323 research outputs found

    Persepsi Pengelola Industri Garmen Tentang Kompetensi Siswa Prakerin SMK Progam Keahlian Tata Busana

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Titis. 2013. Persepsi Pengelola Industri Garmen Tentang Kompetensi Siswa Prakerin SMK progam Keahlian Tata Busana. Skripsi. Jurusan Teknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd,. (II) Nurul Hidayati, S.Pd. M.Sn.   Kata Kunci: Persepsi, Industri Garmen, kompetensi, siswa prakerin   Persepsi adalah suatu proses penginderaan, stimulus diterima individu melalui alat indera kemudian di-interpretasikan sehingga individu dapat memahami tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini biasanya dipengaruhi pula oleh pengalaman dan proses belajar individu. Persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana sesuai dengan SKKNI dan teori teknik pembuatan busana industri, meliputi: menyiapkan tempat kerja, membuat pola, membuat marker, cutting (pemotongan bahan), mengikat potongan-potongan pakaian, sewing (menjahit pakain), finishing atau penyelesaian, dan menerapkan praktek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian pengelola industri garmen yang menjadi tempat prakerin siswa SMK progam keahlian tata busana pada tanun ajaran 2011/2012 yaitu pimpinan industri, manajer produksi dan pembimbing prakerin di industri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket dengan jumlah pernyataan sebanyak 34 item. Validitas instrument angket diuji mengunakan validitas konstruk, dan uji reliabiltasnya menggunakan progam SPSS 18.0 dan dinyatakn reliable sebesar 0,7. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana, dari 12 responden menyatakan kompetensi siswa prakerin dalam menyiapkan tempat kerja adalah kompeten dengan persentase 86,81%, kompetensi siswa prakerin dalam mem-buat pola adalah cukup kompeten dengan persentase 62,85%, kompetensi siswa prakerin dalam membuat marker adalah cukup kompeten dengan persentase 70,83%, kompetensi siswa prakerin dalam memotong bahan adalah kurang kompeten dengan persentase 46,36%, kompetensi siswa prakerin dalam mengikat potongan-potongan pakaian adalah kompeten dengan persentase 87,92%, kompetensi siswa prakerin dalam menjahit pakaian adalah cukup kompeten dengan persentase 80,83%, kompetensi siswa prakerin dalam penyelesaian atau finishing adalah kompeten dengan persentase 85,65%, dan kompetensi siswa prakerin dalam menerapkan K3 adalah cukup kompeten dengan persentase 79,16%. Simpulan: persepsi pengelola industri garmen tentang kompetensi siswa prakerin SMK progam keahlian tata busana adalah cukup kompeten dengan persentase 77,08%.

    LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 MINGGIR

    Get PDF
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Minggir selama 5 minggu sejak 10 Agustus- 12 September 2015. Sekolah yang menjadi tujuan PPL beralamat di Pakeran, Sendang Mulyo, Sleman, Yogyakarta kode pos 55562. Berbagai program PPL telah dilaksanakan. Kegiatan PPL yang dilakukan meliputi tahap persiapan, praktik mengajar, dan pelaksanaan. Hasil yang dicapai dari pelaksanaan program individu tersebut adalah memberikan perubahan proses pembelajaran yang aktif dan menarik, serta melatih keterampilan proses siswa dalam belajar Bahasa Jawa. Kegiatan PPL juga dimulai dengan observasi sekolah, perencanaan program, konsultasi program kepada pihak sekolah dan DPL dan pelaksanaan program yang direncanakan. Sedangkan program PPL individu yang telah dilakukan adalah pembuatan media pembelajaran Aksara Jawa khususnya Aksara Murda. Secara garis besar, program-program individu dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi kemajuan pribadi penyusun, siswa, guru dan sekolah dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah untuk saat ini maupun di masa yang akan datang. Program PPL selain sebagai wahana untuk pelatihan dan pembelajaran bagi mahasiswa, juga menjadi usaha Universitas Negeri Yogyakarta untuk turut berkontribusi dalam mentransformasikan nilai-nilai kependidikan kepada sekolah tersebut. Harapannya, bukan hanya transfer of knowledge yang diberikan mahasiswa, tetapi juga transfer of value. Keberadaan mahasiswa PPL UNY diharapkan dapat membuat perubahan-perubahan sebagai upaya memajukan pendidikan Indonesia

    TERMINAL BUS TIPE A DI SURAKARTA

    Get PDF
    Pembangunan ekonomi dan perkembangan transportasi mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling ketergantungan. Perbaikan dalam transportasi pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang – barang, terdapatnya pengangkutan barang – barang dengan kecepatan yang lebih tinggi dan perbaikan kualitas/sifat dari jasa – jasa pengangkutan tersebut. Secara langsung atau tidak, transportasi yang efektif dan efisien sangat menentukan perkembangan pembangunan perekonomian pada umumnya. Propinsi Jawa Tengah yang berada di tengah – tengah Pulau Jawa merupakan lintasan daerah dengan arus transportasi yang cukup padat. Propinsi ini merupakan jalur darat penghubung kota – kota besar di Pulau Jawa bagian barat dengan kota – kota besar di Pulau Jawa bagian timur, bahkan menjadi penghubung antar Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur. Jeringan jalan yang ada di Propinsi Jawa Tengah terdiri dari jalan nasional 1.215,6 Km, jalan propinsi 2.589,61 Km, jalan kota 3.897 Km, dan jalan kabupaten 19.269 Km. dengan memperhatikan rencana kebutuhan lokasi simpul jalan yang merupakan bagian dari Rencana Tata Ruang, ditetapkan 25 kota dengan fasilitas Terminal Bus Tipe A dan salah satunya adalah Kota Surakarta. Kota Surakarta mempunyai peranan yang strategis. Selain, secara administratif Kota Surakartaa merupakan kota yang sedang berkembang, dilihat dari sisi transportasi, Kota Surakarta merupakan titik tengah jalur dari barat ke timur. Keuntungan lokasi ini menjadikan Kota Surakarta akan terus berkembang sebagai simpul jasa dan distribusi. Oleh karena itu, perlu adanya strategi guna menarik pertumbuhan Kota Surakarta, minimal dalam menampung arus pergerakan regional Jawa Tengah. Kota Surakarta berpotensi sebagai Pusat pengembangan transportasi yang mempunyai potensi sebagai pintu gerbang ke kawasan – kawasan nasional dan mempunyai potensi untuk mendorong daerah sekitarnya. Saat ini transportasi di Kota Surakarta dilayani oleh suatu terminal dan 3 stasiun. Terminal yang dimaksud adalah terminal tirtonadi yang terletak di daerah pinggiran Kota Surakarta. Walaupun terletak di pinggiran kota (Ring Road) namun masih sering menimbulkan kemacetan lalu lintas di kawasan sekitarnya, apalagi jika mendekati hari libur terminal ini menjadi sangat padat. Dampak yang timbul dari beberapa permasalahan di atas adalah meningkatnya arus pergerakan. Angkutan umum menjadi salah satu sarana melakukan pergerakan tentunya memerlukan adanya prasarana terminal yang memadai. Sejalan dengan hal itu untuk mengantisipasi meningkatnya intensitas pergerakan arus lalu lintas di masa yang akan datang sebagai dampak pertumbuhan ekonomi di Surakarta dan di daerah – daerah pengaruhnya. Di satu sisi kinerja pelayanan fasilitas publik di Kota Surakarta belum mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, yang disebabkan karena keterbatasan sumber daya pendukung baik dana maupun sumber daya lainnya. Salah satu fasilitas publik yang belum mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat Kota Surakarta adalah Terminal Bus Tirtonadi. Terminal yang notabene sudah mengalami pengembangan sebanyak dua kali ternyata masih belum mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada para pengguna jasa layanan terminal dalam hal ini adalah penumpang dan operator jasa angkutan. Terminal Tirtonadi memiliki tingkat pelayanan yang kurang terhadap pengguna. Dari pedoman Departemen Perhubungan, kebutuhan lahan untuk terminal Tipe A di pulau jawa adalah 5 Ha, padahal luas lahan Terminal Tirtonadi hanya 35000 m, sehinga ketersediaan terminal Tirtonadi masih kurang sekitar 15000 m. Selain permasalahan diatas juga letak Terminal Tirtonadi yang relatif di tengah kota, dipinggiran daerah sentral bisnis menyebabkan pergerakan angkutan umum AKAP dan AKDP ke dan dari arah timur kota Sirakarta akan membebani ruas – ruas jalan yang sudah padat lalu lintasnya, sehingga menimbulkan keruwetan lalu lintas diruas tersebut yang selanjutnya akan berdampak pula pada polusi udara dan gangguan keselamatan pengguna jalan. Mengacu pada keadaan sarana transportasi untuk meningkatkan tingkat pelayanan bagi pengguna transportasi yang melalui Kota Surakarta perlu perlu dipertimbangkan keberadaan sebuah Terminal bus dengan moda transportasi lainnya. Keterpaduan denga moda transportasi lain, seperti bandar udara dan stasiun kereta api bertujuan untuk mempermudah pengguna sarana transportasi dalam melakukan pergantian moda transportasi ( Interchange Moda Transportation). Berdasarkan kajian diatas maka perlunya sebuah perencanaan pengembangan terminal bus bagi kota Surakarta yang memiliki ketersediaan lahan yang cukup bagi prsyaratan terminal bus tipe A dengan fasilitas yang dapat menunjang pelayanan bagi kenyamanan pengguna jasa Terminal dan bersifat terbuka (menerima) kontekstual dengan lingkungan mampu merespons lingkungan sekitar, dalam hal ini dapat merespon lingkungan kota Surakarta dengan segala potensi yag ada dengan menampilkan bentuk yang mudah diterima oleh masyarakat, ramah lingkungan, dan berwawasan lingkungan sehingga dapat merespon keadaan lingkungan site, tradisi budaya setempat. B. Tujuan dan Sasaran Memperoleh suatu landasanperencanaan dan perancangan Terminal Tipe A Surakarta yang representatif ditinjau dari segi pemenuhan kebutuhan ruang beserta persyaratan teknisnya sekaligus dari segi keamanan dan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Tersusunnya langkah – langkah kegiatan penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dengan judul Terminal Tipe A Surakarta. C. Manfaat Secara Subjektif • Memenuhi salah satu persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir sebagai ketentuan kelulusan Sarjana Strata 1 (S1) pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP Semarang. • Sebagai pedoman dalam penyusunan landasan Program Perancanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A). • Secara Subjektif Usulan tentang Terminal Terpadu Surakarta dengan klarifikasi terminal tipe A diharapkan dapat menjadi salah satu masukan yang berarti bagi masyarakat Kota Surakarta pada umumnya dan Pemerintah Kota pada Khususnya. • Sebagai tambahan wawasan dan perkembangan ilmu pegetahuan bagi mahasiswa Arsitektur yang akan mengajukan proposal Tugas Akhir. D. Lingkup Bahasan Ruang Lingkup Substantial Perencanaan Terminal Tipe A Surakarta merupakan perencanaan dan perancangan suatu prasarana transportasi sebagai sarana dalam sistem trasportasi yang aman, nyaman dan lancar serta efisien dari segi operasional dan biaya dengan fasilitas – fasilitas yang mendukung kegiatan pelayanan transportasi tersebut. Ruang Lingkup Spatial Terminal Bus Tipe A ini merupakan bangunan dalam sistem sarana transportasi, maka bangunan inim harus terletak dikawasan yang potensial dan strategis agar mudah dicapai oleh pengguna, serta aksesibilitasnya mudah. Secara gografis kota Surakarta dan sekitarnya terletak pada posisi 110˚45’15” – 110˚45’35” Bujur Timur, 70˚36’ – 70˚56” Lintang Selatan. Luas daerah administrasi kurang lebih 4.404 hektar. Terdiri dari 5 wilayah kecamatan (kecamatan Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, dan Banjarsari) dan 51 Kelurahan. Batas – batas administrasi dari wilayah kota Surakarta dan sekitarnya : Sebelah Utara : Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali Sebelah Timur : Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo Sebelah Selatan : Kabupaten Sukoharjo Sebelah Barat : Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo Jaringan jalan arteri primer kota Surakarta mempunyai pola hubungan sebagai berikut : Arah Utara : menghubungakn kota Semarang sampai Jakarta Arah Barat : menghubungkan kota Yogyakarta, Bandung, Jakarta Arah Timur :menghubungkan kota Madiun, Surabaya, Malang, Banyuwangi E. Metode Pembahasan Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan dokumentatif, yaitu dengan melaksanakan studi lapangan, mengidentifikasi data, menganalisis sehingga didapatkan suatu pemecahan desain. Data yang diperoleh meliputi : • Data Primer Observasi lapangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pendataan langsung di lokasi dan wawancara dengan Bappeda bagian fisik perencanaan dan Kepala Dinas UPTD Terminal Tirtonadi. Hal ini dilakukan untuk menggali data mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan topik. • Data Sekunder Studi kepustakaan yaitu data sekunder yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan dan perancangan. F. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan laporan perencanaan dan perancangan PA 4 ini didasarkan pada urutan lingkup pembahasan. BAB I PENDAHULUAN Menguraikan latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, lingkup bahasan, metode pembahasan, serta sistematika sebagai pembahasan. BAB II TINJAUAN TEORI Berisi teori – teori dan tinjauan mengenai transportasi, terminal bus tipe A dan Kebijakan Pemerintah tentang Transportasi, pelaku, aktifitas, ruang, kriteria Terminal bus tipe A dan aspek perencanaan dan perancangan Terminal Bus Tipe A Surakarta. BAB III DATA Berisi data fisik kota Surakarta dan gambaran umum sebuah terminal dengan klasifikasi tipe A dari hasil studi banding untuk mencari persamaan penentuan lokasi secara teori. BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN Berisi tentang pendekatan dalam program perencanaan da perancangan, meliputi pendekatan lokasi dan tapak, pendekatan pelaku, aktifitas, fasilitas, da program ruang. BAB V PROGRAM PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi pedoman pe Tipe A Surakarta.rancangan yang berupa kriteria desain perancangan Terminal Bu

    The Effectiveness of Teaching Vocabulary By Using Pictorial Board Game in Improving The Fifth Year Student’s Mastery of Vocabulary, At SDN Setonorejo 1 Kras, Kediri

    Get PDF
    Key Words: Effectiveness Pictorial Board Game, Media, Vocabulary Mastery Pictorial Board Game was designed to improve students’ mastery of vocabulary. It was a modification of snake and Ladder which is modified by putting a picture represent a certain vocabulary on every step on the board to help student learning and remembering the vocabularies easily. This study was aimed at finding out whether pictorial board Game is effective in improve the vocabulary mastery of the fifth graders of SDN Setonorejo 1 Kras, Kediri. The problems of the study are: (1) how is the students’ achievement vocabulary mastery before Taught by using Pictorial board game? (2) how is the students’ achievement vocabulary mastery after Taught by using Pictorial board game? (3) Is there any difference between the students’ achievement on vocabulary mastery before using board game and after using pictorial Board game? The purposes of the study: (1) to know how is the students’ achievement vocabulary mastery before Taught by using Pictorial board game? (2) to know how is the students’ achievement vocabulary mastery after Taught by using Pictorial board game? (3) to know Is there any difference between the students’ achievement on vocabulary mastery before using board game and after using pictorial Board game? This research used experimental design .This research intended to investigate the influence of Pictorial Board Game as media in teaching vocabulary to the fifth year students of SDN Setonorejo 1 Kras, Kediri. The design used by the research is pre-experimental design in one-group, pretest and posttest, the method of collecting data is administering whit test. The analysis technique of data used t-test statistical analysis for treatment media of teaching vocabulary. Research findings: after pretest was done, the data showed that are 22 students get in sufficient score, 8 students get sufficient score, 1 student get good score and nobody gets very good and excellent score. It means that there are 71% students get in sufficient score, 26% students get sufficient score, and 3% student get good score, and 0% who get very good and excellent score in vocabulary mastery before using pictorial board game, it means that the student vocabulary mastery before taught using pictorial board game. Than after posttest was done, the data showed that there are 2 students get in sufficient score, 2 students get Sufficient score, 12 student get good score, 11 students get very good score, 4 students get Excellent. It means that there are 6% students get in sufficient score, 6 % students get sufficient score, and 39% student gets good score, 36% students get good score, and 13% gets Excellent score. Students who get excellent score in vocabulary mastery after using pictorial board game, it means that the student vocabulary mastery after taught using pictorial board game. The students vocabulary is improved. The result of computation showed that (7.294 > 2.042), so Ho is rejected or Ha is accepted. It means that there were any significant influences between score of pretest and posttest. It can be concluded that the students get good achievement in vocabulary mastery after taught by using Pictorial Board game. The students vocabulary mastery improved and significantly better than before taught by using Pictorial Board game, so teaching vocabulary by using pictorial board game is effective to improve students’ mastery on vocabulary. It is suggested that the English teachers use Pictorial Board Game since it can improve students’ mastery of vocabulary

    Wulandari, Sri OPTIMALISASI DESAIN GROOVE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BUSHING PADA RODA BOGIE BERBASIS SIMULASI CFD

    No full text
    Optimization is a process of maximizing an object to find the best results from a set of alternative solutions that exist, so as to increase its effectiveness, such as profits, minimize process time and so on. This thesis aims to conduct CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation analysis on bushings with different grooves in an effort to improve lubrication efficiency. This research uses CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation analysis on bushings with different grooves in an effort to improve lubrication efficiency. This research uses CFD (Computational Fluid Dynamics) simulation where a method is used to model, analyze, and related phenomena in the system using a numerical approach. The addition of grooves or grooves on the bushing surface can affect the flow of lubricant around it. Through CFD simulation, the author will compare the performance of various groove designs to identify models that provide better lubrication. The results of this research are expected to provide valuable insights in the development of more lubrication-efficient bushings.Optimalisasi adalah suatu proses memaksimalkan suatu objek guna menemukan hasil terbaik dari sekumpulan alternatif solusi yang ada, sehingga dapat meningkatkan efektifitasnya, seperti keuntungan, meminimalisir waktu proses dan sebagainya. Skripsi ini bertujuan untuk melakukan analisis simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) pada bushing dengan groove yang berbeda-beda dalam upaya meningkatkan efisiensi pelumasan. Penelitian ini menggunakan simulasi CFD (Computational Fluid Dynamics) dimana suatu metode yang digunakan untuk memodelkan, menganalisis, dan fenomena terkait di dalam sistem menggunakan pendekatan numerik. Penambahan groove atau alur pada permukaan bushing dapat mempengaruhi aliran pelumas di sekitarnya. Melalui simulasi CFD, penulis akan membandingkan performa berbagai desain groove untuk mengidentifikasi model yang memberikan pelumasan yang lebih baik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga dalam pengembangan bushing yang lebih efisien secara pelumasan

    LITERATUR REVIEW: PENGARUH TINDAKAN MOBILISASI PROGRESIF TERHADAP STATUS HEMODINAMIK DAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE DI RUANG ICU

    No full text
    Wulandari, 2021. Literatur Review: Pengaruh Tindakan Mobilisasi Progresif Terhadap Status Hemodinamik dan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke di Ruang ICU (Author I Mardiyono,BSN,MNS,PhD dan Co-Author II Sumarno, S.Kep, Ns, M.Kep) ABSTRAKLatar Belakang : Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian nomor lima dengan 795.000 kasus per tahun. Persentase pasien stroke yang perlu dirawat di unit perawatan intensif (ICU) pun meningkat. Pasien yang dirawat di ICU pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Tirah baring lama tanpa ada mobilisasi dapat menyebabkan menurunnya sirkulasi darah dan menurunnya kekuatan otot, untuk mengatasi hal tersebut American Association of Critical Care Nurses (AACN) memperkenalkan intervensi mobilisasi progresif yang terdiri dari beberapa tahapan. Tujuan : Menganalisa pengaruh tindakan mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik dan peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke di ruang ICUMetode : Metode yang digunakan adalah Literatur Review. Pencarian artikel dilakukan secara komprehensif menggunakan database jurnal seperti PubMed, Elsevier, Google Scholar, dan Proquest dengan kriteria inklusi jurnal terpublikasi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2015-2021), dengan desain Quasi eksperimen, eksperimen, randomized controlled trial, pra experimental, clinical trial, jurnal yang diterbitkan dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, terpublikasi dalam bentuk teks lengkap. Kemudian ditinjau sebelum dimasukan kedalam ulasan sesuai dengan subjek penelitian didapatkan 12 jurnal. Hasil : Tindakan mobilisasi progresif yang dilakukan 30 menit selama 5-7 hari berpengaruh terhadap status hemodinamik dan peningkatan kekuatan otot pada pasien strokeSimpulan : Mobilisasi progresif berpengaruh terhadap status hemodinamik dan kekuatan otot pada pasien stroke di ruang ICU Hal ini dapat dijadikan sumber informasi serta sumber pengetahuan selama proses pemulihan bagi pasien stroke. Kata Kunci : Mobilisasi progresif, stroke, kekuatan otot, hemodinamik,status fungsional,ICU. hemodynamic state, progressive mobilization, status functional, ROM (Range Of Motion), Muscular Systems, IC

    ANALlSIS KEPUASAN TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK ANTAR KARYAWAN PADA BIRO KEUANGAN DAN UMUM KANTOR PUSAT PT INDUSTRI SANDANG II SURABAYA

    Get PDF
    Konflik, perselisihan, pertentangan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, antar siapa saja dan mcnyangkut hal apa saja. Sehingga konflikpun dapat terjadi ditempat kerja. Dalam lingkungan ketja, konflik antar karyawan yang terjadi sebaiknya diselesaikan dengan baik karena konflik yang dapat diselesaikan akan memberikan kepuasan bagi karyawan

    Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Terhadap Klausula Penyelesaian Sengketa Pada Kontrak Kerja Konstruksi di Indonesia (Studi Kasus PT. Hutama Karya (Persero))

    Get PDF
    ABSTRACT Embun Nurani Wulandari. E0014128. IMPLEMENTATION OF THE ENACTMENT LAW NUMBER 2 OF 2017 ON CONSTRUCTIONS SERVICE TOWARDS DISPUTE RESOLUTION CLAUSE IN THE CONSTRUCTION WORK CONTRACT IN INDONESIA (STUDY ON PT. HUTAMA KARYA (Persero)). Legal Writing. Faculty of Law Universitas Sebelas Maret Surakarta. The purpose of this study to know the enacment Law Number 2 of 2017 about Construction Services towards dispute resolution clause in the construction work contract in Indonesia that the author did a research at PT. Hutama Karya. The research method used is empirical (sociological/non doctrinal) law research with descriptive research and object of research in PT. Hutama Karya with the interview against the effectiveness of the law and the qualitative analysis approach. The results of the reserach showed that PT. Hutama Karya. yet understand the difference a disagreement and disputes so that still used the contract administration procedures have not been updated to the guidelines in the making of the contract. In addition, the dispute settlement clause which is done through the courts and still not through deliberations in advance whereas enacment Law Number 2 of 2017 about Construction Services have been set regarding dispute resolution has not been enact again through the courts. So this is the underlying implications from the enactment Law Number 2 of 2017 about construction services in Indonesia (study on PT Hutama Karya). Finally, the author gives suggestion related to the implications of the existence of stakeholders i.e. PT. Hutama Karya, Government, trade and construction services. Keywords: Construction Service, Dispute Resolution, Construction Work Contract

    PENERAPAN METODE KARYA WISATA UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK USIA 3 - 4 TAHUN DI PPT PERMATA KECAMATAN PAKAL SURABAYA

    Get PDF
    Rasa percaya diri anak usia 3-4 tahun PPT Permata Kecamatan Pakal Surabaya masih dalam kategori cukup, maka perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode karya wisata untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan rasa percaya diri anak usia 3–4 tahun melalui metode karya wisata di PPT Permata Kecamatan Pakal Surabaya. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), pada anak usia 3-4 tahun PPT Permata dengan jumlah siswa 18 anak, yang berlokasi di Dukuh Jerawat Rt 01 Rw 04 Kecamatan Pakal Surabaya. Dengan tehnik pengumpulan data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan, dimana pada pra tindakan mendapat hasil 43,1% dan setelah dilakukan tindakan siklus I mendapatkan hasil 51,1%. pada siklus ini terjadi peningkatan kemampuan menunjukkan rasa percaya diri anak. namun masih dalam kategori cukup karena belum memenuhi nilai keberhasilan yang ditentukan yaitu 80%. Dengan hasil perolehan pada siklus I maka perlu dilakukan tindakan selanjutnya yaitu siklus II dengan hasil 82% maka dengan hasil tersebut dapat dikategorikan sangat baik. Karena hasil perolehan 82% ≥ 80%. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dikatakan bahwa penerapan metode karya wisata untuk meningkatkan rasa percaya diri anak usia 3-4 tahun di PPT Permata Kecamatan Pakal Surabaya telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan dan sekaligus dapat menjawab rumusan masalah yang ada

    MYTH OF PALAKRAMA AT PECUK VILLAGE, SUBDISTRICT OF PAKEL, TULUNGAGUNG REGENCY

    Get PDF
    This study has two objectives. The objective of this research is used to: describe the palakrama myth form at Pecuk village, Subdistrict of Pakel, Tulungagung regency and to describe symbolic meaning of the palakrama myth form at Pecuk village, subdistrict of Pakel, Tulungagung regency.            The study used descriptive qualitative research. Descriptive research method used to describe the palakrama myth form and the symbolic meaning myth of palakrama at Pecuk village, subdistrict of Pakel, Tulungagung regency. In collecting the data in this study was by deep interview an documentation. The way in analysis the data in this study was by using inductive data analysis technique. This study used triangulasi to valid the data.The result of myth of palakrama at Pecuk village, subdistrict of Pakel, Tulungagung regency, that there were eight myths. The myth form of myth ofpalakrama at Pecuk village, subdistrict of Pakel, Tulungagung regency are: (1) mitos etan ratan kilen ratan, (2) dhandhang ongak-ongak, (3) gajah noleh, (4) sunduk waton, (5) mlumah murep, (6) naga tahun, (7) mitos mbucal ayam wonten lepen, saha (8) turun telu, papat, lima.
    corecore