1,721,114 research outputs found
Pemikiran dan karya Ulil Abshar Abdalla tahun 1999-2016
Ulil Abshar Abdalla adalah seorang pemikir Islam asal Indonesia. Namanya melambung setelah menuliskan gagasannya yang berjudul menyegarkan kembali pemahaman Islam di koran kompas tahun 2002. Sejak saat itu pemikirannya menjadi perhatian banyak banyak orang, khususnya umat Islam di Indonesia, baik saat menjadi narasumber seminar, pembicara dialog, ataupun lewat karya-karyanya. Gagasan-gagasan Ulil yang keluar dari pemahaman umum membuat namanya sering disebut dalam diskusi, materi perkuliahan, hingga di kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana biografi Ulil Abshar Abdalla? Kedua, bagaimana pemikiran dan karya Ulil Abshar Abdalla? Ketiga, bagaimana pengaruh pemikiran Ulil Abshar Abdalla dalam proses sejarah peikiran Islam di Indonesia?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biografi Uli Abshar Abdalla, pemikiran dan karya Ulil Abshar Abdalla, serta pengaruh pemikiran Ulil Abshar Abdalla pada proses sejarah pemikiran Islam di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang mempelajari peristiwa atau kejadian di masa lalu berdasarkan jejak-jejak yang ditinggalkan. Metode penelitian sejarah dilakukan melalui empat tahapan, yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: pertama, Ulil Abshar Abdalla lahir di Pati pada 11 Juni 1967 dari pasangan K.H Abdullah Rifa’I dan Nyai Salamah. Ulil menyelesaikan pendidikan di Madrasah Mathali’ul Falah, lalu melanjutkan pendidikannya di LIPIA. Ulil menyelesaikan studinya di Boston University, Amerika Serikat. Kedua, pemikiran Ulil Abshar Abdalla dipengaruhi oleh Nurcholis Majid dan Abdurrahman Wahid. Karya tulis Ulil banyak yang bertemakan Liberal, Pembaharuan dan Tasawwuf dengan semangat menghilangkan penindasan terhadap minoritas, serta meninggalkan kejumudan di tubuh kaum muslim agar tercapai peradaban Islam yang unggul. Ketiga, pemikiran Ulil yang keluar dari pakem-pakem umum menghasilkan anggapan negatif terhadap dirinya. Fatwa haram dari MUI mengenai pemikiran liberal dan pluralism, serta maklumat dari FUUI yang menghalalkan darah Ulil menjadi serangkaian akibat yang ditimbulkan lewat pemikiran dan karya seorang Ulil Abshar Abdalla
EKSPRESI KEBEBASAN BERPIKIR ULIL ABSHAR ABDALLA DAN ABDUL MOQSITH GHAZALI DALAM PERSPEKTIF ERICH FROMM
Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali merupakan dua tokoh keagamaan yang pernah menyebarkan gagasan liberalnya melalui Jaringan Islam Liberal (JIL). Jaringan Islam Liberal (JIL) adalah sebuah jaringan sosial keagamaan yang menggunakan jenis tafsir liberal dalam memahami ajaran-ajaran Islam. Dalam mengekspresikan kebebasan berpikirnya tersebut, Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali mendapat berbagai tantangan hingga pada akhirnya JIL tidak lagi aktif pada tahun 2016 lalu. Setelah JIL tidak lagi aktif, Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali fokus dengan masing-masing kegiatan yang dijalankannya. Berdasarkan hal tersebut, penulis meneliti ekspresi kebebasan berpikir Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali dan menganalisisnya dengan menggunakan teori kebebasan Erich Fromm.
Penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan, yaitu: apa tantangan ekspresi kebebasan berpikir Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali dan bagaimana ekspresi kebebasan berpikir Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali jika dipandang dari teori kebebasan Erich Fromm.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbasis pada studi kepustakaan dan disajikan dalam bentuk deskriptif-analitis. Terdapat beberapa temuan yang dapat disimpulkan dari penelitian ini. Pertama, ekspresi kebebasan berpikir Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali mendapat berbagai tantangan, berupa respons negatif dari tokoh-tokoh dan kelompok keagamaan, pemberhentian dukungan dana, dan kritik dari individu dan kelompok yang pernah mendukungnya. Kedua, ekspresi kebebasan berpikir Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali dalam perspektif Erich Fromm merupakan kebebasan yang menyiksa, karena proses individuasi kedua tokoh tersebut terhambat dan mengakibatkan kebebasan Ulil Abshar Abdalla dan Abdul Moqsith Ghazali berujung pada kebebasan negatif yang berbentuk automation conformity atau penyesuaian diri secara otomatis. Wujud automation conformity yang dimaksud ialah ketika Ulil Abshar Abdalla mengadakan kajian-kajian tasawuf dan Abdul Moqsith Ghazali mengadakan kajian-kajian tafsir dan fikih, sehingga mendapat berbagai respons positif dari masyarakat. Hal tersebut merupakan bentuk penyesuaikan diri dengan harapan-harapan orang lain
RELASI ISLAM DAN KEBEBASAN: TELAAH ATAS PEMIKIRAN ULIL ABSHAR ABDALLA
This writing focuses on Ulil Abshar Abdallah's thoughts on the relation of freedom and Islam. The purpose of this paper is to find out how Ulil Abshar Abdallah regards the freedom that is related to the Islamic’s perpective which has been seen as the alien with the view of freedom. This method of writing is done by using a qualitative approach and the analysis model is descriptive analysis. The existing data is collected by library research by reading the literatures related to Ulil Abshar Abdalla’s thoughts. The results of this paper explains that the freedom for Indonesian society is contrary to the teachings of Islam because they still interpret the teachings are limited to the text. the worship of Islamic texts is still very strong in the life of Indonesian society in general. This outward attitude of dogmatism can be pursued by recontextualizing interpretations that are in line with the real development of humanity today
ISLAM SPIRITUAL PERSPEKTIF ULIL ABSHAR ABDALLA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran sebuah pemikiran dan kiprah
yang dialami oleh Ulil Abshar Abdalla sebagai tokoh dan penggagas Jaringan Islam
liberal yang saat ini menjadi founder ngaji Ihya Ulumuddin serta menerbitkan sebuah
karya tulis Menjadi Manusia Rohani: Meditasi-Meditasi Ibn ‘Athaillah Dalam Kitab
al-Hikam. Seperti yang diketahui dua hal tersebut sangatlah bertolak belakang.
Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kepustakaan (library
research). Jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder.
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah karya-karya Ulil Abshar Abdalla serta
melakukan wawancara Online. sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini
diperoleh dari buku-buku, jurnal serta arsip-arsip yang memiliki kaitan dengan
penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama makna Islam
spiritual adalah sebuah fenomena kencenderungan manusia untuk kembali kepada
fitrah dan sebagai jalan kembalinya manusia kepada pusat kehidupan yaitu Allah SWT.
Islam spiritual dalam perspektif Ulil Abshar Abdalla dipahami sebagai suatu
peribadatan yang dilakukan seseorang sesuai dengan ajaran yang terdapat dalam agama
serta sistem ibadah yang dilakukan mengikuti ajaran Tasawuf. Tasawuf merupakan
jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ulil memberikan dua jalan
untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu jalan deduktif dan jalan induktif
Perkembangan pemikiran Ulil Abshar Abdalla dari Islam Liberal menuju Islam Spiritual Tahun 2001-2019
Skripsi ini adalah hasil penelitian sejarah dengan judul “Perkembangan Pemikiran Ulil Abshar Abdalla Dari Islam Liberal Menuju Islam Spiritual Tahun 2002-2019”. Penelitian ini menjawab permasalahan bagaimana sosok seorang Ulil Abshar Abdalla dan sejarah Islam liberal dan masuknya pemikiran Islam liberal di Indonesia terutama terbentuknya Jaringan Islam liberal dari tahun 2002 sampai 2019. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode historis dengan menggunakan sumber sekunder yang berasal dari kepustakaan. Kemudian penulis juga melakukan wawancara melalui media sosial. Pendekatan tersebut berguna dalam mengungkapkan bagaimana perkembangan pemikiran sosok Ulil Abshar Abdalla dan mengetahui dinamika pemikirannya. Dalam hal teori penulis menggunakan teori Archeology of knowledge yang di kemukakan oleh Michel Foucault, menjelaskan bahwa sebuah perkembangan dan konflik dalam kehidupan itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupan terdahulu. Dan untuk mengetahui sebuah perkembangan tersebut harus mengumpulkan ulang masalah terdahulu dan yang terkini. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa Ulil Abshar Abdalla adalah seorang yang lahir dari keluarga NU. Ia memiliki pemikiran yang cukup unik dan mengakibatkan kontroversi yang sangat menarik. Ketika ia menuliskan sebuah artikel yang berjudul “Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam“. Tak hanya itu Ulil sendiri merupakan ko’ordinator Jaringan Islam Liberal. Sebuah organisasi yang menyuarakan pemikiran serta gagasan para intelektual muda dengan bebas terhadap publik. Disamping itu dinamika pemikiran yang dimiliki Ulil cukup menarik perhatian yang berubah dari pemikiran liberal menuju spiritual
Pengaruh Kesadaran Diri dan Keteladanan Musyrifah terhadap Kedisiplinan Mahasantri Putri di Ma'had Al-Jami'ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo
ABSTRAK
Salamah, Binti Nur. 2020. Pengaruh Kesadaran Diri dan Keteladanan Musyrifah terhadap Kedisiplinan Mahasantri Putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing Dr. Umar Sidiq, M.Ag.
Kata Kunci: Kesadaran Diri, Keteladanan Musyrifah, Kedisiplinan Mahasantri
Kedisiplinan menjadi salah satu kelemahan masyarakat saat ini. Di mana istilah “jam karet” sering digunakan untuk menggambarkan betapa masyarakat kita terbiasa melakukan segala hal dengan tidak tepat waktu. Dapat dirasakan bahwa jam karet tersebut bukanlah sebatas kebiasaan, namun telah menjelma menjadi budaya yang mendarah daging dalam kehidupan masyarakat setiap harinya. Padahal dengan kedisiplinan akan tercipta kebiasaan baik dalam diri seseorang, dan banyak orang yang sukses dengan menegakkan kedisiplinan dalam kehidupannya. Kedisiplinan dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah keteladanan dari guru, orang tua dan orang-orang di sekitarnya. Untuk meningkatkan kedisiplinan tersebut salah satunya dengan meningkatkan kesadaran diri akan pentingnya penerapan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, di mana kedisiplinan merupakan suatu ketaatan sungguh-sungguh yang didukung oleh kesadaran untuk melaksanakan tugas dan kewajiban serta berperilaku sebagaimana mestinya.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh kesadaran diri terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo, (2) Mengetahui pengaruh keteladanan musyrifah terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo, (3) Mengetahui pengaruh kesadaran diri dan keteladanan musyrifah terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo.
Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan di Ma’had Al- Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. Terdapat 132 responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Sampel ini diambil dengan teknik simple random sampling dari populasi yang berjumlah 202 mahasantri putri. Penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data.
Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran diri terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo yang ditunjukkan dengan hasil nilai thitung = 7,603 > ttabel = 1,97838 dimana kesadaran diri berpengaruh terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo sebesar 30,8%, sedangkan sisanya 69,2% dipengaruhi oleh faktor lainnya, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara keteladanan musyrifah terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo yang ditunjukkan dengan hasil nilai thitung = 6,767 > ttabel = 1,97838 dimana keteladanan musyrifah berpengaruh terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo sebesar 26,1% sedangkan sisanya 73,9% dipengaruhi oleh faktor lainnya, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kesadaran diri dan keteladanan musyrifah terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo yang ditunjukkan dengan hasil nilai Fhitung = 37,668 > Ftabel = 3,07 dimana kesadaran diri dan keteladanan musyrifah berpengaruh terhadap kedisiplinan mahasantri putri di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo sebesar 36,9% sedangkan sisanya 63,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya
Peranan Mualim Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Dan Tanggung jawab Musyrif Di Ma'had Al Jami'ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo Putra
ABSTRAK
Kurniawan, Dimas. 2020. Peranan Mualim Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Dan Tanggung Jawab Musyrif Di Ma’had Aljami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo Putra. Skripsi. Juurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing. Arif Wibowo, M,Pd.I.
Kata Kunci: Mualim, Sikap Kedisiplinan, dan Tanggung jawab, Musyrif.
Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar adalah asrama mahasiswa IAIN Ponorogo atau bisa disebut sebagai pesantren mahasiswa yang menerapkan sistem pondok pada umumnya. Dengan difasilitasi pendidik selaku pelaksana program dan kegiatan yaitu Ustadz/Mualim dan Musyrif/Pengurus. Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar hanya diperuntukkan bagi mahasiswa IAIN Ponorogo. Problematika yang umum dialami dalam dunia pendidikan terutama dalam lingkungan pondok pesantren yaitu salah satunya adalah mengenai sikap disiplin dan bertanggung jawab. Peran Mualim adalah salah satu faktor penting penunjang sikap disiplin dan bertanggung jawab seorang Musyrif yang membantu Mualim dalam melaksanakan program dan kegiatan Ma’had. Upaya Mualim dalam mendidik, membimbing, mengontrol, dan mengevaluasi, dinilai berpengaruh dalam peningkatan sikap disiplin dan tanggung jawab Musyrif.
Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui fungsi Mualim dalam pengelolaan aktifitas pembelajaran di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. (2) Untuk mengetahui peran Mualim dalam meningkatkan sikap kedisiplinan Musyrif di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. (3) Untuk mengetahui peran Mualim dalam meningkatkan tanggung jawab Musyrif di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo. (4) Untuk mengetahui kedisiplinan dan tanggung jawab Musyrif di Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar IAIN Ponorogo.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus yang bersifat analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Adapun hasilnya adalah (1) Fungsi Mualim dalam pengelolaan aktivitas pembelajaran sudah berfungsi dengan baik. Hal ini berdasarkan teori tugas dan fungsi Mualim. (2) Peran Mualim dalam meningkatkan kedisiplinan Musyrif di Ma’had IAIN Ponorogo dikatakan berperan berdasarkan kesesuaian tolak ukur teori dengan fakta dilapangan. (3) Peran Mualim dalam meningkatkan tanggungjawab Musyrif di Ma’had IAIN Ponorogo dikatakan berperan karena kesesuaian antara tolak ukur teori dengan fakta dilapangan. (4) Kedisiplinan dan Tanggungjawab Musyrif terlihat dengan baik dilihat dari segi teori metode disiplin dan unsur-unsur tanggungjawab
Pola interaksi anak dengan Al-Qu'ran dan implikasinya terhadap perilaku sosial di Panti Asuhan Ulil Abshar
مستخلص البحث
نمط تفاعل الأطفال مع القرآن هو العلاقة الجسدية أو غير الجسدية لدى الطفل مع القرآن الكريم، ومن حقوق القرآن التي يجب الوفاء بها هو التفاعل الجيد عند الحفظ والقراءة والاستماع إليه والسماع والفهم والتفسير. لا يوجد شيء أفضل من فهم ما يريده الله منا. دار الأيتام أولي الأبصار هو مؤسسة اجتماعية لديها اهتمام خاص بالتعليم العام والديني الذي يرشد ويعلم الأطفال على تعلم وفهم وتعميق العلوم الدينية القائمة على القرآن والحديث مع أنشطته المختلفة وتوفير الفرص وتسهيل لأطفال دار الأيتام ليكونوا دائما مع القرآن في حياتهم اليومية.
يهدف هذا البحث إلى وصف وتحليل نمط تفاعل الأطفال مع القرآن المطبق في دار الأيتام أولي الأبصار وآثاره على السلوك الاجتماعي للأطفال.
يستخدم هذا البحث منهج البحث الكيفي بنوع دراسة الحالة، وتم جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلة والوثائق. يستخدم الباحث نموذج ميلز و هوبارمان في تحليل بياناته. وأما في تحقيق صحة البيانات استخدم تثليث البيانات و المصادر.
أظهرت نتائج هذا البحث أن (١) تفاعل الأطفال المطبق في دار الأيتام أولي الأبصار هو القراءة والحفظ والفهم. مستوى قراءة القرآن الكريم بعضهم في مستوى التحقيق، وبعضهم قد وصلوا إلى مستوى القراءة بالتجويد والقراءة بالترتيل (قراءة بهدوء، ليست على عجل، في كل آية أو حرف تقرأ بالتأمل و فهم معناها) وما يتعلق ببرنامج الحفظ المطبق لا يزال في مستوى حفظ الزيادة. ويعطى الأطفال معنى ومضمون آيات من القرآن للتفاعل، (٢) آثار تفاعل الأطفال مع القرآن الكريم في دار الأيتام أولي الأبصار على سلوكهم الاجتماعي تصور عند تحدثهم مع بعضهم البعض بلغة جيدة وحساسة للبيئة المحيطة بها. على سبيل المثال، عندما رأى الأطفال مكانا واسخا فعلى الفور يقوم بتنظيفه
ABSTRACT
The pattern of interaction between children and the Qur’an is a physical and non-physical relationship. One of the Qur’an rights that must be fulfilled is to interact well when memorizing, reading, listening and understanding and interpreting. There is nothing better than understanding what Allah wants us to do. Ulil Abshar Orphanage is a social institution that has special attention to general and religious education.
Here, Children are guided and educated to learn, understand and study seriously about religious science based on the Qur’an and Hadith with various activities. They are also provided opportunity and facilitated to always be with the Qur’an in their daily lives.
This study aims to describe and analyze the pattern of interaction between children and Qur’an implemented in Ulil Abshar Orphanage and its implication for children's social behavior in Ulil Abshar Orphanage.
This study used a qualitative research approach and research type of case study. Data collection techniques used observation, interview and documentation method. Data analysis used Miles and Huberman's model and validity of the data used data triangulation and data source.
It shows that (1) children's interaction implemented in Ulil Abshar Orphanage consists of reading, memorizing, and understanding. The level of reading Qur’an are some of them in Tahqiq level and others are in the level of reading with tajwid and reading Tartil (read quietly, not in a hurry, in every verse or letter that they read, there is reflection and also understanding about meaning of it), while the level of memorization program is still at the level of Hafidz Ziyadah. For the interaction with understanding Qur’an, Children are given the explanation about the meaning and content of the verses of Qur’an in order to understand it. (2) The implication of Children’ Interaction with Qur’an in Ulil Abshar Orphanage for their social behavior are reflected when children talk to others in good language and they can be sensitive to their surrounding environment. For example, the children will clean together when they see the dirty place around them.
ABSTRAK
Pola Interaksi Anak dengan Al-Quran merupakan adanya hubungan fisik maupun non-fisik Anak dengan Al-Quran, Salah satu hak Al-Quran yang harus dipenuhi ialah berinteraksi dengan baik pada saat menghafal, membaca dan mendengarkannya, menyimak serta pemahaman dan penafsiran. Disana tidak ada sesuatu yang lebih baik selain dari memahami apa yang dikehendaki Allah dari diri kita. Panti Asuhan Ulil Abshar merupakan lembaga sosial memilki perhatian khusus terhadap pendidikan umum maupun agama yang membimbing dan mendidik anak-anak untuk mempelajari, memahami serta memperdalam ilmu-ilmu keagamaan berlandaskan Al-Quran dan hadis dengan berbagai kegiatan serta memberikan kesempatan dan memfasilitasi kepada Anak-anak panti agar selalu bersama dengan Al-Quran dalam kesehariannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pola Interaksi Anak dengan Al-Quran yang diterapkan di Panti Asuhan Ulil Abshar dan Implikasinya terhadap perilaku sosial anak di Panti Asuhan Ulil Abshar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian studi kasus, adapun teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analis data menggunakan model Miles dan Huberman dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi data dan sumber.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa (1)Interaksi Anak yang diterapkan di Panti Asuhan Ulil Abshar terdiri dari membaca, menghafal, dan memahami.Tingkatan membaca Al-Quran sebagian dari mereka tingkatan Tahqiq dan sebagian anak sudah mencapai dalam tingkatan membaca dengan tajwid dan membaca Tartil (membaca dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dalam setiap ayat atau huruf yang dibaca ada perenungan dan juga paham akan maksud dari arti bacaan tersebut) dan terkait program hafalan yang diterapkan masih dalam tingkatan Hafidz Ziyadah.Adapun interaksi dengan memahami Al-Quran anak-anak diberi pengetian makna beserta kandungan isi dari ayat-ayat Al-Quran (2) Implikasi Interaksi Anak-anak dengan Al-Quran di panti Asuhan Ulil Abshar terhadap perilaku sosialnya tercermin ketika anak-anak berbicara dengan sesama dengan bahasa yang baik dan peka terhadap lingkungan sekitar.misalnya ketika anak-anak segera membersihkannya secara bersama-sama anak-anak melihat tempat kotor dikelilingnya
Pemikiran politik Islam : studi komparasi antara pemikiran Hassan Hanafi dan Ulil Abshar Abdalla
Dalam sejarah Islam hubungan antara agama dan negara telah diberikan teladannya oleh Nabi Muhammad SAW. Hubungan Islam dengan politik dan sistem kenegaraan pada masa-masa awal Islam mengungkapkan fakta sejarah yang sangat kaya sekaligus sangat kompleks. Pada dasarnya dalam Islam tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Pada masa awal Islam, setelah hijrah ke madinah, Nabi membangun satu bentuk negara-kota (city-state) yang bersifat ketuhanan.
Kajian terhadap pemikiran politik para pemikir Islam masih sangat relevan untuk dibahas dan ditelusuri karena terus berkembang. Pemikiran politik Islam sangat digandrungi oleh para ilmuwan Islam kontemporer maupun para ilmuwan barat karena mengelaborasi hubungan antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan Tuhan. Hasil dari penelitian ini ialah mengetahui dan mempertegas makna pemikiran Hassan Hanafi terhadap tujuan Islam dalam menyeru kebenaran, membela kaum tertindas, dan rahmat bagi sekalian alam.
Penelitian ini mengangkat judul ”PEMIKIRAN POLITIK ISLAM (Studi Komparasi antara Pemikiran Hassan Hanafi dan Ulil Abshar Abdalla) dengan rumusan masalah bagaimana pemikiran politik Islam Hassan Hanafi dan Ulil Abshar Abdalla? dan faktor apa yang mempengaruhi pemikiran politik Islam Hassan Hanfi dan Ulil Abshar Abdalla? Dalam penelitian ini pendekatanya menggunakan pola analisis deskriptif.
Sangat beragam pendapat para pengkaji politik Islam tentang pandangan agama Islam terhadap konsepsi dasar dari teori politik Hassan Hanafi dan Ulil Abdalla.Mengingat sejarah politik Islam juga banyak menyisakan pertanyaan etis. Sejak Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah untuk yang pertama kalinya, sudah menjadi inspirasi bagi kaum muslim di belahan dunia ini dalam melihat pola dan sistem yang diajarkan oleh Nabi SAW, dalam menggagas politik yang berkarakter Islamis.
Kiri Islam merupakan salah satu proyek pemikiran Hassan Hanafi, yang lahir karena keresahan yang dihadapinya dalam melihat realitas sosial di lingkungannya. Berbagai bentuk penindasan, kemiskinan, dan penderitaan yang dialami rakyat menjadi bumbu munculnya pemikiran Kiri Islam. Hanafi menghendaki agama sebagai ruh kehidupan mampu mendorong lahirnya kehidupan yang bermartabat dengan semangat pembebasan, kesejahteraan, dan keadilan. Kiri Islam tak lahir di ruang hampa. Ia merupakan proyeksi tentang tatanan kehidupan ideal yang dibayangkan Hassan Hanafi.
Kelahiran Islam liberal di Indonesia yang digagas oleh Ulil Abshar Abdalla, juga dapat dikatakan sebagai respon terhadap berbagai gerakan yang bersifat fundamental dan radikal. Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Oleh sebab itu, Agama Islam selalu sejalan dengan fitrah manusia, tidak hanya mengatur bagaimana tata cara manusia berhubungan dengan Tuhannya, tetapi juga meliputi segala aspek kehidupan sosial politik dan budaya manusia. Sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia, agama Islam selalu relevan dan tidak bertentangan dengan kemajuan-kemajuan modern yang telah ditemukan oleh manusia pada masa sekarang ini. Gagasan-gagasan pembaruan di kalangan intelektual, khususnya dari Barat yang menggagas Liberalisasi Islam sangat berpengaruh terhadap pola pemikiran intelektual Indonesia
Pesan liberalisme dalam situs www.islamlib.com: analisis wacana pendekatan Norman Fairclough dalam karya Ulil Abshar Abdala periode 2002-2016
Perang pemikiran menjadi tema utama yang jika dibahas dalam diskusi-diskusi atau artikel-artikel ilmiah masih membingungkan bagi kalangan awam, apa itu liberal?, dalam setiap tema, artikel-artikel ini secara lugas menyatakan tentang perang pemikiran umat Muslim di dunia, khususnya di Negara kita Republik Indonesia, dan yang paling terpenting isu Mahasiswa sebagai manufer perkembangan paham liberal tidaklah menjadikam regenerasi masa depan yang enggan dengan ideology serta pemikiran Islam sesuai syari’at Al- Qur’an dan hadits. Perang ini sangat tersembunyi, sampai-sampai kita tidak sadar bahwa setiap saat kita bisa menghadapinya ataupun menjadi korbannya. Peneliti menggunakan pendekatan analisis teks media Norman Fairlogh dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Ada 105 artikel dengan beberapa kolom dari tulisan 2002 sampai 2016 yang di post oleh Ulil Abshar Abdala. Sebagai instrumen penelitian, peneliti menggunakan metode representasi serta dokumentasi. Dari data yang terkumpul kemudian peneliti menggunakan teori Norman Fairclough atas dasar representasi, relasi dan identitas sebagai ukuran pesan liberalisme dan mengkonfirmasinya dengan teori kontruksi sosial. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa pesan liberalisme dalam karya Ulil Abshar Abdalla bisa disimpulkan atas 1) Representasi realitas pesan liberalisme dalam artikel Ulil Abshar Abdala dalam karyanya cendrung memadukan pemahaman teologi barat dengan Islam, pemilihan bahasa yang digunakan dalam teks menarik dan akademis dan sebagian banyak konklusi dalam teks nyentrik, juga penulis mempunyai nalar pikir yang dipengaruhi oleh pendidikan dan lingkungannya. 2) Hubungan relasi bahasanya antara penulis dan pembaca dikontruksikan tidak setara dengan pemahaman penulis dan pembaca, namun pembahasannya mengarahkan kuriositas pembaca harus membacanya, juga relasi antara dua statement penting dalam katagori pengertian Islam modernis membentuk kesimpulan yang holistik dan diakui oleh masyarakat. 3) Identitas simbol-simbol pesan yang dilakukan oleh Ulil Abshar Abdala dalam megembangkan wacana tentang paham liberalisme ditandai oleh posisi penulis yang berinteraksi dengan pembaca, yaitu dengan pemakaian kata “saya” yang berarti penulis merupakan komunikator langsung. Identitas partisipan atau tokoh yang dibentuk oleh penulis membentuk pribadi yang memiliki relevansi kuat, nyata serta ideologis
- …
