184 research outputs found
Membaca Karya Lukis Isa Ansory “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green”
ABSTRAK Wati, Titik. 2018. Membaca Karya Lukis Isa Ansory “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green”. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Lilik Indrawati, M.Pd., (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green”, Karya Lukis, Isa Ansory. Karya lukis merupakan salah satu benda seni yang memiliki nilai atau isi. Lukisan Isa Ansory yang berjudul “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green” memiliki keunikan dan mengandung nilai-nilai yang dapat ditangkap oleh penanggap seni dengan melebur dalam pengalaman seninya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung dalam karya lukis Isa Ansory yang berjudul “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik holistik. Subjek dalam penelitian ini adalah seniman Isa Ansory sebagai sumber data genetik subjektif dan objektif. Objek dalam penelitian ini adalah Lukisan “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green” dengan melakukan kegiatan analisis lukisan, mulai dari analisis formal, interpretasi, dan sintesis. Informasi afektif dijaring dari sumber data peneliti dengan interpretasi yang muncul dari hasil mengganggapi karya lukis “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green”. Sumber data diperoleh dari wawancara, observasi, analisis dokumen. Untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triagulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara terhadap Isa Ansory dengan informan-informan pendukung. Selain triangulasi sumber, dalam penelitian ini juga menggunakan triangulasi teknik, yaitu dengan membandingkan dan memadukan data-data observasi, wawancara serta dengan analisis dokumen agar data latar belakang kehidupan Isa Ansory benar dan nyata. Lukisan “Tanya pada Pohon” melukiskan visualisasi pepohonan yang menggambarkan latar tempat dan suasana hutan dengan kesan lukisan nampak terbakar, dimaknai sebagai lingkungan alam yang kelam karena kerusakan. Begitu juga lukisan “Memories of Green” yang menggambarkan visualalisasi pepohonan dengan daun dan ranting. Perbedaannya terletak pada warna yang digunakan serta efek kanvas yang nampak sobek di beberapa bagian, dimaknai sebagai lingkungan alam (hutan) yang dingin, tidak bercahaya, usang dan suram karena kerusakan alam. Kedua lukisan tersebut nampak berkesinambungan dan memiliki satu tema. Inspirasi tersebut dilatarbelakangi oleh kegelisahan Isa Ansory terhadap kerusakan lingkungan alam tempat tinggalnya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karya lukis Isa Ansory yang berjudul “Tanya pada Pohon” dan “Memories of Green” mengandung nilai-nilai di dalamnya yaitu: nilai sosial dan nilai lingkungan. Seharusnya pemanfaatan alam juga untuk menjaga keberlanjutan bagi kehidupan sekarang dan kehidupan generasi yang akan datang. Manusia juga harus memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan alamya. Alam sebagai karunia dan anugrah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri dan dengan berbagai lapisan kehidupan di dalamnya, alam memiliki nilai tersendiri yang harus dihormati
PERSEPSI BADAN OTONOM PELAJAR ISLAM INDONESIA (BO PII) WATI SUMSEL TERHADAP BERITA CROSSHIJABERS CNNINDONESIA.COM
This thesis is the result of research describing how the perception of Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati on crosshijabers news on Cnnindonesia.com. The presence of crosshijabers or men dressed in syar\u27i is considered unsettling because it can gives a bad stigma for Muslim women. Therefore, researchers are interested in raising the title "Perception of the Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati Sumsel Against Crosshijabers news at Cnnindonesia.com" as research material. This research aims to answer the question of how the perception of the Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati of crosshijabers news on Cnnindonesia.com and the factors that influence it. The research methodology used is a qualitative approach. Data collection was carried out by direct interviews with informants in this study, namely the management of Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati Sumsel. The results showed that the administrators of the Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati Sumsel had two forms of response that emerged, there are positive and negative responses. Factors that influence the perception of Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati on crosshijabers news on Cnnindonesia.com include the attention stage, and also the interpretation which includes the use of news, the level of news reading satisfaction, and also experience. The following are suggestions that the author proposes: For people who are media users to be wiser in receiving news. For the media, depth is needed in following up this phenomenon completely so that this phenomenon does not occur again. Keywords: Perception, Indonesian Badan Otonom Pelajar Islam Indonesia (BO PII) Wati, News, Crosshijabers
ASPEK SOSIAL NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI
Memang Jodoh merupakan salah satu naskah Roman dan autobiografi Marah Rusli seorang sastrawan yang dilahirkan di Padang Sumatera Barat pada 7 Agustus 1889. Secara umum, novel Memang Jodoh menceritakan tentang kehidupan sosial Minangkabau, khususnya Padang. Novel ini juga menceritakan tentang perjodohan yang disebabkan oleh adat-istiadat perkawinan di Padang. Kehidupan sosial yang ditekankan dalam novel ini sangat berkaitan dengan tokoh utama melalui interaksi dan komunikasi dengan masyarakat disekitarnya. Hal itu, sangat menarik penulis untuk mengkaji melalui teori sosiologi dengan cakupan aspek sosial.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan keterkaitan novel Memang Jodoh karya Marah Rusli; (2) mendeskripsikan aspek sosial yang terdapat dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan dalam mengembangkan kreativitas seseorang tentang nilai-nilai sosial yang terkandung dalam sebuah karya sastra.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, analisis data dan perumusan hasil. Data diperoleh melalui studi pustaka yang berupa buku-buku yang terkait dengan objek penelitian. Data analisis menggunakan pendekatan struktural dan aspek sosial.
Tema mayor yang terdapat dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli adalah pertentangan adat perkawinan akan menimbulkan perselisihan. Tema minor dalam novel ini adalah seorang yang melanggar adat perkawinan akan dikucilkan, jodoh adalah takdir Tuhan, memegang teguh adat istiadat. Tokoh Hamli memiliki watak datar dan tokoh-tokoh bawahan lainnya memiliki watak datar dan bulat. Latar tempat di antaranya yaitu di sekolah Raja Bukit-Tinggi, Padang dan Bogor. Latar
Waktu meliputi siang hari, pagi hari dan sore hari. Secara sosiologis latar sosial dalam novel ini menunjukkan latar sosial adat istiadat masyarakat Padang menurut garis keturunan ibu (matrilineal) yang harus dijalankan dan tidak boleh dilanggar oleh masyarakatnya. Konflik eksternal dialami oleh Hamli dengan Siti Anjani, Siti Anjani dengan Fatimah, Din Wati dengan Dian, Din Wati dengan Paman Hamli, Hamli dengan Masyarakat Padang, dan Hamli dengan keluarganya serta ketika masyarakat Blitar tertimpa musibah letusan Gunung Kelud. Konflik internal dialami Ayah dan Ibu Hamli serta Hamli dan Din Wati.
Aspek sosial dalam dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli terdiri atas empat hal, yaitu struktur sosial, proses sosial, perubahan sosial dan masalah sosial. Struktur sosial meliputi norma sosial, lembaga sosial dan lapisan sosial. Norma sosial yang ada dalam masyarakat Minangkabau khususnya Padang adalah norma adat, tatakelakuan dan kebiasaan. Norma adat masyarakat Padang yaitu adat perkawinan yang tidak memperbolehkan masyarakatnya menikah di luar suku. Norma kebiasaan yaitu murid-murid sekolah raja Bukit-Tinggi yang sudah lulus harus memberikan barang-barangnya kepada murid yang masih tinggal di sekolah Raja. Lembaga sosial adalah lembaga keluarga dan lembaga pendidikan. Lembaga keluarga masyarakat Padang berdasarkan garis keturunan pihak perempuan (matrilineal) yang didasarkan atas pertalian darah atau ikatan dari sejumlah orang atau kerabat. Masyarakat Padang terbagi ke dalam tiga lapisan sosial yaitu lapisan bangsawan, orang biasa dan lapisan terendah (para budak).
Proses sosial berbentuk kerja sama, pertentangan dan akomodasi. Kerja sama dilakukan oleh Hamli, Sultan Dompu dan keponakan Sultan Dompu; Hamli dan kepala Jawatan pertanian Bogor; Hamli dan kepala pertanian Belanda; Hamli dan kepala pertanian Semarang; Radin Asmaya, Din Wati dan Mpok Nur; serta Khatijah dan Kalsum. Pertentangan dilakukan oleh Hamli, ibu dan ayah Hamli; Radin Asmawati (Din Wati) dan keluarganya. Akomodasi dilakukan oleh Hamli, Ratu Maimunah dan penghulu sebagai mediator.
Perubahan sosial yang terjadi merupakan perubahan sosial yang dialami oleh Siti Anjani dan perubahan yang tidak dikehendaki oleh Hamli. Salah satu penyebab terjadinya perubahan sosial yaitu migrasi, perpindahan Hamli dari Sumbawa, Blitar, Jakarta, Bima dan Semarang.
Masalah sosial yang terdapat dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli adalah masalah kemiskinan, kejahatan dan disorganisasi keluarga. Kemiskinan yang dialami masyarakat Sumbawa yang hidup di daerah terpencil. Kejahatan dilakukan oleh Datuk Sati terhadap Din wati. Disorganisasi keluarga dialami oleh Hamli dan keluarganya
Prediksi Laju Erosi Dengan Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) Di DAS Krecek Kecamatan Bumiaji Kota Batu
ABSTRAK Wati, Eka. 2014. Prediksi Laju Erosi Dengan Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) Di DAS Krecek Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Skripsi, Jurusan Geografi FIS, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. Kata Kunci: Laju erosi, model WEPP, Plot Erosi, uji validasi Perubahan alih fungsi lahan hutan menjadi tegalan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah (top soil) akibat terjadinya erosi. Proses Erosi terdiri dari pelepasan, pemindahan dan pengendapan di sekitar DAS sehingga menyebabkan kerusakan lapisan tanah. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Lahan yang diteliti pada daerah ini berupa hutan dan tegalan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui nilai validasi model WEPP dan memprediksi besar laju erosi menggunakan model WEPP di DAS Krecek Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Serta, untuk memprediksi laju erosi dalam satu tahun (1 year simulation). Menggunakan penelitian survey. Data primer berupa sampel tanah, curah hujan harian, hasil erosi, panjang dan kemiringan lereng. Sedangkan data sekunder berupa peta administrasi, data statistik, RTRW, dan data curah hujan Kecamatan Bumiaji tahun 2004-2013. Titik sampel ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling yaitu sampel yang dipilih sesuai dengan pertimbangan dan tujuan penelitian itu sendiri. Penentuan titik sampel berdasarkan atas alih fungsi lahan hutan menjadi tegalan terjadi. Lokasi penelitian berada di tiga titik, yaitu Titik 1 pada kemiringan 1,67 % dengan penggunaan lahan hutan, Titik 2 pada kemiringan 1,39% dan Titik 3 pada kemiringan 3,89% dengan tanaman yang sama yaitu brokoli. Hasil penelitian menunjukkan dua kesimpulan yaitu. Pertama, Nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,007 pada titik 1; 0,000 pada titik 2 dan 0,000 pada titik 3. Nilai signifikan < 0,05 dikatakan valid, sehingga dari nilai signifikansi yang diperoleh dari analisis regresi tersebut model yang diajukan, yaitu WEPP dinyatakan valid. Kedua, Hasil prediksi laju erosi pada DAS Krecek selama satu tahun (1 year simulation) sebesar 3,711 kg/m2/tahun di Titik 1; 5,535 kg/m2/tahun di Titik 2, dan 5,595 kg/m2/tahun di Titik 3. Model WEPP ini sesuai diterapkan di DAS Krecek
PENGAWASAN PASAR TRADISIONAL CIK PUAN OLEH DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KOTA PEKANBARU
TRI CANDRA WATI(2024) :PENGAWASAN PASAR TRADISIONAL CIK PUAN
OLEH DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN
KOTA PEKANBARU
Penelitian ini dimotivasi oleh masalah yang ada pada Pasar Tradisional Cik Puan Kota
Pekanbaru, seperti kendala manajemen sampah, kelambatan pembangunan gedung pasar, dan
kejadian kebakaran yang sering terjadi di pasar. Studi dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek
yang berpengaruh pada situasi tersebut serta mengevaluasi pemantauan oleh Dinas Perdagangan
dan Perindustrian Kota Pekanbaru pada Pasar Cik Puan, dengan harapan dapat mengurangi
masalah yang ada. Teori yang diterapkan merupakan gagasan yang diperkenalkan oleh Darwis
serta rekan-rekannya. Dalam teorinya, mereka menjelaskan langkah-langkah dalam melakukan
pengawasan, yakni penetapan standar pengukuran, merumuskan titik-titik strategis, memeriksa
prestasi kerja, dan memperbaiki penyimpangan. Studi menggunakan metode kualitatif deskriptif,
lalu dilakukan tahap wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data.
Pengolahan data memanfaatkan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan tahapan mencakup
reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dari narasumber. Hasil studi
mengungkapkan bahwa Dinas Perdagangan dan Perindustrian, khususnya di Bidang Pasar, telah
melaksanakan pengawasan untuk pengembangan dan pemeliharaan Pasar Cik Puan sepadan pada
Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada, namun belum maksimal. Kendala-kendala seperti
kekurangan personel, kurangnya pengawasan terhadap fasilitas pasar, dan kurangnya kesadaran
masyarakat dalam mematuhi peraturan pasar menjadi faktor penghambat dalam pengawasan
yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Kata Kunci: Pengawasan, Pasar Tradisional, Dinas Perdagangan dan Perindustria
PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL PADA ALIRAN PANAS SEBUAH PLAT LOGAM DENGAN METODE LIEBMANN
Banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang melahirkan model
matematika, namun model matematikanya mengandung laju perubahan, sehingga
dalam situasi seperti ini dibutuhkan penyelesaian atau perhitungan matematika secara
khusus. Perhitungan tersebut memerlukan persamaan diferensial, misalnya masalah
aliran panas dapat diselesaikan menggunakan salah satu metode numerik yaitu
metode Liebmann. Tujuan dari skripsi ini yaitu untuk menyelesaikan persamaan aliran
panas plat logam dua dimensi pada saat steady. Pengertian steady adalah bila laju aliran
panas suatu sistem tidak berubah dengan waktu, yaitu laju tersebut konstan, maka
suhu di titik manapun tidak berubah.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Pertama mendiskritisasi model aliran
panas dalam keadaan steady dengan sumber panas dan tanpa sumber panas karena
bentuk modelnya masih kontinu. Tujuan dari diskritisasi model adalah merubah
bentuk persamaan kontinu menjadi bentuk diskrit agar dapat diselesaikan dengan
metode numerik. Tahap kedua yaitu pembuatan program, simulasi dan visualisasi.
Pembuatan program dalam skripsi ini menggunakan software Matlab 7.8.0. Simulasi
dan visualisasi bertujuan untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang
berpengaruh dalam menyelesaikan model aliran panas. Simulasi dan visualisasi yang
dilakukan antara lain merubah nilai error dan laju panas. Nilai error yang digunakan
0,01% dengan laju panas sebesar 10000 dan nilai error 0,001% dengan laju panas sebesar 50000 . Pemilihan nilai error sebesar 0,01% dan 0,001% dikarenakan
syarat untuk memperoleh hasil yang signifikan yaitu dengan nilai error sebesar 1% <
p < 5% sedangkan untuk memperoleh hasil yang sangat signifikan nilai error harus
kurang dari 1%.
Dari hasil simulasi dan visualisasi yang telah dibuat dapat diketahui
banyaknya iterasi yang dilakukan untuk memperoleh keadaan setimbang.
Penyelesaian aliran panas pada saat steady menggunakan metode Liebmann dengan
syarat awal nol dan syarat batas pada sekeliling plat dengan nilai pada aliran panas yang
mengandung sumber panas pada plat logam besi dengan nilai error 0,01% dan laju
panas diperoleh nilai setimbang pada iterasi ke-814, sedangkan dengan
nilai error 0,001% dan laju panas pada iterasi ke-996. Pada plat logam
tembaga dengan nilai error 0,01% dan laju panas diperoleh nilai setimbang
yaitu pada iterasi ke-836, sedangkan dengan nilai error 0,001% dan laju panas
pada iterasi ke-1007 dan pada plat logam aluminium dengan nilai error
0,01% dan laju panas diperoleh nilai setimbang pada iterasi ke-827,
sedangkan dengan nilai error 0,001% dan laju panas pada iterasi ke-1001.
Sedangkan pada plat logam dalam keadaan steady tanpa sumber panas didalamnya
dengan nilai error 0,01% diperoleh nilai setimbang pada iterasi ke-858, sedangkan
dengan nilai error 0,001% pada iterasi ke-1051
Penyelesaian Persamaan Diferensial Parsial Pada Aliran Panas Sebuah Plat Logam Dengan Metode Liebmann
Banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang melahirkan model
matematika, namun model matematikanya mengandung laju perubahan, sehingga
dalam situasi seperti ini dibutuhkan penyelesaian atau perhitungan matematika secara
khusus. Perhitungan tersebut memerlukan persamaan diferensial, misalnya masalah
aliran panas dapat diselesaikan menggunakan salah satu metode numerik yaitu
metode Liebmann. Tujuan dari skripsi ini yaitu untuk menyelesaikan persamaan aliran
panas plat logam dua dimensi pada saat steady. Pengertian steady adalah bila laju aliran
panas suatu sistem tidak berubah dengan waktu, yaitu laju tersebut konstan, maka
suhu di titik manapun tidak berubah.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Pertama mendiskritisasi model aliran
panas dalam keadaan steady dengan sumber panas dan tanpa sumber panas karena
bentuk modelnya masih kontinu. Tujuan dari diskritisasi model adalah merubah
bentuk persamaan kontinu menjadi bentuk diskrit agar dapat diselesaikan dengan
metode numerik. Tahap kedua yaitu pembuatan program, simulasi dan visualisasi.
Pembuatan program dalam skripsi ini menggunakan software Matlab 7.8.0. Simulasi
dan visualisasi bertujuan untuk mengetahui parameter-parameter apa saja yang
berpengaruh dalam menyelesaikan model aliran panas. Simulasi dan visualisasi yang
dilakukan antara lain merubah nilai error dan laju panas. Nilai error yang digunakan
0,01% dengan laju panas sebesar 10000 dan nilai error 0,001% dengan laju panas sebesar 50000 . Pemilihan nilai error sebesar 0,01% dan 0,001% dikarenakan
syarat untuk memperoleh hasil yang signifikan yaitu dengan nilai error sebesar 1% <
p < 5% sedangkan untuk memperoleh hasil yang sangat signifikan nilai error harus
kurang dari 1%.
Dari hasil simulasi dan visualisasi yang telah dibuat dapat diketahui
banyaknya iterasi yang dilakukan untuk memperoleh keadaan setimbang.
Penyelesaian aliran panas pada saat steady menggunakan metode Liebmann dengan
syarat awal nol dan syarat batas pada sekeliling plat dengan nilai
, pada aliran panas yang
mengandung sumber panas pada plat logam besi dengan nilai error 0,01% dan laju
panas diperoleh nilai setimbang pada iterasi ke-814, sedangkan dengan
nilai error 0,001% dan laju panas pada iterasi ke-996. Pada plat logam
tembaga dengan nilai error 0,01% dan laju panas diperoleh nilai setimbang
yaitu pada iterasi ke-836, sedangkan dengan nilai error 0,001% dan laju panas
pada iterasi ke-1007 dan pada plat logam aluminium dengan nilai error
0,01% dan laju panas diperoleh nilai setimbang pada iterasi ke-827,
sedangkan dengan nilai error 0,001% dan laju panas pada iterasi ke-1001.
Sedangkan pada plat logam dalam keadaan steady tanpa sumber panas didalamnya
dengan nilai error 0,01% diperoleh nilai setimbang pada iterasi ke-858, sedangkan
dengan nilai error 0,001% pada iterasi ke-1051
Akomodasi dalam Refraksi
Akomodasi merupakan mekanisme perubahan kekuatan refraksi mata dengan merubah bentuk dari kristalin lensa. Titik fokus posterior berpindah kedepan mata selama akomodasi. Dengan adanya proses tersebut, titik jauh lebih dekat ke mata. Kemampuan akomodasi ketika otot siliaris berkontraksi sebagai respon bagi stimulasi parasimpatetik dan relaksasi serabut zonular. Pergerakan dari respon akomodasi merupakan hasil dari peningkatan konveksitas lensa ( terutama pada permukaan anterior). Amplitudo akomodasi (dalam D) atau sebagai jarak dari akomodasi. Jarak antara titik jauh mata dan titik terdekat dimana mata dapat menjaga fokus (titik dekat). Lensa kehilangan elastisitasnya diakibatkan proses penuaan dan respon akomodasi berkurang dinamakan presbyopia
Implementasi Integer Linear Programming Dengan Metode Branch And Bound Dalam Menentukan Optimasi Jumlah Produksi (Studi Kasus: Pabrik Roti Wati Bakery)
Penentuan optimasi jumlah produksi, pabrik harus menggunakan perhitungan yang tepat secara matematis. Sehingga tidak mengabaikan variabel-variabel yang menjadi langkah untuk mencapai titik maksimum penjualan. Pabrik Roti Wati Bakery adalah pabrik yang bergerak dibidang industri produksi makanan. Pabrik ini memproduksi berbagai macam varian roti donat, seperti roti donat original, kacang, kopi, cokelat dan kacang cokelat. Pabrik mengalami kesulitan menentukan jumlah produksi optimal dengan keterbatasan sumber daya bahan bakunya. Penelitian ini bertujuan menentukan jumlah produksi dengan pengoptimalan komposisi produksinya, sehingga diperoleh hasil keuntungan maksimal. Dengan menggunakan integer linear programming metode branch and bound, yaitu metode yang menghasilkan solusi optimal berupa bilangan bulat, berdasarkan rincian dan perhitungan yang dilakukan, diperoleh jumlah optimal setiap varian roti donat sebanyak 4.329 kemasan, meliputi roti donat original 1.500 kemasan, roti donat kacang 552 kemasan, roti donat kopi 833 kemasan, roti donat cokelat 956 kemasan dan roti donat kacang cokelat 488 kemasan, dengan keuntungan Rp. 7.680.100. Keuntungan meningkat sebesar Rp. 279.100 dari keuntungan data riil pabrik
PELAKSANAAN PENGAWASAN OLEH SATUAN KEPOLISIAN AIR DAN UDARA SATPOLAIRUD DALAM MENCEGAH PENYELUNDUPAN DI KAWASAN PELABUHAN KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Listiana Wati (2025) : Pelaksanaan Pengawasan Oleh Polisi Perairan (Polair) dalam Mencegah Penyeludupan Dikawasan Pelabuhan Kabupaten Kepulauan Meranti Penelitian ini di latar belakangi dengan maraknya kasus penyelundupan yang terjadi di kawasan pelabuhan kabupaten Kepulauan Meranti yang merupakan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan selat Malaka yang menjadikannya sebagai salah satu titik rawan penyelundupan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pengawasan oleh polair dalam mencegah penyelundupan dikawasan pelabuhan kabupaten Kepulauan Meranti dan apa hambatan yang mempengaruhi pelaksanaan pengawasan polair dalam mencegah penyelundupan dikawasan pelabuhan kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengawasan oleh polair dalam mencegah penyelundupan dikawasan pelabuhan kabupaten Kepulauan Meranti serta mengetahui hambatan apa yang mempengaruhi pelaksanaan pengawasan oleh polair dalam mencegah penyelundupan dikawasan pelabuhan kabupaten Kepulauan Meranti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan personel Polair dan masyarakat setempat, observasi langsung terhadap prosedur pengawasan, serta studi dokumentasi dan kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari personel Polair dan masyarakat setempat, dengan sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami efektivitas pengawasan serta faktor-faktor yang mempengaruhi maraknya kasus penyelundupan di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan oleh Polisi Perairan (Polair) belum dilakukan dengan maksimal dalam mencegah terjadinya penyeludupan di kawasan pelabuhan Kabupaten Kepulauan Meranti, titik patroli tidak dilakukan di seluruh tempat melainkan hanya di titik rawan saja dan patroli tidak dilakukan setiap hari melainkan hanya 3x dalam seminggu, inilah yang menyebabkan peningkatan kasus pengeludupan pada tiap tahunnya Hal ini terlihat dari berbagai hambatan yang tidak dapat diatasi seperti keterbatasan personel dan sarana yang tidak memadai, serta ketidakmampuan mengantisipasi modus penyeludupan yang semakin kompleks, dimana terlihat jelas bahwa Masi ada peningkatan kasus pada setiap tahunnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa Polair belum mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal dalam mengamankan wilayah perairan dari aktivitas penyeludupan. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perbaikan kebijakan dan strategi pengawasan guna meningkatkan efektivitas pencegahan penyeludupan di wilayah perairan. Kata Kunci: Pengawasan, Polair, Penyelundupan, Kabupaten Kepulauan Merant
- …
