1,720,963 research outputs found
Implementasi MUSEUM BERLIAN (Murah Senyum, Bersih, Literat, Ber-Akhlak Mulia dan Nasionalis) sebagai Branding Sekolah bagi Pembentukan Karakter Siswa SD
Pembentukan karakter sejak dini merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan oleh sekolah saat ini adalah dengan melakukan pembiasaan yang dimuat dalam branding sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi MUSEUM BERLIAN (Murah Senyum, Bersih, Literat, Ber-Akhlak Mulia dan Nasionalis) sebagai branding SDN 102 Makale 5 bagi pembentukan karakter siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan Lembar Observasi dan Pedoman Wawancara kepada pihak sekolah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan branding MUSEUM BERLIAN bagi pembentukan karakter siswa di SDN 102 Makale 5 dilakukan dengan menerapkan kegiatan-kegiatan pembiasaan yang dapat dilakukan oleh siswa sehari-hari, seperti pembiasaan 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun), kegiatan jumat bersih, mendirikan taman baca dan melakukan kegiatan perlombaan seni dan budaya untuk membentuk karakter nasionalis siswa. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih pengetahuan bagi pihak sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter melalui sebuah branding dan dapat menjadi referensi bagi penelitian sejeni
Tinjauan Yuridis Penetapan Tersangka Dalam Proses Penyidikan (Studi Kasus Perkara Nomor 1537/PidB/2016/PNJktutr)
Sebelum dilakukannya proses penyidikan maka harus dilakukan terlebih dahulu
proses penyelidikan untuk mencari suatu peristiwa hukum. Sedangkan proses
penyidikan yaitu mencari bukti untuk membuat terang suatu peristiwa hukum
menemukan tersangkanaya. Proses penyidikan harus sesuai dengan prosedur yang
telah ditetapkan, seperti yang dialami oleh Ahok yaitu surat perintah penyidikan
dikeluarkan bersamaan dengan penetapan tersangka. Berdasarkan latar belakang
diatas, maka yang menjadi permasalahan dan menjadi bahan kajian antara lain:
Apakah dalam penetapan tersangka (studi kasus perkara Nomor 1537/ Pidb/
2016/PNJktutr) sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
dan Apakah langkah hukum yang seharusnya dilakukan apabila penetapan
tersangka dalam (studi kasus perkara Nomor 1537/Pidb/2016/PNJktutr) tidak
memenuhi prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu menggunakan sumber
bahan primer dan sumber hukum sekunder sebagai bahan acuan dalam
melaksanakan penelitian. Pendekatan penelitian yaitu pendekatan perundangundangan,
pendekatan
konseptual
dan
pendekatan
kasus.
Surat
perintah
penyidikan
dikeluarkan bersamaan dengan penetapan tersangka, maka tindakan
tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Surat perintah penyidikan diatur
dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun
2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana dan Peraturan Kepala
Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2009 tentang
Pengawasan dan Pengendalian penanganan Perkara Pidana di Lingkungan
Kepolisian Negara Republik Indonesia. Surat perintah penyidikan yaitu salah satu
prosedur yang harus dipenuhi dalam proses penyidikan, karena sebelum
melaksanakan penyidikan harus terlebih dahulu dikeluarkan surat perintah
penyidikan. Penetapan tersangka berdasarkan KUHAP masih bertepatan dengan
surat perintah penyidikan, tidak melanggar aturan hanya sisi kepatutan saja yang
tertinggi sementara itu berdasarkan peraturan yang dilanggar adalah Perkap
Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, Perkap
Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan
Perkara Pidana di Linkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Perkap
Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik
Indonesia, dan STR Kapolri Nomor 498 Oktober 2015. Upaya hukum untuk kasus
Ahok adalah pihak keluarga/kuasa hukum melaporkan kepada Kapolri bahwa
penyidik telah melanggar kode etik profesi kepolisian dimana dalam proses
penyidikan Ahok tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dilingkungan
penyidikan itu sendiri
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR SELAMA PANDEMI COVID-19
Pendidikan jarak jauh di masa pandemi Covid-19 harus menanamkan pendidikan karakter yang baik sehingga kekahwatiran akan ketidakjelasan pendidikan anak usia dini di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan evaluasi strategi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode literature review dengan mengumpulkan berbagai referensi yang terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi peningkatan pembelajaran di sekolah dasar pada masa pandemi Covid-19 yaitu kepala sekolah harus terlebih dahulu memilih salah satu cara melaksanakan program yang telah ditetapkan. Kedua, memilih bahan belajar yang baik dan cocok untuk pembelajaran online dan offline dengan teknologi. Dan ketiga, melibatkan guru dalam pelatihan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tinjauan pertama strategi peningkatan pembelajaran di sekolah dasar selama pandemi Covid-19, memastikan semua guru dapat menggunakan aplikasi atau materi pembelajaran yang tepat. Kedua, pastikan guru dan siswa dapat memahami proses pembelajaran online. Ketiga, pastikan guru dan siswa siap belajar di rumah. Keempat, mengontrol dan memantau kegiatan pembelajaran. Kelima, menjalin kerjasama dengan pihak luar serta mengkoordinasikan dan melaporkan hasil kegiatan pembelajaran secara berkala kepada dinas pendidikan. Strategi yang tepat dapat berdampak pada keberhasilan akademik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
Literacy Program to Increase Reading interest in Third-Grade Elementary School Students
The aim of this study was to determine the role of literacy in increasing reading interest in 3rd grade elementary school students. The research method used in this research is qualitative research. The informants of this study were the principal, the homeroom teacher, and 3rd grade elementary school students. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation The collected data is then processed through the phases of data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that the literacy program was good at increasing reading interest in 3rd grade elementary school students. The role of literacy is very important in increasing students' interest in reading in Grade III. The literacy program is phased, with an emphasis on the habituation phase (15-minute reading), the development phase (answers to enriching books), and the learning phase (linking literacy in all subjects). From this, it can be concluded that the better the implementation of the school literacy movement supports the increase in the students' interest in reading. Therefore, the implementation of literacy in primary schools needs to be improved, not only for reading skills but also for other literacy
Persepsi Mahasiswa PGSD UKI Toraja terkait STEAM
This study aims to identify the perceptions of primary school teacher education students regarding STEAM. The type of research used in research is a qualitative-descriptive type of research. A questionnaire, consisting of 4 question items with multiple-choice answers and 48 statement items using a Likert scale. The collected data was transmitted in the form of questionnaire data to 100 students in the fifth semester of the Primary School Teacher Education UKI Toraja. The researcher then analyzed the data that had been collected. The results showed that, on average, students heard the term STEAM for the first time and only knew courses in the field of STEAM separately. The perception of the students towards STEAM regarding attitudes, opinions, and the environment is good. The students' motivation and belief to take courses in the STEAM area are already visible. The students are also very interested in studying STEAM courses and do not find these courses too difficult. The students also agree that the knowledge acquired in STEAM can help in developing a future career as a teacher. From an environmental point of view, however, the student's perception is positive that the curriculum, the facilities, the parents/relatives, and the lecturers strongly support STEAM learning
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN SISWA KELAS II MELALUI PENERAPAN MEDIA AJAR TUBOPIN DI UPT SDN 10 MAKALE SELATAN
Allo Turu’ Riana,2025. Peningkatan Kemampuan Berhitung Penjumlahan TUBOPIN Siswa Kelas II Melalui Penerapan Media Ajar TUBOPIN Di UPT SDN 10 Makale Selatan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan. Universitas Kristen Indonesia Toraja. Dibimbing oleh: (1) Hendrik, S.Pd., M.Pd dan (2) Trivena, S.Pd., M.Pd. Permasalahan penelitian ini adalah “Apakah dengan diterapkannya sedia ajar TUBOPIN dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas II pada materi penjumlahan di UPT SDN 10 Makale Selatan?” Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah dengan diterapkannya media ajar TUBOPIN dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas II pada materi penjumlahan di UPT SDN 10 Makale Selatan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini direncanakan terdiri dari empat tahap yaitu: (a) Perencanaan, (b) Tindakan, (c) Observasi, (d) Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas II di UPT SDN 10 Makale Selatan yang berjumlah 20 orang terdiri dari 9 orang laki-laki dan 11 orang perempuan pada semester genap 2025/2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah fokus proses dan fokus hasil. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi penjumlahan dengan penerapan media ajar TUBOPIN dapat dilihat dari tes formatif siswa yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Technological Knowledge (TK) of Elementary School Teacher Education Program Students in Elementary Science Learning
Teaching is a component of the success of education. Technological knowledge (TK) or technological knowledge, which is one of the frameworks of technological pedagogical content knowledge (TPACK), is knowledge that students possess in order to be able to transmit or impart content to facilitate understanding for students. The aim of this study was to identify the kindergarten students of prospective primary school teachers in elementary science learning. This study uses a descriptive type of research with a quantitative approach. The research population are the students of the UKI Toraja Elementary School Teacher Education Class of 2019. While the research sample consists of students who have taken the courses Introduction to School Fields, Science Learning Development, and Computer Applications, there are no less than 72 respondents. The instrument used is an instrument developed from the research of Akyuz, Desstya, and Mishra, tested for validity and reliability and specially designed for the elementary school level. Data processing is done using the Microsoft Excel application, where the collected data is then searched for the average score per indicator and category. The results of the study showed that the average overall TK of the primary school teacher candidates in elementary science instruction was 7,3. From these results, it can be concluded that the kindergarten teacher candidates for primary school are classified as "high" in science lessons
THE EFFECT OF LECTURER’S PROFESSIONALISM AND STUDENT’S STUDY INTEREST AND MOTIVATION ON ACADEMIC ACHIEVEMENT OF BACHELOR DEGREE STUDENT IN ONLINE LEARNING IN BINUS UNIVERSITY
Abstract: Online learning is a learning method that doesn’t close any possibility can be run
with collaboration between learning asynchronous and synchronous model. This research
is to find out whether lecturer’s professionalism and student’s interest and study motivation
give significant effect to academic achievement of bachelor degree online learning in BINUS
university either concurrent or partial. Sampling technique that is used is random sampling,
and used sample is about 99 samples of active student. Hypothesis testing that is done using
one lane analysis model, where analysis is done using regression analysis test and corelation
analysis test either concurrent or partial. The result of this research can be concluded that
there is significant effect between lecturer’s professionalism, student’s interest and motivation
with student’s academic achievement either partial or concurrent. This research result is
hoped to be able to give benefit to BINUS University, so it can be suggestion in developing
teaching and learning system in BINUS online learning by paying attention to external and
internal factors that affect and increase student’s academic achievement
- …
