1,721,389 research outputs found
Abu Ubaidah bin Jarrah : Sosok kepercayaan umat.
Buku ini menceritakan tentang Abu Ubaidah bin Jarrah sosok kepercayaan umat salah satu sahabat nabi yang berjuang dengan penuh semangat demi islam.48 hlm.: ilus.; 25 cm
PERANAN ABU UBAIDAH BIN JARRAH DALAM PERANG YARMUK TAHUN 636 M
ABSTRAKAbu Ubaidah bin jarrah r. a salah satu sahabat Nabi yang tidak mementingkan jabatan ataupun posisi istimewa dipemerintahan, melaikan hanya menjalankan dengan kesungguhannya sebagai umat Islam. Abu Ubaidah bin Jarrah r. a merupakan sahabat Nabi yang membawa pengaruh terhadap peradaban islam dalam melakukan ekpansi wilayah di luar Arab. Sehingga menjadikan banyak daerah yang dapat dibebaskan dan kekuasaan islam semakin kuat. Atas upaya dan kesungguhannya, Alloh menjanjikan Abu Ubaidah bin Jarrah r. a. sebagai Assabiqunaal Awwalun (masuk surga). Abu Ubaidah bin Jarrah r. a. mengajarkan pentingnya berjalan di agama alloh dengan kesungguhan, keiklasan, tanpa kesombongan ataupun pamrih. Semua dijalankan berdasarkan mencari keridoan Alloh. Abu Ubaidah bin jarrah dipercaya oleh Umar bin Khttab sebagai panglima perang dalam peristiwa yarmuk tahun 636 M dimana peristiwa tersebut dimenangkan oleh umat muslim dalam penaklukan pertamanya di luar Jazirah Arab melawan Romawi Timur. Dengan strategi perang membag tentaranya menjadi lima bagian, depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Serta, karena kehebatannya sebagai panglima beliau berhasil membunuh komandan Romawi. Kata Kunci: Abu Ubaidah dan Peranga YarmukABSTRACTAbu Ubaidah bin jarrah ra one of the companions of the Prophet were not concerned with the post or privileged position the groverenment, but only run with sincerity as Muslims. Abu Ubaidah bin Jarrah ra is a companion of the Prophet who had an impact on the Islamic civilization in doing expansion outside the Arab region. So that makes a lot of areas that can be freed and Islamic power is getting stronger. The efforts and sincerity, Allah promises Abu Ubaidah bin Jarrah ra as Assabiqunaal Awwalun (go to heaven). Abu Ubaidah bin Jarrah r. a. taught the importance of walking in the religion of Allah with sincerity, keiklasan, without vanity or self-interest. All are run by looking keridoan Allah. Abu Ubaidah bin jarrah trusted by Umar bin Khttab as a warlord in the event of Yarmuk in 636 AD where the event was won by the Muslims in the first conquest beyond the Arabian Peninsula against the East. With war strategy divide army into five parts, the front, rear, right, left and center. As well, because of his prowess as a commander, he managed to kill the Roman commander. Keyword: Abu Ubaidah and Yarmu
Penggunaan Metode Sosiodrama Dalam Pembelajaran Ta’bir Di Ma’had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Metode Sosiodrama dalam pembelajaran Ta’bir di Ma’had Abu Ubaidah Bin Aljarrah, Medan. Penelitian ini dilaksanakan di Ma’had Abu Ubaidah Bin Aljarrah Medan, dengan pendekatan Penelitian Kualitatif. Pengumpulan data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan angket.
Adapun tujuan penelitian ini ingin mengungkapkan kemampuan mahasiswa dalam menta’bir Bahasa Arab, mengetahui pembelajaran Ta’bir dan penggunaan Metode Sosiodrama dalam pembelajaran Ta’bir di Ma’had Abu Ubaidah Bin Aljarrah, Medan.
Hasil Penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu: Penguasaan siswa di Ma’had Abu Ubaidah Bin Aljarrah Medan dalam menta’bir bahasa Arab baik, bahkan sangat berpengaruh terhadap kemahiran berbicara dengan bahasa Arab. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya metode yang digunakan guru, kemahiran guru dalam berbahasa Arab dan lingkungan bahasa Arab yang baik. Pembelajaran Ta’bir di Ma’had Abu Ubaidah Bin Aljarrah Medan dilakukan setiap hari. Fokus pembelaran ta’bir di kelas Persiapan( Tamhidi ) hingga kelas dua adalah Ta’bir Syafawi yaitu bertujuan sebagai pembekalan dan pembiasaan bahasa. Sedangkan untuk kelas tiga dan kelas empat difokuskan pada Ta’bir Tahriri yaitu bertujuan agar mahasiswa mampu mengungkapkan ide mereka dalam bentuk tulisan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Penggunaan Metode Sosiodrama dalam pembelajaran Ta’bir di Ma’had Abu Ubaidah Bin Aljarrah Medan sangat baik, dan ia cocok digunakan pada kelas Persiapan hingga kelas empat. metode ini membantu meningkatkan kemampuan menta’bir mahasiswa, menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat mereka dalam berbahasa arab yang fashih dan baik. Dan metode ini juga dapat digunakan pada mata pelajaran yang lain
PERANAN ABU UBAIDAH BIN JARRAH DALAM PERANG YARMUK TAHUN 636 M
ABSTRAKAbu Ubaidah bin jarrah r. a salah satu sahabat Nabi yang tidak mementingkan jabatan ataupun posisi istimewa dipemerintahan, melaikan hanya menjalankan dengan kesungguhannya sebagai umat Islam. Abu Ubaidah bin Jarrah r. a merupakan sahabat Nabi yang membawa pengaruh terhadap peradaban islam dalam melakukan ekpansi wilayah di luar Arab. Sehingga menjadikan banyak daerah yang dapat dibebaskan dan kekuasaan islam semakin kuat. Atas upaya dan kesungguhannya, Alloh menjanjikan Abu Ubaidah bin Jarrah r. a. sebagai Assabiqunaal Awwalun (masuk surga). Abu Ubaidah bin Jarrah r. a. mengajarkan pentingnya berjalan di agama alloh dengan kesungguhan, keiklasan, tanpa kesombongan ataupun pamrih. Semua dijalankan berdasarkan mencari keridoan Alloh. Abu Ubaidah bin jarrah dipercaya oleh Umar bin Khttab sebagai panglima perang dalam peristiwa yarmuk tahun 636 M dimana peristiwa tersebut dimenangkan oleh umat muslim dalam penaklukan pertamanya di luar Jazirah Arab melawan Romawi Timur. Dengan strategi perang membag tentaranya menjadi lima bagian, depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Serta, karena kehebatannya sebagai panglima beliau berhasil membunuh komandan Romawi. Kata Kunci: Abu Ubaidah dan Peranga YarmukABSTRACTAbu Ubaidah bin jarrah ra one of the companions of the Prophet were not concerned with the post or privileged position the groverenment, but only run with sincerity as Muslims. Abu Ubaidah bin Jarrah ra is a companion of the Prophet who had an impact on the Islamic civilization in doing expansion outside the Arab region. So that makes a lot of areas that can be freed and Islamic power is getting stronger. The efforts and sincerity, Allah promises Abu Ubaidah bin Jarrah ra as Assabiqunaal Awwalun (go to heaven). Abu Ubaidah bin Jarrah r. a. taught the importance of walking in the religion of Allah with sincerity, keiklasan, without vanity or self-interest. All are run by looking keridoan Allah. Abu Ubaidah bin jarrah trusted by Umar bin Khttab as a warlord in the event of Yarmuk in 636 AD where the event was won by the Muslims in the first conquest beyond the Arabian Peninsula against the East. With war strategy divide army into five parts, the front, rear, right, left and center. As well, because of his prowess as a commander, he managed to kill the Roman commander. Keyword: Abu Ubaidah and Yarmuk</jats:p
Majaz dalam Alquran: Studi penafsiran QS. Al-Baqarah dalam Tafsir Majaz Al-Quran karya Abu 'Ubaidah
Ada dan tidak adanya maja>z dalam Aluran membawa perselisihan para ulama. Di satu sisi persoalan perbedaan pendapat mengenai maja>z seperti Ibnu Qayyim, Ibnu Taimiyah dan kaum Z}ahiriyah yang menolak adanya maja>z. Sedangkan di sisi lain seperti Mu’tazilah yang meyakini adanya maja>z. Berbeda dengan kaum Ash’a>riyah lebih kepada sikap bertawaquf (diam). Sedangkan tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana maja>z menurut Abu> ’Ubaidah, dan bagaimana klasifikasi kategori maja>z Abu> ’Ubaidah dalam QS. al-Baqarah.
Penelitian ini berangkat dari pemikiran yang terkait dengan beberapa variabel. Pertama, maja>z adalah lafz{ yang dipakai bukan pada makna seharusnya. Kedua, penafsiran adalah upaya dalam menjelaskan makna Alquran sesuai dengan kebutuhan orang-orang yang mendalaminya. Ketiga, tafsir Maja>z Al-Qur‘a>n karya Abu> ’Ubaidah yang menjadi contoh penafsiran Alquran dengan pendekatan maja>z versi Abu> ’Ubaidah.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis. Yakni mendeskripsikan kontruksi dasar teori maja>z Abu> ’Ubaidah, lalu dianalisis secara kritis dengan pemikiran tokoh-tokoh lainnya, dan jenis penelitian ini kualitatif. Sumber primer dalam penelitian ini adalah tafsir Maja>z Al-Qur‘a>n karya Abu> ’Ubaidah, dan sumber sekunder mengambil tafsir, buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya yang sesuai dengan tema masalah.
Hasil penelitian yang dapat dikemukakan penulis yaitu: maja>z Abu> ’Ubaidah adalah “suatu metode yang digunakan oleh Alquran untuk menyikap makna-maknanya”. Abu> ’Ubaidah menggunakan kata maja>z secara umum, dan sangat berbeda referensinya jika dikaitkan dengan istilah maja>z pada masa selanjutnya. Penafsirannya, berdasarkan pemahaman bahasa arab, uslub-uslubnya dan syair-syair. Kurang lebih mengenai macam-macam maja>z Abu> ’Ubaidah yang penulis catat adalah 27 macam, yang tentu berbeda nama dan jenisnya dengan maja>z masa selanjutnya. Hasil analisis dalam surat al-Baqarah yang penulis ambil hanya 25 ayat. Salah satunya dalam ayat 2 termasuk maja>z مجاز مخاطبة الغائب ومعناه مخاطبة الشاهد (maja>z yang menggunakan lafz{ gaib tetapi yang dimaksud makna hadir). Dalam mengambil lafz{ yang dianggap maja>z terkadang berbeda dengan masa sekarang dan dalam penafsirannya lebih menekankan pada i’ra>b kalimat
Metode dan Corak Tafsir Al-Asas Karya Darwis Abu Ubaidah
Geliat perkembangan penafsiran Alquran di Indonesia cukup pesat. Hal ini ditandai munculnya embrio kajian tafsir pada masa Sunan Maulana Malik Ibrahim yang berbentuk terjemahan. Kemudian disusul tafsirTurju>mul Mustafid, Marrah Labit, al-Ibri>z, al-Azh>ar, hingga tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Dan pada dekade ini tafsir pola Al-Misbah banyak yang mengikutinya dengan berbagai pendekatan, salah satunya Darwis Abu Ubaidah dengan tafsirnya Al-Asas.Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah metode dan corak penafsiran yang digunakan oleh Darwis Abu Ubaidah dalam karyanya Tafsir Al-Asas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode dan corak penafsiran yang digunakan Darwis Abu Ubaidah dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran. Penelitian ini bersifat kualitatif menggunakan metode deskriptif-analisis dengan jenis penelitian library reseach. Sumber penelitian ini adalah literer (kepustakaan). Data yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara. Analisis data menggunakan content analysis (analisis isi). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyusunan kitab tafsir Al-Asas ini berangkat dari latar belakang empiris Darwis Abu Ubaidah Sebagai dai yang lebih memilih sebuah metode dakwah dengan tafsir yang lebih ‘lues’ dan mengena di masyarakat.Sepanjang penelusuran dan pembahasan data yang didapat. Penelitian ini menemukan kesimpulan bahwa metode yang digunakan adalah metode tahlili (analisis), corak yang digunakan adalah corak fiqhi dan epistemologi Tasir meminjam teori Abdul Mustaqim masuk kategori yang ketiga, yaitu tafsir era reformatif dengan nalar kritis. Sedangkan sumber penafsiran yang digunakan antara lain; Alquran, hadis, qaul sahabat dan tafsir tabi’in. Bukti dalam corak fiqhi ketika menafsirkan surah al-Maidah 35 tentang “takwa, wasilah jihad.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH A’HAD ABU UBAIDAH BIN AL JARRAH DALAM MENGEMBANGKAN DAKWAH ISLAMIYAH DI KABUPATEN KARO
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mendeskripsikan strategi dan konsep komunikasi dakwah Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah dalam pengembangan dakwah, mengetahui hambatan dan solusi Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah dalam mengembangkan dakwah di Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif atau penelitian studi lapangan. Hasil penelitian Strategi komunikasi dakwah yang di lakukan Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah dalam mengembangkan dakwah di kabupaten Karo menggunakan 6 strategi komunikasi, yakni; a)Stategi komunikasi bil hikmah,b) Strategi komunikasi bil lisan, c) Strategi komunikasi mau’idzoh hasanah, d) Strategi komunikasi mujadallah billati hiya ahsan, e) Strategi komunikasi bil mahabbah (pendekatan kasih sayang). Sedangkan Konsep komunikasi dakwah Ma’had Abu Ubaidah bin Al Jarrah dalam mengembangkan dakwah di Kabupaten Karo menggunakan tiga konsep komunikasi, yakni; a) Konsep Komunikasi yang Santun, b) Komunikasi dakwah berbasiskan keberanian dan kepercayaan diri, c) Konsep Komunikasi berbasiskan pada hati dan fikiran yang sehat. The research used a aqualitative method or field reseach. The techniques of collecting data in this reseac were interview, observation, and documentation. The data analysis in this reseach were data reduction, presentation, and conclusion. This reseac conducted on March 2018 (as the early study for the reseacher before concluded and found out the title of the thesis) until 20 December 2018. The result of Dakwah communication strategy reseach which has done bay Ma’had Abu Ubaidah bin AlJarrah to develoved Dakwah in Karo as a sub propince of North Sumatera used 6 communication strategi such as; a) communication strategi of bil hikmah, b) communication strategi of bil lissan,c) communicatiaon strategi of mau’idzoh hasanah,d) communicatiaon strategi mujadalah bil lati hiya ahsan, e) communicatiaon strategi bil lisan, f) communicatiaon strategi ( affection), whereas the Dakwah communication concept of MA’had Abu Ubaidah Bin Al Jarrah to develoved Dakwah in Karo used the 3 communicstion concept such as; a) a manerred communication concept, b)the communication concept based on courage and the self confidence, c) the communication concept based on heart and healty mind.th
ABDURRAHMAN UBAIDAH SEBAGAI JURNALIS : STUDI BIOGRAFI DAN PERANANYA PADA JURNALISTK DAKWAH DI SURAT KABAR HARIAN BANGSA
Fokus masalah yang diteliti dalam penelitian ini ialah tentang bagaimana biografi Abdurrahman Ubaidah dan perananya pada jurnalistik dakwah di surat kabar Harian Bangsa. Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh , penelitian ini menggunakan metode kualitatif non kancah. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif yang berguna untuk memberikan fakta dan data mengenai biografi Abdurrahman Ubaidah dan perananya pada jurnalistik dakwah di surat kabar Harian Bangsa. Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa biografi Abdurrahman Ubaidah yaitu dari latar belakang keluarga dan pendidikanya selalu diajarkan nilai-nilai Islam. Dan perananya pada jurnalistik dakwah di surat kabar Harian Bangsa ada tiga peran penting yaitu sebagai penanggung jawab terhadap isi redaksi, penanggung jawab kelayakan terbit. Dan penanggung jawab terhadap pengaduan pembaca yang semuanya berdasarkan sudut pandang dakwah islam. Kepada para peneliti yang akan kembali membahas masalah yang sama diharapkan agar bisa mengambil dan lebih memperdalam lagi dari hasil penelitian yang dianggap masih jauh dari kata sempurna
Implementasi Metode Tahsin Dalam Pembelajaran Membaca Alquran Di Ma'had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksaan implementasi
tahsin Alquran di Ma'had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan. Maka dalam penelitian ini
yang akan diungkap adalah bagaimana implementasi tahsin Alquran dalam pembelajaan
membaca Alquran di Ma'had, faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dan
pendukung implementasi tahsin di Ma'had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan.Penelitian
ini termasuk penelitian kualitatif, dengan subjek penelitian yakni Pimpinan (mudhir)
Ma'had, pengajar dan siswi-siswi level II program tahsin Angkatan V Ma'had Abu
Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan
metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan untuk analisis data, peneliti
menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa data-data yang tertulis
atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati, sehingga dalam hal ini peneliti
berupaya mengadakan penelitian yang bersifat menggambarkan secara menyeluruh
tentang keadaan yang sebenarnya.Implementasi tahsin alquran di Ma'had Abu Ubaidah
Bin Al-Jarrah telah berhasil memperbaiki bacaan alquran peserta didik. Adapun faktor
pendukung diantaranya faktor internal dan eksternal, yang termasuk faktor internal yaitu
kemauan tinggi dari peserta didik, karena ketika seseorang menyadari bahwa belajar
Alquran itu penting maka diadakan berusaha bagaimana caranya dia bisa berhasil.
Faktor Eksternal yaitu motivasi-motivasi yang disampaikan oleh pengajar ma'had.
Adapun faktor penghambat diantaranya banyaknya teori tajwid, sedikitnya waktu
pembelajaran, para peserta didik rentan mengalami kesulitan dalam menuntut ilmu,
beragamnya usia peserta didik
Analisis Campur Kode dalam Percakapan Santriwati Mustawa Awal Ma’had Abu Ubaidah Bin Al-Jaraah Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe dan jenis - jenis campur kode yang terdapat dalam percakapan santriwati mustawa awal Mahad Abu Ubaidah Bin Al-jarrah Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Penilitian ini menggunakan pendapat Suwito (1983) sebagai landasan teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe campur yang terdapat dalam percakapan santriwati mustawa awal Ma‟had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan adalah campur kode luar (outer Code mixing) yang berupa campur kode bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dan campur kode bahasa Indonesia dalam bahasa Arab. Jenis - jenis campur kode yang terjadi dalam percakapan santriwati mustawa awal Ma‟had Abu Ubaidah Bin Al-Jarrah Medan adalah berwujud kata, frasa dan klausa.68 HalamanSkripsi Sarjan
- …
