5,902 research outputs found

    Ulil Amri dalam Perspektif Al-Qur’an Serta Penafsirannya Menurut Ahmad Musṭafā Al-Marāgī dan Wahbah Zuḥailī

    No full text
    Artikel ini menganalisis makna Ulil Amri dan system kepemerintahan dalam Al-Qur’an dengan memfokuskan pembahasan pada penafsiran Ahmad Musṭafā Al-Marāgī dan Wahbah Zuḥailī. Tulisan ini merusaha menguraikan makna Ulil Amri secara kritis, komprehensif, dan seimbang dengan metode komparatif (perbandingan) antara penafsiran Ulil Amri menurut Ahmad Musṭafā Al-Marāgī dan Wahbah Zuḥailī. Penulis menyimpulkan bahwa Ahmad Musṭafā Al-Marāgī dan Wahbah Zuḥailī memiliki persamaan pendapat tentang makna Ulil Amri. Adapun perbedaan diantara keduanya hanyalah dari segi bahasa dan penyampaiannya, jika Al-Marāgī menafsirkan dengan begitu mujmal (global) sedangkan Wahbah Zuḥailī menafsirkannya dengan sangat rinci. Tetapi, penulis juga menambahkan beberapa pendapat tentang Ulil Amri dari ulama lain selain yang penulis fokuskan

    KEPUASAN SEBAGAI MEDIASI PENGARUH SERVICE QUALITY DAN CUSTOMER INTIMACY TERADAP LOYALITAS NASABAH

    No full text
    This study observes the influence of Service Quality and Customer Intimacy on Customer Loyalty at Bank Muamalat KC Solo with Satisfaction as an Intervening variable. This study applies quantitative methods with a total of 100 respondents. The result was analyzed through statistical tests, classical assumption tests and path analysis on SPSS version 23. The finding shows: Service Quality has a significant positive effect on customer loyalty. Customer Intimacy has no significant positive effect on customer loyalty. Service Quality has a significant positive effect on satisfaction. Customer Intimacy has a significant positive effect on satisfaction. Satisfaction has a significant positive effect on customer loyalty. Satisfaction is not able to facilitate the effect of Service Quality and Customer Intimacy on Customer Loyalty. The implications of this research are expected as a reference in order to measure the extent to which the object of this research is in providing services to customers, and measuring how satisfied customers are

    IMPLEMENTASI INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 35 TENTANG PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN ENTITAS BERORIENTASI NONLABA (Studi Kasus pada Pondok Pesatren Daru Ulil Albab Kabupaten Nganjuk)

    No full text
    Skripsi dengan judul “Implementasi Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Daru Ulil Albab Kabupaten Nganjuk” ini ditulis oleh Ahmad Indra Maulana, NIM. 126403202163, dengan pembimbing Ahmad Budiman, M.S.I. Pondok Pesantren Daru Ulil Albab Kabupaten Nganjuk merupakan entitas nonlaba yang bergerak di bidang pendidikan. Sistem pencatatan dan pelaporan keuangan pondok pesantren telah diatur dalam standar akuntansi yakni Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba. Banyak pondok pesantren yang belum menerapkan standar akuntansi dalam pencatatan dan pelaporan keuangannya. Pondok Pesantren Daru Ulil Albab belum menerapkan ISAK 35 dalam pencatatan dan pelaporan keuangannya. Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk mendeskripsikan implementasi pencatatan keuangan di Pondok Pesantren Daru Ulil Albab sesuai dengan ISAK 35. 2) untuk mendeskripsikan implementasi pelaporan keuangan di Pondok Pesantren Daru Ulil Albab sesuai dengan ISAK 35. 3) untuk mendeskripsikan kesesuaian pencatatan dan pelaporan keuangan di Pondok Pesantren Daru Ulil Albab dengan ISAK 35. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data sekunder berupa data laporan keuangan, data transaksi, dan catatan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pencatatan keuangan dilaksanakan oleh masing-masing unit yang dinaungi oleh yayasan, kemudian yayasan merekap dan menyusun laporan keuangan. Standar akuntansi yang digunakan hanya standar akuntansi dasar. Implementasi pelaporan keuangan hanya menyusun laporan keuangan berupa neraca. Pencatatan dan Pelaporan keuangan belum sesuai ISAK 35 maka perlu dilakukan penyesuaian pencatatan dan pelaporan keuangan dengan ISAK 35

    Pengaruh fasilitas perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul

    No full text
    PENGARUH FASILITAS PERPUSTAKAAN ULIL ALBAB TERHADAP MINAT BACA SISWA KELAS X DI MAN 3 BANTUL Neysa Salsabila Felasufa Amadea (2000031018), Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Latar belakang permasalahan pada penelitian ini yaitu masih kurangnya minat siswa untuk membaca dan berkunjung ke perpustakaan serta kurangnya motivasi guru di MAN 3 Bantul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui; (1) seberapa tinggi dukungan fasilitas perpustakaan Ulil Albab; (2) seberapa tinggi minat baca siswa kelas X; dan (3) untuk mengetahui pengaruh fasilitas perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 3 Bantul, yang fokus pada siswa kelas X dengan populasi sebanyak 225 siswa, dan diambil sampel sebanyak 144 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan jenis proportione stratified random sampling. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah fasilitas perpustakaan, dan variabel terikat (Y) adalah minat baca siswa. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner, dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan alat bantu aplikasi SPSS 24 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, tingkat fasilitas perpustakaan Ulil Albab di MAN 3 Bantul mayoritas mendukung dengan persentase 55,6%. Kedua, tingkat minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul mayoritas sedang dengan persentase 61,1%. Ketiga, terdapat pengaruh yang signifikan antara fasilitas perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul dikarenakan Ha diterima dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari α 0,05 pada angka kepercayaan 95%. Besaran pengaruh fasilitas perpustakaan Ulil Albab terhadap minat baca siswa kelas X di MAN 3 Bantul yakni sebesar 39,8% dengan nilai R Square sebesar 0,398 dan memiliki tingkat hubungan yang kuat dengan nilai R sebesar 0,631

    GAGASAN ISLAM LIBERAL DI INDONESIA (Studi Pemikiran Ahmad Wahib dan Ulil Abshar-Abdalla)

    No full text
    ABSTRAK Al-Quran dan al-Hadits adalah pedoman hidup umat Islam yang selalu relevan dalam setiap zaman dan waktu. Hanya saja relevansi keduanya tidak cukup hanya dengan menjalani dan memahami secara leterlijk, diperlukan adanya gagasan Liberal yang berani memberikan tafsir baru agama, mengusung semangat ijtihad, religio-etik, keberpihakan pada yang tertindas serta mengedepankan relativitas kebenaran dalam segi berpikir dan bertindak guna mewujudkan relevansi Quran dan Hadits. Maka suatu hal baru yang bersifat dinamis, kritis dan terbuka akan terus dibutuhkan dalam setiap zaman dan waktu. Tanpa adanya Liberalisasi pemikiran mustahil Islam akan mengalami kemajuan. Karena pemikiran dan peradaban dunia akan terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Liberalisasi pemikiran Islam akhimya mampu mengantarkan manusia untuk bisa melihat dunia dengan lebih manusiawi dan terbuka serta lebih leluasa. Al-Quran dan Al-Hadits yang diberikan pun membuka seluas-luasnya dan sebebas-bebasnyadaya pikir dan kreativitas manusia dalam memahami dunia dan agamanya. Sebagai pijakan dan titik pangkal dari upaya pemahaman dan perwujudan kerelevansian Quran dan Hadits dalan1 setiap tempat dan waktu, umat Islam tidak hanya bisa . mengacu dan bersandar pada slogan Islam Liberal, tanpa menyelami apa s..:bcnarnya yang dibutuhkannya saal ini. Mcnyikapi dan mcmahami hakikat serta makna dari gagasan Islam Liberal itu sendiri. Umat Islam diharapkan mampu berkompetisi sekaligus berkompeten terhadap persoalan umat dimana dia hidup. Salah satu upaya yang pemah dilakukan untuk mengembangkan gagasan Islam Liberal di Indonesia adalah usaha yang dilakukan Ahmad Wahib dan Ulil Abshar Abdalla. Pemikiran-pemikiran Wahib dan Ulil tentang Islam Liberal dalam zamannya masing-masing terasa sangat segar dan baru. Adalah menarik untuk menemukan benang merah yang (mungkin) diantara keduanya, atau bahkan perbedaanya. Penulis berusaha memberikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan Islam Liberal dan bagaimana gagasan Islam Liberal dalam pemikiran Ahmad Wahib dan Ulil Abshar Abdalla dalam percaturan wacana Islam di Indonesia. I Untuk mengungkap permasalahan yang ada dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode deskriptif dengan maksud menguraikan pemikiran kedua tokoh. Metode interpretatif digunakan untuk memahami dan menyelami data yang terkumpul untuk kemudian menangkap arti dan nuansa tokoh secara khas. Metode analisis dipergunakan dalam arti secara kritis membahas dan meneliti beberapa pengertian yang ditampilkan kedua tokoh serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Dan metode komparatif dilakukan untuk mencari persamaan dan perbedaan dari pemikiran kedua tokoh tersebut. Gagasan Islam Liberal yang ditawarkan oleh Ahmad Wahib jauh lebih jelas, filosofis dan radikal jika dibandingkan dengan Ulil Abshar Abdalla. Sedangkan Ulil, lebih cerdik dalam memotret dan melihat fenomena keagamaan, menelaah Islam dari sudut pandang yang berbeda, sangat progresif, toleran dan non-sektarian. Secara substabsial tema-tema yang diusung Ulil masih sangat bersifat eletis sehingga terkesan sebagai bentuk perlawanan atas agama yang telah mapan. Selain itu gagasan yang disampaikan oleh Ulil bahwa tidak ada satupun yang "baru", sehingga menurut penulis Ulil hanya mendaur ulang gagasan yang mulai "punah" menjadi gagasan yang menarik dan menggugah atau bahkan mengusik bagi yang konservatif terhadap pemahaman Islam

    Nilai Pendidikan Karakter pada Novel Merdeka Sejak Hati Karya Ahmad Fuadi dan Relevansinya dalam Pembelajaran Menganalisis Isi Novel

    No full text
    Abror, Fahmi Ulil. 2022. “Nilai Pendidikan Karakter pada Novel Merdeka Sejak Hati Karya Ahmad Fuadi dan Relevansinya dalam Pembelajaran Menganalisis Isi Novel”. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bermula dari keresahan tentang karakter dan moral siswa. Atas dasar hal tersebut peneliti bertujuan meneliti nilai pendidikan karakter pada karya sastra yakni novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi. Novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi mengisahkan perjalanan hidup tokoh yang dinarasikan sebagai seorang pendidik dan pejuang nasionalis bernama Lafran yang hidup di lingkungan heterogen dengan berbagai karakter yang dapat ditemukan melalui kisah dalam novel yang dijabarkan secara menarik. Penelitian deskriptif kualitatif ini mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dan relevansi dalam pembelajarannya di kelas XII sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis isi. Teknik penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ditemukan 66 data dari 18 nilai pendidikan karakter yang diklasifikasikan menjadi 5 hubungan karakter manusia, yaitu nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan diri sendiri, nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan sesama manusia, nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan lingkungan, dan nilai pendidikan karakter dalam hubungannya dengan kebangsaan. Penelitian ini relevan dengan pembelajaran menganalisis isi novel di kelas XII sekolah menengah atas pada kurikulum 2013. Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, pembelajara

    Otoritas Ulil Amri dalam penetapan awal Bulan Hijriyah: analisis konstruksi fiqih tokoh agama Tulungagung

    No full text
    Penelitian ini berawal dari satu pertanyaan mayor, bagaimana konstruksi tokoh-tokoh agama Tulungagung tentang otoritas Ulil Amri dalam penetapan awal bulan Hijriah dalam perspektif Fiqih dan sosiologis. Untuk memahami konstruksi para tokoh agama Tulungagung, dalam penelitian ini diajukan tiga pertanyaan minor 1). Bagaimana konsep Ulil Amri dalam penetapan awal bulan Hijriah 2). Bagaimana sifat kepengikatan penetapan Ulil Amri. 3). Siapakah yang berwewenang dalam melakukan sosialisasi hasil penetapan Ulil Amri terkait awal bulan Hijriah. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk memahami Konstruksi Fiqih tokoh agama Tulungagung mengenai Ulil Amri dalam penetapan awal bulan Hijriah, sifat kepengikatan penetapan Ulil Amri, dan pihak yang berwewenang dalam melakukan sosialisasi hasil penetapan awal bulan Hijriah, serta dianalisis dan diverifikasi dengan sumber-sumber Fiqih otoritatif, baik al-Qur’an al-Sunnah, maupun Athar Sahabat, Tabi’in dan pendapat ulama. Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab pertanyaan di atas adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan teori konstruksi sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Untuk menggali konstruksi Fiqih para tokoh agama Tulungagung, data yang terkumpul dipaparkan secara deskriptif kemudian dilakukan kategorisasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Konstrusi para tokoh agama Tulungagung tentang konsep Ulil Amri dalam penetapan awal bulan Hijriah adalah bahwa Ulil Amri Otoritas Rasional Legal, yakni pemerintah (umara’), dan Otoritas Rasional Substantif, yakni ulama. Konstruksi para tokoh agama Tulungagung tentang Sifat kepengikatan putusan Ulil Amri dapat diklasifikasi menjadi dua. Pertama, konstruksi yang mengidealkan umat Islam terikat pada penetapan Ulil Amri tunggal, yakni pemerintah. Kedua, konstruksi yang mengidealkan adanya Ulil Amri yang majemuk untuk diikuti baik itu pemerintah ataupun ulama. Konstruksi para tokoh agama Tulungagung tentang pihak yang berwenang melakukan sosialisasi terbagi menjadi dua kategori, pertama, konstruksi yang mengidealkan sosialisasi hasil penetapan awal bulan Hijriah hanya merupakan wewenang pemerintah saja. Kedua, mengidealkan sosialisasi adalah wewenang pemerintah dan juga ulama. Berdasarkan paparan di atas dapat dijelaskan implikasi teoritik bahwa para tokoh agama Tulungagung yang menjadi Informan dalam hal penerimaan (acceptance) terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai Ulil Amri dalam penetapan awal bulan Hijriah terbagi menjadi dua kategori. Pertama, kelompok yang menerima hanya atau pemerintah atau Otoritas Rasional Legal sebagai satu-satunya Ulil Amri karena legalitasnya sebagai penguasa. Kedua, kelompok yang selain menerima pemerintah juga menerima ulama sebagai Ulil Amri karena berdasarkan kemampuannya (Competence)

    Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum

    No full text
    This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development

    Dampak Keberadaan Pondok Pesantren Terhadap Perkembangan Ekonomi Masyarakat: Studi Kasus di Pondok Pesantren Ulil Al Baab NW Gegek Lombok Timur

    No full text
    Peneleitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah dan perkembangan pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek, keadaan masyarakat sekitar sebelum dan sesudah adanya pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek dan dampak pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek terhadap perkembangan perekonomian masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah mengunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek merupaan pondok pesantren yang berada didusun Gegek Desa Perian Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur. Pondok pesantren ini adalah lembaga pendidikan, sosial dan dakwah dibawah naungan salah satu organisasi terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Organissi Nahdatul Wathan. Pondok pesantren ini didirikan oleh TGH. Lalu Suparlan Ahmad pada tahun 1993 di dusun Gegek. Adapun keadaan masyarakat sebelum adaya pondok pesantren yaitu kurang memahami tentang keagamaan, dan dampak pondok pesantren terhadap sosial masyarakat adalah terciptanya budaya baru di dalam masyarakat yaitu, budaya salam. Dalam masalah perekonomian dampak pondok pesantren Ulil Al-Baab adalah terciptanya lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat walaupun itu bersifat peribadi.dengan adanya lapangan kerja baru itu bisa membatu masyarakat untuk melengkapi kebutuhannya dan membantu meringankan permasalahan yang ada di masyarakat di dalam bidang perekonomian. Peneleitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah dan perkembangan pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek, keadaan masyarakat sekitar sebelum dan sesudah adanya pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek dan dampak pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek terhadap perkembangan perekonomian masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah mengunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pondok pesantren Ulil Al Baab NW Gegek merupaan pondok pesantren yang berada didusun Gegek Desa Perian Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur. Pondok pesantren ini adalah lembaga pendidikan, sosial dan dakwah dibawah naungan salah satu organisasi terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Organissi Nahdatul Wathan. Pondok pesantren ini didirikan oleh TGH. Lalu Suparlan Ahmad pada tahun 1993 di dusun Gegek. Adapun keadaan masyarakat sebelum adaya pondok pesantren yaitu kurang memahami tentang keagamaan, dan dampak pondok pesantren terhadap sosial masyarakat adalah terciptanya budaya baru di dalam masyarakat yaitu, budaya salam. Dalam masalah perekonomian dampak pondok pesantren Ulil Al-Baab adalah terciptanya lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat walaupun itu bersifat peribadi.dengan adanya lapangan kerja baru itu bisa membatu masyarakat untuk melengkapi kebutuhannya dan membantu meringankan permasalahan yang ada di masyarakat di dalam bidang perekonomian

    Bias makna Waliyullah terhadap masyarakat modern perspektif Hadis Ahmad bin Hanbal No. Indeks 26193

    No full text
    Waliyullah dapat dikenali dengan tiga tanda diantaranya, mengutamakan Allah, hatinya berpaling dengan makhluq-Nya dan berpegang pada Syariat Nabi Muhammad SAW dengan benar. Munculnya penelitian ini dilatar belakangi oleh pergeseran makna waliyullah pada masa modern ini. Masyarakat menganggap bahwa waliyullah adalah orang yang memiliki kemampuan khusus seperti bisa terbang atau berjalan di atas air, bukan mereka yang rajin beribadah kepada Allah. Penelitian ini mencoba menganalisa makna Waliyullah melalui perspektif Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya yaitu Musnad Ahmad. Karenanya, fokus masalah pada penelitian ini adalah, 1) Bagaimana Kualitas Hadis Tentang Waliyullah dalam kitab Ah}mad bin Hanbal No Indeks 26193? 2) Bagaimana makna hadis Waliyullah dalam kitab Ah}mad bin Hanbal No Indeks 26193? Dan 3) Bagaimana implikasi waliyullah pada masyarakat modern?. Model penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang mana dalam segi penyajiannya menggunakan tehnik deskriptif analisis. Penelitian ini berobjek pada kitab Musnad Ahmad bin Hanbal. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu library research, yaitu menitikberatkan terhadap literatur-literatur baik primer maupun sekunder. Hingga akhirnya penelitian ini memberikan jawaban, 1) Kualitas hadis dari kitab Musnad Ahmad bin Hanbal no indeks 26193 tentang waliyullah adalah Hasan lidza>tihi>. Karena sanad Ahmad bin Hanbal yang melalui Hamma>d tidak mengandung cacat (illat). Namun ada seorang perawi yaitu ‘Urwah tidak diketahui apakah hidup sezaman dengan Aisyah binti Abu Bakar atau tidak. Namun kritikus hadis mengatakan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh ‘Urwah tidak diragukan keshahih-annya. 2) Makna Waliyullah dalam kitab Musnad Ahmad bin Hanbal no indeks 26193 tentang waliyullah adalah orang yang dekat dengan Allah dan mengikuti Sunnah-sunnah Rasulullah. Oleh karenanya, tidak benar dikatakan wali jika memiliki kekhususan tetapi tidak melaksanakan kewajiban dan perintah Allah. Dan 3) Implikasi waliyullah terhadap masyarakat modern yaitu orang yang ibadahnya rajin. Namun ada juga yang mempercayai jika waliyullah adalah mereka yang memiliki kemampuan khusus seperti terbang atau bisa berjalan di atas air
    corecore