1,720,964 research outputs found

    “Transformasi Novel London Love Story Karya Tisa TS Ke Film London Love Story Karya Asep Kusdinar (Kajian Ekranisasi)”

    Get PDF
    Mahardhika, Agustina Pancadasa. 2018. "Transformation of novel London Love Story by Tisa TS into London Love Story by Asep Kusdinar ( An Ecbralization Review )". Thesis of Indonesian Literature Program. Faculty of Humanities, Diponegoro University Semarang. Advisor: Dr. Redyanto Noor, M.Hum., Khotibul Umam S.S., M.Hum. The film London Love Story is a Tisa TS film released on February 4, 2016 directed by Asep Kusdinar. London Love Story tells the story of Caramel and Dave unintentional love of getting to know in Bali, which eventually they both dated. Many conflicts occurred after they were dating until finally Caramel went to the City of London leaving Dave. This study uses the object of the London Love Story novel by Tisa TS and the London Love Story film by Asep Kusdinar aimed at revealing the intrinsic elements of the London Love Story novel. The aim is to reveal differences and similarities that have intrinsic elements in London Love Story novels and films as a result of the process of ekranisasi. Then there is the novel process of ecranization to the film that causes shrinkage, additions, and changes vary The results of the analysis of the London Love Story novels and films are changes in the form of reduction, changes vary from the intrinsic elements of the London Love Story novels and films, the addition of characters and the addition of several events that occur in the London Love Story movie.. Keywords: Novel, Refinements, Additions, Variation Changes, Ecranization

    Analisis Karakter Tokoh Dalam Novel “Magic Hour” Karya Tisa TS Dan Stanley Meulen

    Get PDF
    Novel Magic Hour karya Tisa TS dan Stanley Meulen merupakan novel yang menceritakan tentang persahabatan, perngorbanan seorang laki-laki, persaudaran, dan pengorbanan cinta. Novel ini memiliki pesan-pesan untuk kita, yaitu besyukurlah apa kita milikidan jangan pernah mengeluh dengan kekurangan yang kita miliki, memaafkan yang salah walaupun masalah itu berat.Karakter adalah unsur penting dalam karya sastra. Terutama dalam novel, karakter dalam sebuah karya sastra diciptakan oleh pengarang menyampaikan ide dan perasaannya tentang suatu hal yang terjadi pada dunia ini.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tokoh ysng terdapat dalam novel Magic Hour karyaTisa TS Dan Stanley (2) Untuk dapat membedakan karakter tokoh pada novel “Magic Hour”karya Tisa TS dan Stenlay Meulen. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif deskriptif karena berusaha menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat penelitian yang terjadi. Kesimpulan penelitian ini terdapat 40 hasil analisis karakter dalam novel Magicr Hour. Dengan berbagai macam karakter pastinya akan memberikan warna dan menarik perhatian si pembaca untuk menikmati novel tersebut. Jenis karakter yang berbeda mencerminkan setiap penokohan memiliki karakter yang identik dengan dirinya sendiri

    ESTETIKA DALAM NOVEL LONDON LOVE STORY, MAGIC HOUR DAN ILY FROM 38.000 FT KARYA TISA TS (PENDEKATAN ESTETIKA PARKER)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh estetika dalam novel-novel karya Tisa TS tampak pada penggunaan pilihan kata untuk merepresentasikan suasana peristiwa dalam karya sastra menjadi daya tarik tersendiri. Di samping itu, kejelian dalam menampilkan estetika dilakukan dengan berbagai pergulatan batin yang cukup mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis estetika dalam novel London Love Story, Magic Hour dan ILY From 38.000 FT karya Tisa TS dengan pendekatan estetika Parker. Estetika berperan penting bagi pengarang dalam proses kreatif penciptaan karya sastra. Sumber data penelitian iniadalah data tertulis yang berupa novel, Magic Hour dengan tebal 229 halaman, diterbitkan oleh loveable dan penyunting M Kahfie Julianto. London Love Story dengan tebal 189 halaman, diterbitkan oleh loveable dan penyunting M Kahfie Julianto. ILY From 38.000 FT dengan tebal 184 halaman, diterbitkan oleh loveable dan penyunting Fitria dan M Kahfie Julianto. Novel-novel tersebut yang ditulis oleh Tisa TS. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan objektif, dengan menggunakan pendekatan objektif ini, penelitian ini lebih memusatkan pada estetika dalam sebuah karya sastra khususnya novel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analisis. Teknik deskriptif analisis dilakukan dengan mendeskripsikan data-data yang ada kemudian disusul dengan analisis. Hasil dari penelitian adalah estetika bentuk dan estetika isi dalam novel London Love Story, Magic Hour, ILY From 38.000 FT karyaTisa TS. Estetika bentuk yang ada berupa, (1) Asas kesatuan organis, (2) asas tema, (3) asas variasi menurut tema, (4) asas keseimbangan, (5) asas perkembangan, (6) asas tata jenjang. Estetika isi pada penelitian ini berfokus pada penggunaan kalimat-kalimat yang memiliki makna tertentu dan menggugah emosi pembaca.   Kata kunci: Estetika, pendekatan estetika Parker

    Peniruan Bunyi dalam Novel Magic Hour Karya Tisa Ts dan Stanley Meulen

    Get PDF
    Penelitian dengan judul Kajian Semantik : Peniruan Bunyi Dalam Novel Magic Hour Karya Tisa TS dan Stanley Meulen. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis peniruan bunyi, mengetahui makna dari peniruan bunyi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini Novel Magic Hour, sedangkan data penelitian ini berupa berupa satuan gramatikal yang berwujud kata atau kalimat yang mengandung onomatope. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan studi dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi pustaka, sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menganalisis jenis dan makna peniruan bunyi yang terdadapat dalam novel Magic Hour

    Karakter Tokoh dalam Novel Dancing in the Rain Karya Tisa TS dan Stanley Meulen dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA

    No full text
    This study aim was to describes the types of characters found in the novel Dancing in the Rain by Tisa TS and Stanley Meulen. The results of the research are then used as content for learning materials at the high school level. This research is descriptive qualitative. The data collection technique used in this research is reading and note-taking technique. The data analysis technique was carried out qualitatively. Presentation of data is presented in the form of words as a description of the data obtained. Based on the results of the analysis found 3 types of character characters include: (a) basic characters; (b) superior character; (c) leader character.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis karakter tokoh yang terdapat dalam novel Dancing in the Rain karya Tisa TS dan Stanley Meulen. Hasil penelitian kemudian dimanfaatkan sebagai muatan materi belajar di tingkat SMA. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Penyajian data disajikan dalam bentuk kata-kata sebagai pendeskripsian data yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 3 jenis karakter tokoh meliputi: (a) karakter dasar; (b) karakter unggul; (c) karakter pemimpin

    ANALISIS DIKSI DAN GAYA BAHASA DALAM NOVEL LONDON LOVE STORY KARYA TISA TS

    Get PDF
    Abstrak - Pengertian diksi atau pilihan kata menurut Keraf (2016:24) adalah pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. Pemajasan (figurative language, figures of chought) merupakan teknik pengungkapan bahasa, penggayabahasaan, yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiah kata-kata yang mendukungnya, melainkan pada makna yang ditambahkan atau makna yang tersirat (Nurgiyantoro, 2017:215).Novel merupakan salah satu bentuk dari karya sastra.Dalam novel, pengarang memaparkan realitas kehidupan manusia yang dibungkus dengan rapi dengan menggunakan bahasa. Novel London Love Story adalah salah satu dari beberapa novel karya Tisa TS yang sarat dengan diksi dan gaya bahasa. Novel London Love Story adalah novel terbaru selain dari Magic Hour.       Kata Kunci: Diksi, Gaya Bahasa   Â

    ESTETIKA RESEPSI DALAM NOVEL MAGIC HOUR KARYA TISA.Ts DAN PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VIII SMP IT MIFTAHUL ULUM UNGARAN

    Get PDF
    Kata Kunci : estetika, resepsi pembaca, pembelajaran menulis puisi. Penelitian ini mengenai estetika resepsi pada novel.Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah estetika resepsi pada novel Magic Hour karya Tisa Ts dan pemanfaatannya pada pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII smester 2.Tujuan yang dicapai yakni mendeskripsikan estetika resepsi novel Magic Hour karya Tisa Ts serta mengetahui pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan resepsi pembaca novel Magic Hour karya Tisa Ts pada siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Data dalam penelitian ini berupa teks dari sebuah karya sastra Magic Hour karya Tisa Ts, sedangkan sumber data ada dua sumber data, yaitu primer dan skunder.Sumber data primer berupa novel Magic Hour karya Tisa Ts dengan tebal 236 halaman. Kemudian sumber data skunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, artikel, dan penelitian lain yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik baca dan catat, observasi, pustaka, simak, dan dokumentasi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental design dan difokuskan pada the one shot case study. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua simpulan.Pertama, estetika resepsi pada novel Magic Hour karya Tisa Ts, peneliti mendapatkan 22 responden dengan kategori dibagi menjadi delapan unsur. Kedua, pembelajaran menulis puisi dengan menerapkan estetika resepsi novel Magic Hour karya Tisa Ts di SMP IT Miftahul Ulum Ungaran kelas VIII tersebut berhasil diajarkan dengan mendapatkan nilai rata-rata yang lebih tinggi dengan selisih nilai awal dan nilai akhir yaitu delapan. Hal tersebut berarti bahwa pemanfaatan estetika resepsi pada novel Magic Hour karya Tisa Ts sesuai dan baik digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran materi menulis puisi siswa SMP kelas VIII

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore