1,721,308 research outputs found

    Konsep Tri Murti Dalam Teks Tutur Aji Sasaraswati

    Get PDF
    The text of Aji Saraswati's speech is a vehicle for storing the cultural heritage of the Balinese people. This text belongs to the Siwaistis text and inspires the diversity of Hindus in Bali. Few know the contribution of this manuscript to the formation of civilization and the various teachings stored in it. The various teachings contained therein are the result of contemplation of habits, thoughts, literature and values passed down from generation to generation. This acts like a compass in providing guidance for all situations that may arise at any time. Both in individual life and in collective life (society). In the speech text, Aji Saraswati explains about the fundamental role of Tri Murti. Tri Murti consists of Lord Brahma as the creator god (utpeti), Lord Wisnu as the guardian god (Sthiti) and Lord Siwa as the god of fusion (pralina). Keywords: Tri Murti, Utpeti, Sthiti, Pralin

    Tri murti symbolism in candi prambanan: Revealing the cycle of creation, maintenance, and dissolution in hindu cosmology

    Get PDF
    Background: Prambanan Temple, as a world cultural heritage site, is a silent witness of the Tri Murti worship in Hinduism. Tri Murti, which consists of Brahma (Creator), Vishnu (Preserver), and Shiva (Redeemer), is represented by three main temples in the Prambanan Temple complex, namely Shiva Temple, Vishnu Temple, and Brahma Temple. This research aims to reveal the symbolism of Tri Murti in Prambanan Temple and its relationship with the Hindu cosmological cycle that includes creation, maintenance, and dissolution. Methods: The approach used is qualitative with analytical descriptive method, which examines the architectural structure and arrangement of the three main temples as a representation of the cycle of the universe. Findings: The results show that the arrangement and selection of the three temples illustrate the concept of Hindu cosmology related to the three stages of the life of the universe. This discovery not only confirms the spiritual significance of Prambanan Temple as a place of worship of Tri Murti but also enriches our understanding of Hindu teachings in the context of architecture and space. Conclusions: Tri Murti worship at Prambanan Temple makes an important contribution to the theory of Hindu cosmology and has significant implications for the preservation of Hindu culture and religious practices in Indonesia. Novelty/Originality of this article: This study reveals the unique connection between Tri Murti symbolism and the Hindu cosmological cycle in Prambanan's architecture, which has been rarely explored in previous research

    Tri murti symbolism in candi prambanan: Revealing the cycle of creation, maintenance, and dissolution in hindu cosmology

    Get PDF
    Background: Prambanan Temple, as a world cultural heritage site, is a silent witness of the Tri Murti worship in Hinduism. Tri Murti, which consists of Brahma (Creator), Vishnu (Preserver), and Shiva (Redeemer), is represented by three main temples in the Prambanan Temple complex, namely Shiva Temple, Vishnu Temple, and Brahma Temple. This research aims to reveal the symbolism of Tri Murti in Prambanan Temple and its relationship with the Hindu cosmological cycle that includes creation, maintenance, and dissolution. Methods: The approach used is qualitative with analytical descriptive method, which examines the architectural structure and arrangement of the three main temples as a representation of the cycle of the universe. Findings: The results show that the arrangement and selection of the three temples illustrate the concept of Hindu cosmology related to the three stages of the life of the universe. This discovery not only confirms the spiritual significance of Prambanan Temple as a place of worship of Tri Murti but also enriches our understanding of Hindu teachings in the context of architecture and space. Conclusions: Tri Murti worship at Prambanan Temple makes an important contribution to the theory of Hindu cosmology and has significant implications for the preservation of Hindu culture and religious practices in Indonesia. Novelty/Originality of this article: This study reveals the unique connection between Tri Murti symbolism and the Hindu cosmological cycle in Prambanan's architecture, which has been rarely explored in previous research

    ANALISIS KONTEN YOUTUBE HINDU DHARMA DALAM PENGENALAN TRI MURTI BAGI ANAK USIA DINI

    Get PDF
    YouTube adalah platform yang menyaijikan berbagai video hiburan maupun video edukasi bagi anak usia dini. Dengan pendampingan dari orang tua dalam memilihkan konten video maka YouTube bisa menjadi sumber belajar bagi anak usia dini baik untuk pengetahuan umum maupun pengetahuan agama. Akun YouTube Hindu Dharma adalah salah satu akun YouTube dengan konten bermuatan agama Hindu diperuntukan bagi masyarakat dengan berbagai rentang umur  dari dewasa hingga anak usia dini. Salah satu konten yang dibagikan oleh akun YouTube Hindu Dharma dengan sasaran viewers anak usia dini yakni dengan judul Materi Agama Hindu TK/ Mengenal Tri Murti. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui bagaimana analisis konten YouTube Hindu Dharma dalam mengenalkan Tri Murti bagi anak usia dini, metode yang digunakan yaitu analisi isi. Analisis konten tersebut adalah penyampaian ajaran agama Hindu melalui narasi penjelasan disertai gamb`ar mengenai konsep Tri Murti sebagai manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai pencipta alam semesta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam semesta, dan Dewa Siwa sebagai pelebur alam semesta. Video tersebut ditujukan pada anak usia dini khususnya yang beragama Hindu sebagai bentuk tontotan positif untuk mengedukasi dalam pelajaran agama diantara maraknya konten-konten YouTube lainnya

    TRI MURTI IDEOLOGI SOSIO-RELIGIUS MEMPERSATUKAN SEKTE-SEKTE DI BALI

    Get PDF
    Agama merupakan sumber yang dapat menciptakan kedamaian di hati, kedamaian di dunia, dan kedamaian di akhirat. Tetapi demikian sebaliknya, agama juga merupakan sumber yang dapat menciptakan kehancuran manusia dan alam semesta. Salah satu konsep agama, yaitu “Tri Murtiâ€, yang besumberkan pada Weda dengan menggabungkan Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Konsep Tri Murti ini dipraktekkan oleh Mpu Kuturan pada tahun 845 Masehi. Ajaran Mpu Kuturan yang mengangkat konsep Tri Murti menggabungkan 15 sekte atau agama kepercayaan seperti; 1). Siwa Siddhanta, 2). Pasupata, 3). Bhairawa, 4). Wesanawa, 5). Bodha (Sogatha), 6). Brahma, 7). Resi, 8). Sore, 9). Ganapatya, 10). Agama Sambhu memuja Arca, 11). Agama Brahma memuja Matahari/Api, 12). Agama Indra memuja Gunung dan Bulan, 13). Agama Wisnu memuja Hujan dan Banjir, 14). Agama Bayu memuja Bintang, dan Angin Ngelinus (Puting Bliung), 15). Agama Kala menyembah tempat-tempat yang keramat. Kelima belas sekte dan agama ini dipersatukan oleh ideologi “Tri Murtiâ€

    Peran Peran Mahasiswa dalam Program Asistensi Mengajar di TK Tri Murti Surabaya

    No full text
    The Teaching Assistance Program is an implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative aimed at enhancing education quality while providing practical experience for university students. This study documents the implementation of teaching assistance by undergraduate Statistics students of Universitas Airlangga at TK Tri Murti Surabaya. Through observation, teaching, and mentoring activities, students contributed to improving the learning process and addressing individual needs of early childhood students, including supporting their cognitive, social, and motoric development. The results show dual benefits: accelerating students’ learning comprehension and providing university students with valuable experience in classroom management and interaction with diverse student backgrounds. This program highlights the effectiveness of collaboration between higher education institutions and educational organizations in supporting equitable early childhood education qualityProgram Asistensi Mengajar merupakan salah satu implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa. Penelitian ini mendokumentasikan pelaksanaan asistensi mengajar oleh mahasiswa Program Studi S-1 Statistika Universitas Airlangga di TK Tri Murti Surabaya. Melalui observasi, pengajaran, dan kegiatan pendampingan, mahasiswa berperan dalam meningkatkan proses pembelajaran dan mendukung kebutuhan individual siswa, termasuk membantu perkembangan kognitif, sosial, dan motorik anak usia dini. Hasil menunjukkan bahwa program ini memberikan manfaat ganda, yaitu mempercepat perkembangan siswa dalam pemahaman pembelajaran dan memberikan mahasiswa pengalaman dalam pengelolaan kelas serta interaksi siswa dengan latar belakang berbeda. Program ini membuktikan efektivitas kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan usia dini

    Perlindungan Investor dalam Transaksi Trading Foreign Exchange (Forex) pada Perdagangan Berjangka di PT. Sentra Mega Indotek

    Get PDF
    At this time even under the supervision of BAPPEBTI, many commodity futures trading activities are run by futures brokers that do not meet the qualifications of BEPPEBTI. Therefore, the main problem that can be formulated by the author is, what is the meaning of Foreign exchange (FOREX) trading transactions in commodity futures trading? ; what are the characteristics and mechanisms of the agreement in foreign exchange trading? ; how is the legal protection of investors in Trading Foreign exchange transactions? The method used in writing this thesis is normative juridical research which is carried out by researching library materials or secondary data. The analysis method used is qualitative analysis by paying attention to legal norms that live and develop in society as well as laws and regulations. The results of this study show that firstly, theoretically foreign exchange trading is included as commodity futures trading, so Forex (foreign exchange) is a type of trading that trades a country's currency against another country's currency that involves the main money markets in the world for 24 hours on a continuous manner. Second, the implementation of the Futures Contract system is regulated in the PBK Law and the agreement mechanism includes several stages in the form of agreements outlined in forms agreed upon by futures brokers and potential investors. Third, the PBK Law in general has regulated criminal sanctions, fines, regulates the authority of BAPPEBTI in imposing administrative sanctions, in addition to the general protection obtained by investors who are harmed, they also get special protection regarding compensation funds.103 HalamanSkripsi Sarjan

    Kepastian Hukum Permohonan PKPU terhadap Anak Perusahaan Bumn (Studi Putusan Nomor 15/Pdt.Sus-Pkpu/2019/Pn Niaga Medan)

    No full text
    Kepastian hukum dalam pengajuan permohonan PKPU terhadap anak perusahaan BUMN di Indonesia masih tidak jelas. Ketidakpastian ini disebabkan oleh ketidakharmonisan antara Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara dengan Undang-Undang Keuangan Negara serta juga ketidakselarasan antara pendapat Mahkamah Agung dengan pendapat Mahkamah Konstitusi dalam putusan yang dikeluarkannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Analisis data menggunakan metode analisis data kualitatif. Kedudukan hukum (legal standing) dari anak perusahaan BUMN di Indonesia masih belum jelas. Pengaturan secara rinci mengenai anak perusahaan BUMN masih belum diatur di hampir seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia. Masih terdapat ketidakharmonisan antara Undang-Undang BUMN dengan Undang-Undang Keuangan Negara yang menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap anak perusahaan BUMN. Dalam perkara Nomor 15/PDT.SUS-PKPU/2019/PN NIAGA MEDAN, Majelis Hakim menolak permohonan PKPU dari CV. Tunas Pelita Jaya terhadap PTPN 1 dengan alasan bahwa yang mengajukan permohonan PKPU seharusnya Menteri Keuangan karena PTPN 1 merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kedepannya Pemerintah diharapkan dapat merevisi Undang-Undang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dengan menambahkan pengaturan mengenai anak perusahaan BUMN di dalamnya sehingga tidak terdapat multitafsir dalam masyarakat dan juga melakukan harmonisasi antara Undang-Undang BUMN dengan Undang-Undang Keuangan Negara sehingga tercapai kepastian hukum. Majelis Hakim dalam perkara Nomor 15/PDT.SUS-PKPU/2019/PN NIAGA MEDAN juga diharapkan dapat melihat lebih luas terhadap aset dari PTPN 1 dan juga dapat mengabulkan permohonan PKPU terhadap PTPN 1.95 HalamanSkripsi Sarjan

    Kajian Hukum Terhadap Actio Pauliana Sebagai Instrumen untuk Melindungi Hak Kreditor (Studi Putusan Nomor 01/Pdt.Sus/Actio Pauliana/2016/PN-Mdn.)

    No full text
    Dalam kepailitan, tidak jarang Debitor berusaha mengurangi harta pailit dengan melakukan perbuatan hukum terhadap harta pailitnya sehingga mengakibatkan kerugian bagi Kreditor. Untuk melindungi hak Kreditor, actio pauliana merupakan suatu instrumen yang diberikan oleh undang-undang yang diatur dalam Pasal 1341 KUH Perdata dan Pasal 41 sampai Pasal 50 Undang-Undang No. 37 Tahun 2004. Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk membahas bagaimana hak Kreditor di kepailitan, bagaimana kedudukan actio pauliana dalam melindungi hak Kreditor, dan bagaimana kajian hukum terhadap actio pauliana sebagai instrumen untuk melindungi hak kreditor pada Putusan Nomor 01/Pdt.Sus/Actio Pauliana/2016/PN-Mdn). Skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen (document study) atau penelitian kepustakaan (library research) yang mana data-data yang disajikan diambil dari sumber data sekunder, yaitu bahan hukum premier, sekunder dan tersier. Dalam menganalisis data digunakan metode kualitatif. Kesimpulan dari skripsi ini adalah actio pauliana merupakan suatu bentuk perlindungan hukum terhadap hak Kreditor dalam kepailitan. Akibat hukum putusan actio pauliana adalah dinyatakan batal demi hukum dan objek gugatan tersebut harus dikembalikan kepada Kurator dan dilaporkan kepada Hakim Pengawas. Dalam kepailitan, Kreditor memiliki hak yang sama kecuali ada Kreditor pemegang hak jaminan dan hak istimewa yang wajib didahulukan. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada Putusan Nomor 01/Pdt.Sus/Actio Pauliana/2016/PN-Mdn), Majelis Hakim telah melindungi hak Kreditor dengan mengabulkan gugatan actio pauliana yang diajukan Kurator (in casu Penggugat). Menggunakan ketentuan actio pauliana sebagaimana diatur dalam pasal 41 sampai pasal 49 UUK PKPU dan pasal 1341 KUH Perdata dalam menjatuhkan putusannya.118 HalamanSkripsi Sarjan

    Akibat Hukum Terhadap Tindakan Pengurus Yayasan Yang Mengalihkan Kekayaan Yayasan Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Yayasan (Studi Kasus Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia)

    No full text
    Yayasan adalah badan hukum yang menyandang hak dan kewajibannya sendiri, yang dapat digugat maupun menggugat di pengadilan, serta memiliki status yang dipersamakan dengan orang perorangan sebagai subyek hukum dan keberadaannya ditentukan oleh hukum. Walaupun pada hakikatnya yayasan ini tidak untuk mengejar keuntungan, tetapi karena banyaknya kemudahan yang diberikan kepada yayasan, baik dari segi prosedur pendiriannya maupun operasionalnya, sehingga banyak orang atau badan yang sengaja mendirikan yayasan. padahal, pendirian yayasan ini hanya merupakan kedok untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas lain seperti menghindari pajak. Dengan kata lain, banyak yayasan melakukan bisnis terselubung dengan dalih untuk mencapai suatu tujuan. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana peran dan tanggung jawab pengurus dalam mengelola kekayaan yayasan, bagaimana pengalihan kekayaan yayasan menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 dan bagaimana akibat hukum dari pengalihan kekayaan yayasan menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 sebagaimana diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta dalam perkara Nomor 01/PDT/2016/PT.DKI. Metode penulisan dalam skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kepengurusan Yayasan yang tidak berjalan efektif karena tidak dikelola berdasarkan azas-azas tata pengelolaan yang baik dan terjadi perbedaan prinsip mendasar antar organ yayasan sehingga terjadi penyalahgunaan wewenang pengurus yayasan. Pengurus yayasan sebagaimana disebutkan diatas menyalahgunakan wewenang dan terbukti melanggar pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004.Skripsi Sarjan
    corecore