228 research outputs found

    KLINIK BUMDES: KEBIJAKAN PEMERINTAH JAWA TIMUR DALAM PENGEMBANGAN WISATA DESA PASCA GUNCANGAN AKIBAT PANDEMIK COVID-19

    Full text link
    Saiful Umam, Klinik Bumdes: Kebijakan Pemerintah Jawa Timur Dalam Pengembangan Wisata Desa Pasca Guncangan Akibat Pandemik COVID-19, Interdisciplinary Islamic Studies/Islam Pembangunan dan Kebijakan Publik. Tesis ini fokus mengkaji tentang kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membantu masyarakat pengelola desa wisata yang terdampak pandemi COVID-19. COVID-19 menyebabkan guncangan sosial dan ekonomi. Perekonomian mengalami kontraksi dengan pertumbuhan minus 1,7%, banyak orang di PHK, pengangguran bertambah, dan obyek wisata ditutup. Pemerintah pusat mengambil kebijakan pembatasan sosial. Guncangan sosial juga dialami BUMDes yang sedang mengembangkan desa wisata. Banyak desa wisata berhenti beroperasi akibat COVID-19. Situasi tersebut tidak dibiarkan oleh Pemerintah Jawa Timur melalui Klinik BUMDes Pemerintah Jawa Timur berusaha untuk mengembangkan kembali desa wisata selama COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak COVID-19 terhadap desa wisata dan kebijakan yang diambil Pemerintah Jawa Timur untuk mengatasi situasi tersebut. Untuk menjawab tujuan penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kulitatif deskriptif. Peneliti meneliti empat desa wisata. Pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah orangorang yang terlibat dalam kebijakan Klinik BUMDes meliputi pengelola Klinik BUMDes dan pengelola desa wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa guncangan pandemi COVID-19 sangat besar dampaknya pada aktivitas pariwisata yang menimbulkan penurunan aktivitas ekonomi. Secara detail COVID-19 membawa dampak bagi desa wisata berupa penutupan lokasi pariwisata, menurunnya pendapatan desa dan masyarakat lokal, pengurangan tenaga kerja, dan mangkraknya fasilitas. Untuk mengatasi hal itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui klinik BUMDes telah berhasil membantu empat desa wisata. Kebijakan yang diambil pemerintah Jawa Timur berupa pelatihan, pendampingan dan pemberian bantuan. Secara lebih detail di dalamnya meliputi pendampingan perencanaan pengelolaan desa wisata pasca pandemic, pemberian bantuan melalui Klinik BUMDes, inovasi teknologi dan penyebaran informasi pariwisata lokal, produk wisata baru, membangun kepercayaan konsumen untuk berwisata. Jika dikaitkan dengan teori data penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi krisis selama pandemi menggunakan strategi coping, manajemen krisis untuk bertahan agar tidak terjadi krisis lebih besar dengan memberikan pendampingan pengelola industri pariwisata desa dan strategi aktif dengan membangun kepercayaan konsumen untuk berwisata, membangun jaringan dengan PT. Sampoerna, Yayasan Rumah Kita Sidoarjo, dan juga memunculkan produk wisata baru

    Evaluation Of The Implementation Of Character Education Policy In Madrasah Miftahul Huda, Sungai Malaya Village, Kubu Raya Regency

    Full text link
    This study aims to evaluate the application of character education policies at MI Miftahul Huda Sungai Ambawang District, Kubu Raya Regency. The evaluation process is carried out at the implementation stage of the policy, including understanding implementation, implementation constraints, and evaluating the strategies used in overcoming obstacles to the implementation of character education policies. This type of research is qualitative descriptive. The process of collecting data is done through observation, in-depth interviews, and analysis of related documents. The stages in data analysis are done by presenting data, reducing data, and then making conclusions. The results showed that the implementation of character education policies at MI Miftahul Huda in Kubu Raya District did not work well, the obstacles that occurred during the implementation were related to poor example given by teachers and parents, lack of professionalism of teachers and lack of involvement of parents and the community. Therefore, efforts need to be made to change the mindset of parents and society that character education is better starting from the family and the environment, and there must be an effort to improve teacher professionalism, accompanied by the active role of the relevant Education Agency, which can be material or moral assistance

    CONTROVERSIES SURROUNDING THE ACEH’S SULTANAHS: Understanding Relation between Islam and Female Leadership

    Full text link
    The history of Aceh Sultanate in 1641-1699 might be an exception of the Islamic history in general. While the history of Islam is generally male-dominated, Aceh which had strong Islamic credentials was once ruled by four female rulers consecutively during the period of six decades. How did Muslim women become rulers of an Islamic kingdom despite Islamic teaching “prohibiting” them from taking a leadership position? How did people react to this fact? How did the queens rule the kingdom and survive despite opposition? Despite notions of some historians that the queens’ periods were the weakening time of the sultanate, the existence of female rulers is a proof of the continuing position of women in the public sphere even in an Islamic state. The presence of influential aristocrats, the division of Aceh into three powerful sagis, and the support of `ulama>’ are main contributing factors to the rise and establishment of female rulers in Aceh. The administrative structure of the sultanate and its Islamic character suggest the development of moderate Islam that made women leadership in Aceh possible. The opposition to female rulers in Aceh which the succession of rulers was hereditary was more politically and economically-motivated than religious

    Soft-Capitalism: Business Revitalization Based on Spirituality

    No full text
    Soft capitalism has begun to spread in Indonesia, marked by the number of Islamic businesses that are developing. This raises questions about the Islamic economic system and capitalism which seem to merge without any obstacles. In Yogyakarta, this phenomenon can be found in the Geprek Chicken and Milk (Preksu) and Waroeng Steak which is a popular economic movement in the culinary field. Specifically, from the business object, the author conducts indepth study at how the two paradigms that tend to be contradictory, capitalism and Islam, are able to go hand in hand in their manifestation based on the spiritual company. This study using the sociological approach and literature study and primary data based on field observation. The result shows that the fusion between Islamic values and capitalism produces a new phenomenon influenced by a strong moral economy from producers (entrepreneurs) and high consumer enthusiasm sustained by the role of new media. Therefore, the author argues that the growing moral value of human economies finally shatters egocentricity capitalist and Islamic is necessary as a measure of decorum (ethical) in the economy

    Publisher Correction: JMJD5 is a human arginyl C-3 hydroxylase

    No full text
    The originally published version of this Article contained an error in the spelling of the author Md. Saiful Islam, which was incorrectly given as Saiful Islam. This has now been corrected in both the PDF and HTML versions of the Article.</jats:p

    Implementasi program tartil dan tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Kudus

    Full text link
    Penelitian ini penulis lakukan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan program Tartil dan Tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Kudus, dari segi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan program Tartil dan Tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Kudus. Program ini merupakan kegiatan penunjang yang dimasukkan dalam jadual kegiatan belajar mengajar dan sebagai pembekalan terhadap siswa sebagai generasi penerus umat Islam untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta untuk memberi bekal pembiasaan hafalan surat-surat pendek. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian Kualitatif, dengan mendiskripsikan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an melalui program Tartil dan Tahfidz di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Kudus dengan metode analisis data non-statistik. Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dengan cara mengumpulkan semua data atau gambaran menyeluruh tentang hal-hal yang terkait dalam pelaksanaan pembelajaran Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah I Kudus. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi pada kegiatan pembelajaran Tartil dan Tahfidz Al-qur’an. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah pembelajaran Al-Qur’an pada tingkat dasar sangatlah penting untuk menunjang keberhasilan pembelajaran yang berkaitan dengan Al-Qur’an untuk tingkat pendidikan lanjutan. Data yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : kemampuan pedagogis guru, ketersedian waktu yang mencukupi, kondisi keluarga dan lingkungannya serta motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang

    Pelaksanaan Perjanjian Antara Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Dengan Pengguna Tenaga Kerja (Studi Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Pt. Berkah Cahaya Muria Dengan Yp.Umk)”

    Full text link
    Skripsi Berjudul “Pelaksanaan Perjanjian Antara Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Dengan Pengguna Tenaga Kerja (Studi Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja PT. Berkah Cahaya Muria Dengan YP. UMK)” Ini Secara Umum Bertujuan Untuk Mengetahui Pelaksanaan Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Mengacu Pada Perjanjian Kerja Dengan Waktu Tertentu(PKWT) Secara Umum Bertujuan Untuk Mengetahui “Pelaksanan Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Antara PT. Berkah Cahaya Muria Dengan YP UMK”. Berdasarkan Kegunaan Secara Teoritis Maka Diharapkan Hasil Penelitian Ini Dapat Memberikan Sumbangan Pengetahuan Ilmu Hukum Khususnya Hukum Keperdataan, Terutama Di Dalam Hal “Pelaksanaan Perjanjian Antara Perusahaan Penyedia Tenaga Kerja Dengan Pengguna Tenaga Kerja (Studi Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja PT. Berkah Cahaya Muria Dengan YP. UMK)”. Metode Pendekatan Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Pendekatan Yuridis Sosiologis. Spesifikasi Penelitian Dalam Penulisan Hukum Ini Adalah Bersifat Deskriptif Analitis. Setelah Data Diperoleh, Maka Disusun Secara Sistematis Dan Selanjutnya Dianalisis Secara Kualitatif, Sehingga Diperoleh Kejelasan Mengenai Permasalahan Yang Dibahas Dan Selanjutnya Disusun Sebagai Skripsi Yang Bersifat Ilmiah. Dari Hasil Penelitian Dapat Ditunjukkan Bahwa Alasan Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Menggunakan Model Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Adalah Untuk Mempermudah YP. Universitas Muria Kudus Selaku Principal (Pemberi Kerja) Untuk Menilai Pekerjaan Dari PT. Berkah Cahaya Muria Selaku Vendor (Penyedia Tenaga Kerja Outsourcing) Dapat Dilakukan Review/Peninjauan Kembali Kontrak Sebelum Dilakukan Addendum Atas Kontrak Pemborongan Kerja. Pelaksanaan Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Dilaksanakan Setelah Adanya Penandatangan Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Dilakukan. Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Telah Memberikan Jaminan Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kerja/Buruh Outsoursing. Adanya Jaminan Mengenai Pemenuhan Upah, Uang Lembur, THR Serta Jaminan Sosial Tenaga Kerja/BPJS Juga Telah Diatur Dalam Perjanjian Kontrak Pemborongan Kerja Serta Pengakuan Dari Para Pihak Baik YP. Universitas Muria Kudus, PT. Berkah Cahaya Muria Maupun Para Tenaga Kerja Outsoursing Di Lingkungan Universitas Muria Kudus

    Dinamika hubungan keluarga pernikahan sirri perspektif Maslahah Mursalah Wahbah Al-Zuhaili: Studi kasus di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini berawal dari adanya indikasi terjadi pernikahan sirri yang terdapat sebuah kemaslahatan bagi para pelaku praktik nikah sirri di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Berbeda dengan penelitian ilmiah lainnya yang temuannya mengatakan bahwa pernikahan sirri hanya akan membawa kerusakan (madharat) yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang terjadinya pernikahan sirri dan menganalisis dinamika hubungan keluarga pernikahan sirri di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian studi kasus lapangan dengan metode kualitatif menggunakan pendekatan maslahah mursalah Wahbah Al-Zuhaili. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan atau field research untuk memahami kasus yang terjadi di Kecamatan Limpung. Pada penelitian ini untuk data primer adalah diambil langsung dari pasangan suami istri yang melakukan pernikahan sirri, anak-anak dari pasangan nikah sirri, kepala desa dan tetangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan sirri yang dilakukan para warga disebabkan oleh beberapa faktor yang faktor utamanya adalah faktor kondisi sosial dan ekonomi. Misalnya, dianggap murah dan mudah, menghindari zina, faktor ekonomi, ketulusan hati, saling mencintai, menjaga aib dan faktor usia yang sudah tidak muda lagi. Sedangkan hasil dari dinamika hubungan keluarga pernikahan sirri terangkum dalam tiga momen kontruksi sosial yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Adapun hasil dari tiga momen tersebut menunjukkan bahwa pernikahan sirri yang terjadi di Kecamatan Limpung dianggap solusi tepat bagi para warga pelaku pernikahan sirri karena kondisi mereka yang sangat mendesak untuk segera menikah secara sah menurut agama. Berdasarkan pendekatan maslahah mursalah Wahbah Al-Zuhaili bahwa pernikahan sirri yang terjadi di Kecamatan Limpung adalah tidak relevan. Hal ini tidak sejalan dengan teori maslahah mursalah Wahbah Al-Zuhaili dikarenakan pernikahan sirri tersebut tidak memenuhi tiga syarat utama pendekatan maslahah mursalah Wahbah Al-Zuhaili. Tiga syarat tersebut yaitu : pertama, maslahah harus bersifat nyata (hakiki) bukan dugaan saja (wahmiyah), kedua, maslahah harus tidak bertentangan dengan nash baik al-Qur’an, al-Sunnah, ijma’ dan qiyas, ketiga, maslahah tersebut harus bersifat umum secara luas bukan untuk kepentingan khusus. Praktik nikah sirri di Kecamatan Limpung pada intinya masuk kategori maslahah yang berupa dugaan saja dan tidak bisa dikatakan maslahah secara nyata. Selain itu, praktik nikah sirrri tersebut hanya bersifat kemaslahatan individu dan bukan termasuk kemaslahatan umum. Hal ini seperti faktor yang melatar belakangi nikah sirri, yaitu : menganggap biaya murah dan mudah, atas dasar ketulusan hati, faktor ekonomi, menjaga nama baik, yang semuanya itu bukanlah tergolong kemaslahatan umum. ABSTRACT This research started with an indication of the occurrence of sirri marriage which contained a benefit for the perpetrators of the practice of sirri marriage in Limpung District, Batang Regency. In contrast to other scientific studies whose findings say that sirri marriage will only bring greater damage (madharat). This study aims to describe the background of the occurrence of sirri marriages and to analyze the dynamics of family relations of sirri marriages in Limpung District, Batang Regency. Therefore, researchers conducted field case study research with qualitative methods using the maslahah mursalah approach of Wahbah Al-Zuhaili. This research is a type of field research or field research to understand the cases that occurred in Limpung District. In this study, primary data was taken directly from married couples who had unregistered marriages, children of unmarried couples, village heads and neighbors. The results of this study indicate that sirri marriages carried out by residents are caused by several factors, the main factors of which are social and economic conditions. For example, being considered cheap and easy, avoiding adultery, economic factors, sincerity, loving each other, maintaining disgrace and the factor of age that is no longer young. While the results of the dynamics of sirri marriage family relations are summarized in three moments of social construction, namely externalization, objectivation and internalization. The results of these three moments show that the sirri marriage that took place in Limpung District is considered the right solution for the residents who do the sirri marriage because their condition is very urgent to get married legally according to religion. Based on Wahbah Al-Zuhaili's maslahah mursalah approach, the sirri marriage that took place in Limpung District is irrelevant. This is not in line with Wahbah Al-Zuhaili's maslahah mursalah theory because the sirri marriage does not meet the three main requirements of Wahbah Al-Zuhaili's maslahah mursalah approach. The three conditions are: first, maslahah must be real (essential) not just conjecture (wahmiyah), second, maslahah must not conflict with the texts of the Qur'an, al-Sunnah, ijma' and qiyas, third, the maslahah must be general in nature, not for special purposes. The practice of sirri marriage in Limpung District is essentially a maslahah category which is only an assumption and cannot be said to be a real maslahah. In addition, the practice of unregistered marriage is only for the benefit of the individual and not for the general benefit. This is like the factors behind the sirri marriage, namely: considering the cost is cheap and easy, on the basis of sincerity, economic factors, maintaining a good name, all of which are not classified as public benefits. مستخلص البحث بدأ هذا البحث بمؤشرات حدوث زواج سيري الذي احتوى على منفعة لمرتكبي ممارسة الزواج السري في مقاطعة ليمبونغ ، مقاطعة باتانغ. على عكس الدراسات العلمية الأخرى التي تشير نتائجها إلى أن الزواج السري لن يؤدي إلا إلى ضرر أكبر. تهدف هذه الدراسة إلى وصف خلفية حدوث الزيجات غير المسجلة وتحليل ديناميكيات العلاقات الأسرية لزيجات سيري في مقاطعة ليمبونغ ، باتانغ ريجنسي. لذلك قامت الباحثة بإجراء دراسة حالة ميدانية بأسلوب نوعي باستخدام منهج "رسالة مرسلة وهبة الزهيلي". هذا البحث هو نوع من البحث الميداني أو البحث الميداني لفهم الحالات التي حدثت في مقاطعة ليمبونج. في هذه الدراسة ، تم أخذ البيانات الأولية مباشرة من المتزوجين الذين لديهم زيجات غير مسجلة ، وأطفال الأزواج غير المسجلين ، ورؤساء القرى والجيران. تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن الزواج السري الذي يقوم به السكان ناتج عن عدة عوامل ، أهمها الظروف الاجتماعية والاقتصادية. على سبيل المثال ، تعتبر رخيصة وسهلة ، تجنب الزنا ، والعوامل الاقتصادية ، والصدق ، والحب المتبادل ، والحفاظ على الخزي وعوامل العمر التي لم تعد صغيرة. في حين أن نتائج ديناميكيات العلاقة الأسرية للزواج السري تتلخص في ثلاث لحظات من البناء الاجتماعي ، وهي التخارج ، والموضوعية والاستيعاب. تظهر نتائج اللحظات الثلاث أن زواج سيري الذي تم في مقاطعة ليمبونغ يعتبر الحل الصحيح لسكان زواج سيري لأن حالتهم ملحة للغاية للزواج بشكل قانوني وفقًا للدين. استنادًا إلى نهج وهبة الزهيلي "المصلحة المرسلة" ، كان الزواج السري الذي تم في مقاطعة ليمبونغ غير ذي صلة. وهذا لا يتماشى مع نظرية المصلحة المرسلة وهبة الزهيلي لأن الزواج السري لا يفي بالمتطلبات الرئيسية الثلاثة لنهج وهبة الزهيلي في "المصلحة المرسلة". الشروط الثلاثة هي: أولاً ، يجب أن تكون المصلحة حقيقية وليست مجرد تخمين ، وثانياً ، يجب ألا تتعارض المصلحة مع نصوص القرآن والسنة والإجماع والقياس ، وثالثاً: يجب أن تكون المصلحة عامة في طبيعتها وليس لأغراض خاصة. تندرج ممارسة الزواج السري في منطقة ليمبونغ الفرعية بشكل أساسي في فئة المصلحة في شكل مجرد تخمين ولا يمكن القول بأنها مصلحة في الواقع. بالإضافة إلى ذلك ، فإن ممارسة الزواج السري هي فقط لصالح الفرد ولا تشمل المنفعة العامة. هذا مثل عوامل الزواج السري ، وهي: اعتبار التكلفة رخيصة وسهلة ، بناءً على الإخلاص ، والعوامل الاقتصادية ، والحفاظ على سمعة طيبة ، وكلها غير مصنفة على أنها منفعة عامة

    PERAN RUMAH DETENSI IMIGRASI SEMARANG DALAM PENANGANAN PENGUNGSI WARGA NEGARA ASING DI KOTA SEMARANG

    Full text link
    Peran Rumah Detensi imigrasi terhadap Pengungsi Warga Negara Asing merupakan seluruh kegiatan yang digunakan untuk melindungi dan menjamin serta hak-hak Imigran atau pengungsi dari negara lain yang berada di indonesia agar dapat tumbuh dan berkembang serta mendapat perlindungan dari pelanggaran HAM. Kegiatan tersebut merupakan suatu tindakan yang berakibat dalam hukum. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan adanya jaminan hukum untuk kegiatan perlindungan terhadap Pengungsi Warga Negara Asing sebagai korban kejahatan perang. Perlindungan terhadap pengungsi yang melarikan diri merupakan kewajiban Pemerintah Republik Indonesia karena sudah menandatangani perjanjian internasional terhadap perlindungan HAM. Penanganan terhadap pengungsi Warga Negara Asing di indonesia harus sesuai dengan dengan perlakuan hak-hak hidup yang layak karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup mereka di masa yang akan datang. Berdasarkan urainan tersebut, terdapat beberapa permasalahan yaitu bagaimana cara penanganan Warga Negara Asing sesuai SOP Standar Operasional Prosedur di Rumah Detensi Imigrasi Semarang dan Organisasi apa saja dalam menangani Warga Negara Asing sebagai Pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi Semarang, Penelitian ini menggunakan perpaduan antara penelitian lapangan (field research) dan penelitian kepustakaan (library research). Pemecahan masalah yang digunakan penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analitis dan yuridis sosiologis merupakan pendekatan yang mengacu pada perundang-undangan atau hukum positif yang memberikan implementasi terhadap perlindungan hukum bagi pengungsi warga negara asing. Penelitian ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dan data-data yang ada di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum yang dilakukan oleh Rudenim Semarang yaitu adanya tempat khusus terhadap warga negara asing. Upaya penanganannya dengan memberikan perlindungan, tempat, sesuai dengan standar operasional prosedur yang harus benar-benar diterapkan. Organisasi yang menangani Warga Negara Asing sebagai pengungsi yaitu United Nations High Commissioner for Refugees sebagai tim penyeleksi dan International Organization for Migration sebagai pelaksana. Kata Kunci : peran, penanganan, pengungsi, warga negara asing, imigras
    corecore