1,724,721 research outputs found

    Cantik Alami Dengan Totok Wajah

    No full text
    Totok wajah membantu penampilan wajah menjadi cantik alami. Totok wajah adalah teknik menotok atau menekan dengan ujung jari tangan pada titik-tertentu di wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bahwa totok wajah bisa mempercantik wajah secara alami. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode purposive sampling. Teori yang digunakan adalah struktural fungsional dan teori etnografi. Teknik yang di gunakan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Sasaran penelitian ini adalah terapis dan klien di Sri Ayu salon & Spa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa totok wajah bisa mempercantik secara alami karena dapat melancarkan peredaran darah dan ada banyak saluran energi yang secara anatomis merupakan persimpangan penting saraf, vena, arteri, dan ligamen di wajah di aktifkan dengan gerakan massage dan teknik totok wajah yaitu: di antara kedua alis di atas tulang hidung, di atas alis, di sisi kepala dan bagian luar mata, di dalam rongga hidung, di samping hidung, di bawah kedua telinga, di dahi serta di pelipis dan kepala. Tata cara totok wajah di mulai dari proses: wawancara, persiapan alat dan bahan, membersihkan wajah, scrub wajah, massage wajah, penotokan sesuai titik marma di wajah, pengolesan masker di wajah dan mengangkat masker, pemberian toner, pengolesan krim wajah sampai ke leher. Implikasi cantik alami dengan totok wajah adalah: Mengatasi sakit kepala yang disebabkan oleh mata lelah dan sinusitis, menghilangkan stres dan rasa cemas, meredakan migrain, membuat kulit wajah, mampu meningkatkan aliran darah, memperlancar pengiriman nutrisi dan oksigen ke kulit wajah, serta membantu merangsang pembentukan kolagen

    Prosedur totok wajah mandiri

    No full text
    Ini adalah teknik totok wajah yang dapat dilakukan sendiri

    Syllable Structure of Totok Chingkho

    No full text
    This research presents a phonological description of Totok Chingkho. The aim is to construct a phonemic and vocalic inventory of the language, as well as look into the syllable structure. The main objective of this research is to provide a phonological basis for further research in this language. Field methodology was used during data collection for this project. A word list of approximately 413 words was constructed and translated to Totok Chingkho by a native speaker. The translated words were transcribed using the IPA system, and were analyzed manually. The phonemic and vocalic inventory were created from minimal pairs extracted from the word-list. To determine the syllable structure, words were divided according to the number of syllables and their onset-nucleus, nucleus-coda relationship was investigated. There is a possibility for further research in phonological system as well as suprasegmental phonology of Totok Chingkho. Certain anomalies were observed, such as, the presence of labial stops and nasal sounds but absence of a labial fricative sound. Similarly, diphthongs were observed but not all could be confirmed. The data for onset-nucleus-coda relationship was found to be irregular which needs more explanation. This study provides requisite groundwork for further research in various facets of Totok Chingkho

    Syllable Structure of Totok Chingkho

    No full text
    This research presents a phonological description of Totok Chingkho. The aim is to construct a phonemic and vocalic inventory of the language, as well as look into the syllable structure. The main objective of this research is to provide a phonological basis for further research in this language. Field methodology was used during data collection for this project. A word list of approximately 413 words was constructed and translated to Totok Chingkho by a native speaker. The translated words were transcribed using the IPA system, and were analyzed manually. The phonemic and vocalic inventory were created from minimal pairs extracted from the word-list. To determine the syllable structure, words were divided according to the number of syllables and their onset-nucleus, nucleus-coda relationship was investigated. There is a possibility for further research in phonological system as well as suprasegmental phonology of Totok Chingkho. Certain anomalies were observed, such as, the presence of labial stops and nasal sounds but absence of a labial fricative sound. Similarly, diphthongs were observed but not all could be confirmed. The data for onset-nucleus-coda relationship was found to be irregular which needs more explanation. This study provides requisite groundwork for further research in various facets of Totok Chingkho

    Assesment Daya Tahan Kerang Totok (Polymesoda erosa) terhadap Berbagai Tingkat Konsentrasi Crude Oil pada Skala Laboratorium

    No full text
    Penelitian ini berjudul Assesment Daya Tahan Kerang Totok (Polymesoda erosa) Terhadap Berbagai Tingkat Konsentrasi Crude Oil Pada Skala Laboratorium. Kerang totok merupakan biota yang populer digunakan untuk mendeteksi pencemaran lingkungan, karena kemampuan nya mengakumulasi bahan pencemar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat mortalitas kerang totok pada berbagai tingkat konsentrasi crude oil pada skala laboratorium, mengetahui daya tahan kerang totok pada berbagai tingkat konsentrasi crude oil pada skala laboratorium, dan mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi crude oil terhadap mortalitas dan daya tahan kerang totok. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental laboratorium dengan objek penelitian kerang totok yang mendapat perlakuan tingkat konsentrasi crude oil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas kerang totok pada konsentrasi 2000 ppm pada hari ke-12-16 , kerang totok dapat bertahan pada konsentrasi 2000 ppm hingga hari ke-12, dan crude oil berpengaruh terhadap mortalitas dan daya tahan kerang totok

    KAJIAN STILISTIKA PADA KUMPULAN PUISI SAPE’ JINGGA KARYA ANTONIUS TOTOK PRIYADI

    No full text
    Abstract     This study aims to describe the diction, style of language, and imagery contained in the collection of poetry Sape' Jingga by Antonius Totok Priyadi. The research method used is a descriptive method with a qualitative research form. The approach used is a stylistic approach. The data source of this research is a collection of poetry Sape' Jingga by Antonius Totok Priyadi which was written in 2015. The techniques and data collection tools used in this research are documentary studies and the researchers themselves. The data validity testing technique uses reference estimation, peer checking through discussion, and triangulation. The results of this study are about diction, language style and imagery contained in the collection of poetry Sape' Jingg by Antonius Totok Priyadi regarding data analysis carried out by determining the diction or word choice used by the author. The diction used includes the use of connotation, denotation, abstract, special, and vulgar words. The use of language style in the collection of Sape' Jingga poetry by Antonius Totok Priyadi includes hyperbole, personification, metaphor, smile, and repetition. The use of imagery in the collection of poetry Sape' Jingga by Antonius Totok Priyadi includes visual imagery, auditory imagery, movement imagery and olfactory imagery. Keywords: Diction, image, language style, poetry collection

    MANFAAT HASIL PELATIHAN TOTOK WAJAH MERIDIAN SEBAGAI KESIAPAN MENJADI BEAUTY THERAPIST

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan banyaknya perawatan kecantikan, khususnya totok wajah yang membutuhkan beauty therapist untuk melakukan perawatan tersebut. Beauty therapist adalah tenaga kerja tingkat terampil, yang bertugas melayani dan melakukan perawatan dalam bidang kecantikan. Kesiapan untuk menjadi beauty therapist timbul karena adanya motivasi dan keterampilan yang didapatkan dari pelatihan dalam bidang kecantikan khususnya totok wajah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh data tentang manfaat hasil pelatihan totok wajah meridian sebagai kesiapan menjadi beauty therapist. Manfaat dari penelitian ini ialah mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang perawatan wajah khususnya totok wajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan alat pengumpulan data berbentuk angket. Populasi dalam penelitian ini adalah alumni pelatihan Rumah Cantik Wulan yang berjumlah 25 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lebih dari setengahnya warga belajar mengetahui manfaat hasil pelatihan totok wajah meridian ditinjau dari indikator konsep dasar totok wajah meridian, sejarah totok wajah meridian dan titik meridian pada anatomi wajah; pengetahuan diagnosis kulit wajah dan pengetahuan kosmetika (alat, bahan dan lenan) totok wajah meridian sebagai kesiapan menjadi beauty therapist. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa lebih dari setengahnya alumni pelatihan Rumah Cantik Wulan telah merasakan manfaat hasil pelatihan totok wajah meridian sebagai kesiapan menjadi beauty therapist. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan dalam mengembangkan materi pelatihan totok wajah meridian

    Pengobatan Tradisional Totok Darah Perguruan Silat Walet Puti

    No full text
    Skripsi ini mendeskripsikan tenatang sebuah pengobatan tradisional khas Indonesia, yang dalam prakteknya melakukan penotokan pada beberapa bagian tubuh pasien, dan dalam penotokan menggunakan stik perak sebagai media penyembuhan. Penulis memilih pengobatan ini karena melihat keunikan dan banyaknya minat masyarakat untuk menggunakan metode totok darah tersebut.Pentingnya penelitian ini dilakukan dalam kerangka pemikiran Antropologi adalah untuk mengkaji secara menyeluruh, bagaimana sebenarnya suatu bentuk pengetahuan, atau budaya pengobatan dapat tercipta dari proses non-medis yang biasanya. Kebanyakan masyarakat hanya mengetahui bahwa metode pengobatan hanya diciptakan melalui penelitian medis. Padahal sebenarnya sebelum munculnya pengobatan medis, terlebih dahulu muncul pengobatan tradisional. Sayangnya pengobatan-pengobatan tradisional di masyarakat Indonesia tidak dapat lagi ditelusuri jejak awal terciptanya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Untuk pengamatan digunakan teknik partisipasi, yakni peneliti memasuki wilayah penelitian (dalam hal ini klinik terapi totok darah Walet Puti) dan merasakan sendiri terapi totok darah Walet Puti untuk mengungkap data hingga mendetail. Dalam penelitian ini didapati kesimpulan bahwa metode pengobatan terapi totok darah Walet Puti tercipta pada tahun 1970, sejalan dengan dibentuknya perguruan silat Walet Puti. Proses penciptaannya berawal dari ketidaksengajaan dimana dalam kegiatan berlatih silat banyak murid yang mengalami cedera, sehingga Mahaguru yang pada saat itu dijabat oleh bapak Sofyan Ratta mencoba untuk memulihkan kesehatan muridnya dengan cara menotok bagian tubuh muridnya. Hasilnya banyak murid yang merasakan kesehatannya pulih, dan kemudian totok darah tersebut mulai dilakukan kepada masyarakat luas.Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini juga adalah bahwa dari tiap-tiap informan, salah satu penyebab munculnya keinginan untuk memanfaatkan pengobatan alternatif totok darah adalah diakibatkan oleh pengalaman negatif pada sistem pengobatan modern.115 HalamanSkripsi Sarjan

    RANCANG BANGUN APLIKASI PIJAT REFLEKSI DAN TOTOK WAJAH BERBASIS ANDROID

    No full text
    Pengobatan tradisioanal di Indonesia ini merupakan hal yang sangat sulit dipisahkan dari masyarakat Indonesia ini sendiri. Salah satunya adalah pijat refleksi dan totok wajah, kedua pengobatan tradisional tersebut masih sangat populer dikalangan masyarakat kita ini. Banyak sekali tempat tempat yang menyediakan jsa untuk melakukan pijat refleksi dan totok wajah ini, dan tidak kalah dengan pengobatan moderen pengobatan tradisional juga terbukti efektif untuk mengurangi keluhan bahkan menyembuhkan keluhan penderita. Sebenarnya pijat refleksi dan totok wajah ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, hanya saja masyarakat kurang mengetahui titik yang benar dan cara yang benar untuk melakukannya. Dalam perkembangan teknologi seperti sekarang ini, hampir semua golongan masyarakat dapat menggunakan gadget dengan mudah seperti contohnya telpon genggam. Hampir dapat dipastikan semua masyarakat dapat menggunakan telpon genggam sekarang ini. Dengan adanya operating system (OS) android sekarang ini, membuat telpon genggam menjadi semakin pintar dan semakin mudah digunakan oleh siapa saja dan kapan saja. Dengan kemajuan teknologi sekarang ini dan di tambah dengan keingingan untuk melestarikan dan menggunakan pengobatan tradisional secara mudah dan cepat penullis ingin membuat suatu aplikasi yang memberikan informasi tentang pijat refleksi dan totok wajah kepada masyarakat sehingga mudah untuk diakses dan digunakan kapan saja dan dimana saja.  Kata kunci : android, pijat refleksi dan totok wajah

    PENGARUH TERAPI TOTOK WAJAH TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU NIFAS DI TPMB IKA MARDIYANTI SIDOARJO

    No full text
    Masa nifas merupakan periode kritis yang dialami oleh ibu setelah melahirkan, di mana ibu nifas menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan fisik, kurangnya dukungan dari lingkungan, serta perasaan cemas dan stres terkait peran baru sebagai ibu. Kecemasan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan hormon, tanggung jawab baru sebagai ibu, dan kekhawatiran mengenai kesehatan bayi serta kemampuan merawatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi totok wajah terhadap tingkat kecemasan ibu nifas di TPMB Ika Mardiyanti Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design quasi eksperiment menggunakan one group pre-test dan one group post-test. Dilakukan selama bulan April-Mei 2024 di TPMB Ika Mardiyanti Sidoarjo. Populasi seluruh ibu nifas sebanyak 26 orang. Pengambilan sampel non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Variabel independent pemberian totok wajah dan variabel dependent tingkat kecemasan ibu nifas. Instrumen SOP terapi totok wajah dan kuisioner skala HARS. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan derajat kemaknaan α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 26 responden sebelum diberi terapi totok wajah sebagian besar (53,8%) mengalami tingkat kecemasan sedang. dan setelah diberi terapi totok wajah sebagian besar (61,5%) mengalami tingkat kecemasan ringan. Dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,00, yang mana 0,00 adalah < 0,05, maka H1 diterima. Sehingga ada pengaruh terapi totok wajah terhadap tingkat kecemasan ibu nifas. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan diberikan totok wajah dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu nifas. Oleh karena itu diharapkan seorang bidan dapat melakukan terapi totok wajah untuk menurunkan kecemasan pada ibu nifas
    corecore