at Kantor Bersama Samsat Kudus is not good enough with IKM conversion value of 49.50, or IKM interval value of 1.98. Everything organized in organization must be oriented toward better direction. These efforts are hoped to bring organization to achieve main tasks and responsibilities as service organization for community. It is imperative that public organization such as Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus considers community's grievance to get service. The services that give satisfaction are responsibility and consequence for public organization as their organizational function. Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus sebagai organisasi pelayanan publik di dalamnya tnencakup kegiatan pelayanan berbagai pajak baik perorangan maupun organisasi. Berkaitan dengan pelayanan yang diarahkan guna memberikan kepuasan bagi masyarakat dalam hal ini wajib pajak, telah ditetapkan Aturan baku yang terbaru bagi kegiatan pelayanan di organisasi publik ditetapkan melalui Keputusan Men.PAN Nomor : 25 / KEP / M.PAN / 2 / 2004, yang di dalamnya menentukan criteria pelayanan menjadi 14 unsur yang "relevan, valid" dan "reliabel", sebagai unsur minimal yang hams ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat. Hasul perhitungan IKM menunjukkan bahwa pelayanan pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus dirasa kurang baik dengan nilai konversi IKM sebesar 49.50.atau nilai interval 1KM sebesar 1,98. Semua hal yang telah tertata dalam organisasi hendaknya terds — menerus dibenahi ke arah yang lebih baik. Upaya int diharapkan dapat membawa organisasi dalam pencapaian tugas dan tanggung jawab utama sebagai organisasi pelayanan pada masyarakat. Sudah semestinya instansi publik dalam hal ini Kantor Bersama Samsat Kabuapaten Kudus perlu memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat dalam memperoleh pelayanan. Pelayanan yang memberikan kepuasan pada masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dan konsekuensi bagi organisasi publik dalam menjalankan fungsi oirganisasi. Tujuan dui pelayanan prima adalah memuaskan dan atau sesuai dengan keinginan pelanggan. Untuk mencapai hal itu diperlukan kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan atau keinginan pelanggan. Zeithaml (1990) seperti dikutip Yun Yong dan Loh (1998) menyatakan bahwa mutu pelayanan didefinisikan oleh pelanggan. Oleh karena itu mutu pelayanan adalah kesesuaian antara harapan dan atau keinginan dengan kenyataan. Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus sebagai organisasi pelayanan publik di dalamnya mencakup kegiatan pelayanan berbagai pajak baik perorangan maupun organisasi. Arah kegiatan pelayanan adalah memberikan kepuasan pada masyarakat dalam hal ini wajib pajak. Seluruh kegiatan pelayanan pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus diarahkan guna memberikan pelayanan masyarakat yang secara langsung memberikan kontribusi pendapatan. Pendapatan dari pajak inilah yang mendukung kegiatan pembangunan. Berkaitan dengan pelayanan yang .diarahkan guna memberikan kepuasan bagi masyarakat dalam hal ini wajib pajak, telah ditetapkan Aturan baku yang terbaru bagi kegiatan pelayanan di organisasi publik ditetapkan melalui Keputusan Men.PAN Nomor : 25 / KEP / M.PAN / 2 / 2004, yang di dalamnya menentukan kriteria pelayanan menjadi 14 unsur yang "relevan, valid" dan "reliabel", sebagai unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat. Berdasar hasil kajian melalui penelitian yang dilakukan pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus berkaitan dengan pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), didapatican beberapa pokok penting sebagai kesimpulan. Dalam penelitian yang mengunakan metode kuantitatif guna menghitung Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dilakukan pembagian kuesioner untuk diisi oleh 150 responden. Dan hasil pengumpulan data diperoleh kesimpulan bahwa responden merasa bahwa pelayanan pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus dirasa kurang baik dengan nilai konversi IKM sebesar 49.50.atau nilai interval 1KM sebesar 1,98. Dengan tidak mengesampinglcan apa yang sudah baik dalam kegiatan pelayanan pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus sesuai dengan pengukuran terhadap 14 unsur yang menjadi indikator pengukuran IKM, ada beberapa hal yang menjadi kesimpulan sebagai gambaran sebagai berikut : 1. Terdapat 3 ( tiga ) unsur dinilai oleh responden dengan kategori tidak baik, dan merupakan penilaian yang paling rendah. Ketiga unsur tersebut adalah : a. Kejelasan petugas pelayanan, b. Kompleksitas fungsi pelayanan c. Keadilan mendapatkan pelayanan,. 2. Sebanyak 10 ( sepuluh) unsur dinilai oleh responden dengan kategori kurang baik, yaitu : a. Prosedur pelayanan , b. Persyaratan pelayanan, c. Kedisiplinan petugas pelayanan, d. Kemampuan petugas pelayanan, e. Kecepatan pelayanan, f. Kesopanan dan keramahan petugas, g. Kewajaran Maya pelayanan , h. Kepastian biaya pelayanan, i. Kepastian jadwal pelayanan, j. Kenyamanan lingkungan, 3. Satu — satunya unsur yang mendapat penilaian baik oleh para responden adalah unsur keamanan pelayanan , Keempat belas ukuran baku sebagai indeks kepuasan masyarakat tersebut di atas mempakan hal penting yang mesti dikembangkan pada organisasi publik dan secara terus—menerus dibenahi guna memberikan kepuasan bagi masyarakat. Konsumen yang merasa tidak puas secara psikologi akan merasa tertekan. Tindakan selanjutnya adalah mengeluh clan mempunyai hasrat untuk mengajukan keluhan Penanganan keluhan yang efektif dapat menimbulkan pengaruh yang kuat pada tingkat retention konsumen, menangkis merebaknya pemberitaan yang tidak baik danmemperbaiki kinerja lini bawah Guna dapat memberikan wacana khususnya pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus. Semua hal yang telah tertata dal= organisasi hendaknya terns — menerus dibenahi ke arah yang lebih baik. Upaya ini diharapkan dapat membawa organisasi dalam pencapaian tugas dan tanggung jawab utama sebagai organisasi pelayanan pada masyarakat. Masyarakat wajib pajak adalah tulang punggung dalam kegiatan pembangunan dengan pecan aktif yang dilakukan melalui pembayaran pajak. Sudah semestinya instansi publik dalam hal ini Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudus perlu memperhatikan apa yang menjadi keluhan masyarakat dalam memperoleh pelayanan. - Pentingnya kerelaan hati petugas, kecepatan, ketepatan dan sikap petugas untuk lebih terus-menerus dibenahi. Masyarakat akan memberikan kontribusi yang positif apabila hal tersebut dapat lebih ditingkatkan. Petugas diharapkan lebih mampu memberikan kompetensinya dengan didukung penguasaan teknologi informasi, serta iklirn organisasi yang kondusif. Keuntungan yang dapat dirasakan bagi kedua belah pihak adalah adanya ketepatan dan kecepatan pelayanan pajak pada Kantor Bersama Samsat Kabupaten Kudu

    PERSENTASE BOBOT KARKAS AYAM PEDAGING SETELAH PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS MINYAK BUAH MERAH (Pandanus Conodeus. lam)

    Full text link
    This study was designed using a complete randomized design (RAL) with four treatments and each treatment was repeated as many as 5m (five) times to obtain 20 experimental units, each experimental unit consisting of 5 (five) chickens. The tested treatment was giving various doses of red fruit oil with the application of mouth drops. The given dose is 0 cc / tail (0 drops), 0.05 cc / tail (1 drop), 0.1 cc / head (2 drops), and 0.15 cc / tail (3 drops). Red (Pandanus Conodeus Lam) dose of 0.15 cc (3 drops) increased live weight gain and best carcass weight at week V and significantly different from control treatment and 0.05 cc / head. Provision of 0.15 cc red fruit oil (3 drops) resulted in live weight of 2.046 kg / head, carcass weight of 1,462 kg and percentage of carcasses 71%. Key Words : Red Fruits (Pandanus Conodeus. lam), Broiler, Weight of carcasses

    SEJARAH DAN FUNGSI JALUR BAGI MASYARAKAT DI DESA TERUSAN TENGAH, BANYUASIN

    Full text link
    INTISARI Kajian Sejarah Islam Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Raden Fatah Palembang Skripsi, 2022 Untung, Fungsi Jalur Bagi Masyarakat Desa Terusan Tengah Banyuasin Jalur” memiliki arti sebuah perahu yang terbuat dari batang kayu yang telah dikorek. Sedangkan Jalur dalam dialek masyarakat Desa Terusan Tengah merupakan perahu tradisional yang terbuat dari papan /kayu yang telah di potong tipis dan dibentuk dengan beragam ukuran. Ada jalur ukuran pendek (3-4 meter), jalur ukuran sedang (5-8 meter) dan jalur ukuran panjang (9-12 meter). Penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu secara teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Antropologi. Pendekatan ini berkaitan dengan manusia yang memplajari beraneka ragam masyarakat dan kebudayaan. Pendekatan Antropologi berfungsi untuk meneropong segi sosial peristiwa yang dikaji oleh peneliti, seperti golongan sosial yang berperan serta nilai-nilanya, hubungan antar sesama, konflik berdasarkan kepentingan gagasan dan lain sebagainya. Penelitian ini ialah penelitian budaya yang membahas tentang sejarah dan fungsi jalur bagi masyarakat di desa Terusan Tengah, Banyuasin. Hasil Penelitian bahwa fungsi jalur bagi masyarakat desa Terusan Tengah Kabupaten Banyuasin sendiri yang lebih mendominasi ada 4 Fungsi jalur digunakan sebagai alat Transportasi air bagi warga masyarakat Desa Terusan Tengah Kabupaten Banyuasin, Fungsi jalur sebagai alat penopang roda perekonomian masyarakat, Fungsi jalur sebagai alat mencari ikan, Fungsi jalur sebagai sarana olahraga Kata kunci: Jalur – Perahu- Fungsiny

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore